
Roby Muhamad: AMANKAN BATUBARA RAKYAT, JOKOWI BIKIN ASING KETAR-KETIR (Filosofi Roby #19)
yangindonesiakitainibatubaradanituuntukjokowirakyatpresidensaja
Los «no me gusta» son una estimación del proyecto Return YouTube Dislike, ya que YouTube dejó de publicarlos. returnyoutubedislike.com
ini bukan cuman soal batubara lebih dari itu ini adalah soal keberanian seorang presiden Jokowi yang mengutamakan kepentingan rakyat kebutuhan rakyat Indonesia melawan kehendak negara-negara besar di dunia baru saja kita masuk Tahun 2022 tapi Presiden Jokowi sudah bikin heboh dengan gebrakan yang membuat Indonesia masuk headline berita Internasional kali ini beritanya tentang Indonesia sedang menunda ekspor batubara
ini membuat negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan ketar-ketir bagaimana tidak Indonesia adalah eksportir batubara terbesar di dunia sekitar 12 persen kebutuhan Jumbara Jepang datang dari Indonesia sedangkan untuk Korea Selatan 20% kebutuhan batubaranya dari Indonesia menanggapi Kejadian ini duta besar Jepang sampai memohon-mohon supaya Indonesia kembali melanjutkan ekspor batubara Korea Selatan yang tadinya
bilang mereka aman-aman saja oke-oke saja akhirnya tanggal 7 Jan yang lalu menteri perdagangan Korea Selatan ikut-ikutan minta agar Indonesia kembali mengekspor batubara bukan cuma Jepang dan Korea Selatan yang ramai sebetulnya India eropa dan banyak negara lainnya juga membahas tentang keputusan Indonesia untuk menunda ekspor batubara nya kok bisa bagaimana sih ceritanya bisa sampai seperti ini dunia heboh Kejadian ini sebetulnya akibat reaksi
rantai dari naiknya harga batubara di dunia tahun lalu semua produsen batubara di Indonesia sebetulnya sudah diwajibkan oleh undang-undang kita bahwa mereka harus mendahulukan kebutuhan rakyat Indonesia kebutuhan dalam negeri jadi 25 persen dari batubara yang diproduksi harusnya adalah untuk Indonesia duluan baru sisanya boleh diekspor tetapi karena tergiur harga ekspor batubara yang jauh lebih tinggi para pengusaha
batubara kita kelupaan memenuhi kewajibannya memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu akibatnya bulan Desember tahun lalu PLN sempat hampir kekurangan batubara kita di Indonesia sempat terancam dilanda mati lampu bergiliran Nah melihat situasi ini Jokowi tentunya tidak tinggal diam Presiden Jokowi mengambil tindakan yang sangat Tegas yang jarang Oh dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya pada tanggal satu Januari kemarin Presiden
Jokowi mengeluarkan keputusan untuk menunda ekspor batubara selama satu bulan tujuannya adalah agar Para produsen batubara kita bisa memprioritaskan suplai batubara untuk rakyat Indonesia sendiri baru setelah kebutuhan rakyat terpenuhi mereka bisa lanjut memperdagangkan batubara kita di luar negeri disini Saya mau menekankan bahwa ini bukan cuman soal batubara lebih dari itu ini adalah soal keberanian seorang
presiden Jokowi yang mengutamakan kepentingan rakyat kebutuhan rakyat Indonesia melawan hendak negara-negara besar di dunia Indonesia dibawah Presiden Jokowi tidak nurut nurut begitu saja seperti di lagu Rayuan Pulau Kelapa Indonesia sudah penuh dengan keindahan dan kekayaan alam sejak dahulu kala kita tahu itu semua dari dulu Indonesia adalah gudangnya komoditas dunia sampai-sampai boleh dikatakan kekayaan
komoditas di nusantara yang melimpah inilah yang membuat Nusantara diincar penjajah penjajah terutama dari Eropa dulu Belanda hampir rela loh menukar Pulau Manhattan yang di New York sekarang sekarang menjadi bagian kota New York ditukar dengan pulau lundy kawasan Belanda yang saat itu milik Inggris itu semua supaya Belanda bisa memonopoli komoditas buah pala di Banda yang waktu itu buah harganya setara dengan emas Selain itu copy dari Pulau
Jawa juga mendunia sampai-sampai Secangkir Kopi hangat sempat disebut dalam bahasa Inggris sebagai cup of Java belum lagi kekayaan alam dalam bentuk kandungan di dalam perut bumi Nusantara mulai dari Emas Intan Permata sampai mineral dan hasil-hasil tambang lainnya kekuatan komoditas Indonesia bukan main-main waktu Indonesia baru merdeka kita merasa tidak punya apa-apa rakyatnya miskin ditindas ratusan tahun oleh penjajah rakyatnya nyaris semuanya
buta huruf tidak bisa baca-tulis tetapi para pendiri negara ini berhasil meyakinkan rakyat Indonesia bahwa dengan kekayaan alam kita Indonesia bisa bangkit menjadi masyarakat yang Merdeka setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia kekayaan alam kita menjadi modal untuk Indonesia menjadi merdeka dan terus maju nanti menjadi negara maju makanya hasrat untuk menjaga kekayaan alam kita ini diabadikan di dalam konstitusi Indonesia
wujudnya ada di undang-undang Dasar tahun 45 pasal 33 ayat 3 yang bunyinya bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat ini pasal 33 ini adalah prinsip yang paling mendasar yang harus dipegang dalam mengelola kekayaan alam kita tetapi apa yang terjadi kekayaan alam yang seharusnya untuk rakyat ternyata hanya dinikmati segelintir kelompok saja Ia
adalah masalah mentalitas yaitu mentalitas yang tidak bisa batau tidak mau berpikir panjang Pengen cepat untung dan untung sendiri saja Misalnya segelintir pedagang lebih suka mengekspor bahan mentah karena tari gampangnya saja Lalu nanti sesudah bahan mentah ini diolah di luar negeri barangnya jadi lalu kita impor kembali masuk ke Indonesia dan kita rakyat Indonesia menjadi konsumen barang impor itu disini pedagang jadi untung dua kali
tanpa harus susah payah berinovasi padahal Presiden Soekarno sudah sejak dulu sudah yakin sekali bahwa semua negara besar di dunia ini akan iri mengincar kekayaan alam milik Indonesia Dan suatu saat nanti kita akan mengolah kekayaan alam kita yang banyak ini kita sendiri maka itu Bung Karno sangat menjaga tidak pernah membiarkan begitu saja kekayaan alam Indonesia ini yang melimpah dikelola oleh ASI tetapi sayangnya setelah Bung Karno digantikan
oleh Pak Harto belum genap dua bulan jadi Presiden Pak Harto saat itu sudah meneken kontrak dengan Freeport Bahasan tentang kekayaan alam kita adalah untuk kesejahteraan rakyat memang topik ini sudah lama sekali disebut-sebut undang-undang Dasar 45 pasal 33 diulang-ulang sering seperti sebuah mantra tetapi baru pada era Presiden Jokowi Jokowi layang punya kemauan dan betul-betul berani mengambil langkah-langkah konkrit untuk
melaksanakan tugas mulia dari undang-undang dasar kita itu contohnya hita ini saya sudah lama ingin punya smelter smelter baru di jaman Pak Jokowi itu semua terwujud belum lagi soal pengambilalihan kepemilikan Freeport panjang berliku dan pastinya tidak mudah banyak yang menentang namun ujungnya Manis Akhirnya setelah 51 tahun bayangkan 51 tahun akhirnya Indonesia bisa memiliki saham mayoritas perusahaan tambang emas terbesar di bumi Papua itu
jadi Keputusan Presiden Jokowi untuk mengutamakan suplai batubara buat rakyat Indonesia ini adalah wujud konsistensi Jokowi dalam Memegang teguh prinsip dasar UUD 45 Pasal 33 bahwa sumber daya alam Indonesia itu bukan milik asing atau swasta tapi milik rakyat Indonesia dan harus dimanfaatkan akan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat kita sendiri jadi soal batubara Ya sudahlah ya Presiden Jokowi sudah menjewer para pengusaha nakal yang sebelumnya sempat
berlaga agak pura-pura lupa memenuhi kewajiban menyusup Lay batubara untuk kebutuhan dalam negeri mereka lupa bahwa mereka itu cuma numpang usaha sebetulnya negaralah yang memberi izin untuk mereka sehingga mereka bisa menambang berbagai kekayaan alam kita karena hakekatnya kita tahu batubara itu yang milik rakyat Indonesia sehingga pentingan rakyat Indonesia yaitu salah satunya listrik yang terus menyala harus diutamakan dibandingkan keuntungan sesaat menjual
batubara di luar negeri Karang kita tengok komoditas lain yang juga bisa diolah lebih lanjut mungkin ada pertanyaan Memangnya kenapa sih kita susah payah mengambil alih Freeport kenapa kita ini kepingin banget membangun smelter smelter kan bukannya kalau kita jual barang mentah ujung-ujungnya kan kita dapat duit juga nah ini semua kita kembalikan lagi ke UUD 45 Pasal 33 dengan menambang komoditas mentah lalu langsung dijual ke
luar negeri apakah itu sudah berarti memanfaatkan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat tentu belum karena itu cuman ngambil dari dalam bumi lalu dijual kalau yang kita cuma jual barang mentah nya saja yang jadi Makmur yang jadi kaya raya ya cuman segelintir elit saja hanya mereka-mereka ini yang memiliki usaha tambang merekalah yang jadi kaya raya api bayangkan kalau misalnya bijih-bijih nikel ini tidak dijual begitu saja sebagai bahan mentah
tetapi biji biji nikel ini diproses dulu di smelter semester menjadi berbagai macam produk yang nilainya harganya lebih tinggi lebih mahal tentu kita akan untung lebih banyak juga yang tidak kalah penting tenaga kerja bisa terserap lebih banyak lagi dan ini semua untungnya lebih besar buat Indonesia bukan segelintir pengusaha pemilik tambang saja apalagi kalau kita sudah menguasai sebuah industri sampai ke hilir bisanya dari nikel sampai
pembuatan baterai lithium jumlah tenaga kerja yang terserap tentunya akan jauh jauh lebih banyak berkali-kali lipat dunia pun sedang butuh butuhnya produk baterai ini sehingga pemasukan buat negara pun akan berkali-kali lipat kalau hasil tambang langsung diekspor sebagai bahan mentah pendapatan negara bisa saja naik tetapi nah ini yang penting ketimpangan juga akan naik ketimpangan sosial-ekonomi akan bertambah itulah yang terjadi di periode-periode
sebelumnya bingung Presiden Jokowi ekonomi naik tetapi ketimpangan juga naik atau biasa disebut sebagai gini ratio yang juga naik artinya kesejahteraan tidak merata inilah yang ingin dihindari oleh Presiden Jokowi hasil pembangunan dan kekayaan alam harus bisa dinikmati oleh sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia jangan hanya dinikmati oleh sekelompok elit saja memang yang sekarang sedang menjadi
perhatian dunia adalah keputusan Presiden Jokowi untuk menunda ekspor batubara tetapi yang sedang terjadi sebetulnya bukan cuman soal batubara saja seiring dengan pengumuman penundaan ekspor batubara Presiden Jokowi juga mengumum Kanada 2078 izin usaha pertambangan yang dicabut bayangkan 2078 izin dari 2 Wu 78 izin Pertambangan itu hanya 203 izin yang merupakan pertambangan batubara lalu sisanya apa
Sisanya adalah izin untuk Pertambangan bermacam-macam mineral baik logam atau nonlogam yang totalnya seluas 2,2 juta hektar Tambak bayangkan 2,2 juta hektar Tambak selain itu kita juga tahu sejak tahun 2020 Indonesia sudah memberhentikan ekspor nikel sampai-sampai Uni Eropa kalang kabut karena Presiden Jokowi tidak mau disetir oleh mereka dan ini semua baru awalnya saja kedepannya dunia akan meributkan supply hasil tambang lain misalnya boxy
tembaga dan lainnya karena Semua ekspor bahan mentah nya akan ditutup oleh Jokowi sekarang dunia sedang mengalami perubahan-perubahan yang besar dan Indonesia adalah salah satu pemain yang mendorong perubahan besar tersebut sudah lewat masanya Indonesia jadi hanya penonton di pinggir lapangan semakin kita mendekati menjadi Indonesia maju akan semakin sering kita berhadapan dengan negara-negara besar sebagai lawan main yang kedudukannya setara Semoga
kita bisa terus konsisten dan semakin berani dan bisa memanfaatkan kekayaan alam kita untuk kesejahteraan dan kemajuan Indonesia seperti biasa kalau ada saran TOPIK untuk Saya bahas Silahkan di post di kolom komentar di bawah Sekian dari saya sampai jumpa di episode selanjutnya Jangan lupa untuk terus optimis sambil tetap rasional [Musik] hai hai
Comentarios
Los comentarios aún no se han cargado.