PARA TERMUL WAJIB NONTON PESTA BABI ‼️ - Didi Lionrich (Post A Proof #20)

PARA TERMUL WAJIB NONTON PESTA BABI ‼️ - Didi Lionrich (Post A Proof #20)

2045 TV

yanginiitutuhfilmenggakguakalauorangdanapadia

57,1 k
visualizações
1,3 k
Curtidas
26
Não gostei (est.)
2.3 %
👍 / 👁
10:15
Duração
21 mai 2026
Publicado
1,2 k
palavras
id · automáticas
Legendas

Os “não gostei” são uma estimativa do projeto Return YouTube Dislike, já que o YouTube deixou de publicá-los. returnyoutubedislike.com

Transcrição completa

Kalau suatu karya udah ditakuti, berarti ada yang enggak beres di negeri ini yang mungkin harus ditutupin. Itu adalah pendapat gua dan beberapa orang teman-teman gua. Lu boleh sependapat atau enggak terserah. Tapi gua ngerasa emang ada yang salah di negeri ini. Ini terkait dengan ramainya pembubaran nobar atau ee nonton bareng film pesta babi belakangan ini. Banyak orang yang mengkaitkan ini dengan lahirnya Neo Orde Baru di zaman Presiden Prabowo. Tapi gua

ngelihatnya dari sisi yang mungkin bakalan berbeda ee bagi kebanyakan orang. Gua ngelihatnya film ini tuh enggak terkait dengan rezimnya Pak Prabu. Karena ini film setahu gua tuh mengangkat tentang kejadian eksploitasi di tanah Papua yang dimulai dari puluhan tahun yang lalu. Tapi makin parah setelah kebijakan presiden di tahun 2022. Siapa presidennya waktu itu? Jokowi kalau kayak gini nih biasanya tuh

bakalan banyak termul yang bilang apa salah Jokowi besok-besok sendal jepit hilang salah Jokowi ya itu adalah narasi andalan mereka kalau mereka udah enggak mampu ngebalas argumen dengan data ya gua maklum karena gua dulu juga pernah ada di bagian mereka dan gua dulu juga kayak begitu dan tentunya ada beberapa pandangan yang ngebuat gua jadi yakin kalau film pesta babi ini enggak berbaha bahaya untuk rezimnya Pak Prabu, tapi justru

berbahaya untuk karir politiknya Gibran ke depan. Karena gua ngelihat di film ini terungkap kalau kehancuran Papua justru dimulainya dari kebijakannya si Jokowi. Apa aja itu? Mari kita mulai. Posep. Nih dia warna-warna. Logonya mana? Kamera udah fokus belum? Papnya mana? Woi, kalau lu sadar belakangan ini Gibran tuh mulai aktif untuk terjun langsung ke masyarakat. Ya, oke. Sebenarnya sih enggak ada masalah dengan hal itu karena

kan emang itu udah jadi tugasnya dia sebagai pejabat negara. Cuman masalahnya hasilnya dia datang ke sana tuh apa? Masalah apa yang dia selesaiin di bawah? Enggak ada. Dia ke Papua ya keadaan di sana gitu-gitu aja. Dia ngelihat MRT ya enggak ada masalah apa-apa juga di MRT. urusan izin sudah beres, konstruksi sudah beres, semua berjalan sesuai rencana. Bahkan target penyelesaiannya juga sudah ditetapkan oleh Gubernur Jakarta, Mas Pram. Mas Pram bilang tahun

2027 pembangunan fase 2A harus udah kelar. Jadi siapa yang ngasih target? Ya, Mas Pram sebagai Gubernur Jakarta bukan Gibran. Terus yang ajaib dan banyak respon dari netizen adalah waktu peserta cerdas cermat yang dirugikan oleh juri yang egois itu dipanggil sama Gibran dan katanya mendapatkan tips dari Gibran mengenai public speaking. Lu tahu apa respon netizen? Ya kagum mungkin. Netizen bingung gimana caranya

Gibran bisa ngajarin public speaking. Sedangkan kualitas public speaking-nya dia kan dinilai itu apa ya? Bahasa alus dari parah banget tuh. Apa sih? Hancur kali ya. Banyak komen-komen netizen yang bikin gua ngakak tuh. Contohnya ada yang bilang mau dikasih paham sama orang yang enggak paham. Ada lagi tuh yang bilang mau diisi sama orang yang kosong. Dan yang paling kocak buat gua adalah

netizen yang bertanya, "Anak yang doyan baca buku diajarin sama orang yang enggak suka baca buku." Jangan-jangan bukan diajarin public speaking, tapi diajarin gimana caranya bisa pasang muka tembok. Sebenarnya banyak komen-komen lain yang kocak dan ya apa seru, tapi kalau gua bacain semua ya bisa enggak kelar-kelar nih videonya. Oke, balik lagi ke film pesta babi. Terus apa hubungannya sama si Gibran?

Gini, udah jadi pembicaraan publik kalau Gibran ini emang disiapkan untuk maju lagi di Pilpres 202. Enggak tahu tuh entar dia bakal dinaikin jadi presiden atau tetap jadi wakil presiden sesuai kemauan bapaknya si Gibran. Nah, untuk maju kontestasi lagi tentunya tuh dibutuhkan citra yang baik. Masalahnya citranya Gibran tuh makin ke sini makin amburadul. Kayaknya itu yang bikin dia belakangan ini jadi sering turun ke bawah. Tujuannya tuh bukan untuk

ngeberesin masalah, tapi untuk membuat cerita seolah-olah dia masih diinginkan oleh rakyat. Dan film pesta babi ini membahayakan rencananya. Itu kenapa? Karena film pesta babi ini isinya tentang penindasan ke rakyat dan masyarakat Papua yang dilakukan oleh rezim penguasa waktu itu. Siapa itu? Ya, bapaknya Gibran. Itulah yang menurut gua menurut gua film ini cukup bikin gerah beberapa orang yang kelihatannya tuh terkait dengan

geng solo. Walaupun di film itu tuh mengesankan kekerasan yang dilakukan kepada masyarakat Papua itu dilakukan oleh tentara. Tapi ingat, tentara itu enggak bakalan bergerak tanpa perintah. Siapa yang bisa perintah? Yang bisa perintah tentara maksudnya ya. Panglima tertingginya siapa? Presiden. Balik lagi siapa presidennya waktu itu? Ya, bapaknya Gibran. Jokowi itu citranya masih bagus banget. Di Papua, ingat di Papua sebagian

masyarakat Papua tuh menganggap Jokowi ini orang yang tulus ih dalam membangun Papua. Mereka tuh enggak salah berpandangan seperti itu. Ini emang Jokowinya aja sih yang kebangetan. Dia memanfaatkan ketulusan dan kepolosan saudara-saudara kita di Papua dengan kepalsuannya. Dia tuh kayak ngebangun Papua, tapi di sisi lain dia juga dalam tanda kutip merampok di tanah Papua. Gua dulu juga mikir tuh, "Wih, Jokowi

ini keren loh. Papua aja dibangun gila-gilaan. Tapi baru belakangan ini gua tahu gara-gara kebijakannya Jokowi ternyata di Raja A4 udah ada tambang. Ternyata banyak tanah-tanah adat yang dirampas. Gilingan banget ini. Dan kisah-kisah pilu masyarakat Papua ini diceritain dalam film pesta babi yang dibuat oleh Mas Dandi Laksono dan kawan-kawan. Karena film ini gua ngelihat banyak termul-teremul yang kembali menyerang Mas Dandi Lakson.

Narasi mereka yang paling hits adalah isu kalau Dandi ini dibayar asing atau yang paling ekstrem dibayar sama George Soros. Goblok. Dasar. Gua bingung juga tuh sama isu-isu itu. Padahal yang ada di film itu kan sebuah kebenaran yang dilihat oleh pembuat filmnya. Kalau di Papua enggak ada apa-apa, ya film itu juga enggak bakalan ada. Cuman emang film pesta babi ini membahayakan eksistensinya Jokowi dan tentunya si Gibran juga.

Terus apa yang berbahaya tuh ya? Image sebagai pahlawan. Pahlawan yang ada di sana itu bisa rusak dalam sekejap kalau film ini tayang dan mendapatkan dukungan dari masyarakat. Makanya enggak heran kalau mulai itu dibikin narasi-narasi film ini katanya film provokatif, film ini katanya memojokkan pemerintah. Terus apa reaksinya pemerintahnya, Pak Prabowo? Santai. Mereka santai. Bahkan sampai keluarin

statement kalau yang melarang pemutaran film pesta babi bukanlah pemerintah. Nah, kan bingung kan lu? Kalau bukan pemerintah, terus yang ngebubarin nobar itu bergerak atas perintahnya siapa? Ya lu pikir aja yang terganggu siapa? Kalau sampai film ini beredar dan ditonton banyak orang, terus orang-orang jadi tahu tuh kebenarannya kayak gimana. Orang-orang jadi makin sadar ada kebiadaban di balik wajah lugu yang ngakunya wong deso itu. Kalau

orang-orang sadar, apakah mereka masih mau tuh memujanya dia? Eh, memuja dia maksudnya. Ya enggaklah. Orang-orang juga punya akal sehat dan nurani. Paling juga kayak gua gini, mereka bakalan tobat jadi terbul. Kalau masyarakat sadar segimana jahatnya kebijakan Jokowi bisa diyakini perjalanan politik Gibran tuh bakalan kelar. Boro-boro jadi presiden, jadi wapres aja udah ya enggak ada yang mau nampung tuh. Prediksi gua film pesta

babi ini bakalan terus nyebar di ruang-ruang gelap. Rezim Prabowo bakalan ngebiarin film ini diputar terus-terusan karena film ini enggak merugikan Prabowo. Tapi Jokowi, nah ini kayaknya dia enggak bakalan tinggal diam karena dia harus jagain anak sulungnya. Yah, air tenang emang tampaknya tuh atau kelihatannya damai tapi arus di bawahnya tuh kencang, Bro. Selamat menikmati film pesta babi. Jangan takut untuk melihat kenyataan.

Dan buat teman-teman yang masih memujas si Jokowi, enggak perlu apa, enggak perlu malu buat ngaku kalau ternyata orang yang kalian puja-puji itu tidaklah sesuci bayangan kalian. Akui aja kesalahan itu, terus kembali ke jalan yang benar. Kita selamatin Papua, kita selametin Indonesia. Itu poin penting. Apa lu? Warna-warna. Logonya mana? Kamera udah fokus belum? Papnya mana?

Capítulos

  1. 00:00Introdução
  2. 02:04Yang, Enggak, Netizen
  3. 04:07Yang, Gibran, Papua
  4. 06:09Yang, Film, Kalau
  5. 08:14Orang, Film, Jadi

Tags

Este vídeo não tem tags.

Comentários

Os comentários ainda não foram carregados.

← Voltar às ferramentas