PERANCANG BANYAK UU TAPI DIANGGAP RESIDU. "PAK JOKOWI, KEMBALILAH JADI ORANG JAWA"

PERANCANG BANYAK UU TAPI DIANGGAP RESIDU. "PAK JOKOWI, KEMBALILAH JADI ORANG JAWA"

Akbar Faizal Uncensored

yangsayaitukitainidantidakapaadakanproforang

511,4 k
visualizações
7,8 k
Curtidas
263
Não gostei (est.)
1.5 %
👍 / 👁
57:04
Duração
Sortie le 29 mars 2024
Publicado
6,8 k
palavras
id · automáticas
Legendas

Os “não gostei” são uma estimativa do projeto Return YouTube Dislike, já que o YouTube deixou de publicá-los. returnyoutubedislike.com

Transcrição completa

membaca ini Prof agak merinding Saya sudah sampai di sinikah posisi kita hari ini lengkapnya serusak inekah kita hari ini Oh saya Resu dengan teman-teman itu kita sesuatu yang tidak ada artinya yang harus dibersihkan dari mana-mana dengan menggunakan dua lembaga yang luar biasa yang saya hormati selama ini yaitu lembaga TNI dan pori tidak ada Kehormatan dan kepercayaan lagi pada orang-orang yang akan mendidik generasi yang yang katanya tahun 2045 akan

menjadi generasi emas apa nanti jadi generasi cemas saya enggak [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] tahu saya mengundang orang yang sungguh-sungguh saya hormati kolega saya di DPR dulu dalam posisi sebagai perwakilan pemerintah pada ee hampir seluruh produk

perundang-undangan yang disepakati antara pemerintah dan DPR Saya mengundang beliau karena penyikapan ee penyikapan sosialnya yang tiba-tiba menjadi ekstrem akhir-akhir ini ee muncul di ruang publik dengan banyak gugatan Coba kita lihat gugatannya ini eh seruan Salemba beliau bersama teman-temannya melakukannya ee semuanya berbicara

tentang atau memotret apa yang terjadi di ruang publik kita atau ruang politik kita hari ini selanjutnya nah ini poin kritik Universitas Indonesia terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia di mana eh muncul Eh ada beberapa poin mengutuk segala bentuk tindakan yang menindas kebebasan berekspresi menuntut hak pilih rakyat dalam pemilu dapat dicadangkan tanpa intimidasi dan ketakutan tiga menuntut agar semua ASN pejabat pemerintah Teni dan Polri

dibebaskan dari paksaan untuk memenangkan salah satu paslon EMP menyerukan agar semua perguruan tinggi dieluruh tanah air mengawasi dan mengawal secara ketat pelaksanaan pemunggutan dan penghitungan suara di wilayah masing-mas masing eh bagi saya ini menjadi sesuatu yang khusus terutama karena saya mengenal beliau kita akan berbicara banyak dengan

beliau saya kedatangan sebenarnya guru saya profor harkristuti harkrisnowo Kami pemanggilnya Prof Tuti Prof Thank you ya sama-sama Pak Akbar eh itu pembukaan saya tadi Prof Prof Eh kenapa sampai saya katakan Saya kaget karena jarang-jarang saya menemukan Anda muncul dengan penyikapan seperti itu pemirsa Sekali lagi saya mengatakan Prof Tuti adalah tandem terbaik saya sebagai anggota DPR membahas banyak undang-undang revisi KUHP undang-undang

terorisme dan segala macam jadi saya meminta anda mendengarkan Betul apa yang dikatakan beliau dan ketika seorang yang terlibat penuh dalam banyak tugas-tugas negara bersikap seperti ini berarti ada sesuatu yang aneh Izinkan saya berbicara agak banyak Prof Sebab saya merasakan kegelisahan anda itu juga yang saya pikirkan so pertanyaan saya tadi Apa yang membuat Prof Tuti itu tiba-tiba memilih untuk maju selangkah dua langkah untuk bersikap seperti ini

Em ya memang sepertinya nampak tiba-tiba ya akan tetap tapi saya sudah lama sekali ber punya mimpi bahwa kita itu punya negara yang EE memiliki hukum yang eh berkeadilan sosial yang dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat sebanyak-banyaknya itu sebabnya tadi Bang AKB kan cerita bahwa saya terlibat dalam banyak penyusunan peraturan undangan karena itu saja Cit enggak ada yang lain jadi ketika saya bekerja dan

saya merasa saya bekerja cukup serius gitu ya dan cukup banyak yang dihasilkan akan tapi ternyata tidak dipergunakan dengan baik tidak dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia seluruhnya Tentu saya menjadi berpikir lagi What I done selama ini sudah saya serahkan semuanya gitu ya Eh saya lakukan semuanya buat negara kesat Indonesia tapi kenapa kok kemudian tidak eh dijadikan sebagai salah satu e instumen untuk memperbaiki meningkatkan

kualitas dari rakyat Indonesia itu tentu saja membuat saya sebagai seorang guru juga merasa eh sangat sangat prihatin dan geram ya kita sudah kerja mati-matian gitu tentu saja bukan saya sendiri dengan banyak teman-teman lain tapi kok tidak di tidak dimanfaatkan untuk seperti yang ada di dalam Pembukaan undang-undang Dasar 45 Harusnya kan untuk mencerdaskan kehidupan bank untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh

rakyat Indonesia kok enggak gitu loh jadi apa selama ini saya sudah salah gitu akhirnya bertanya seperti itu gitu ya sudah membantu begitu banyak tapi tidak dimanfaatkan yaitu kemudian mungkin harus memakai e cara yang lain gitu eh iya Eh kita melihat itu Prof Bagaimana Setidaknya saya saya saksi bagaimana kita berdebat ee banyak sekali dalam berbagai produk und undundang eh tetapi lagi-lagi ini eh akan kembali pada satu figur bernama Prof Tuti di

mana Eh anda telah menjadi seorang eh pejabat negara sebagai Dirjen berapa berapa hampir 10 tahun yaahun dirjen di kemenumam menjadi guru besar dan kemudian membantu kita semuanya negara dalam hal Katakanlah pembuatan undang-undang yang setidaknya dalam versi kita itulah yang baik yang bisa kita berikan bagi negara ini tapi Kemudian Anda bersikap seperti itu maka kemudian kita tiba pada

pertanyaan yang agak kritis soal itu apa yang salah dengan kita hari ini banyak sekali yang salah ya tapi yang pertama menurut saya ee kenapa dulu saya mau menjadi bagian dari pemerintahan walaupun di awalnya saya menolak beberapa kali ya lalu ee Apabila saya ingin mengubah sesuatu Kenapa saya harus dari luar Apabila saya ditawari untuk masuk ke dalam dan untuk kebaikan ee ee Indonesia lah kira-kira gitu ya Nah itu yang kemudian membuat

saya akhirnya masuk walaupun banyak teman-teman saya mengatakan Wah kalian ee kamau mau menjadi pejabat pasti sudah akan berorientasi yang berbeda daripada seorang dosen karena pejabat dengan dosen itu adalah dua profesi yang yang tidak selalu bergandengan tangan kan gitu kan Iya Nah itulah yang kemudian apa yang saya lakukan di Kementerian itu ee adalah juga bagaimana kita bisa menjadikan Indonesia ini e mempunya aturan-aturan yang lebih baik lagi yang

bisa saya pegang waktu dalam itu ya dan Itulah sebabnya kemudian Mengapa pekerjaan-pekerjaan saya ketika di dalam Kementerian tidak saya lepaskan dari pekerjaan saya di dalam kampus jadi saya tetap mengajar setap membimbing dan memberikan apa yang EE saya perah di kampus itu ke dalam Kementerian dengan harapan dulu teman-teman mengatakan Tuti Mimpi kali ya bikin di Jerman sebagai suatu ee sekolah HAM gitu ya buat saya penting sekali karena Bagaimana seorang

pejabat bisa melakukan tugas dengan baik apabila dia tidak tahu apa yang Mas dia lakukannya dalam konteks hak asasi manusia jadi itu awalnya memang dari sana ee dan kemudian bergerak ke berbag eh proses-proses legislasi yang kerja sama dengan pak ee Akbar itu nah ini buat saya adalah salah satu perjalanan perjalanan panjang yang membuat saya eh belajar bahwa ternyata menjadi pejabat tidak mudah karena saya sering

kali dianggap pejabat ini pejabat apa LSM sih saya sering kali digitu saya bilang ya ya ya saya tetap dosen dan kemudian e ternyata mengajak teman-teman untuk ber ee bekerja sesuai dengan mandat kita masing-masing demi rakyat Indonesia itu ternyata juga tidak mudah sehingga saya ada masa-masa di mana saya menjadi apa ya Ee yang outliers gitu ya yang anomali dan yang lain tapi ee buat saya enggak apa-apa tetap saya itu pertahankan dan EE inilah

yang kemudian membuat saya menjadi sangat sedih ketika eh teman-teman saya itu menganggap bahwa menjabat itu adalah ee satu kemewahan yang har dipertahankan gitu ya buat saya itu adalah satu mandat yang berat untuk dilaksanakan karena apagi kalau kita sudah punya pemikiran yang enggak Samalah dengan teman-teman lainnya gitu kan bayangkan anda dalam satu ee dalam satu suasana di mana anda lain sendiri gitu saya merasa itu juga

ee karena pemikiran-pemikiran saya yang tidak dilandasi oleh kepentingan politik enggak ada kepentingan untuk ee apa namanya menjadi lebih lagi e kekuasaannya Ternyata dianggap Kamu kenapa sih masih mikir begitu ada di posisi ini gitu nah ini buat saya menyedihkan ee Ketika saya gagal mengajak teman-teman saya itu Yuk kita melihat satu ee apa Nam namanya tempat yang lebih besar tempat kita mengabdi gitu Saya mau ee merespon dulu

pada bagian ini Prof saya mendapatkan semacam bukan keluhan ya tetapi rasa sedih ya karena Prof Tuti merasa bahwa ada situasi di mana seharusnya keintelektualan seseorang yang berada dalam suasana kampus itu muncul tapi ternyata tidak di Munculkan justru ketika ngajak malah pikiran macam-macam ee muncul ee terlontor bahkan bahkan secara personali kepada Prof Tuti tapi saya mau menyampaikan begini ini mungkin memberikan dukungan bagi anda Prof kami

di sini sudah sedang sudah dan sedang mengkritik keras eh wajah kaum intelektual kita terkhusus sekali kaum akademisi kita yang ada di kampus harusnya mereka muncul hari ini beruntunglah kemudian ada orang seperti anda Prof ada Prof tulis ada Prof Kuncoro dan beberapa orang lagi yang tampil bahwa kemudian itu mendapatkan resisten bahkan pada tingkat pimpinan Universitas Kami paham itu pada bagian

ini yang saya mau sampaikan adalah eh kami di sini sangat keras kepada penyikapan masyarakat kampus yang tampaknya bahasa saya setiap ada pemerintahan baru memasukkan dirinya dalam paket kekuasaan jadi menteri lah jadi komisarislah atau jadi staf khususlah ini yang menurut saya harus kita bikin kita kanalisasi ya H Nah maka kemudian ketika Prof Tuti muncul seperti ini ya sungguh-sungguh kita harus memberikan

apresiasi soal itu Apa tanggapan Prof Tuti menyangkut itu Emm buat saya menjadi bagian dari pemerintahan itu ee dia punya dua sisi yang yang EE berlawanan ya he satu sisi kita diberi kesempatan untukakukan sesatu yang baik di sisi lain kita juga diberi kesempatant melakukan satu yang tidak baik dengan kekuasaan yang sangat besar itu dan saya melihat memang teman-teman kampus yang masuk ke dalam pemerintahan

eh maaf tadi saya mengatakan bahwa saya itu memang agak lain sendiri gitu ya kali ya karena buat saya masuk keman itu PRnya banyak yang tadinya anda cuma bicara tentang kelas-kelas di mana anda ar sekarang anda bicara tentang kelompok masyarakat Indonesia yang harus anda atur gini nah itu adalah satu hal yang EE merupakan kewajiban yang tidak ringan He nah jadi kalau kemudian masuk ke dalam pembereritahan adalah eh How to better yourself gitu ya supaya saya bisa

punya Lamborghini bisa punya kolam renang Kayak di bawah ini gitu ya Nah buat saya ee agak beda ya karena ee menjadi Pejabat itu tugasnya berat menurut saya harusnya lebih banyak dilihat godaannya daripada keindahannya dan ini ee dan kadang-kadang menempatkan dalam posisi yang tidak selalu ee selaras dengan teman-teman Dian lainnya ini saya alami sendiri ya Jadi kalau ada kasus-kasus semacam itu

E saya tidak pernah saya tidak pernah melakukan apa namanya perlawanan yang sangat gigih karena part of The government kan walaupun dulu saya bilang sama saya ingat sekali Pak yang pertama minta saya itu kan pak Hamid Awaludin pakamid Saya punya pikiran sendiri ya bagaimana kalau pikiran saya berbeda dengan pikiran menteri sembeng itu Oh it's your choice jadi memang cari orang seperti pak Hamid ini enggak gampang juga kan Iya jadi kadang-kadang waktu

itu saya ingat Yusril masa dirjenpendapat berbeda dengan Menteri lah saya bilang saya sudah minta izin menteri saya boleh berb pendapat sesuai dengan ee prinsip dan pemahaman saya saya bilang gitu tapi banyak orang yang tidak bisa nerima di mana-mana itu kalau Dirjen dia manutlah gitu ya sama menteri tapi buat saya kalau yang saya pikirkan menurut saya dan menurut literatur saya yang saya baca pengalaman yang saya telah alami adalah eh lebih baik Why not

saya mengatakannya daripada saya bersembunyi di balik selimut-selimut kekuasaan yang membuat saya merasa tidak nyaman nantinya jadi itu ee apa namanya Kenapa kemudian ketika masuk dalam pemerintahan ee seseorang di akan di tantang untuk memilih mau pilih ke mana ini I Kita maju selangk Prof menyangkut dengan apa yang telah anda lakukan selama ini seperti yang saya sampaikan tadi kita teru membuat banyak sekali

undang-undangnya jadi pemirsa kalau membuat undang-undang itu harus eh ada counterpartnya pemerintah dan DPR jadi Prof Tuti mewakili pemerintah kita harus menyebutkan teman-teman kita yang terbaik itu Prof ya terutama sekali almarhum Prof Muladi orang yang kita hormati sangat eh inspiring ada dalam pembuatan undang-undang termasuk eh yang sekarang di Mahkamah Konstitusi Prof en Pak en nurbaningsi gitu ya itu teman-teman terbaik siapa lagi ada

beberapa orang gitu ya itu yang e luar biasa nah Anda membuat undang-undang kita membuat undang-undang Tapi tampaknya undang-undang itu seperti berada di ruang kaca kelihatan he tetapi dalam pelaksanaannya itu ada banyak kekecewaan yang muncul bahkan dari kita-kita yang membuatnya Iya itukah yang membuat anda merasa harus maju selangkah dua langkah

hari ini antara lain antara lain Kar karena ketika masuk ke dalam proses legislasi itu ee kita alami sendiri perdebatannya luar biasa dan perdebatannya bukan cuma di ruang DPR akan tetapi juga di luar di kampus ya dengan teman-teman Civil Society dan saya selalu ayo kita terbuka saja enggak apa-apa silakan ee mendebat saya mengharai Saya menghargai pendapat Anda tapi juga Anda meng pendapat saya karena saya punya

argumentasi dan ketika kita sudah tadi saya katakan agak berlibihan kali mati-matian menghasilkan ternyata loh kok tidak dimanfaatkan buat rakyat itu itu yang membuat saya Apa benar yang sudah saya lakukan selama ini gitu ya karena dulu cita-citanya kan buat kemaslahatan rakyat Indonesia utamanya nah tapi ketika tidak dipakai ketika hasil pemilihan e dari komisioner juga kemudian tidak tidak menggembirakan kita Nah itu membuat ee ee saya he

bertanya-tanya ya ee bagian mana ya Di mana saya salah Apakah saya salah ataukah saya harus menerima kenyataan bahwa law in the books dengan law and action itu adalah two different things Masa saya harus terima itu gitu ya itu kan kita kita kasih ke mahasiswa untuk menunjukkan hei kalian kalau sudah lulus nanti jangan ya udah tahu aturan hukum udah tahu apa namanya ee E

lubang-lubangnya dan Anda kemudian menggunakan menyalahgunakan itu untuk kepentingan sendiri kita harapkan begitu tapi ternyata ee ya bukan anak-anak yang baru lulus kan yang melakukannya kan Ya ini membuat saya ternyata yang melakukan orang-orang yang sudah Ee berpuluh-puluh tahun bekerja di dalam di dalam pemerintahan ini jadi Wow bahkan happ ada yang pembuat undang-undang sendiri itu yang melanggarnya Ih banyak sekali itu yang membuat saya

aduh k selalu Tuhan tolong jauhkan Saya dari godaan melakukan pelanggaran gitu karena itu terjadi memang di mana-mana betul terjadi kita dekatkan dari dengan problem kita hari ini Prof yang Anda sikapi coba tampilkan sikap teman-teman dari UI karena UI yang sudah bereaksi dan tampaknya juga beberapa kampus UGM juga bereaksi coba yang kita dekatkan Seperti yang saya sampaikan tadi ee ada empat poin yang ee apa namanya

Prof Tuti bersama dengan teman-teman siikapi Kalau boleh tahu karena ini Pemilu masih berprosesi ada dua pasangan yang mengajukan gugatan ke mahkamah konstitusi kita atau Saya tidak ingin mengajak Prof untuk terlalu membicarakan secara detail itu bukan e kita punya ruang pembicaraannya tetapi secara garis besar Eh kenapa kemudian ini harus muncul terutama pada beberapa bagian

ini pada poin tig ya menuntut agar semua ASN pejabat pemerintah TNI dan poli dibebaskan dari paksaan ada kata paksaan dan kata dibebaskan terus kemudian ada dua lembaga yang Sejujurnya dalam banyak produk undang-undang kita kita jaga betul agar memberikan penguatan P Civil Society bernama TNI dan Polri membaca ini Prof agak merinding Saya sudah sampai di siniah posisi kita hari ini lengkapnya serusak Inikah kita

hari ini Mohon penjelasan sikap Prof ini kepada kami semuanya ya memang masa pada saat ini buat saya masa yang paling prihatinan ya Kenapa Bapak saya tentara kakek saya Jaksa Ee om saya Polisi gitu Jadi kami berasal dari dan EE memang yang diharapkan dari ee aparatur penegak hukum dan penjaga keamanan itu kan Bagaimana mengayomi melindungi rakyat he jadi mereka punya tugas itu adalah ee mengajak masyarakat untuk merasa

nyaman merasa ayem ee melakukan kegiatan-kegiatan di dalam masyarakat itu tugas mereka oleh sebab itu mereka tidak diminta untuk mengikuti pemilihan umum kan misalnya bayangkan kalau kemudian Polri dan tentara boleh berpihak pada paslon tertentu kan jelek sekali akan tetapi ternyata itu kan terjadi itu terjadi ketika teman-teman saya yang ada di kampus ada yang didatangi ya oleh lembaga-lembaga Ak ini dan Mereka bertanya apa ini ee

produti didakin enggak enggak mungkin karena saya pernah ngajar juga dulu di PTK dan lainnya ya Akan tetapi ee yang membuat saya sedih adalah Mengapa mereka membiarkan diri mereka terlibat dan melakukan kegiatan yang tidak tidak masuk ke dalam mandat pekerjaan mereka ya apakah ini kemudian ee mengikuti perintah bahwa tal pori tolong bersihkan residu-residu gitu ya itu kan ada pernyataan seperti yang

membuat saya Oh saya Res dengan teman-teman itu kita sesuatu yang tidak ada artinya yang harus dibersihkan dari mana-mana dengan menggunakan dua lembaga yang luar biasa yang saya hormati selama ini yaitu lembaga TNI dan pori What happen Mau dibawa ke mana kita ya dan eh saya yakin sekali bahwa teman-teman se harusnya teman-teman TNI por itu juga merasakan bahwa mereka adalah bagian dari rakyat saya selalu ingat ketika ayah saya cerita ketika berjuang menjadi

gerilia itu yang ngasih makan itu kan rakyat dan sekarang ternyata harus melakukan intimidasi terhadap rakyat atau intimidasi atau apa lainnya lah itu yang buat saya kenapa ketika ayah saya dulu tahun 45 50 mengalami seperti itu kok sekarang menjadi berubah dan buat saya ee agak menakutkan karena Saya membayangkan kalau di dalam masanya ini sekarang seperti ini apalagi nanti ke depannya What kind of future are we

going to have ya Eh mengerikan sekali kita perlu polisi untuk menjaga keamanan kita tapi ketika kita tidak bisa lagi ee apa namanya ee menggantungkan diri untuk keamanan kita kepada polisi at menggantungkan keamanan negara kepada TNI kita mau dibawa ke mana ya kira-kira itu yang buat saya eh sangat prihatin dan sangat sedih dan mudahmudahan sih ini Hanya terjadi satu kali ini aja tapi tidak akan diteruskan dan saya punya keyakinan para pimpinan

ee TNI maupun pori ke depannya tidak akan melanjutkan tidak akan membiarkan anak Bu melakukan hal seperti ini karena itu ada hal yang sangat hal yang sangat menakutkan buat rakyat dan sangat menjatuhkan untuk kedua lembaga besar ini Coba lihat kita poin yang lainnya tadi pada poin satu juga mengutuk segala bentuk tindakan yang menindas kebebasan berekpresi bahasa saya di sini begini Prof saya dan seharusnya kita itu kaget

Heran dan tak boleh percaya bahwa masih ada yang seperti ini penggunaan kata mengutuk segala bentuk tindakan yang menindas kebebasan berksplesi Come on ini tahun berapa ini ber kita berada pada zaman mana ketika masih ada Seperti ini Ah apa tiba-tiba ingat Eh novel Nawal elsadawi meskipun dalam konteks yang berbeda perempuan di titik nol kita sama dengan mengatakan masyarakat raket

kembali ke titik nol kira-kira gitu poin dua menuntut hak pilih rakyat dalam pemilo dapat dijalankan tanpa intimidasi dan ketakutan tonnya sama intimidasi dan ketakutan poin empat menyerukan seluruh agar semua perguruan tinggi di seluruh tanah air mengawasi dan mengawal pada bagian empat nantinya kita akan bicara banyak di bagian air tapi pada poin satu dan poin du itu tadi lagi-lagi saya bertanya kita memang

sudah harus mulai ketakutan ya Prof nampaknya agak susah untuk mengatakan tidak bayangkan Guru Besar Guru Besar itu apa sih kekuasaannya We don't have anything kita tidak punya any implementing authority melakukan apapun kecuali kita ngajar kita neliti mengabdi masyarakat itu kan tugas-tugas kita kan Tapi kita juga bukan ee orang-orang yang ee terkungkung di dalam satu apa namanya perpustakaan ya yang hanya melihat

komputer semuanya dan melepaskan diri dari masyarakat terus B mengatakan Kok baru hari gini guru besar turun gunung kita enggak pernah pergi ke atas gunung loh Kami selalu ada di sini bersama masyarakat hanya Kami memang tidak bersuara karena kami bersuara melalui kelas-kelas ee melalui anak-anak generasi muda yang kita ajak untuk berbicara tentang negeri ini jadi ketika guru besar yang kekuasaannya Enggak banyak itu diintimidasi kan itu sesuatu

yang luar biasa zaman dulu Kakak saya S mengatakan jadi guru itu digugur dan ditiru digugut l ditiru Iya digugu itu di ee di jadikan contoh ya dan di tiru perbuatannya artinya Ee kita punya suatu masa di mana menjadi guru adalah suatu kehormatan dan itu waktu saya baru masuk ee ke UI juga masih kehormatan gitu Ya nah tapi kemudian sekarang Kenapa kok bisa ya Ada seorang guru walaupun ya guru besar didatangi oleh

aparatur untuk mengatakan sesuatu yang sebenarnya dia tidak mau katakan nah buat saya e ini adalah bagian dari intimidasi kita kan bukan orang-orang yang menggunakan e violence untuk Melak sesuatu itu kan bukan begitu Kan dan kalau kita melihat lagi ee Sebenarnya ada satu yang kurang di sini bukan cuma menindas Kean dengan intimidasi dan takakutan tapi juga dengan ee persuasi ternyata Bagaimana orang-orang

dipersuasi eh jangan ngomong seperti har kristutilah ini nanti saya kasih jabatan atau saya kasih ee sesuatu yang menyenangkan buat kamu jadi selalu diberikan sesuatu ee apa namanya prestasi untuk meninggalkan Apa yang sebenarnya diinginkan oleh si si guru-guru yang mau bicara ini kan buat saya tuh menakutkanulu itu lebih menakutkan daripada intimidasi itu dia entar dulu Prof seorang Prof Tuti pembuat undang-undang termasuk

undang-undang yang berhubungan dengan aparat penegak hukum itu diintimidasi Oh kalau saya enggak teman-teman saya oke i ya itu didatangi ya didatangi ada yang dengan apa namanya ada yang didatangi dengan ee oleh orang-orang yang jelas ada yang didatangi bukan dengan orang yang jelas ada yang diintimidasi melalui eh WhatsApp ya melalui eh pesan-pesan eh WhatsApp eh grup itu dan ini itu yang membat saya mengerikan kok bisa loh guru gitu ya he kita kan guru nih pada

dasarnya guru diperlakuan seperti itu ee apa ya sudah ada tidak tidak ada Kehormatan dan kepercayaan lagi pada orang-orang yang akan mendidik generasi yang katanya tahun 2045 akan menjadi generasi emas apa nanti jadi generasi cemas saya enggak tahu tapi ee dan ini terjadinya bukan hanya satu dua kan beberapa kan sehingga semua ternyata membacakan akhirnya Pimpinan lembaga membacakan satu statement yang

seakan-akan menetralisir semua everything is under control semuanya baik-baik saja tidak ada masalah dengan kondisi saat ini dan buat seorang akademisi sesuatu yang tidak benar itu kan kejahatan buat saya Anda dijadikan akademisi untuk mendidik anak-anak mengajak anak-anak berkata apa yang sebenarnya tapi dengan adanya intimidasi dan atau persuasi tadi Anda mengatakan sesuatu yang

eh tidak benar Where is your conscience ya Di mana letak nuranimu gitu sebagai guru Anda masih sadarkah bahwa anda itu itu guru gitu kan kan kita bisa bertanya seperti itu dan ternyata Mereka biasa-biasa aja ketawa-ketawa aja menertawakan ngapain tuh harusti ngomong-ngomong begitu udah di kampus saja melakukan Tridarma enggak usah mikirin yang lain-lain kita ada Itu kan untuk

masyarakat kan di konstitusi ada mencerdaskan kehidupan bangsa dan mau tidak mau kami guru kan masuk di situ kelompok yang punya tugas yang penting ini mengawal peradaban terus udah you just sit there duduk di duduk Dis sudut dengan manis kita kasih kamu kopi dengan pisang goreng and udah tenang-tenang saja You don't have to be involved in anything dan sayangnya banyak yang ikut juga dengan persuasi macam itu itu yang membuat

saya prihatin dan sedih terus terang aja Prof Mohon maaf saya akan membawanya pada situasi yang sedikit mungkin agak personal ya Anda membantu pemerintahan ini atas nama tugas dan tanggung jawab yang diberikan mungkin BSK apalah namanya Anda membuat banyak produk negara di mana itu untuk mengatur kita mungkin juga saya ada bagian sedikit di

dalam itu karena kita bertandem maka kemudian ketika terjadi seperti ini Tidakkah terpikir misalnya melakukan sesuatu yang sedikit lebih jauh misalnya mendatangi bapak presiden bapak Jokowi Saya telah melakukan ini dan semangat apa yang saya bikin atas nama negara itu itu tidak seperti ini Apakah tidak memikirkan melakukan itu Prof terus terang enggak terpikir oleh

saya walaupun teman-eman mengatakan datanglah ke presiden saya bilang onw capacity begitu ya apalagi kita sudah dibilang sebagai residu itu kan It Hurts loh you have done I think quite a lot gitu ya untuk negara ini ee kemudian dianggap sebagai Anda adalah residu residu itu kan dibersihkan residu is not to be heard Bukan Untuk didengar terus sekarang orang yang mengatakan bahwa saya residu

harus saya datangi kira-kira gimana itu Anda ini ni buat saya eh eh S siap datang mengatakan MB ini itu tapi kemudian apa ya kira-kira ya Eh hasilnya itu saya orang yang Memang agak ber banyak berhitungnya kalau melakukan sesuatu pertimbangan-pertimbangannya gitu ya untuk memikirkan What's next ya What will happen gitu tapi buat saya kok kondisi saat ini

saya terpaksa mengatakan agak apatis ya walaupun sebagai guru enggak boleh apatis Memang betul tapi melihat begitu banyak yang sudah terjadi eh dan begitu banyak yang sudah dilakukan orang-orang and the show still goes on publik Hakul yakin saya Prof publik akan jauh lebih menerima dan memberikan permakluman kalau seorang Prof Tuti dan atau teman-teman kita teman-teman Anda yang telah berbuat banyak buat negara

ini yang datang menemui bahkan menuntut presiden untuk kembali ke rel pasti banyak orang yang memberikan permakluman itu dibanding yang datang kepada presiden adalah orang-orang yang di kepalanya hanya Cuan dan keuntungan-keuntungan pada saatnya memang kita harus bersikap Prof Kenapa tidak kita pikirkan hal yang lebih jauh dari itu Prof menarik juga idenya ya hanyaang

Peru orang yang memang apa namanya yang seperti Bang Abar sampaikan tidak ada tidak ada interest apapun kecuali for the Goodness of Indonesian people Iya maksud saya lebih jauh lagi yang saya mau katakan adalah eh harus ada pertanggungjawaban nilai dari kita semuanya terutama sekali dari orang yang memberikan Anda mandat Prof untuk membuat undang-undang bersama agar Faisal bersama dengan arsulsani bersama dengan Ben bersama dengan teman-teman

lain yang ya harus kita sebut beberapa nama lah di DPRD yang masih memiliki logika itu harus ada pertanggungjawaban etika di situ wahai bapak presiden Anda memerintahkan saya dan saya sudah bikin tapi kemudian kenapa seperti ini perlu kita mulai membangun relasi seperti itu Prof Saya kira itu ide yang cukup menarik dan menantang ya iya ya dipikirkan bagaimana itu nantinya dan Ee tidak perlu memikirkan nanti reaksinya apa ya Git enggak enggak perlu

enggak perlu karena menyenangkan semua orang itu kan enggak enggak Impossible kan gitu ya apalagi kalau kemudian nah saya Masuk pada bagian ini masyarakat kampus tadi yang saya sampaikan itu saya enggak ngerti apa yang terjadi dengan komunitas kampus kita kok banyak sekali orang Ivan itu teman-teman kita Prof yang selalu memasukkan dirinya dalam paket kekuasaan setiap ada pergantian pemerintahan setiap ada peluang memasukkan dirinya dalam m paket itu

membayangkan dirinya berada pada ini itu ini itu sementara kita tahu kualitasnya Seperti apa ini ancaman juga Prof Apa tanggapan Prof Tuti iya iya betul sekali ya dan em Saya memang punya ee beberapa teman itu yang persis seperti yang disampaikan oleh Bang Faisal bahwa kalau bisa masuk ke dalam pembererintahan menjadi Dirjen menjadi menteri gitu ya menjadi staf khusus itu merupakan sesuat sesuatu banget gitu ya

buat mereka ee walaupun mereka sudah tahu juga resisikonya seperti apa gitu ya dan sebenarnya buat cita-cita sih buat saya boleh-boleh aja orang mau bercita-cita setinggi langit itu boleh-boleh saja tapi yang tidak boleh di tidak boleh diiakan adalah ketika anda sudah menjadi part dari kekuasaan itu anda tidak boleh melupakan dong nilai nilai-nilai kejujuran nilai-nilai nasionalisme yang Ee kita ee kobar-kobarkan di kampus

karena salah satu tugas guru besar itu kan Bagaimana menyampaikan nilai-nilai ee akademik yang penting buat buat apa namanya mahasiswa kita dan juga adik-adik kita supaya bisa menjadi seorang ee akademisi atau dan atau lulusan yang lebih baik lagi untuk Indonesia ini jadi kalau kemudian yang dilakukan adalah buat dirinya sendiri aja jadi menjadi bagian dari pemerintahan untuk keuntungan diri

sendiri kepentingan sendiri masih mending kalau begitu Prof Bagaimana kalau kemudian menjadi operator dari pelanggaran dan segala macam pengkhianatan itu tadi ya kayaknya aku sudahah tahu nih mau ke mana nih ngomong ya buat saya itu sangat menyedihkan buat saya ee pengkhianatan terhadap nilai-nilai akademis itu itu tuu kejahatan berat itu buat di kampus buat kami di kampus ya Jadi kita

bayangkan betapa seseorang yang sudah sekian lama mengabdi di kampus kalau sudah mengabdi itu kan nilai-nilainya sudah kita sudah kita inkulkasi ke dalam diri kita sendiri sudah kita resap nilainya ini bagaimana kemudian tiba-tiba nilai-nilai itu hilang begitu saja Once di bagian penguasa yang buat saya harusnya enggak begitu ya kenapa bisa seperti itu itu saya juga tidak bisa saya juga enggak bisa nebak kecuali

bahwa ya mungkin dari sononya begitu gitu Ya nah tapi ini buat saya menunjukkan bahwa menjadi seorang akademisi itu tidak otomatis ketika Anda masuk pemerintahan everything with Run smoothly kita punya banyaklah teman-teman akademisi yang terjebak dalam berbagai ee tindak pidana misalnya macam-macam itu ya Jadi tidak selalu akademisi membawa nilai nilai akademisnya ketika dia bekerja di luar kampus padahal ini kan yang diharapkan

orang Iya itu dia Prof aneh kan Ya tentu saja Ini bukan apa ya bukan sesuatu yang EE layak kita bicarakan tapi coba lihat di negara dengan kualitas demokrasi dan peradaban yang ma itu mana pernah ada misalnya Profesor itu ditangkap karena korupsi apa yang dikorupsi kalau Profesor masa ilmu pengetahuan ada pidananya kan mengkorupsi ilmu pengetahuan itu kan enggak ada tapi kalau mengkorupsi misalnya gedung itu dan itu terjadi di

kita atau perebutan kekuasaan hingga kemudian membuat demo di internal kampus jadi memang menurut saya ini ada problem di dunia Akademi kita ini Prof eh saya enggak ngerti Sejak kapan Kus an itu terjadi tapi kan harus ada jalan keluarnya betul betul Bang Akbar jadi kalau di kampus Saya melihat istilahnya apa ya indifference jadi ketika saya mengajak membicarakan sesuatu yang berkaitan

dengan negara Sudahlah Prof Tuti kita tugasnya kan cuma mengajar meneliti pengabdian masyarakat that's it kita enggak usah terlibat di yang lain-lainnya itu oke bilang kok siapa ya kita ya Kenapa kita jadi di ada di tempat ini karena rakyat Indonesia juga yang bayar kan saya PNS nih yang bayar gaji saya kan rakyat dan terus Sekarang kita mau mengignore mereka semua karena kita sudah punya posisi di sini yang buat saya itu sangat menakutkan kalau

disampaikan oleh seorang guru besar aduh mikirin deh Gimana bisa ee apa namanya Bisa publikasi di Q1 Q2 itu jurnal-jurnal bisa mendapatkan ee E begitu banyak apa namanya ee funding dari mana-mana terus saya bilang Itu boleh juga itu benar juga tapi bukankah kita sebagai guru itu di kampus juga punya kewajiban untuk bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia apa yang Anda hasilkan harus ada manfaatnya dong Apa sih manfaatnya

membuat suatu penelitian kemudian masuk ke jurnal terindak scopus Q1 tapi masyarakat si enggak menikmati yang menikmati siapa Saya sendiri dapat ee apa namanya di jurnal faktor tinggi kampus mendapatkan nama lebih tinggi kan gitu but what is for the people itu sebabnya saya selalu tidak bosan-bosan mengatakan kampus Jangan hanya bicara tentang Academic benefit dong kalian bicara apa sih social benefit-nya buat masyarakat apa yang kita lakukan apakah

pengabdian masyarakat cukup hanya untuk melakukan Oh ya nanti apa namanya menyunat 1000 orang ya apa memberikan penyuluhan untuk 100 orang That's not enough kita harus perlu lebih dari itu itu sebabnya saya saya tidak mengatakan bahwa semua orang Oh harus ikut dalam proses legislasi Tidak semua orang juga harus ke sana tapi bahwa ada yang Anda kontribusikan pada masyarakat instead of kontribusi pada diri sendiri itu buat saya penting sekali jadi ketika

mengatakan Sudahlah intinya adalah lu mikir diri lu sendiri deh sama kampusmu Hm Itu Menyakitkan saya menyakitkan ya menyakitkan sekali seakan-akan kita itu hidup apa ya ujug-ujug jadi guru besar kan enggak juga guru jadi dosen kan enggak juga kita kan juga banyak e berjuang kita kan juga banyak memperhatikan apa namanya kehidupan masyarakat yang EE banyak perlu kita bantu itu jadi ya ya itu itu jadi masih ada masih ada

teman-teman akademisi yang EE kalau diajak Ya udah kamu aja lah tut Eh sama menyakitkannya Ketika anda dituding sebagai partisan ya I eh buat saya itu e ya memang menyak saat itu saya saya memang orangnya agak suka pemarah gitu ya tiba-tiba meledak tu teman- saya ah itu tius tandukmu keluar dua gitu Oh ya saya bilang eh buat saya Eh kadang-kadang kita perlu juga mengeluarkan tanduk walaupun tanpa apa namanya tanpa direncanakan ya karena ee

yang bicara itu ee memakai sepatunya dia memakan sepatu dia ke kaki saya enggak bisa dong bahwa dia partisan It's ok I don't care tapi jangan menganggap saya adalah persis seperti anda tidak ada similarities kecuali sama-sama kita dosen kali ya Tapi ketika anda menganggap anda sudah partisan Saya tidak ada masalah tapi jangan menganggap bahwa orang yang bicara berbeda dengan anda adalah

partisan juga buat saya itu sangat apa namanya E ridiculous ya saya mengatakan makanya saya kadang-kadang malu juga Coba tunjukkan harga cuti pernah enggak jadi partisan gitu kan eh terus yang dikasih yang dikasih lihat adalah foto saya ketika saya mendukung Pak Mahfud gitu kan jadi anggota percepatan reformasi hukum eh itu bukan partisan percepatan reformasi hukum saya masuk tim untuk percepatan reformasi hukum rakyat

Indonesia bukan untuk partai AB BC bukan untuk paslon 1 2 3 Kenapa tidak bisa melihat hal seperti itu ya gitu Kenapa semuanya disamakan dengan dirinya sendiri yang ya pokoknya kalau ada orang yang berbeda pendapat dengan aku pastinya dia pendukung paslon yang lain kan gitu yang buat saya e ridiculous saja pada akhirnya memang Tanak nnya kita harus masuk pada sebuah frame setidaknya itu yang saya bayangkan Prof mungkin ini sebuah kritikan juga bagi Ee

tidak hanya kepada masyarakat kampus tetapi mereka-mereka yang meyakini dirinya harus melakukan sesuatu pada berbagai problem yang ada apa yang saya maksud adalah ini mungkin juga sekaligus sebagai usulan ya Prof anda sebagai ketua dewan guru besar Universitas Indonesia perguruan tinggi paling terkemuka di Indonesia siapa tahu mendapatkan sambutan bahwa Bagaimana kalau kita mengkanalisasi kritik ini menjadi sebuah

jalan keluar eh kita sudah banyak pernyataan dari berbagai tokoh sudah terlontar bahwa problem ini problem itu termasuk yang kita bicarakan di sini tapi dalam kenyataannya ini kan harus kita kanalisasi belum lagi kalau kemudian ternyata partai politik yang bukan sayangnya yang realitasnya mendapatkan mandat dari undang-undang untuk mengelolanggara

dengan berbagai mandat-mandat yang mereka terima ya bagaimana kalau kita bikin sebuah e forum di mana forum itu diisi oleh orang-orang seperti jenengan tidak perlu Terlalu banyak yang mengidentifikasi kita bisa ola atau membuat tiga skenario skenario yang paling ekstrem misalnya apa atau problem yang paling ekstrem yang harus diselesaikan kemudian yang medium atau

yang low dalam e kacamata saya yang harus segera dilakukan ini adalah perbaikan tata cara berpolitik ada undang-undang paket undang-undang politik Tapi tampaknya itu sudah diterabas Nah usulan saya adalah Coba ambil inisiatif Prof membuat sebuah forum tidak perlu banyak orang orang-orang yang mumpuni saja dan tidak hanya dari kaum ee apa itu akademisi dan kaum yang tampaknya tidak puas dengan situasi ini dari pihak

pemerintah harus kita undang ini memang harus ada kesepakatan kok ini ini ada problem loh karena saya tidak yakin juga orang yang berada di pemerintahan nyaman dengan situasi ini mungkin saja mereka hanya terpaksa berada di situ atas berbagai pertimbangan maka kemudian ini dibuatkan formatnya kemudian setelah itu diserahkan kepada penguasa yang baru inilah problem kita kalau mereka tidak mau berarti kan baru kita bisa mengatakan bahwa ternyata memang tidak

ada keinginan untuk itu Apa tanggapan Prof Tuti eh sebenarnya ketika kami kemarin menyampaikan eh seruan Salemba kita sudah mulai dengan eh kecil-kecilan gitu ya Karena pada saat itu kan kami mengundang teman-teman dari ee berbagai keahlian oke ya mungk ahli pangan ahli kesehatan ahli lingkungan ahli ee Pertanahan agraria dan lain-lainnya dan kami minta mereka untuk menyampaikan apa apa namanya untuk menyampaikan masalah yang kita hadapi sesuai dengan apa yang

dia sudah teliti gitu ya dan kita juga minta agar mereka mengajukan usulan-usulan yang konkret untuk itu dan itu sudah dilakukan memang waktu itu di Salemba Walaupun memang waktunya saya harus akui kan waktu nya cuma satu 1 setengah jam lah kira-kira untuk begitu banyak orang sehingga yang EE muncul di ee media hanya ya yang EE hal yang ujungnya saja gitu ya tapi buat saya ee menarik yang diusulkan tadi oleh EE Pak Akbar itu adalah bahwa bagaimana kita

lebih untuk me apa namanya mengkonkretkan ee masalah dan usulan semacam ini untuk pemerintahan yang akan datang nah waktu itu sudah kami bicarakan pertanyaannya sama kira-kira mau enggak ya mereka melaksanakannya Nah itu hal yang lain lagi betul lalu kemudian disampaikan Pokoknya kita sudah do something tapi kita tidak bisa waktu itu memang rata-rata akademis yang hadir kita tidak bisa hadir dengan hanya memberi pernyataan kemudian menonton

What's next jadi kita harus ee berupaya Bagaimana menyatukan pikiran-pikiran ini ya dibuat di dalam ee kolom-kolom tersendiri itu dan kemudian menyampaikan pada ee pemerintahan pimpinan penguasa yang akan datang Nah itu yang kita harapkan bisa ee terjadi Walaupun memang kemudian teman-teman ee apa namanya ee sekarang masih dalam beberapa kegiatan tapi kita sudah ada pemikiran mungkin enggak ya itu kita lakukan ke depannya karena kan akademisi kan

bidangnya kan banyak sekali dan ini kita harusnya bisa memberikan satu I don't know Apakah semacam pocy brief atau buku putih gitu ya tapi ada hal-hal yang paling menonjol di Indonesia pada saat ini yang dimulai dengan Can we have a good democracy itu yang saya maksud Prof jadi eh Prof tutikan orang yang saya saya kadang-kadang menyebutnya ini Prof 1 ini adalah pasal berjalan gitu kan gitu karena kita sama-sama dulu apa

diperbanyak situ Anda kan tahu Problem apa yang ada tadi kan bahkan sudah diterjemahkan gugatannya dalam ee P deeklarasi Salemba itu tadi itu tadi saya katakan kita pilih saja mana Skala yang harus diselesaikan dalam jangka panjang mana yang mendengar dan mana yang seharusnya Saran saya unuk pagian ini adalah memperbaiki seluruh proses pemilu demokratisasi dimulai sampai mulai dari tingkat mana karena ini

berbahaya sekali yajak semuanya saya kalau harus menyebut nama di sini contoh misalnya dari dalam dari eh apa dari luar Katakanlah dari luar ya Prof Tuti misalnya kemudian eh ajak lagi Prof Sulis dari dari kawasan Timur Indonesia agar kemudian alam berpikir orang e hukum orang Indonesia Timur itu dibawa juga di dalamnya siapa misalnya mungkin Prof Yusril barangkali yang berada di dalam pemerintahan sekarang ini atau di pemerintahan berikutnya karena tampnya

mengambil banyak peran di situ kita ajak semuanya Masa sih mereka tidak tergetar untuk melihat bahwa memang ada problem di antara kita ini itu sudah kita pernah bicarakan juga Pak Akbar jadi ketika ee sudah berpikiran pemilu yang terbaik seperti apa referens terbaik seperti apa lalu the last adalah ini diaturnya dalam undang-undang he who has the right to decide the undang-undang Nah itu akhirnya ke situ kemudian ya jadi empem lagi gitu kan Nah ini yang

terjadi Nah makanya jadi ee Saya tidak yakin partai politik ini tidak memahami ini pasti yakin paham betul mereka laong kita bikinnya sama-sama kok tapi kan kemudian itu tadi Eh tampaknya apa ya kalau mereka bersikap Fari hamsa itu mengatakan begini di sini mana ada partai mau melakukannya bisa bunuh diri sendiri itu karena mereka tahu problemnya apa so kalau begitu keadaannya maka kemudian kita

harus memulai dari mana dong maka Inilah saatnya kita untuk mulai menyadarkan diri kita bahwa Indonesia yang kita tuju ini tidak begini caranya loh dan itu saya berharap dari orang-orang seperti anda Prof Oke kita sampai pada akhir Dar pembicaraan Saya ingin menyampaikan menyata menanyakan sesuatu Prof anda seorang ketua dewan guru besar UI seorang ibu seorang pembuat undang-undang

kalau misalnya pada akhirnya memang bertemu dengan Pak Jokowi anda akan mengatakan apa Kepada beliau Saya akan mengatakan kembalilah ke kitohnya orang Jawa orang ja kami dari kecil itu eh diajari Jawa itu bahwa pertama ojo Dum dum tuh kamu jangan mentang-mentang jadi saya seperti mengurangi kata-katanya ee Presiden Soeharto waktu itu ya dan kita juga diajari untuk selalu menghormati aturan kita diajari

juga untuk Kalau kamu tidak bisa melakukan yang terbaik kita bisa menyata yang terbaik meng apa namanya mengusahakan terbaik Bicaralah yang baik-baik saja Jadi buat saya itu semuanya menunjukkan bahwa nilai-nilai ya karena saya orang Jawa ya bang Akbar dari mana dari Makassar saya orang bukis ya Eh nilai-nilai yang menurut saya tidak berbeda dengan nilai-nilai yang kita jumpai di dalam kampus kalau di UI itu

punya sembilan nilai UI yang diawali dengan kejujuran kenapa enggak mulai dari sana aja be honest with yourself jangan mau jangan ee mempergunakan apa yang Anda punya hanya untuk diri anda sendiri diri Anda adalah dan e satelit-satelitnya buat saya buat saya diajarin sama ayah saya kalau orang Jawa di itu harusnya dia sadar bahwa yang dilakukan itu tidak

sesuai dengan nilai-nilai Jawa atau mungkin nilai-nilai Indonesia ah ini yang ee apa namanya Harusnya saya sampaikan gitu ya kalau ketemu karena ee buat saya seorang pemimpin itu harus mampu untuk membuat ayem mengayomi dan jangan lupa menyejahterakan semuanya buat menakan menyejahterakan untuk rakyatnya tidak ada pemimpin yang mengkan tentang diri sendiri seharusnya ini yang ingin saya

sampaikan Prof Makasih ya tiba-tiba Pengin rasanya kembali lagi ke R ruang konstitusi sana kita berdebat ya he keras waktu itu banyak sekali yang kita bikin tapi saya gagal ke DPR Prof di pada 5 tahun yang lalu dan tidak mau masuk lagi Oh enggak mau lagi ya Makanya saya bilang kok enggak masuk lagi sekarang saya dihajar oleh dnastti di daerah saya Hm Iya tapi ya tampaknya masyarakat kita menginginkan

gitu ya Monggo saja saya bikin prum sendiri saja sekali lagi Prof yang terhormat terima kasih terima kasih Pak Akbar pemirsa Itu percakapan saya dengan seorang guru orang yang saya hormati orang yang saya bersaksi telah melakukan sangat banyak buat republik ini terutama bagi orang-orang yang Mer sering merasa disakiti oleh hukum beliau adalah salah satu pemikir utama yang namanya revisi KUHP Jadi kalau kemudian ada yang

mengatakan Ibu ini siapa sih cerewet amat kan Ibu Ini siapa sih Resek amat saya katakan Prof Tuti adalah orang yang layak kita hormati makanya kemudian pertanyaan saya yang terakhir tadi itu saya balikkan seandainya ketemu dengan Pak Jokowi sungguh-sungguh saya kembali belajar lagi hari ini dari orang yang saya hormati terima kasih telah menyaksikan percakapan [Musik] ini than

[Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]

Capítulos

  1. 00:00Introdução
  2. 07:10Saya, Yang, Teman
  3. 14:17Saya, Yang, Kita
  4. 21:25Yang, Saya, Kita
  5. 28:35Yang, Saya, Kita
  6. 35:41Kita, Yang, Saya
  7. 42:49Yang, Kita, Saya
  8. 49:57Yang, Saya, Kita

Tags

Akbar faisalakbar faizalnagarainstituteakbarfaizalfaisalDPRpolitikrockyRocky GerungRefly HarunReflyAniesbaswedansandiagaunoJokowiCakiminGanjarPranowoPrabowoAHYuncensoredoligarkikorupsidemokrasigitawirjawanipangwahidhelmyyahyaafu

Comentários

Os comentários ainda não foram carregados.

← Voltar às ferramentas