Eko Kuntadhi: POLITISASI SHOLAT IDUL ADHA, POLITISASI NOMOR SAPI QURBAN, DSB ‼️  (Masuk Pak Eko #69)

Eko Kuntadhi: POLITISASI SHOLAT IDUL ADHA, POLITISASI NOMOR SAPI QURBAN, DSB ‼️ (Masuk Pak Eko #69)

2045 TV

ituyangnggakdiaguainikanataudanmungkinsihanis

97,2 k
просмотров
3,9 k
Лайки
151
Дизлайки (оценка)
4.0 %
👍 / 👁
13:39
Длительность
13 juil. 2022
Опубликовано
1,3 k
слов
id · автоматические
Субтитры

Дизлайки — оценка проекта Return YouTube Dislike, так как YouTube их больше не публикует. returnyoutubedislike.com

Полная транскрипция

⬇ TXT⬇ SRT⬇ VTT

habis gimana Gua harus ngomong soal Anis lagi tapi kali ini gue pengen ngulas politik bingung Anies Baswedan di masuk Pak Eko [Musik] Jadi kemarin pada saat salat Idul Adha itu digelar di JIS Jakarta internasional Studio nah di lapangan itu Anis naik panggung eh kelihatan di belakang panggungnya ada backdrop jadi ada semacam latar belakang yang terbuat

dari print-print gitu plastik biasa kan ya gambarnya Lo tahu nggak bukan gambar Mekkah atau gambar suasana Idul Adha atau gambar ornamen yang melambangkan keagamaan bukan di backdrop itu gambar sirkuit gua kadang mikir apa hubungannya Idul Adha dan sirkuit formula mungkin ya Anis pengen nunjukin pada jemaah yang ada di lapangan saat itu dialah orang yang berjasa mendatangkan balapan Tamiya di Indonesia mungkin

Tetapi kan itu momennya sholat momennya ibadah kok dihubung-hubungkan dengan sirkuit formula Eh aku nggak ngerti deh kata orang inilah ciri atau salah satu bentuk Bagaimana ibadah yang mestinya sebagai kegiatan ritual kegiatan keagamaan disisipi pesan-pesan politik Memang sih pesan politiknya enggak kentara seperti orang kampanye kalau enggak pilih Anis maka mayatnya nggak disalatin misalnya nggak gitu nggak kentara-kentara banget

Tapi tetap saja pesan itu jelas tampak pesan politik sebelumnya ada kebijakan katanya angkot di Jakarta itu mau dipisahkan angkot perempuan dan angkot laki-laki Iya kabarnya ada isu soal pelecehan seksual tapi kan pelecehan seksual adanya kemarin di pesantren adanya di sekolah di Malang itu adanya di pesantren Depok di pesantren Jombang di pesantren di Bandung Kenapa jadi angkot yang disalahin Nah mungkin memang ada juga

fenomena pelecehan seksual di angkot tapi apakah benar pemisahan angkot itu sebagai jalan keluar gue sih Inget ya misahin laki-laki dan perempuan itu kayak acara resepsinya pernikahan kader-kader PKS Gue pernah dulu dapat undangan temen gua kader PKS nikah itu ditulis nama gue waktu itu nama gua dan partner jadi Gue diundang sama pacar gua ditulis tapi ketika gua datang eh dipisah nah ini gimana sih dia ngundang gua

sama partner datangnya bareng-bareng dong masa yang datang yang satu naik angkot gua naik bis beda-beda ketemu di tempat kan nggak mungkin pada saat gua datang eh undangannya dipisah kan Lucu dia cuma mau misalkan laki-laki dan perempuan di undangan doang di acara sebelumnya setelah kita kondangan juga kita bareng-bareng lagi nah kayak di angkot laki bini yang mau kerja bareng Terus nungguin angkot bisa gitu agak lucu sih Untung aja kebijakan Ini

dibatalkan tapi bukan cuma itu mungkin aja kebijakan ini ngikut kebijakan Bus TransJakarta sebelumnya yang dipisahkan tuh antara kursi buat perempuan dan kursi buat umum yang umum itu artinya ada perempuan dan laki-laki Lo tau nggak yang terjadi apa ya mungkin temen-temen atau para pekerja perempuan lebih banyak yang naik angkutan umum ketimbang pekerja lelaki misalnya atau di gerbong-gerbong kereta gerbong buat perempuan dan gerbong buat

bareng-bareng nah gitu deh lo mau tau nggak rasanya jadi minoritas kalau temen gua pernah nyoba jajal rasanya jadi seorang minoritas dia cowok dia naik kereta masuk ke gerbong perempuan Nah lo Rasain Bagaimana jadi minoritas di situ dinginin dipandang finish diledekin bukan cuma diledekin dibilang nggak punya otak sama orang segerbong kembali kepada kasus Anis dia sebetulnya saat ini mau merubah citranya dia dikenal sebagai bapak politik identitas Bapak

politisasi agama yang suka memainkan agama untuk tunggangan politik dan itu sudah stempel lekat di jidatnya dia berusaha mengubah itu sekuat tenaganya kemarin misalnya dia berdekatan dengan teman-teman di vihara atau berdekatan dengan gereja-gereja dia Coba mengubah itu tetapi pada pesan-pesan lain justru yang dia Tampilkan sebaliknya itu tadi backdrop dari salat Idul Adha gambarnya formula

tentara sih nggak tapi kesan mempolitisasi ibadah itu tercium banget loh di mata gua ya sangat tercium Kenapa karena yang gak gitu-gitu juga lah itu kan salat Masa sih harus backdropnya gambar formula Eh kenapa nggak sekalian gambar Bambu getah getih gitu loh atau gambar Tugu sepatu atau gambar sumur resapan itu kan yang dibangga-banggain nah ini juga agak heran kan simbol-simbol politik identitas pernah juga disampaikan pada

saat mengirim bantuan beras ke Lombok waktu itu kalau nggak salah Lombok sedang terjadi gempa lo tahu jumlah beras yang disumbangkan ke Lombok 212 ton 212 ton gua nggak tahu apakah itu kebenaran atau emang settingan sama seperti nomor sapi kurban yang kemarin dikorbankan nomornya 024 kesannya 2024 mungkin ya ini tafsir-tafsir aja sih Tetapi kan orang akhirnya mengait-ngaitkan itu semua

karena memang track recordnya selama berlangsung Pilkada Jakarta Dia paling jago memainkan isu tentang identitas isu tentang agama isu tentang semangat beragamaan untuk berpolitik yang menarik sebetulnya adalah beberapa kali Nih ya dia Coba menjelaskan bahwa Anis punya prestasi besar tapi sampai sekarang yang dibangga-banggain cuma satu jizz Jakarta International stadion yang itu aja dibangga-banggain kemana-mana itu aja dibanggain ada juga

formula X Katanya sih sukses gua nggak tahu berapa kesuksesan formula e untuk membangkitkan ekonomi Setahu gua malah boncos 560 miliar katanya ditambah lagi 90 miliar harus bayar komitmen dan gua nggak yakin pemasukannya bisa lebih dari segitu jauh mungkin nggak sampai 10 miliar tapi gua nggak tahu yang seru sebetulnya ketika ingin dipamer-pamerkan aplikasinya selain jis dan formula E itu kita gagal sumur resapan yang meresap

malah anggarannya hilang begitu saja ketika soal kali Anis malah kena hukuman oleh PTUN untuk ngeruk kali ngeruk kali Mampang yang digugat oleh warga karena nggak pernah dikeruk sekarang juga kena hukuman lagi ketika PTUN membatalkan kenaikan upah minimum provinsi DKI Jakarta waktu pandemi tiba-tiba dia naikin upah dengan tanpa hitung-hitungan mateng naik begitu aja buruh barangkali sorak-sorai tapi kan problem upah itu bukan cuma burung

pengusahanya gimana pada kondisi pandemi kan susah bayar upah minimum yang dinaikkan seenak jidatnya akhirnya apindo kemudian menggugat kebijakan itu dan PTUN memaksa Anis untuk menurunkan atau mengubah hitungan upah minimum provinsi menjadi sesuai dengan tuntutan apindo atau di bawah dari yang ditentukan oleh kebijakan Anis politik kalau bingung seperti ini ini memang membuat kita meraba-raba ini maunya kemana sih orang

ini maunya arahnya kemana sih Mungkin saja dia ingin mencoba tidak masuk dalam satu kategori misalnya ketika dia sudah dikategorikan sebagai pemimpin politik identitas yang suka mempolitisasi agama dia berusaha keras untuk mengubah persepsi itu tetapi bahwa cara-cara jualan agama itu masih laku untuk sebagian masyarakat nggak mau ditinggalin akhirnya dia mau mengubah tetapi juga justru menampilkan simbol-simbol itu juga secara tidak

langsung contohnya pada saat background sholat Idul Adha itu Apakah salah Enggak sih secara hukum tidak salah secara etis kita bisa berdebat tetapi problemnya soal bukan soal salah dan benar problemnya adalah banyak orang yang nggak ikhlas juga sih ibadah ritual dipolitisasi atau digunakan idiom-idiom atau simbol-simbol politik Kenapa karena orang melihat Ya udahlah kita beragama ibadah tujuannya ya cuma kepada Tuhan bukan pada tujuan-tujuan

Kekuasaan maupun tujuan-tujuan politik rata-rata tim yang membela Anis selalu ngomong gitu kalau salah gugat aja ya nggak salah secara hukum mereka selalu berpikir Hitam Putih berpikir bahkan shalatnya kalau gambarnya itu sirkuit formula eh ya salah pertanyaannya gini itu kan shalat itu kan harus nutup aurat lu tahu nggak aurat laki-laki dari puser dari pusat sampai ke dengkul lo jajal sholat ke masjid buka baju cuma

pakai sarung nutupin pusar lu sama dengkul sah nggak sholatnya sah tapi lu udah kamplengin orang ke masjid Padahal Lo nggak punya etika lo nggak punya nilai lo nggak punya penghormatan secara hukum sah sama seperti Anis secara hukum sah sah tetapi Ya itu dia Dia mungkin ingin menunjukkan bahwa nggak apa-apa salat cuma pakai sarung doang kaos kutang yang penting nutup pusar sama dengkulnya gitu barangkali cara berpikir politik kebingungan yang juga bikin kita

bingung kalau gua sih ngelihat mungkin Anis cuma politisi oportunis segala peluang mau dimanfaatkan Hari ini jualan agama hari ini apa ya mungkin terserah ada istilah bagus tuh dari Saiful mujani seorang ilmuwan politik di Indonesia ada politisi Indonesia katanya jangankan soal mengubah Citra Kalaupun dia harus makan babi sepanjang jadi presiden mungkin akan dilakukan ini sindiran dari Saiful sayang Syaiful nggak nyebut nama gue juga nggak tahu

ini ditujukan pada siapa tapi ya kita kira kita tebak-tebak aja kira-kira ditujukan kepada siapa gue tadi di acara masuk Pak Eko Terima kasih [Musik]

Главы

  1. 00:00Введение
  2. 01:57Angkot, Laki, Pesan
  3. 03:55Yang, Perempuan, Gerbong
  4. 05:51Yang, Nggak, Gambar
  5. 07:49Yang, Nggak, Upah
  6. 09:46Salah, Nggak, Simbol
  7. 11:43Nggak, Dari, Mungkin

Теги

У этого видео нет тегов.

Комментарии

Комментарии ещё не загружены.

← Назад к инструментам