Eko Kuntadhi: NGAMUK KE NADIEM MAKARIM, ANGGOTA DPR DARI DEMOKRAT SALAH SASARAN (Masuk Pak Eko #87)

Eko Kuntadhi: NGAMUK KE NADIEM MAKARIM, ANGGOTA DPR DARI DEMOKRAT SALAH SASARAN (Masuk Pak Eko #87)

2045 TV

yanggurupendidikankitaituadaoranginibisadenganataudan

154,3 k
просмотров
4,3 k
Лайки
101
Дизлайки (оценка)
2.8 %
👍 / 👁
20:20
Длительность
28 sept. 2022
Опубликовано
2,1 k
слов
id · автоматические
Субтитры

Дизлайки — оценка проекта Return YouTube Dislike, так как YouTube их больше не публикует. returnyoutubedislike.com

Полная транскрипция

⬇ TXT⬇ SRT⬇ VTT

gua pengen bahas kali ini isu yang menarik berkenaan dengan dunia pendidikan kita ini soal statement menteri pendidikan kita nah di Makarim kemarin ketika dia pidato di depan PBB dan di dalam pidato itu ada tepuk tangan meriah buat Nadine sayangnya di dalam negeri Malah dioyok-koyok gue pengen bahas ini di masuk Pak Eko jadi saat menteri pendidikan Nadim Makarim pidato di depan PBB tepatnya di

forum United Nation transformation education Summit itu dia menjelaskan Bagaimana Indonesia atau Katakanlah sistem pendidikan Indonesia mau ditransformasi dari pola yang manual menjadi lebih berorientasi pada digital artinya Apa artinya dengan kondisi Indonesia yang sangat luas beragam tingkat masyarakat akses terhadap informasi yang sangat terbatas nadi mencoba mencari terobosan baru bagaimana agar sekolah di Aceh itu

standarnya sama dengan sekolah di Papua bagaimana agar sekolah negeri di Jakarta sifatnya sama dengan sekolah yang ada di Kalimantan atau ada di NTT nggak bisa ini dilakukan dengan cara-cara manual datangi satu-satu bikin pelatihan guru-guru di setiap daerah Butuh berapa waktu kita butuh berapa lama kita untuk melakukan transformasi seperti itu lalu diambillah langkah dibangun semacam platform besar untuk melakukan transformasi agar dunia pendidikan kita

guru-guru kita mahasiswa murid orang tua murid semua bisa memanfaatkan platform besar ini dan kemudian targetnya semua orang-orang yang terlibat dalam dunia pendidikan kita ikut dalam akselerasi ikut terakselerasi ikut bergerak maju salahnya ini salahnya waktu dia ngomong di depan forum PBB Nadim bilang dia punya 400 orang Shadow organization jadi tim bayangan yang melakukan atau orang-orang yang bertanggung jawab melakukan transformasi Ini kata tim

bayangan inilah yang kemudian jadi masalah sekarang jadi rame di Indonesia Nah diam sendiri udah ngejelasin ketika rapat dengan pendapat di DPR bahwa dia salah menggunakan istilah maksud dari 400 orang yang Nadim bilang sebagai timbayangan itu maksudnya bukan tim bayanan yang kerjanya ingin membongkar atau menggantikan birokrasi yang sudah ada sekarang tim ini sebetulnya adalah orang-orang yang ahli di berbagai bidang ada yang ahli data Scientist ada yang

programmer ada yang ahli organisasi ada yang ahli komunikasi dan segala macam mereka duduk dalam satu tim untuk membangun berbagai platform pendidikan prosesnya mereka dikoordinatorkan oleh sebuah anak perusahaan Telkom yang namanya metranet metronet ini yang mengorganize mereka dan tentu saja untuk membangun platform pendidikan kan harus berkomunikasi dengan orang yang mengerti pendidikan orang-orang di Departemen

Pendidikan yang secara teknis akan terlibat dalam proses edukasi semua guru semua masyarakat dan sistem pendidikan kita itu dilibatkan dalam membangun platform platform digital ini ada banyak platform yang sudah mereka bangun misalnya ada platform Merdeka mengajar Merdeka mengajar itu platform yang saling berinteraksi jutaan guru di Indonesia Indonesia yang terlibat dalam platform ini atau yang sudah aktif menggunakan platform ini sekitar 1,6

juta guru yang terlibat aktif Dari sana juga terbentuk 3500 komunitas pengajar yang saling berdiskusi saling bercerita tentang problematika pendidikan di daerah masing-masing dan bagaimana solusinya itu yang terbentuk kemudian ada 100.000 konten kira-kira hampir 100.000 konten yang diupload oleh para guru ini lo bayangin ya Misalnya ada guru di Jakarta yang memang punya perangkat lengkap akses ke perpustakaan lengkap perangkat

mengajar lengkap dan lain-lain mereka punya pengalaman Bagaimana mengajarkan satu mata pelajaran kepada anak didiknya lalu kemudian mereka membuat konten di upload di plat ini ada guru di Papua ada guru di NTT yang ngeliat kan karena kurikulumnya sama seluruh Indonesia oh begini toh cara yang efektif mengajarkan misalnya mata pelajaran Fisika yang ruwet itu kepada anak didik pendekatannya Ternyata enak ya kalau menggunakan cara pandang

seperti ini kalau menggunakan metode seperti ini sehingga guru-guru bisa saling berinteraksi dan saling belajar itu yang menarik dari platform-platon yang dibangun oleh timnya Nadine yang di bawah naungan PT metranet anak perusahaan Telkom yang juga BUMN ini dan mereka tentu saja ketika mereka melakukan itu kan ada biayanya biayanya dari mana yang mereka seperti biasa ikut tender ikut tender ikut menjalankan semua proses kelengkapan administrasi

dan lain-lain dan orang-orang yang ada di sini memang anak-anak muda yang kreatif yang punya kapabilitas dan mereka membantu membangun platform pendidikan sementara eksekusinya eksekutornya Ya tentu saja para birokrasi dedek-dikbud para birokrasi di Kementerian para birokrat atau para guru di lapangan jadi berbeda ya antara orang yang membangun platform untuk memudahkan seluruh proses dan transformasi pendidikan kita agar terjadi pemerataan

kualitas pendidikan kita assessment terhadap kualitas pendidikan bisa ujung-ujungnya atau makin lama makin sama kuliah di Jakarta mungkin sama kualifikasinya atau kualitasnya dengan kuliah di daerah-daerah lain Kenapa karena semua pengajarnya semua yang terlibat dalam proses pendidikan itu punya akses informasi yang sama Itu salah satu yang diinginkan menteri pendidikan kita yang berikutnya adalah platform yang bisa digunakan sekolah

misalnya platform shift Lah Sip lah ini adalah platform yang misalnya kepala sekolah di Papua sana butuh buku-buku pelajaran yang bisa mereka beli yang bisa mereka akses dan mereka bisa lihat Oh di Jakarta anak-anak Jakarta anak-anak Surabaya mereka menggunakan buku ini lho untuk mata pelajaran ini untuk kelas 4 kelas 3 jadi mereka kita bisa akses buku yang sama kemudian guru-gurunya bisa belajar yang sama di forum itu forum

online itu sehingga kemudian anak-anak di Papua bisa diajarkan sama kualitas pengajarannya dengan anak-anak di kota-kota besar yang lainnya ini yang barangkali ingin dilakukan oleh menteri pendidikan Iya kita akui kalaupun undang-undang mengamanatkan 20% APBN kita dialokasi buat pendidikan tapi harus kita akui dunia pendidikan kita sangat Tertinggal dibanding negara-negara lain bahkan ada satu data di media kata data IQ rata-rata Orang

Indonesia itu hanya sedikit di atas IQ rata-rata masyarakat Timor Timur dibanding negara-negara Asia lain kita jauh Tertinggal padahal Dunia makin terbuka dan kita makin membutuhkan kualifikasi orang untuk bersaing dengan segala macam persaingan dari bangsa lain dari negara lain proses percepatan pendidikan ini harus dipercepat masalahnya adalah nggak semua orang nyaman dengan perubahan nggak semua orang senang kalau zona nyamannya

diganggu atau mereka harus melihat perubahan-perubahan itu sebagaimana adanya mereka lebih suka pada zona nyaman pada sesuatu yang sudah ajak ada dalam statusmu karena mereka nggak mau berubah banyak orang yang protes Apalagi kita tahu disebut Itu adalah sebuah departemen yang dulu dianggap Departemen paling basah proyeknya banyak programnya banyak nyata-nyatanya proyek dan program serta

amanat undang-undang untuk mengalokasikan dana besar ke lembaga pendidikan atau ke biaya pendidikan tidak bisa mengubah apa-apa Kenapa ya kalau sistemnya nggak diubah kalau cara kita bekerja sama seperti sebelumnya kita nggak akan bisa menemukan hasil yang berbeda Coba aja lo lakukan kalau lu bekerja sama seperti kemarin jangan mengharapkan hasil Beda kenapa ya cara kerja lo sama seperti Kemarin hasilnya Ya kayak kemarin juga kalau hasilnya mau

beda ubah cara lo bekerja upacara organisasi bekerja ubah platformnya ubah mentalitasnya ubah budayanya ini yang barangkali mau dilakukan oleh menteri pendidikan kita sayangnya kan dalam konsep pemerintahan kita setiap periode itu cuma 5 tahun sementara pendidikan adalah investasi jangka panjang mengubah sebuah kultur sebuah budaya yang melibatkan sekian juta orang Sekian banyak guru Sekian banyak siswa itu nggak gampang Kenapa nggak gampang ya

karena tersebar dari ujung ke ujung perlu Ada kesamaan berpikir perlu Ada kesamaan akses terhadap informasi perlu Ada kesamaan akses terhadap buku terhadap pengetahuan dan tentu saja dengan lokasi Indonesia yang tersebar itu kan harus ada satu platform atau satu usaha untuk menjadi stimulan agar semua orang bisa punya kualifikasi atau kualitas yang sama agar anak-anak Indonesia bisa bergerak yang sama di tengah problem ini

pasti dipukuli atau digebugi banyak orang diteyakin kok dia nggak percaya pada AFN Bukan gitu ASN yang bekerja sebagaimana di dunia pendidikan atau di birokrasi pendidikan orang-orang 400 orang ini memang diambil dari para profesional swasta diminta untuk membantu membangun sistem informasi atau teknologi pendidikan sementara orang-orang ASN ya bekerja sebagaimana biasanya bekerja sebagaimana layaknya hari-hari mereka bekerja karena

apa Karena harus ada percepatan harus ada cangkok budaya harus ada stimulan agar semuanya bisa bergerak lebih seru dan yang paling menarik Lo tahu nggak kemarin ketika rapat dengar pendapat dengan DPR Nadim Makarim diserang oleh seorang anggota DPR dari partai Demokrat namanya Anita yakoba nah kata Anita yakoba Anda boleh saja dapat tepuk tangan dari PBB dengan konsep government text education itu atau teks edu itu tapi anda bisa membohongi

kami Tata Anita itu lalu dia ngomong soal tangisan guru-guru yang gajinya dibawa standar atau belum dibayar Anita ini lupa ya bahwa guru-guru sekolah itu yang pertama mereka adalah karyawannya Pemda guru SD dan SMP itu bagian dari pegawai negeri Pemda kabupaten atau kota guru-guru SMA itu adalah pegawai negeri Pemda provinsi Jadi kalau ada keterlambatan gaji problemnya bukan di menteri pendidikan mbak Anita problemnya ada di Pemda

masing-masing itu yang pertama yang kedua ngomong soal gaji guru yang kecil kalau guru PNS pasti dong gajinya bersesuaian dengan undang-undang PNS nggak bisa dibilang kecil Kalau mau dinaikin Ya semua gaji PNS harus dinaikin kan biologikanya terus ada guru-guru swasta kadang-kadang memang lembaga-lembaga pendidikan swasta tidak bisa memberikan insentif yang memadai pada guru-gurunya guru-guru honorer dan lain-lain karena itu misalnya dalam

konsep pendidikannya Nadim Makarim pengelolaan dana BOS di sekolah itu dibolehkan kepala sekolah untuk memberikan insentif kepada guru honorer agar gajinya tunjangannya bisa layak bisa setara dengan guru-guru yang lainnya jadi dari dalam Bos itu Kepala Sekolah yang tahu tentang kondisi lapangan bisa loh memberikan tunjangan kepada guru honorer di sekolah negeri Bagaimana dengan guru-guru swasta sebetulnya undang-undang sisdiknas yang

pernah dirancang oleh tim teknik itu sudah memikirkan sampai titik itu guru-guru swasta itu atau lembaga-lembaga pendidikan memberikan swasta wajib memberikan tunjangan yang cukup bagi guru-gurunya persoalannya ada orang yang marah kalau gitu guru disamain dong dengan buruh dengan ada UMR dan segala macam guru bukan buruh iya oke guru bukan guru tetapi guru juga perlu makan seperti buruk perlu hidup seperti

karyawan yang lainnya perlu menyekolahkan anak seperti orang-orang yang lainnya harus diprotek jangan sampai sekolah-sekolah swasta tidak memberikan insentif yang memadai kalau memang nggak bisa maka melalui undang-undang sisdisnar atau undang-undang yang sekarang gua nggak tahu dari ketok atau belum mestinya pemerintah punya kewajiban juga memberi insentif tambahan pada guru-guru swasta dalam konsep itu ya sayangnya banyak

diprotes sampai Hotman Paris ikut-ikutan protes katanya ada guru yang 9 bulan gajinya belum dibayarkan guru kalau ini guru negeri atau misalnya dia guru SMA ya harusnya protesnya ke pemerintah provinsi di SMA tersebut kalau dia guru SMP atau guru SD protesnya ke Pemerintah kabupaten kota kalau protesnya Kementerian Pendidikan salah karena memang konsepnya berbeda guru ya di bawah kementerian pendidikan dalam skala pengelolaan proses pendidikan tetapi

teknisnya diserahkan kepada kabupaten kota atau tingkat provinsi Jadi kalau ada soal kesejahteraan guru yang belum dibayarkan dengan maksimal atau telat ya protesnya ke pemdanya bukan Kementerian pendidikannya Gue ingin melihat sebetulnya gini Iya dunia pendidikan kita itu bukan satu hal yang gampang diubah karena menyangkut begitu banyak orang menyangkut begitu banyak kebiasaan menyangkut budaya yang sudah jujur mengakar Bagaimana mengubahnya ciptakan

beberapa pilot project jadi ada konsep kampus belajar ada konsep Merdeka belajar beberapa sekolah itu didik untuk sesuai dengan konsep ideal yang dicita-citakan dan sekolah-sekolah ini diharapkan akan menularkan pengetahuannya ke sekolah-sekolah lain yang dekat dengan sekolah itu jadi seperti ada inkubasi dulu seperti ada mengajarkan kelompok kecil dulu dan diharapkan kelompok kecil ini bisa menularkan pengetahuannya sehingga

kemudian bisa mengubah seluruh metodologi pendidikan kita karena nggak bisa kalau kita lakukan langsung ke seluruh Indonesia berapa biayanya efektivitasnya dan tentu saja waktunya nggak cukup 5 tahun jadi konsep untuk melakukan apa ya menstimulan dengan dengan melatih kelompok-kelompok kecil dulu dan kelompok-kelompok kecil ini diharapkan bisa menularkan lagi pengetahuannya kepada kelompok-kelompok yang lebih

besar itu memang langkah yang sering digunakan oleh Nadim Makarim dalam mengubah sistem atau mengubah budaya pendidikan kita yang kedua dengan bantuan itu teknologi informasi nah 400 orang yang kata nabi Makarim itu sebagai orang yang diharapkan membantu proses pendidikan kita ini sibuk dalam menyiapkan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan oleh stakeholder pendidikan kita kalau ini saja jalan tentu saja akan ada perubahan dalam pendidikan kita

kita tahulah udah pusing kita dengan pendidikan kita anak-anak Didik kita lebih dilatih untuk Bagaimana belajar mencari jawaban ketimbang belajar memproduksi pertanyaan akibatnya apa ya akibatnya gitu kita cuma sibuk dengan ujian yang pilihan ganda karena kita mengajarkan anak-anak kita selalu melulu berorientasi mencari jawaban padahal perubahan hanya bisa dilakukan dengan orang-orang yang cerdas menemukan pertanyaan dari situ dia bisa mencari

jawaban-jawaban baru untuk tantangan-tantangan baru sekolah-sekolah kita tidak terlalu Terlatih untuk mendidik anak memproduksi pertanyaan-pertanyaan besar itu masalah pendidikan kita mudah-mudahan dengan ini semua kita terprovokasi anak-anak Didik kita adik-adik kita terprovokasi untuk selalu bertanya Mengapa begini Mengapa begitu karena dari pertanyaan inilah dunia kemudian berubah dunia kemudian

menemukan temuan baru untuk mempermudah kehidupan gue takut tadi di acara masuk Pak Eko Terima kasih [Musik]

Главы

  1. 00:00Введение
  2. 02:35Yang, Platform, Orang
  3. 05:07Yang, Mereka, Platform
  4. 07:39Kita, Yang, Bisa
  5. 10:11Yang, Orang, Bekerja
  6. 12:45Guru, Yang, Dengan
  7. 15:17Yang, Guru, Sekolah
  8. 17:47Kita, Yang, Dengan

Теги

У этого видео нет тегов.

Комментарии

Комментарии ещё не загружены.

← Назад к инструментам