YUNARTO WIJAYA: "PERAN KING MAKER JOKOWI HARUS DIKUNCI TAHUN INI. JIKA TIDAK...."

YUNARTO WIJAYA: "PERAN KING MAKER JOKOWI HARUS DIKUNCI TAHUN INI. JIKA TIDAK...."

Akbar Faizal Uncensored

yangitusayakitainidanadadenganpartaikantidakjuga

388,8 k
просмотров
6,6 k
Лайки
291
Дизлайки (оценка)
1.7 %
👍 / 👁
49:52
Длительность
Sortie le 22 juil. 2022
Опубликовано
6,8 k
слов
id · автоматические
Субтитры

Дизлайки — оценка проекта Return YouTube Dislike, так как YouTube их больше не публикует. returnyoutubedislike.com

Полная транскрипция

⬇ TXT⬇ SRT⬇ VTT

jadi kita harus Memang Harus berpikir sampai level yang terburuk ini bisa berubah semua ketika paling ekstrem ada kesepakatan namanama orang yang elekabilitas tinggi tapi diaak punya S di partai kita potong sehingga kemudian peluang itu jadi terbuka buat nama-nama yangilitas kecil tapi punya saham besar di partai buat saya itu Ironi tertinggi kalau sampai terjadi [Musik]

[Tepuk tangan] [Musik] wajah politik kita menuju 2024 semakin terang tergambarkan Kalau dalam bentuk puzzle itu sudah hampir sempurna puzzle pasalnya ee ada beberapa orang di Republik ini yang eh harus kita dengarkan ketika kita berbicara tentang bagaimana pasal-pasal itu kita rangkai dan kemudian menjadi wajah salah satunya orang yang duduk di

depan saya inarto Wijaya eh itu eh Carta masih ya masih saya itu enggak bisa lupa Carta Bro kenapa sebagai pemain baru di politik kalian memberikan saya penghargaan Oh iya Walah saya tadi lupa malah Mas Gidi ini Jadi ini adalah pemenang Carta politika Award 3 pemenang kategori politisi partai oposisi Iya betul dan You tahu enggak Siapa yang bersamaan saya terima ini dulu ingat engak Pak di Taman Ismail Marzuki di Taman Ismail

Marzuki bukan bukan di taman apa namanya nih di diudingan gitu usmar Ismail usmar Ismail teman-teman siapa ingat enggak Wak itu Presiden Republik Indonesia salah satunya ya Carta politika pernah memberikan regional leader of the year ke Pak Jokowi oposisinya Bang Akbar Faisal apa bang Akbar Tanjung and Kang saan Mustofa kalau saya enggak salah Anda Bang Akbar Tanjung Dahlan Iskan juga Dahlan Iskan Oke jadi kita enggak

bisa lupa Bro setidaknya itu 2010 12 tahun lalu ya Iya 2010 ternyata ya Dan Waktu itu saya belum tahu cara menerima penghargaan seperti ini oke tok siap seperti pembacaan saya tadi itu bahwa ee ada beberapa orang yang harus diajak bicara cara politika masih ee mengeluarkan t-aset dan hari ini juga kita akan menampilkan ee survei terbaru Anda I tapi saya mau tanya begini masih bantuin Pak

Jokowi ya Presiden harus terus dibantu dong bukan maksud saya masihkah Intens diajak berbicara Iya saya saya terbukal saya enggak bisa dengan Naif mengatakan saya tidak dekat dengan masak Jokowi ya tadi akhirnya juga akhirnya terbuka tuh cerita kedekatan Pak Jokowi pun sebelum beliau jadi Gubernur DKI dan memang ee Saya meng ambil sikap pun saya terbuka pada 2014 dan 2019 he sebagai pengamat Saya tidak Netral E kenapa e memang filosofi saya terhadap diri saya

pengamat harus independen dan objektif yang netral itu patung manekin gitu Iya ada nilai yang berbeda dari dua pasang dari dua pihak yang bertarung ee kebetulan Pak Jokowi saya anggap sebagai sebuah terobosan ee membawa perubahan perilaku pemilih terutama pada saat dia maju di kubur DKI dan efeknya sampai sekarang Dengan segala macam naik turun ee perubahan perilaku pemilih ya dan ya memang sering diajak ee diskusi

ee sebetulnya terkait riset juga ya Kalau Pak Jokowi dan eh termasuk ya Kalau kemarin-kemarin Pak Jokowi orang yang sangat mengikuti menurut saya terkait dengan data e perubahan approting itu nomor satu sebetulnya ya bicara juga 2024 walaupun saya gak mau mengklaim hanya saya saja teman-teman lain mungkin Mas Burhan mungkin Mas e Mas Hasan nasbi juga saya dengar juga sering di ajak diskusi juga kan kelebihan Mbak Jokowi kan mendengarnya

itu saya tidak senang menyalahkanmu dengan itu saya engak yang saya mau katakan adalah saya berbicara dengan orang yang tepat kalau kemudian saya ingin membaca dan kita harus membaca Bagaimana gerak tubuh dan pikiran Pak Jokowi masalah Jokowi itu orang yang paling susah dibaca karena e Seperti yang saya buka tadi Gambarkan tadi bahwa untuk 2024 faktor Jokowi harus kita hitung I pasti kita akan bicarakan itu nantinya

Emm juga memang saya harus katakannya memang tahun 2014 karena waktu itu kan sayabetul mengambil peran yang cukup besar waktu itu toto bertanggung jawab untuk wilayah Kepri Jambi ya ya sumater l Sumatera gitu loh pada suatu waktu Toto telepon saya Bang posisinya begini karena waktu itu kan saya di tim kampanye sekretaris satu tim kampanye sebelum Dit transisi ya sejnya waktu itu khawatir

juga kita ya ya sangat khawatir Burhanudin Muhtadi di Banten Banten Betul kan gitu dan bur waktu itu mengatakan kita masih kalah di sini tapi tidak terlalu lagi jauh ja yang memang kan problem kita hari itu di Jawa Barat ya Jawa Barat sampai dua kali pemilu pun tidak berubah waktu itu kita kalahnya itu 34% kalauak sekitar segitu gila Iya jauh sekali ee isu semakin banyak berkembang komposisi macam-macam orang menyebutnya

bahwa kita bicara ces I oke Ada yang mengatakan bahwa akan ada empat pasangan pasang dengan melihat ee konstalasi hari ini PDIP sat mengajuajukan sendiri I karena bisa presidensial Eh Prabowo Subianto eh dengan tambahan satu partai tambahan satu partai kecil sudah masuk kemudian KB cukup kemudian koalisi yang sedang digadang-gadang oleh Bang Surya Entah dengan siapa gitu ya Meskipun di

ujungnya gerak ya karena Demokrat ee kelihatannya pada beberapa bagian itu melontarkan beberapa pernyataan yang bisa saja dibaca bahwa ini kayaknya enggan gitu loh i artinya eh paling jelek-jeleknya tiga l kira-kira gitu ya tapi untuk sementara kita hitung empat Siapakah empat orang itu atau Siapakah tiga pasangan itu nanyanya langsung gigilimung iya ee pertama saya lebih menilai kemungkinan tiga lebih besar dibanding empat Oke karena kota katik

terkait dengan angka 2025% itu ee tidak mudah menggabungkan empat ee koalisi ya gitu ya walaupun dengan catatan kalau PDI Perjuangan dia bertarung sendiri dan cukup percaya diri kemungkinan untuk terjadi empat pasang lebih mungkin terjadi tapi kalau dia mengambil satu partai saja Menurut saya sudah hampir pasti hanya tiga Nah pertanyaan kemudian adalah e Apakah jumlah-jumlah partai tadi itu e kompatibel dengan jumlah kandidat

berdasarkan survei yang memang juga jumlahnya atau EMP gitu kan itu kan kita bisa lihat siapa yang kuat dan berapa banyak yang kuat kan kalau kita lihat Memang e dilihat dari survei besar ini agak sulit untuk digeser jadi ada kalau di Liga Inggris itu papan atas gitu ya dan lompatannya ke peringkat keempat langsung jauh I coba tambilin ini ada risetnya anu Nah iya ini kalau kita lihat dari 10 besar ini dan saya pikir tidak terlalu jauh berbeda dengan data

Saya sempat lihat ada Mas Burhan sempat hadir juga di acara ini kalau kita lihat memang tiga besarnya ini dari 2 tahun terakhir sebetulnya itu Ganjar Prabowo Anis cuma ada pergeseran Memang sebelumnya nya ini Pak Prabowo paling tinggi bahkan Ganjar peringkat tiga ada sebuah momen semenjak 2021 pertengahan sampai akhir Ganjar ini mulai ada di posisi pertama stabil ee dan dan stabil begitu ya Ee dan kalau kita lihat momennya menarik juga ini momen yang

pernah terulang dari masa-masa pemilu presiden sebelumnya ada sebuah pola bahwa Siapa yang terzalimi oleh sebuah momen dia mendapatkan Wow efek untuk kemudian lompat kita tahu Kisah Pak SBY dengan almarhum Pak t kimas ketika dikatakan Jenderal Taman kanak-kanak langsung lompat saat itu surveya saya ingat sekali Kalau tidak salah 5 Maret 2004 lalu Pak Jokowi juga harus berterima kasih dengan momen yang didapatkan dengan Pak Bibit Waluyo pada

saat beliau masih Walikota dikatakan Walikota bodoh dan dengan sigapnya Pak jog mengatakan saya memang Walikota bodoh pada titik itu kemudian lompat Jadi bukan SMK loh momen pertama yang jadi Wow efek buat Pak Jokowi itu pada saat ada konflik dengan Pak bbit Waluyo terzalimi juga kalau dalam kisah bawang merah bawang putih dia jadi bawang merah dan memang sinetron kita mengatakan yang terzalimi yang menang kira-kira kan

begitu kan ini menarik secara sosiologis tapi Ganjar juga kemudian kalau kita lihat sebetulnya memang tiga besar tapi kemudian kalau kita baca dari 2019 sampai ee Katakanlah 2020 awal 2021 tapi kemudian di pertengahan 2021 ada momen skalanya tidak sebesar yang dialami Pak SBY 2004 dan Pak Joko sebelum maju di Gubernur DKI ya tapi di internal parttainya saja dengan tidak Diundang di sebuah acara Jawa Tengah dan kemudian muncul isu itu yang sekarang

pada skala yang tensinya tidak panas Tapi tetap posisi dia seakan-akan terzalimi karena ee orang mengatakan e ada perebutan ee untuk menjadi capres dan berhadapan dengan sosok yang Katakanlah Darah Biru di situ pemilik partai dan pada titik itu secara ee bersamaan kok ada kenaikan elektabilitas juga memang ini hipotesa saja ya tapi ada pola yang sama yang didapat ngoleh Ganjar dalam setahun terakhir dengan peristiwa seperti itu pada skal yang

lebih kecil tapi sama-sama terzalimi yang menyebabkan angkanya naik nah Prabowo kita tahu hanya karena menurut saya modal yang dia dimiliki bukan hanya dua kali maju sebagai capres l pernah sebelumnya bahkan maju sebagai Ca cawapres dengan angka sebagai capres pun tidak kecil di atas 40% Bang ketiga B Wedan Ee kita tahu memang mendapatkan momen besar ketika 2017 menang di Pilkada DKI dan itu bukan momen sekedar Pilkada momen pertama kalinya tanda

kutip ya rezim Jokowi itu kalah dalam sebuah pertarungan yang diidentikkan lebih dekat dengan Ahok dan kemudian oposisi saat itu di belakangnya ada Pak Prabowo dan beberapa pihak lain mendapatkan kemenang dan sampai sekarang saya pikir kalau kita baca di survei pun sosok yang dianggap sebagai antitesa Jokowi kan juga adalah eh Anis Baswedan dalam konteks poioning politik ya dan itu yang kemudian dinikmati oleh eh Anis Baswedan dan itu yang menyebabkan

kesimpulan pertama yang saya coba lihat adalah kita kok Sepertinya kalau membaca survei ini belum bisa melepaskan 2024 sebagai kelanjutan residu dari apa yang terjadi pada 2014 dan 2019 Saya sedih Saya tidak senang dengan e fakta ini tapi faktanya mihan seperti itu Ganjar Kenapa besar salah satunya karena selain karena faktor k terzolimi tapi dia memang dianggap sebagai penurus Jokowi kesamaan faktor sosiologis sama-sama Pedi perjuangan Jawa Tengah

karakter personal branding yang agak mirip Walaupun ada beberapa perbedaan begitu ya lalu kemudian Anis Baswedan juga karena residu tadi barisan nanti Jokowi nanti bisa terlihat dari Cross tabulasi daerah atau misalnya partai adalah dia menikmati limpahan elektoral dari orang-orang yang memang dulu menjadi ee basis pemilih dari bukan ee J Jokowi misalnya kalau kita lihat di bagian ee partai H PKS basis pemilih PKS jadi

ini cara membacanya adalah kita Cross tabulasikan data antara eh pilihan partai dengan pilihan Capres 10 nama ya kalau kita lihat misalnya PKS jelas PKS dari 7% responden yang menyatakan memilih PKS 63%nya atau mayoritas itu menyatakan memilih ee Anis basuedan dan kita tahu partai yang diidentikan paling berseberangan ya adalah ee dengan Pak Jokowi Adalah ee PKS begitu pula kalau kita lihat dari partai-partai yang mendukung Pak Jokowi termasuk Medi

perjuangan sendiri itu ternyata memang mendukung e Ganjar pranowo jadi faktanya seperti itu residu dari 2014-29 masih akan saya harus mengatakan bahkan mendominasi berpengaruh besar terhadap Apa yang akan terjadi 2024 Oke berarti kita ee apa untuk sementara kira-kira sampai beberapa bulan ke depan bahkan barangkali Sampai Di Ujung nantinya fokus kita akan berada pada tiga e figur ini ya betul tiga papan

atas ini tiga papan atas ini I coba tampilkan data yang satunya ini eh untuk kewilayahan ini penjelasannya gimana ni to ini sama ya kita coba Cross tabulasikan antara ee jumlah pemilih di ee masing-masing daerah jadi kan kalau ee jumlah responden yang mewakili daerah seluruh Seren di Sumatera itu kan ada 20,8% dari keseluruhan pemilih di Indonesia begitu pula DKI Jakarta 8,3% dan seterusnya dan seterusnya kita pengin lihat nih basis kekuatan dari

masing-masing ee calon ini ada di mana Nah ini tadi sebenarnya menjustifikasi juga Bang Akbar apa yang Ee kita sebut sebagai bagian dari residu pertarungan sebelumnya daerah-daerah yang dulu dikuasai Jokowi sekarang dikuasai oleh Ganjar yang dianggap secara branding punya heamaok daerah-daerah yang tidak dikuasai oleh Jokowi dulu itu terbagi dua antara memilih Anis yang dianggap sebagai antitesa atau barisan seberang

Jokowi dengan sisa-sisa suara yang pernah digarap oleh Pak Prabowo tapi kalau kita lihat angkanya turun dibandingkan dengan angka yang berhasil dia dapatkan di tahun eh 201429 dan itu termakan oleh e suara anis itu yang menyebabkan ketiga nama ini karena Terlanjur Sudah diidentikkan sebagai penerus Jokowi sebagai sosok simbol atau ee yang berseberangan dengan Jokowi dan pak prabo yang sekarang berada di antara keduanya itu kemudian Sulit buat

calon-calon lain menembus stigma yang terlanjur terbentuk selama ee paling tidak 8 tahun ya kalau kita lihat Oke kalau begitu ya sudah kita kita apa sambil menunggu perkembangan politik ee selanjutnya hari-hari ke depan berarti kita bicara tentang itu e kita tahu kan ada beberapa peristiwa yang kemudian setidaknya pada beberapa pendapat atau pandangan itu mempengaruhi mungkin delektabilitas Katakanlah Mas Ganjar Iya setelah

rakernasnya PDIP itu kan dan kemudian ibu Mega berbicara sangat keras ya ee apa ya gimana untuk mengatakannya seperti ee kemudian Pak Ganjar itu sedikit ee bisa kita katakan terkunci tapi bisa juga seakanakan Dia sedikit agak murus langkaah Iya kita harus membaca Apa itu to Apakah kita bisa mengatakan bahwa tertutup peluangnya Ganjar pranowo di PDIP atau Malah seperti apa Iya ini kan framing besarnya menariknya begini Bang

ada kita tarik deh jangan tiga besar saja kita tarik lima besar suara ada Ganjar ada Prabowo ada Anis ada Ridwan Kamil ada Saga UN Oke coba perhati ikan Lima Besar pilihan publik yang merepresentasikan suara di bawah empat di antaranya bukan pemilik partai tapi ada sebuah fakta lain bahwa suara 2025% presidensial thrashold itu kita tahu dengan karakter partai seperti sekarang itu akan ditentukan oleh satu orang saja per partai ketua umum mau-maunya ketua

umum kalau kita mau bicara apa adanya begitu ya prerogatif sepenuhnya begitu kan bahkan tanpa alasan pun bisa dilakukan kan jadi Eh ini ada fenomena yang menarik apa yang tampil di sini berbusa-busa saya Sebutkan e dalam presentasi tiap 3 bulan atau Mas Burhan atau Mas Saiful jangan-jangan itu kemudian belum tentu bahkan bisa menjadi seorang calon ini ironisnya gitu kan Karen kalau kita bicara skala paling ekstrem ketika libido semua ketua partai

atau pemilik partai anaknya kah temannya kah gitu ya yang pengin kemudian maju tapi elektabilitasnya kecil yang bisa saya lakukan Masih ada enggak harapan buat saya maju kalau saya langsung bertarung di hadapan rakyat saya kalah tapi kalau saya potong orang-orang itu yang kemudian enggak punya saham di partai saya jadi punya punya peluang jadi kita harus Memang Harus berpikir sampai level yang terburuk ini bisa berubah semua ketika paling ekstrem ada

kesepakatan nama-nama orang yang elektabilitasnya tinggi tapi dia enggak punya saham di partai kita potong sehingga kemudian peluang itu jadi terbuka buat nama-nama yang elab kecil tapi punya saham besar di partai buat saya itu Ironi ini tertinggi kalau sampai terjadi kualitas terburuk dari apa yang kita lihat dalam pemilu 2024 walaupun saya pikir tidak segila itu jugalah Para pemilik partai ada ruang abu-abu yang ingin dia coba ee gunakan

juga karena mungkin takut kalah juga partainya tidak dapat Hotel efek juga nah ini kita masuk ke Pedi perjuangan akhirnya kan saya melihat ada simplifikasi yang digunakan oleh sesama pengamat awam para politisi ketika membaca seorang ibu Mega dari dua sisi simplifikasinya simplifikasi yang pertama adalah yang mengatakan bahwa dia ibu yang sayang dengan anaknya atau ketua umum yang sangat membanggakan ter soekarnonya dan

menurut saya itu pernah terbantahkan ketika 2014 dia juga mengalahkan dirinya tapi juga ada simplifikasi versi lain yang menurut saya juga salah kalau kemudian menganggap bahwa peristiwa 2024 itu pasti sama dengan peristiwa 2014 i bahwa dia akan melihat survei dan realistis karena kompleksitas psikologi Ibu Mega juga sudah berbeda dalam berbeda 201424 mengalahkan diri sendiri dengan mengalahkan seorang anak juga saya juga

seorang ayah gitu ya akan berbeda Saya yakin bangar mengalami situasi yang sama Jadi saya harus mengatakan Ibu Mega tidak akan bisa ditebak yang menarikkan adalah ketika semua orang berusaha jangan-jangan Ganjar juga ee berusaha membaca Pak Jokowi jug juga berusaha membaca semua kader PDIP termasuk mbak Puan juga berusaha menunggu dan membacai Ibu Mega pertanyaannya kan yang menarik variabel di sekitarnya tidak diam ada partai lain yang juga bergerak H ada

partai lain yang juga mungkin melirik Ganjar Nasdem misalnya mencantumkan nama Ganjar dalam e Rakernas sebagai salah satu cahpres pertanyaan di situ kan jadi menarik pertama Apakah ibu Mega akan tetap menggunakan Eh masa injury time seperti yang dia lakukan di 2014 dengan resiko bahwa ee ada kemungkinan terbentuknya koalisi lain yang lebih dulu terjadi dan pertanyaan besar Apakah Ganjar bisa diambil atau tidak di situ misalnya kan

pertanyaan lain juga Apakah Pak Jokowi akan diam itu nanti mungkin menarik buat jadi bahasan berikut karena Pak Jokowi menurut saya dari apa yang keluar dalam beberapa statement walaupun sangat implisit ya Sebagai seorang Jawa termasuk puncaknya apa yang terjadi pada Rakernas Projo Walaupun dia bukan ketumpe di perjuangan Beyond de saya melihat Jokowi tidak ingin menjadi penonton ee tidak tahu seberapa besar dia ingin

menjadi seorang kingmerer tapi saya pikir adalah sebuah hal wajar kalau dia berkaca dari apa yang terjadi dengan SBY betapa tidak produktifnya secara politik seorang presiden yang maju dan berhasil menang dalam dua periode tapi tidak berhasil menjadi king Maker di pemilu Berikut saya pikir Jokowi tidak mau mengulang sampai di situ dulu to Ini pertanyaan yang apa namanya bahasan yang paling penting

pertanyaan publik yang Terdengar agak usir itu adalah [Musik] gini Bisakah Pak Jokowi Saya tidak ingin menggunakan kata Beranikah Bisakah Pak Jokowi menjadi seorang kingmer di luar dari format PDIP I eh karena seperti yang kita tahu ada ada banyak informasi ada banyak analisis yang berkembang Saya bukan saya l ini banyak orang yang mengatakannya misalnya di

Jawa t tengah ada ada beberapa tokoh yang berseberangan memilih berseberangan dengan Ibu Mega dan kemudian kita tahu ujungnya di mana i saya kembali pada pertanyaan yang mungkin agak nakal tapi publik saya membicarakannya I eh Maukah Pak Jokowi atau Bisakah Pak Jokowi menjadi seorang King Maker dalam di luar format PDIP saya malah melihat yang lebih sulit dilakukan oleh Jokowi Adalah Dia menjadi king Maker di Ped perjuangan Ya iya i Pak Jokowi ini jelas kalau kita

lihat dari pasang surut dan segala macam rumor yang berkembang terkait dengan hubungan Pak Jokowi dengan Ibu Mega kita lihat dari awal kan memang sudah memposisikan diri pertama karena memang dalam sejarahnya dia pun bukan seorang kader dalam perjuangan bukan elitah dia bukan juga Ketua DPP e dia memang masuk karena menjadikan perjuangan kendaraan politik walaupun menjadi kader ya untuk kemudian berkipra dan berhasil menjadi kepala daerah lalu menjadi seorang e

presiden dan ruang gerak yang terbentuk secara historikal lebih luas itu itu kemudian juga terbukti ketika menjadi seorang presiden kita lihat loh kedekatan beliau dengan Nasdem kedekatan beliau dengan Golkar bahkan banyak beccandaan kayaknya kok kalau hadir dalam acara-acara partai seperti nasjem dan Golkar kayak lebih plong pidatonya bercandanya lebih plong Ya karena memang jelas dia bukan petugas Partai Golkar bukan petugas partai eh

Nasdem misalnya gitu kan sehingga ee itu yang menyebabkan menurut saya e tidak tidak mengagetkan kalau muncul spekulasi dan sangat dimungkinkan Pak Jokowi akan punya e upaya Katakanlah beliau memang ingin menjadi kinger itu malah menurut saya ruang geraknya dia rasakan akan lebih besar ketika tidak dia lakukan itu di dalam internal P perjuangan pertanyaannya bisa atau tidak Dan lagian juga seperti yang saya sampaikan tadi

Apakah PDP akan membiarkan itu terjadi ketika seorang kedernya yang dia Jadikan untuk kemudian bermain di luar dari format yang mereka rancang menurut saya sebuah sebuah pikiran yang logis-logis saja sih tapi kembali pada yang tadi bisakah saya lebih memilih kata yang moderat Bisakah Pak Jokowi melakukan itu dan mau enggak beliau sederhana pada akhirnya kan kita harus melihat Jokowi bukan dalam kapasitas dia sebagai seorang

ee Jokowi dengan kemampuan berkomunikasi kedekat memainkan Irama dengan berbagai macam rumor yang kita tahu ya kemampuan beliau seperti itu kita harus melihat jok secara lebih realistis dia masih punya power tidak untuk kemudian melakukan itu Iya problem paling utama dari seorang presiden untuk menjadi kingmerer adalah siapa dia Apakah dia masih dianggap sebagai seorang presiden yang punya power yang masih dihormati sehingga

kemudian ee bisa memiliki re otion tinggi ee itu kan tidak terjadi pada SBY misalnya ketika 2012 sampai 2014 approver ratingnya selalu di bawah 60% presiden yang menang dengan angka sangat besar di 2009 tapi menjadi penonton ketika 2014 bahkan ketika besannya sendiri maju dia tidak berani menyatakan dukungan itu berimplikasi loh sampai sampai sekarang kepada Demokrat menjadi partai yang tidak menyatakan diri oposisi tidak juga

mendukung pemerintah makanya ada istilah kemudian muncul partai penyeimbang penonton terus-menerus yang saya agak kesulitan menerjem makan maknanya apa ya artinya kan ee yang tadi saya sudah Sebutkan saya meyakini Jokowi belajar dari situ nah pertanyaannya Apakah Jokowi akan menghadapi situasi yang sama lemdak atau tidak ketika dia lemdak sudah pasti dia tidak bisa menjadi kingmerer satu kelemahan yang selama ini ada pada Jokowi malah menjadi

kelebihannya ketika dia adalah petugas partai menjadi ledekan selama ini tapi keleluasan dia Kemudian untuk bisa berkomunikasi dan memiliki hubungan atau ikatan dengan partai lain menjadi lebih terbuka dibanding SB yang dulu adalah ketua umum partai Demokrat mungkin begitu to tetapi saya kan mengundang beberapa kawan ke sini Katakanlah yang sedang kita bahas ini kita bawa dalam format Kiba misalnya di situ ada Golkar ada P3 ada

em apa namanya Pan ya I ini partai-partai Yang berpengalaman loh ee Apakah kemudian mereka mau begitu saja terkondisikan ya oleh Pak Jokowi sebagai kinger tadi itu di saat yang ada di bayangan mereka terlalu jauh maksud saya begini katak misalnya Mas gjar dibawa ke situ seorang pimpinan KB datang ke sini di belakang layar mengatakan ya Tunggu dulu kira-kira gitu kan Apakah ini tidak

akan menjadi ganjalan pak jokotuk menjahkan sebagaiang King Pertama eh yang tadi saya Sebutkan Dia hanya bisa menjadi kingmerer parayarat utamanya adalah ketika dia masih dia enggak punya tinggi dia punya power Mas itulah yang menjelaskan Kalau menurut saya kesepakatan itu harus dilakukan jauh-jauh hari ketika dia belum masuk kepada masa menjelang pensiun tanda ku oke itu juga menurut saya kalau kita mau berspekulasi yang menjelaskan Kenapa sih

perdebatan mengenai munculnya koalisi ini seakan-akan Ini sudah mau diselesain tahun ini juga kan gitu Iya saya pikir ada sebuah kesadaran Entah dari ee kubu non KB atau KB atau misalnya kalau kita mau berspekulasi pemilu mau masih hampir 2 tahun kalau dibandingkan dengan bulan Mei ketika Jokowi tiba-tiba mengagetkan dalam Rakernas Projo mengeluarkan secara implisit yang ditafsirkan dukungan kepada salah satu calon presiden ngapain sekarang kan pertanyaannya gitu kan dan

kemudian itu kan disertai dengan berbagai macam Sampai sekarang loh bang Akbar perbincangan koalisi ini seakan-akan bulan depan sudah pendaftaran KPU kita enggak pernah ngelihat situasi seperti ini Iya Menurut saya itu dimulai dari sebuah energi besar yang mungkin hanya bisa diceritakan oleh teman-teman pengambil keputusan di partai ya para ketua umum yang mengetahui memang ada gerakan Oke untuk mengunci itu jauh-jauh hari kalau

mau dispekulasikan ya kita bicara energi terbesar kekuatan terbesar itu kan seorang Jokowi ya saya enggak pernah bisa buktikan nih spekulasi ini tapi saya pikir Beliau juga menyadari kalau ingin menjadi sebu seorang Ging Maker saat dia masih kuat ketika dia masih pegang power sisa waktunya masih lama approver rating-nya masih tinggi daya ikatnya terhadap partai-partai masih bisa dilakukan ancaman untuk melakukan resuffel masih bisa dilakukan

partai-partai masih membutuhkan logistik untuk menjadi bagian dari kekuasaan pada titik itulah dia bisa melakukan ee upaya untuk menjadi kingmaker jadi terkaan saya itu hanya bisa berlaku kalau dikunci tahun ini walaupun tetap ada resiko kita tahu Bang Akbar sebelum pendaftaran hari terakhir yang namanya politisi enggak bisa dipegang gitu kan ee Barangnya sudah masuk belum tentu gitu kan dealnya terjadi gitu ya tapi logikanya menurut saya seperti itu e

kita akan melihat bukan hanya the election comes to early tapi upaya kuncimunci kualisi mungkin akan kita lihat dalam beberapa bulan ini tidak lebih lama dari itu kejutan dan pengkhianatan akan terjadi pada masa sesudahnya Siapa yang sadar dibohongi Siapa yang kemudian bermain dua kaki baru akan terbaca sesudahnya karena yang saya hindari sebenarnya di kejutan dan pengkhianatan akan terjadi dalam

Wak Kalau Begitu ceritanya saya kembali ke tadi belum tuntas tadi nasib Ganjar di PDP Seperti apa coba tilkan tadi data yang dari parpol Eh ini ya ya nih Coba lihat Iya PDIP itu dalam posisi sekarang pun Ganjar pern itu masih 68,5% rata-rata ya dari pemilih PDIP itu Ibu Puan itu ternyata cuma 6,2 iya ya ini ini fakta ya Jadi sebenarnya kalau dikatakan hanya menurut saya Ee tidak ya Eh malah sudah mencapai angka 68,5% Padahal kalau mau di coba

terjemahkan kan orang mungkin 90% saat ini membaca berita di media atau mendengar gosip lebih banyak yang percaya ee Ped perjuangan akan mendukung bak Puan kalau coba diterjemahkan bincangan politik rumor begitu kan tapi faktanya kemudian ketika ditabrakkan dengan konstituen kita bicara konstituen PDI Perjuangan ini kan sudah hampir 70% dari konstituen menyatakan memilih eh Ganjar pranowo coba bang Akbar bisa cek ada enggak akun teman-teman DPR DPRD PDI

Perjuangan yang berani nyebut Ganjar peranowo Saya enggak pernah neepukan tapi dalam kapasitas itu kemudian konstituen memiliih hampir 70% masih masih dapat 8,5 mbak Puan memang masih punya tugas sangat besar ya dengan angka baru pemilih pemilih Pedi perjuangan yang memilih ee beliau baru 6,2% bahkan masih lebih tinggi Pak Prabowo karena mungkin spekulasi Saya Muncul isu prabo Puan gitu ya e mbak Puan diposisikan nomor dua jadi ini sebuah fakta yang

kita tadi bilang perdebatan utama dan isu utama yang paling menarik dari 20 24 itu adalah tabrak potensi tabrakan besar di antara gap dianttara keinginan konstituen dengan libido atau kegalauan dari pemilik partai dan ini tercerna di sini ini berita yang menyenangkan bagi para pemilik Ganjar PR artinya dari temuannyaarta politika dari survei ini tannya masih ada peluang Pak ganjartuk ini bisa Kabar baik Kabar

buruk loh sayaomong gitu bisa kabar buruknya adalah bisa saja semakin Karena gini kita harus lihat bahwa kabar baiknya kalau berkaca secara rasional harusnya Ganjar punya peluang sangat besar dijalankan oleh Ped perjuangan kalau hitung-hitungan rasional tapi kalau kita menggunakan logika Sebaliknya bisa juga pemilih Ganjar peranongo harus bersikap realistis juga melihat kalau Ganjar lari dari Pedi perjuangan dia akan menghadapi situasi yang juga sangat

besar karena basis pemilih utamanya saat ini masih terbesar tetap dari P perjuangan saya bisa bayangkan Jawa Tengah ketika mereka harus bertabrakan sosok Ganjar dengan ee apa Kekuatan infrastruktur Pedi perjuang Iya Bali misalnya atau beberapa daerah di Sumatera Utara memang ini buah simalakama menurut saya C ini daerah nih Iya terlihat Banjar pranowo hampir 70% di sini Di Jawa Tengah J Jakarta Jawa Timur tapi ini kan dalam situasi belum

ada keputusan resmi dari partai yang memerintahkan infrastruktur bergerak Saya tidak membayangkan akan terjadi sebuah Zero su game antara dua variabel terkuat di Jawa Tengah satu gubernurnya satu lagi partai terkuat di Jawa Tengah dengan B di situ akan ada tantangan jadi angka ini mencerminkan posisi yang dilematis sekali Memang buat ee itu Ganjar Saya ingin bergeser ke Anis I dalam beberapa apa namanya itu analisa para pihak itu melihat risiko

terbesar ada pada Anis tampaknya ya Dia tidak punya partai I tidak cukup punya kedekatan psikologis dan ideologis dengan partai-partai dan ada satu faktor ee apa namanya itu di mana Kemudian ada beberapa pernyataannya yang tampaknya harus dia review ulang menyangkut dengan posisi Pak Prabowo itu beredarkan gitu ya Ini penting karena masyarakat kita itu kadang-kadang apa namanya itu lebih melihat seperti itu di tempat ini Anda duduk saya undang ketua hariannya e

Gerindra Pak Dasko Sumi ee saya tanya Pak Prabowo gimana pasti maju I saya tanya berikut Bagaimana dengan Pakis jawabannya bagus diatakan Pak mengatakan Oh Monggo saja silakan maju tapi Pak Anis harus paham bahwa Pak Prabowo maju itu cukup bagi kita semuanya untuk memahami posisinya kalau begitu keadaannya maka kemudian Pak Anis mau ke mana satu yang kedua ada yang menarik saya saya tidak melakukan retnya seperti to melakukannya tapi

bacaan saya ini juga terjadi tampaknya juga untuk pak dua tokoh ini itu pemilihnya itu di memori mereka itu tidak sebagai wakil presiden jaguannya iya betul di memori para pemilihnya tadi yang kita bicarakan tadi itu mereka adalah 01 alias calon presiden i artinya resisikonya kalau kemudian ternyata realitas politiknya kelak mereka hanya ditempatkan atau punya peluang untuk menjadi wakil presiden saya tidak

terlalu yakin militansi pemilihnya tadi itu akan tetap sama apa analisanya Toto Iya sama tadi Eh hipotesa Bang Akbar yang terakhir menurut saya bisa eh kita kaitkan dengan bagaimana munculnya nama Ganjar dan Anis tadi ya mereka menjadi besar karena punya sebuah ee terjemahan personal branding yang menterjemahkan dua arus besar dalam dua Pemilu sebelumnya Oke penerus Jokowi tadi dan simbol anti Jokowi sehingga tidak salah kalau kemudian mereka dalam

benak para ee pendukungnya memang harus jadi nomor satu Karena ini simbol kalau kita mau jatuhkan rezim atau berubah dari rezim Jokowi yang satu lagi kalau kita pengin legasinya e dilanjutkan harus orang seperti Ganjar misalnya seperti itu yang hilang identitas ini kan Pak Prabowo dalam konteks itu gitu ya Nah itu yang menyebabkan tidak mudah memang kemudian menempatkan dua sosok ini dalam kapasitas terjadinya kompromi elit untuk menjadi nomor du atau

misalnya ketika menggabungkan dua sosok ini kalau di survei pasti Tinggi karena karena dua-duanya ee punya angka matematika politik yang tinggi tapi ketika itu diterjemahkan menjadi sebuah gerakan ketika dua kelompok pemilih yang selama ini betul-betul berseberangan ini harus bekerja bareng menusnya tidak mudah di situ akan ada minyak dan air ada tadi militansi yang kemudian berkurang potensi bahkan perbedaan pandangan dan ee apa konflik bisa

terjadi itu yang menurut saya memang ee menyebabkan ee posisi an Anis dan Ganjar sulit untuk ditempatkan di nomor dua nah masuk kepada pertanyaan mengenai Anis memang kalau hanya diterjemahkan menjadi barisan konstituen Dia adalah orang yang dianggap paling mewakili partai-partai termasuk yang berseberangan dengan ee Jokowi tapi kan di situ enggak serta-merta kita menilai partai-partai ini akan memberi dukungan kepada Anis hanya didasarkan pada data itu saja

partai ini kan punya kepentingan sendiri Contoh ketika berbicara mengenai ada PKS pertanyaannya adalah PKS tidak bisa sendiri PKS misalnya harus mengganding yang paling sering disebutkan ada Nasdem yang memang menyebut nama Anis dalam rakernasnya pertanyaannya adalah ketika Anis dideklarasikan oleh e Nasdem misalnya Apakah Nasdem siap menjadi barisan oposi eh dari pemerintahan Jokowi kalau memang dikategorikan Anis berseberangan dengan Pak Jokowi Ya ada

juga partai ketiga tidak cukup loh dua partai ini Demokrat problemnya adalah Demokrat itu adalah partai fans club istilah saya ya partai yang dibentuk ya memang untuk menjadi kendaraan politik ee SBY sekarang Yud Yudoyono yang lain begitu ya sudah berpindah ke ahy Ambisi terbesarnya adalah menggolkan ahy pertanyaannya kan adalah bagaimana mendudukkan ini Oke Katakanlah ada isu Anis ahy apakah sudah pasti nasde menerima posisi ini Apa untungnya Apa

untungnya juga buat PKS dalam konteks seperti itu jadi itu yang menyebabkan memang tidak salah juga kalau orang mengatakan kan posisi ee Anis Ee tidak mudah untuk kemudian dipastikan maju walaupun elektabilitasnya selalu masuk dalam di besar pada sampai pada poin ini saya to tahulah saya itu selalu gelisah menyangkut dengan eh apa namanya itu hal ini ya yakni bagi saya pribadi dengan seluruh e problem partai politik kita harus memberikan penguatan

terus-menerus sebab kita sudah memilih sistem itu I apa yang saya maksud setidaknya pada dua tokoh ini ini saya menjadi berada pada wilayah confuse gitu loh ada kritikan kepada Anis Kenapa anda tidak masuk pada salah satu partai dan kemudian bertarung dan melalui mekanisme-mekanisme internal di partai untuk mendapatkan ee posisi-posisi politik yang anda inginkan ya selama ini kan Pak Anis tidak Tidak tampaknya tidak pernah menunjukkan keinginan untuk eh

memilih Salah satu partai gitu ya Iya tetapi kemudian ternyata banyak partai menginginkan dia I Oke di sisi yang lain Pak Ganjar pranowo itu punya partai ya kan gitu ya Meskipun dia bukan berasal dari elit politik dia dari kelompok apa itu namanya eh apa ya anulah eh kelompok sampinglah gitu kan bukan kelompok elit utama arus utama di PDIP eh tingkat kesukaan publik baik di PDP maupun di luar partai besar tetapi tampaknya tidak

cukup mudah bagi Ganjar pranowo untuk mendapatkan posisi politik yang diinginkannya I bagaimana kita harus memahami ini dalam konteks memberikan ruang yang lebih besar kepada partai politik untuk menjadi penguat demokrasi itu sendiri toh ya ini kan menunjukkan ya dengan segala macam kebanggaan kita tentang demokrasi yang dianggap paling mapan terbesar di dunia kita baru berhenti pada level One Man One vote kebebasan itu baru diberikan dan

demokratisasi itu di ruang bilik selama 1 menit oke kepada pemilih yang itu pun dipaksa ketika penentuan calonnya Anda terima apapun yang kita putuskan kan itu problem utama kan dan dan itu terjadi di semua partai Konvensi yang pernah terjadi pun kita tahu konvensinya memenangkan siapa kemudian hasilnya bubar misalnya begitu kan dan eh Nasdem tidak berhasil kemudian menjalankan konferensi kemarin memunculkan tiga saja

Misalnya ini menunjukkan seb sebulnya bahwa memang ada Ironi besar dari semua saya harus katakan semua partai ya titik demokratisasi dalam sebuah penilaian terhadap demokratisasi sebuah partai itu bisa kita tentukan Bukan dari gimik-gimik yang terjadi dalam pengambilan keputusan yang Enggak penting tapi dalam pengambilan keputusan yang paling strategis Presiden itu dalam stim presidensial itu hal paling strategis It's the Major of election

gitu ya Pemilu mayor dan kita tahu sekarang kita gunakan semua bahasa yang digunakan oleh para ketua umum atau bahasa semua kader kita tunggu ibu ketua umum kita tunggu Ilham Bapak ketua umum polanya sama dan dikungkung lagi oleh sebuah sistem yang memang sudah disepakati mendukung kondisi tersebut sudah diberikan prerogatif sepenuhnya hanya pada satu sosok lalu kemudian mereka sepakati lagi ada ambang batasnya loh 20 25% begitu kan ini yang

menyebabkan ya tadi istilah kartel oligarki dan lain-lain itu terjadi dan itu menurut saya yang akan ee jadi tantangan kita ke depan selama sistem ini enggak diubah kita paksa ada dalam aturan dalam proses pengambilan kesan strategis mau anak muda yang mimpin mau regenerasi terjadi kita akan menghadapi situasi yang sama aja tampaknya problem kita berlanjut ya berlanjut Dan ada situasi gini lubang

politisi-politisi yang sering dikritik eh orang lama dia-dia lagi bangsawan politik yang merasa memiliki partai itu 99,9% kan memang menghadapi sebuah E Dilema juga ketika usianya makin bertambah dan 2024 ini secara biologis pun memang banyak di anara para bangsawan politik ini yang mungkin mulai berpikir untuk pensiun karena kesehatan e akan Meneruskan ke anaknya kah ataukah dibuka secara eh demokratis gitu kan dan kita tahu juga pada titik menjelang masa

pensiun biasanya orang semakin keras itu yang menyebabkan kenapa sekarang kok nuansa konfliknya di partai-partai itu makin terasa keras karena yang dihadapi adalah orang yang punya 99% kekuasaan di partai tapi mungkin sadar sebentar lagi harus e pensiun itu yang sedang terjadi dalam pemberitaan kita dalam setahun terakhir itu bagaimana zaman sedang berhadapan dengan kagalauan mereka ada satu yang membuat saya ee tetap saja tidak bisa menjadi lebih

optimis ya melihat atau menatap melihat atau menatap ee 2024 berikut dengan nama-nama yang kita bahas tadi itu adalah ee bahkan hari ini pada saat nama-nama itu sudah berselewaran di antara kita kita belum pernah bicara tentang Mau bikin apa Iya ini basi to i ini pasti Ee Kita akan dianggap oleh beberapa orang mengatakan ah Anda Naif membicarakan ini tapi gak apa-apa Aku milih itu menurut

saya harus kita paksa mereka-mereka ini I bapak-bapak ini I yang tampaknya disukai oleh banyak orang ini untuk mulai maju selangk ya menawarkan pikiran ya contoh misalnya pemilih Anis Saya kan mengikuti banyak grup tuh itu pokoknya isu utamanya itu adalah Jis Jakarta International Stadium I benar enggak itu Iya Benda mati yang dulu dikritik olehis sendir itu nah jadi menurut saya itu gak apa-apa tidak apa-apa itu apa namanya itu di

dikemukakan Tetapi kan ini adalah capres saya berpikir hal yang lebih besar lagi dari situ demikian juga Pak Ganjar ya harus seperti itu to Anda kan seorang apa namanya itu pengamat anda selalu muncul di publik Saya berharap Anda memaksa mereka untuk masuk Pada tahapan itu Ya kita menju selangka dan Mulailah dari sini apa yang ingin to katakan menikut itu Iya eh secara lebih ekstrm memang kita ini baru berkembang dari otoritarianism itu malah sekarang dalam

demokrasi kultus yang saya sebut kita tuh kemudian ST pada titik kemudian kita mengidolakan dari satu orang secara terpaksa dalam sistem otoriter sekarang diberikan kebebasan untuk mengidolakan lebih banyak orang oke tapi berhenti pada titik itu kita berdebat mengenai Jokowi dengan Prabowo yang satu lebih suka orang yang merakyat satu orang tegas oke yang satu orang yang Katakanlah berasa dari kalangan sipil satu dari eh tentara satu cenderung

lebih bisa kompromistis satu lebih bersifat topd tapi berhenti pada titik itu dan kemudian kita mengkultuskan itu oke dan itu yang sekarang sedang terjadi juga ketika orang membandingkan Anis dengan Ganjar atau Prabowo Katakanlah kita masih berhenti pada tataran itu yang akhirnya dalam respon para kandidat ini merespon p pasar dia ikut itu juga ngapain Saya harus pusing-pusing bicara Indonesia 2030 2029 ketika pertarungan dalam persepsi

publik masih di level itu ini ini Ironi juga gitu ya akhirnya berusaha menampilkan diri lebih pintar berusaha menampilkan diri lebih ee dekat dengan masyarakat pertarungannya masih di wilayah itu kan Bang dan saya sepakat kita contoh loh Jokowi lawan Prabowo seakan-akan ada keterbelahan yang luar biasa menampilkan dua orang yang berbeda kan kita berharapnya dua pemikiran yang berbeda sama seperti republikan dengan Demokrat berdebat tentang pajak berdebat

tentang aborsi berdebat tentang menilai e agama dalam sebuah negara gitu kan kita lihat apa yang terjadi Bang Akbar merasakan langsung tuh habis-habisan perbedaannya dikonotasikan oleh publik begitu debat apa yang terjadi antara Pak Prabowo dengan Jokowi kebanyakan mengatakan saya setuju dengan pendapat Anda ingat kan Bang Akbar kan i i ini yang menyebabkan memang ya Saya sangat berharap gitu ya kita dorong kita paksa Oke Ganjar Oke Anis Oke Prabowo

pandangan anda tentang pajak di 2029 bisa seperti apa pandangan Anda ee mengenai penerimaan dari sumber daya alam yang sekarang masih dominan Ketika Harus ditabrakkan dengan energi terbarukan Seperti apa I mereka harus mulai diuji seperti itu dan waktunya harus dimulai dari sekarang setuju bukan dengan adu balap banyak Billboard adu balap banyak deklarasi saya setuju toh ini kan hari-hari ini begitu banyak peristiwa I EE apa namanya itu di DPR

misalnya ada banyak isu di sana bahkan hari ini yang paling besar itu adalah apa namanya itu ee peristiwa di yang melibatkan seorang jenderal bintang dua Iya iya kan yang luar biasa banget itu kita berharap itu ada sudah muncul penyikapan iya betul apa-apa pandangan anda tentang itu supaya alam bawa sadar kita sebagai pemilih itu bisa menciptakan Harapan kepadanya dan atau sebelinnya mengatakan anda tidak bisa kita harapkan kita akan menjadi sangat

baik di masa depan loh betul Setuju enggak betul dan problemnya satu menurut saya orang-orang ini bukan Ee tidak memiliki ide tentang negara ya saya meyakini kok orang seperti Pak Prabowo dilatih dari masa orde baru dan ikut dia ikut menikmati pernah jatuh juga dan bahkan berkali-kali kalah Ganjar eh karir politik dari DPR menjadi gubernur dan Anis juga pernah menjadi menteri walau dipecat kemudian menjadi seorang

Gubernur mengalami pertarungan yang pernah dipilih ide-ide itu ada pasti di di mereka tapi yang satu menurut saya memang juga mereka harus berani untuk mendobrak dirinya sendiri menurut saya mereka juga menikmati Comfort zone tadi ketika membaca masyarakat saya enggak perlu masuk ke sana untuk menang Saya cukup masuk menyerap eh market dengan kesukaan mereka terhadap kultus tadi gantengkah maniskah mulutnya religiuskah atau kemudian merakyatkah hal-hal itu

yang ak ditonjolkan yang terakhir adalah memang keterbatasan secara teknis tapi kemudian menjadi sangat prinsipil ini yang menarik ya Indonesia ini kan bangsa malu-malu kucing H yang ketika orang ingin mengatakan dirinya berambisi menjadi presiden dia langsung dijudge oleh publik yang malu-malu kemudian malah didukung ini problem sosiologis juga bukan problem dari sekedar elit kita gitu ya itu yang menyebabkan kita enggak pernah gitu melihat akhirnya ada

orang yang berani mengatakan dirinya maju ingin maju menjadi presiden dan pemikiran saya ini karena yang terjadi di situ kemudian dia akan layu sebelum waktunya Karena partai kemudian memusuhi karena kemudian ee masyarakat menganggap dia terlalu ambisius ini juga ada problem kultur yang menurut saya menyebabkan dialektika kita enggak pernah terjadi dengan terbuka dan EE diakibatkan oleh Sisi malu-malu kucing orang untuk mengungkapkan pemikirannya

tadi makas itu Thank you Bang Akbar tampaknya ini adalah episode pertama dengan yunarto Wijaya karena ee eh Ya seperti tahu kan e ini kan podcast saya ini podcast politik dan saya memilih untuk ee masuk pada ruang itu karena menurut saya tidak bisa lagi kita yang Mengikuti alur arus utama yang berkembang di masyarakat cukup ganteng baik hati suka senyum tidak bisa ya terlalu besar pertarungan kita di masa depan I anak-anak kita ini

bertanyanya makin gila-gilaan loh I apalagi anaknya bang Bagaimana masa depan bangsaku Bagaimana aku nantinya ya Di ruang mana nanti aku akan berada seperti apa masa depan yang aku hadapi di bangsaku itu tanggung jawab kita to dan Anda harus memuji anda bahwa anda orang yang eh harus saya dengarkan dan saya rasa kita semuanya sekali lagi pak Makasih thank you Bang Akbar sudah diundang pemirsa itu tadi Eh catatan eh diskusi kami

dengan eh yarto Wijaya seorang eh pengamat politik provokator juga kadang-kadang provokator itu ya Ee tapi itu tadi ee memang saya meminta beliau untuk ee masuk lebih banyak dan kita next level ini yang pertama saya akan memaksa dia untuk datang lagi dan kita berbicara lagi terima kasih thank you thank [Musik] you

Главы

  1. 00:00Введение
  2. 06:14Yang, Kita, Dengan
  3. 12:29Yang, Kita, Saya
  4. 18:43Yang, Saya, Tidak
  5. 24:56Yang, Saya, Masih
  6. 31:11Yang, Saya, Partai
  7. 37:26Yang, Kita, Partai
  8. 43:39Yang, Kita, Saya

Теги

Akbar faisalakbar faizalnagarainstituteakbarfaizalfaisalDPRpolitikrockyRocky GerungRefly HarunRefly

Комментарии

Комментарии ещё не загружены.

← Назад к инструментам