
Yusuf Muhammad: MAU ADU MAHAKARYA ⁉️ ANIES, MALU SAMA AHOK ‼️ (Oke Dum #196)
iniyangdangubernurdkijakartaahoknahdengantidaksayajadi
Dislikes are an estimate from the Return YouTube Dislike project, since YouTube no longer publishes them. returnyoutubedislike.com
integritas seorang Ahok Memang sangat-sangat jauh jika dibandingkan dengan Anies Baswedan yang justru sering kelebihan bayar ya jumpa lagi dengan saya perhatikan ya buzzer buzzer sudah mulai masih bekerja dan tahu tidak rata-rata buzernya itu akunya masih sangat baru dan followersnya pun ini masih sangat-sangat sedikit sekali ya paling rata-rata ya followersnya Ini cuma satu sampai tiga digit saja
Memang luar biasa sekali Anies Baswedan ini bahkan tidak hanya mengerahkan buzzer lo ya namun banner foto dirinya yang mengucapkan selamat untuk peresmian gedung dan pendopo juga sudah sampai di Sorong Papua sana coba lah ini kan Lucu sekali bener nggak masak ya Gubernur DKI Jakarta tapi balihonya ada di Sorong Papua Nah ini kan menimbulkan banyak pertanyaan apa jangan-jangan Anies bosku dan ini mau menjadi gubernur Papua
nah tapi balik lagi soal buzzer Adis Baswedan ya Jadi baru-baru ini pembangunan stadion bus atau Jakarta internasional stadium telah menjadi banyak sekali perbincangan oleh netizen ada yang membicarakan asal mula Stadion kemudian ada juga yang membicarakan soal pembebasan lahan dan ada juga yang membicarakan soal pembiayaan stadion yang mana ternyata ya 80% nya sumber dananya ini adalah ngutang dari pemerintah pusat
nah tapi biar lebih fire ya maka dalam kesempatan Oke dump kali ini gimana kalau saya bedah dan bandingkan antara karya yang sudah dibangun di era Ahok dan karya yang sudah dibangun di era Anies Baswedan ya Saya kira komparasi ini akan jauh lebih fire karena apa ya karena yang dibandingkan ini adalah kinerja Gubernur DKI sebelumnya ya perlu diketahui bahwa tidak ada Gubernur daerah lain yang memiliki wewenang penuh atau full power seperti kekuasaan yang
dimiliki oleh Gubernur DKI Jakarta Nah inilah yang menurut saya perlu kita pahami bersama ya sekarang misalnya ya Gubernur Jawa Timur kemudian Gubernur Jawa Tengah Gubernur Jawa Barat dan Gubernur daerah lainnya semuanya tidak bisa mengatur penuh walikota atau bupati yang ada di wilayahnya nah mengapa bisa demikian ya karena mereka ini sama-sama dipilih oleh rakyat jadi walikota atau bupati daerah lain bukanlah bawahan Gubernur hal itu dikarenakan adanya
aturan tentang otonomi daerah Terus apa sih yang dimaksud dengan otonomi daerah itu jadi ya otonomi daerah adalah hak wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku itulah yang disebut dengan otonomi daerah jadi meskipun sama-sama Gubernur ya namun wewenang antara Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa
Timur Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur Jawa Barat itu sangat-sangat berbeda sekali ini belum lagi bicara soal anggaran yang mana DKI Jakarta ini punya anggaran yang jauh lebih besar atau sekitar 80 triliun lebih pertahunnya Coba bayangkan ini kan luar biasa sekali Nah jadi sekali lagi dari sini saja sebenarnya sudah sangat-sangat jelas perbedaannya Selain itu semua Walikota yang ada di DKI Jakarta tidak dipilih oleh rakyat melainkan ditunjuk langsung
oleh gubernurnya jadi posisi Walikota adalah bawahan langsung gubernur atau bagian dari tim Gubernur makanya dari kasih perintah ke walikotanya sebenarnya Gubernur DKI Jakarta ini jauh lebih mudah ketimbang gubernur-gubernur lainnya nah simpelnya begini Walikota yang ada di wilayah DKI Jakarta mereka ini tidak punya alasan untuk menolak perintah gubernurnya makanya saya heran ketika ada berita yang mengatakan bahwa untuk mengeruk kali saja Anies Baswedan
ini sampai harus diperintah oleh pihak pengadilan Nah ini kan keterlaluan sekali benar enggak Nah jadi gimana Apakah sampai di sini sudah jelas wewenang Gubernur DKI Jakarta dengan gubernur daerah lainnya Ya silahkan berikan komentarnya di bawah nah sekarang Coba kita bandingkan antara proyek Simpang susun Semanggi dengan proyek kebanggaan anicko sepeda yaitu Stadion jizz saya akan coba bedah semuanya dari sisi sumber anggaran dan
manfaatnya silakan nanti dinilai sendiri mana yang jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat ya kita tahu ya Meskipun Ahok ini menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta yang relatif jauh lebih singkat dibandingkan dengan anieswedan namun harus diakui sudah banyak sekali karya-karya Ahok yang dinikmati oleh warga masyarakat DKI Jakarta nah salah satu karya Ahok yang fenomenal di bidang infrastruktur yaitu Simpang susun Semanggi asal tahu saja Simpang susun
Semanggi ini adalah merupakan salah satu invers struktur Iconic yang ada di DKI Jakarta percaya atau tidak ya Simpang susun Semanggi itu dibangun tanpa menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah atau APBD DKI Jakarta Lah ini kan luar biasa sekali bener kan jadi Ya sekedar informasi jalan sepanjang 1,6 KM itu mulai dibangun sejak tanggal 8 April 2016 dan itu adalah di era Ahok nah biaya pembangunan jalan tersebut adalah sebesar 345 miliar dan tolong dicatat
sekali lagi dana sebesar itu sama sekali tidak menggunakan APBD DKI Namun demikian hasilnya ini sangat-sangat jelas bisa dirasakan oleh masyarakat secara luas dan gratis tanpa harus bayar ya Coba bayangkan kalau ini dikerjakan oleh Anies Baswedan ya mungkin ya yang akan terjadi adalah kelebihan bayar Nah jadi ya berdasarkan catatan Pemprov DKI Jakarta proyek tersebut ini dibiayai dari dana kompensasi atas kelebihan koefisien luas bangunan atau KLB dari PT
Mitra Panca Persada anak perusahaan asal Jepang Mori building company Nah jadi KLB ini merupakan instrumen penataan ruang yang diatur dalam undang-undang nomor 26 Tahun 2007 yaitu tentang penataan ruang nah menurut undang-undang tersebut pengembang hanya bisa membangun dengan luas dan tinggi bangunan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam izin yang diberikan jadi apabila ada kelebihan luas bangunan maka pengembang yang bersangkutan ini wajib membayar
kompensasi atau semacam denda Nah jadi dari aturan itulah Ahok bisa memaksa pengembang untuk membangun Jalan Simpang susun Semanggi tanpa menggunakan dana APBD DKI gimana luar biasa Smart sekali kan Nah sekarang pertanyaannya Begini apakah Anies Baswedan bisa berpikir sampai sedetail itu ya rasanya kok tidak mungkin ya malah yang sering kita dengar sekarang ini adalah proyek di DKI Jakarta ini suka kelebihan bayar ya jadi sekali lagi ya Menurut saya Ahok
ini memang bukan hanya semak namun Ia juga dikenal sangat-sangat galak dalam menjaga uang rakyat Bahkan dia juga tidak segan-segan untuk bertengkar ya dengan para siluman-siluman yang mencoba untuk menggarong uang rakyat ya Ahok ini ibarat anjing penjaga yang baik Kalau menurut saya sedangkan Anies Baswedan ini justru sebaliknya makanya tidak heran jika para siluman siluman itu tidak suka dengan Ahok dan bahkan juga memusuhi Ahok Nah kita semua juga tentu
masih ingat bagaimana ketika Anies Baswedan mau diinterpelasi soal kasus formula e saat itu Anies Baswedan justru melobi 7 fraksi di DPRD DKI Jakarta kecuali fraksi PDIP dan PSI agar Kenapa agar mereka ini mau menolak interpelasi dengan cara mengundang Makan malam di rumah dinasnya ya jadi dari sini kita menjadi tahu Anies Baswedan ini jelas sangat-sangat berbeda dengan Ahok kalau Anis ini mungkin bisa main mata dengan mayoritas
fraksi di DPRD DKI Jakarta namun tidak dengan Ahok Ya masih ingat kan Bagaimana Dulu ketika Ahok menyisir anggaran bersama DPRD DKI Jakarta saat masih menjabat sebagai gubernur ya saat itu Ahok ini pernah menolak anggaran sebesar 8,8 Triliun Rupiah yang diajukan oleh DPRD DKI Jakarta untuk sosialisasi SK Gubernur nah dalam draft anggaran tersebut Ahok ini kemudian melingkari nominal tersebut dengan pena berwarna hitam dan menuliskan pemahaman nenek lu
luar biasa memang sekali Ahok ini nah Atas kejadian itulah kemudian anggota DPRD DKI Jakarta banyak yang emosi ya tapi begitulah Ahok dia ini bukannya menciut eh malah semakin garang dan menantang pihak-pihak yang tidak terima dengan dirinya itu ya memang gila sekali orang ini kalau menurut saya integritas seorang Ahok Memang sangat-sangat jauh jika dibandingkan dengan Anies Baswedan yang justru sering kelebihan bayar anggaran yang bersumber dari pajak
rakyat pun ya dihambur-hamburkan untuk hal-hal yang tidak penting misalnya bangun proyek tubuh sepatu proyek bambu mesum kemudian proyek unduhkan batu gabion kemudian proyek sumur resapan yang unfaedah dan masih banyak lagi yang lainnya Dan Terakhir kemarin ini Anies Baswedan membanggakan Stadion jeans yang ternyata ini pembangunannya menghabiskan anggaran hingga 4 triliun lebih dan parahnya ya 80% atau 3,6 triliun dana untuk membangun Stadion tersebut
ternyata masih ngutang dari pemerintah pusat dan tahu tidak jus ini juga bukanlah gagasan murni dari Anies Baswedan tapi pembangunannya ini sudah digagah sejak era Gubernur Foke bahkan untuk pembebasan lahannya juga sudah dilakukan sejak era Jokowi dan Ahok jadi di proyek jus ini Anies Baswedan hanya tinggal menyelesaikan sedikit saja masalah sengketa dan membangun dengan dana ngutang dari pihak pemerintah pusat ya
dulu namanya ini adalah Stadion BMW namun diganti di era anisandi dengan nama stadion Jis seandainya yakini para buzzer Anies Baswedan malah membanggakan jis sambil nyinyirin para pendahulu yang punya peran penting dalam pembangunan jis Lah ini kan lucu sekali dan tahu tidak ya untuk menggunakan Stadion jis itu ternyata tidaklah gratis bahkan Persija Jakarta sendiri kalau ingin menggunakan Stadion harus bayar
uang sewa hingga satu miliar rupiah coba Nah sekarang Coba bandingkanlah Simpang susun Semanggi dibangun tanpa APBD DKI Jakarta namun bisa dimanfaatkan masyarakat secara gratis sedangkan Stadion jis ini dibangun pakai dana ngutang dan APBD DKI Jakarta namun masyarakat masih harus membayar untuk menikmati fasilitas Stadion Jadi pertanyaan saya begini Siapakah yang jauh lebih hebat siapa ya Ahok lah bener nggak
jadi ya melalui kesempatan video kali ini ya Saya ingin menyampaikan pesan Buat para buzzer buzzer Balai Kota ya tolong jangan menjadi penjilat yang tidak tahu diri sadarlah bahwa orang yang kalian banggakan itu hanya pandai beretorika tapi tidak pandai dalam bekerja itulah alasannya mengapa dia dulu ini dipecat dari Menteri oleh Jokowi Nah jadi gimana Apakah sampai di sini sudah paham semua Ya silahkan berikan
komentarnya di bawah ya Saya kira demikian dulu lah opini singkat Oke dump kali ini sebelum saya akhiri video ini saya ingin mengingatkan Jakarta telah mengambil keputusan yang fatal Ya saya pikir itu tidak lupa saya ingatkan jaga terus NKRI Terima kasih buat yang sudah like dan menonton video ini dari awal hingga akhir dan sampai jumpa di episode selanjutnya [Musik] sosok pemimpin hebat
tepuk tangan dong buat Pak Ahok [Tepuk tangan] saya nggak tahu DKI 1 Bapak Haji annisad Baswedan apa [Tepuk tangan] Sebenarnya Pak saya nyiapin buat roti Bapak tuh durasinya satu jam tapi saya bawa ini sedikit aja nggak nyampe selesai biar kayak program Bapak banyak yang gak Selesai [Tepuk tangan]
tangannya dingin banget [Musik]
Comments
Comments have not been loaded yet.