
PRABOWO SANGAT BERKUASA DI PILKADA ⁉ - Eko Kuntadhi (Masuk Pak Eko #143)
yangjawagolkarjadigubernursebagaidaniniharusgerindradenganjuga
Dislikes are an estimate from the Return YouTube Dislike project, since YouTube no longer publishes them. returnyoutubedislike.com
isu politik yang terusmenerus menarik setidaknya sampai nanti November itu isu Pilkada serentak dan kalau kita ngomong soal Pilkada serentak yang akan menarik untuk kita amati adalah soal tarik menarik politik khususnya di Koalisi Indonesia maju koalisi yang mendukung Prabowo [Musik] Gibran dialisi ini sepertinya Golkar harus berkorban banyak mengalah sama Gerindra ini terjadi di banyak wilayah
terutama di wilayah-wilayah penting kayak Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah Banten Jawa Timur Sumatera Utara Kita ngomong soal di Jawa Tengah dulu ya setelah sudaryono diangkat jadi wakil menteri pertanian sepertinya kondisi perpolitikan di jatang makin jelas bentuknya sudah ono ini adalah ketua DPW Gerindra Jawa Tengah dan dia sempat didorong oleh Prabowo untuk maju jadi calon gubernur di Jawa Tengah nah kepentingan Gerindra dan Pak Prabowo
bertabrakan dengan kepentingannya Pak Jokowi Karena pak Jokowi punya jagoan lain namanya Ahmad Lutfi yang sekarang masih duduk sebagai Kapolda Jawa Tengah dan sebentar lagi pensiun selain Lutfi ada juga Kaesang Kaesang memang pernah dicobakan di Jakarta tapi surveinya di Jakarta jeblok gua enggak tahu di Depok atau Bekasi juga pernah dicobakan tetapi melihat dari keputusan Ma kemarin yang membolehkan anak yang belum cukup umur
untuk maju jadi wakil gubernur atau jadi calon wakil gubernur calon gubernur sepertinya memang pilihan Kaesang cenderung kepada kompetisi di level Gubernur bukan di level walikota atau bupati nah pasangan Lutfi dan Kaesang ini kayaknya sudah lebih clear sekarang setelah sudariono yang tadinya dianggap sebagai batu ganjalan mereka sudah diselesaikan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya diselesaikan dengan kompensasi sebagai
wakil menteri ini model transaksi politik antara Joko ow untuk bagi-bagi wilayah tadinya orang berspekulasi kalauelihat gaya politik Pak Jokowi bukan gak mungkin jadinya bukan Lutfi Kaesang tetapi Kaesang Lutfi tapi rupanya peluang ini buru-buru dikunci oleh Gerindra setelah sudariono diangkat sebagai wakil menti pertanianindra lewat [Musik]
sejennyaselukan endasi buat Ahmadi rekomendasi sebagai calon gubernur artinya Gerindra sudah mengunci nih calon gubernurnya Ahmad luutfi kalau kesang mau nempel ya dia harus puas jadi calon wakil gubernur apalagi kabarnya cawagup juga belum tentu ditempati Kaesang nama mantan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin disebut-sebut lebih dipertimbangkan ketimbang k kita gak tahu ujungnya gimana nanti Apakah Kaesang akan terpental lagi dari
Jawa Tengah apakah kaisang ujung-ujungnya akan dipasangkan sama Anis di Jakarta sebagai Deal politik baru kita mungkin masih akan melihat perkembangannya ke depan di Jawa Tengah Kadel gorkar yang siap-siap maju sebagai cagup ada yang namanya Diko ternyata juga mau tidak mau harus melepaskan keinginannya dia harus mau harus ikhlas menyingkir cukup jadi calon walikota Semarang padahal ya dia kemarin sudah ancang-ancang tuh mau gandeng Raffi
Ahmad sebagai wakilnya kompensasinya apa ya untuk membantu Diko di Semarang Gibran terlihat sangat aktif untuk mendongkrak elektabilitas Diko dia di tenteng ke mana-mana dan mudah-mudahan pengaruhnya Gibran bisa menambah elektabilitas Diko di Semarang model transaksi politik seperti ini mirip juga dengan yang terjadi di Jawa Barat misalnya kita tahu dong Golkar sepertinya ogah mendorong Ridwan
Kamil di Jakarta karena pertempuran di Jakarta jauh lebih keras bagi Ridwan Kamil di situ ada Anis mungkin juga ada PDI yang akan mendorong Ahok Golkar lebih suka Ridwan Kamil tetap di Jawa barat sementara grindra punya kepentingan ada ketua Gerindra Jawa Barat Dedi Mulyadi yang juga didorong untuk menguasai wilayah Jawa Barat kepentingannya bertemu atau bergesekan dengan kepentingan Golkar nah kepentingan Golkar yang enggak ketemui
sama Gerindra ini mungkin akan dicarikan jalan keluarnya ada isu kondisi ini akan diselesaikan dengan transaksi lagi belakangan terdengar isu atau rumor politik Dedi Mulyadi mau dipasangkan dengan istrinya RK Atalia Lalu ke mana RK kalau istrinya yang sekarang terpilih jadi anggota DPR dipasangkan dengan Dedi Mulyadi sebagai wakilnya kan RK penting ada kompensasi Kemungkinan dia ditarik ke kabinet sebagai kompensasi enggak maju
di Jabar Jadi mungkin dia jadi menteri pupr kek jadi menteri apapun kita enggak tahu walhasil bagi RK yang enggak perlu berkeringat dalam pilkada cukup menitipkan istrinya jadi pendamping Dedi Mulyadi di Jawa Barat masalahnya Apakah Golkar yang memang punya basis sangat kuat di Jawa Barat akan merelakan peluang kursi Gubernur diambil oleh grindra so alnya boleh dibilang Golkar kan udah Kalah Banyak juga di Jawa Tengah dalam tanda kutip sudah lebih
mengalah di Jawa Barat ini masih tarik menarik sebetulnya kejadian yang sama terjadi di Sumatera Utara Musa rajeka atau ijek kader Golkar yang duduk sebagai wakil gubernur itu kayaknya udah serius mau maju tempur sebagai ee calon gubernur di Sumatera Utara tapi akhirnya kelihatan dia harus mengalah oleh Bobby Nasution menantunya Jokowi popularitas ejek yang sebetulnya lumayan sekarang harus diikhlaskan padahal suara Golkar di
Sumut enggak kecil juga Tapi ya mau gimana ini kepentingan menantunya Pak Jokowi loh dia harus melancarkan Jalan demi Bobi tadinya ya Golkar sebagai partai itu cukup berbunga-bunga juga beberapa langkah politik Bobi itu punya kesan Dia pengin ikut masuk Golkar artinya kalaupun ejek mengalah toh Bobby juga kader Golkar dia enggak sakit hati banget ujung-ujungnya Bobby enggak masuk Golkar dia malah lebih memilih
Gerindra dalam kondisi Sumatera Utara mau tidak mau Golkar harus mengalah lagi dengan kepentingan Gerindra kondisi yang sama juga terjadi di Banten di Banten kita tahu ada kader Golkar yang cukup kuat Irin mantan Walikota Tangerang peluangnya Jadi calon gubernur Ya lumayan cukup serius apalagi Banten salah satu basisnya Golkar Tapi kini nasib iring agak terkatung-katung karena apa Karena Indra dan koalisi Kim itu
sudah mendorong Sony berpasangan dengan dimiati untuk maju sebagai gubernur dan calon wakil gubernur di Banten dua partai yang belum memberikan dukungannya adalah Golkar dan PDIP mereka berdua nih belum menentukan pilihan tapi kalau mereka mau memajukan calonnya mereka harus berkoalisi setidaknya Golkar jadi calon gubernur Mungkin orang PDIP jadi calon wakil gubernur kalau mereka enggak ketemu artinya enggak mau berkoalisi Ya udahlah
Sony demmyati akan melawan kotak kosong dan nasib Golkar zong lagi di situ kalau dilihat dari tarikmenarik ini sepertinya memang Gerindra dan Prabowo terlihat powerful banget Golkar sebagai pemenang Pilpres kedua Ternyata harus banyak mengalah dengan kepentingan dan Gerindra mereka harus merelakan banyak kesempatan buat partainya Prabowo itu kalau dilihat dari pola pergerakan bidak catur politik di Pilkada Gerindra tampaknya sangat bernafsu untuk menguasai wilayah-wilayah
strategis di Indonesia lihat saja yang terjadi di Jawa Timur misalnya ketika mereka mendorong kovifa Emil dardak gitu kan ada di Jawa Barat Jawa Tengah Banten sumat Utara yang belum ya cuma Jakarta saja yang masih belum jelas bentuknya akan seperti apa kalau Jakarta belum jelas dan kemudian posisi kayang masih terombang Ambing kakinya enggak napak tanah bukan tidak mungkin ujung-ujungnya putra bungsu Jokowi Ini akhirnya dipasangkan dengan Anis
Baswedan di Jakarta kebetulan Anis kan bukan orang partai jadi Jadi bagi Gerindra juga enggak masalah-masalah banget kekuasaan Anis di Jakarta tidak dianggap sebagai batu sandungan yang terlalu serius bagi Gerindra karena background Anis bukan orang partai untuk mengakomodasi kepentingan keluarga Jokowi bukan tidak mungkin akhirnya Anis dipasangkan dengan Kaesang di Jakarta kalau Deal di Jawa Tengah tidak selesai
kita lihat aja pertarungan masih seru Masih Ada Waktu sampai Agustus nanti Bagaimana pola main catur politik ini dimainkan dan ini semua menunjukkan bahwa kalaupun mereka tergabung dalam satu koalisi pendukung Prabowo Gibran setiap partai punya kepentingan sendiri setiap orang punya perhitungan politik sendiri Pak Jokowi punya keinginan sendiri yang barangkali berbeda dengan keinginannya Pak Prabu akhirnya dua-duanya harus bertabrakan atau harus
bertransaksi ya itulah politik kita akan lihat perkembangannya gue k tadi masuk ba terima [Musik] kasih ah
Comments
Comments have not been loaded yet.