
MEMANAS! IRAN Kembali Serang Israel hari ini - Amerika Balas Targetkan Pangkalan Taheran
iranisraelamerikadanyangmerekabahwaakanuntukiniserangandari
Dislikes are an estimate from the Return YouTube Dislike project, since YouTube no longer publishes them. returnyoutubedislike.com
Republik Islam Iran dilaporkan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Israel. Laporan dari Tel Afif mengonfirmasi bahwa sirene serangan udara mulai meraung di seluruh penjuru Israel waktu setempat. Sistem pertahanan udara Iron Dome dan Iron Beam bekerja ekstra keras menghalau proyektil yang datang dari arah timur. Garda Revolusi Iran IRGC melalui media pemerintah Irna menyatakan bahwa operasi
ini adalah bentuk solidaritas terhadap sekutunya dan perlawanan terhadap agresi global. Para pengamat menilai Iran merasa terancam bahwa pola pergantian rezim yang dilakukan Trump di Venezuela akan segera diterapkan kepada mereka. Mengingat Iran juga sedang diguncang gelombang protes domestik yang besar sejak akhir Desember 2025. Sengaja penyerangan dan menunggu reaksi Amerika Serikat. Dunia kini menahan napas menunggu respons dari Washington.
Rezim di Iran harus memperhatikan baik-baik apa yang terjadi di Venezuela. Para analis intelijen meyakini bahwa serangan ini bukan sekadar konflik regional biasa, melainkan sebuah tes ombak strategis yang sengaja dirancang untuk melihat sejauh mana Amerika Serikat berani bertindak setelah operasi kontroversial mereka di Venezuela. Garda revolusi Iran dilaporkan menembakkan lebih dari 200 drone dan rudal balistik ke pangkalan militer Israel. Namun, para
pengamat militer mencatat adanya keanehan Iran memberikan peringatan singkat melalui saluran diplomatik di Oman beberapa jam sebelumnya. Iran sengaja menyerang Israel karena mereka tahu Israel adalah anak emas Amerika. Mereka ingin melihat apakah Trump akan segera mengirim pasukan ke Iran atau hanya sekadar memberikan sanksi tambahan," ujar dr. Aras Azizi, pakar Timur Tengah. Ini adalah eksperimen geopolitik. Jika Amerika
bereaksi lemah, Iran akan merasa aman. Jika Amerika bereaksi keras, Iran akan menggunakan ini sebagai alasan untuk menutup Selat Hormus. Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam meskipun sistem pertahanan Iron Beam Laser berhasil menjatuhkan sebagian besar proyektil. Beberapa hantaman dilaporkan mengenai pangkalan udara di wilayah Negev. Israel kini berada dalam posisi sulit. Mereka harus membalas
untuk menjaga martabat militer. Namun di sisi lain, Washington dikabarkan meminta Israel untuk menahan diri agar Amerika bisa fokus pada proses hukum Maduro di New York dan krisis minyak yang mulai membayangi dunia. Reaksi Amerika Serikat hingga saat ini masih sangat hati-hati. Presiden Donald Trump melalui unggahan di media sosial hanya menuliskan kalimat singkat Iran Made Abik Mistake. Iran membuat kesalahan besar, namun
belum ada perintah serangan balik langsung ke wilayah Iran. Dunia kini menyaksikan sebuah permainan catur yang sangat berbahaya. Dengan menyerang Israel, Iran mencoba membuktikan bahwa mereka memiliki taring dan tidak akan berakhir seperti Venezuela. Mereka sengaja mengusik sekutu terdekat Amerika hanya untuk melihat apakah Paman Sam masih memiliki nyali untuk berperang di dua front sekaligus.
Comments
Comments have not been loaded yet.