Denny Siregar: JOKOWI BISA DIPANGGIL KE MAHKAMAH KONSTITUSI ‼ (Gaspol #269)

Denny Siregar: JOKOWI BISA DIPANGGIL KE MAHKAMAH KONSTITUSI ‼ (Gaspol #269)

2045 TV

yangdanmahkamahkonstitusipemiluitusidangkarenamenterinegarainiuntuk

180,2 k
visualizaciones
7,3 k
Me gusta
28
No me gusta (est.)
4.0 %
👍 / 👁
08:02
Duración
3 avr. 2024
Publicado
741
palabras
id · automáticos
Subtítulos

Los «no me gusta» son una estimación del proyecto Return YouTube Dislike, ya que YouTube dejó de publicarlos. returnyoutubedislike.com

Transcripción completa

Berdasarkan hasil rapat e yang mulia para hakim tadi pagi yang pertama yang perlu didengar oleh Mahkamah adalah saudara Muhajir eendi menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan Republik Indonesia Kemudian yang kedua bapakang menteri koordinator bidang perekonom tiga Ibu Sri Mulyani Indrawati Menteri

Keuangan empat Ibu Tri Risma Harini Menteri Sosial dan lima dari dewan kehormatan penyelenggara pemilu sidang di Mahkamah Konstitusi yang tadinya kita kira akan berjalan dengan membosankan ternyata bisa menjadi tontonan yang menarik salutlah buat tim 01 dan 03 yang mampu menyajikan saksi-saksi ahli yang bikin kita jadi menyimak apa saja bentuk-bentuk

kecurangan yang terjadi selama Pemilu 2024 ini dan menariknya penonton tidak disibukkan dengan angka-angka saja seperti sidang di Pilpres sebelumnya yang bikin bosan tetapi sidang kali ini memang difokuskan pada model kecurangan yang TSM atau terstruktur sistematif dan masif sehingga menarik mendengarkan Bagaimana proses kecurangan itu berjalan dan enggak tahu kenapa saya itu punya firasat yang bagus dengan Mahkamah Konstitusi kali ini susunan komposisi

hakim-hakim mahkamah konstitusi dengan Ketua mk-nya sohartoyo membuat saya rasa punya harapan besar bahwa Mahkamah Konstitusi kali ini berbeda dengan Mahkamah Konstitusi ketika dipimpin oleh pamannya Gibran Anwar usutsman sebagai catatan ya ketua MK suhartoyo yang menjadi pimpinan sidang itu sempat menangis ketika dilantik menjadi ketua menggantikan Anwar Utsman sohartoyo pada waktu itu merasa bahwa Mahkamah Konstitusi kehilangan maruah

dan kehormatannya sebagai lembaga hukum tinggi negara dan menjadi bulan-bulanan ejekan warga sebagai mahkamah keluargalah mahkamah kalkulatorlah dan ejekan-ejekan lainnya dan suhartoyo terlihat punya tekad untuk mengembalikan Marwah mahkamah supaya tetap dipercaya masyarakat Indonesia di tengah gelombang ketidakpercayaan yang seperti tsunami melanda tapi apakah mungkin misalnya nih Mahkamah Konstitusi kan hasil pemilu 2024

ini kita memang enggak punya sejarah itu tetapi saya mencatat bahwa di seluruh dunia pernah terjadi empat negara di mana mahkamahnya akhirnya membatalkan hasil pemilu karena terbukti ada kecurangan yang TSM yang pertama tahun 2017 lalu di Kenya mahkamahnya membatalkan hasil pemilu di mana peta hananya menang karena terbukti peta hananya menggunakan fasilitas negara untuk mengintervensi pemilu di tahun

2019 pemilu di malawi akhirnya harus diputus ulang oleh Mahkamah karena kecurangan yang luar biasa eh karena petah hananya itu juga kembali curang tahun 2019 juga di Bolivia Pemilu diulang oleh Mahkamah meski presiden Bolivia sebagai peta Hana menang satu putaran ketika bukti-bukti kecurangan semak terbuka dan terakhir tahun 2004 di Ukraina terjadi juga pengulangan Pemilu karena terbukti

curang pembatalan pemilu di empat negara itu adalah sejarah-sejarah baru buat mereka karena seperti Indonesia negara-negara itu belum punya sejarah pemilunya diulang tetapi negara-negara seperti Kenya bolovia eh malawi dan Ukraina berani dengan segala risikonya membatalkan hasil pemilu karena memang terbukti curang dan apa yang dilakukan oleh Mahkamah di empat negara yang membatalkan hasil pemilu karena terbukti curang itu bisa

jadi ee referensi untuk mahkamah konstitusi kita di Indonesia untuk berani melakukan hal yang sama jika memang Pemilu 2024 terbukti melakukan kecurangan yang terstruktur sistematif dan masif mungkin inilah waktunya negara kita dipimpin oleh Mahkamah Konstitusi pimpinan Hakim soehartoyo menulis sejarah baru dalam demokrasi Indonesia dan kalau hakim-hakim di MK itu berani tentu Indonesia yang sekarang ini menjadi sorotan dunia internasional akan

dijadikan sebagai patokan Bagaimana demokrasi berjalan tanpa keberpihakan yang tambah menarik adalah dikabulkannya permintaan oleh Mahkamah Konstitusi untuk menghadirkan menteri-menteri di sidang mahkamah konstitusi terutama mereka yang bersentuhan langsung dengan Bansos yang dianggap mengetahui proses pembagian Bansos itu mereka adalah Tri Rismaharini Menteri Sosial Sri Mulyani Menteri Keuangan air langangga Hartarto Menko

ekonomi dan muhajirendi Menko pembangunan kemanusiaan menteri ini sudah dikirim surat oleh Mahkamah Konstitusi dan mereka Wajib hadir untuk menjelaskan kepada hakim dan kepada publik apa yang terjadi di pemilu 2024 berkaitan dengan pembagian Bansos dan tambah menarik ketika ada permintaan juga kepada Kapolri untuk hadir di sidang mahkamah konstitusi juga permintaan untuk menghadirkan Megawati

sebagai ketua umum PDI Perjuangan dan bisa jadi ujungnya nanti Presiden Jokowi akan dipanggil untuk menjelaskan semua yang terjadi karena para menteri yang dipanggil ini adalah para pembantunya yang pasti semakin ke sini sidang di Mahkamah Konstitusi jadi menarik dan tidak membosankan meski mungkin KPU bawaslo dan pengacaranya 02 bosan sehingga mereka sempat ketahuan tidur di ruang sidang Harapan itu masih ada kawan meski

hanya secercah saja tetapi apapun hasilnya kita mendoakan yang terbaik karena sidang ini poin utamanya bukan menentukan siapa yang kalah dan siapa yang menang tetapi sebuah edukasi buat anak negeri tentang bagaimana berjalannya proses demokrasi jadi kita ikuti terus sidang mahkamah konstitusi karena aktor-aktor utama akan segera muncul dan membuat sidang menjadi lebih menarik dan tajam [Musik]

Gaspol thanign

Capítulos

  1. 00:00Introducción
  2. 02:02Mahkamah, Pemilu, Yang
  3. 04:03Yang, Negara, Mahkamah
  4. 06:02Yang, Sidang, Untuk

Etiquetas

Este vídeo no tiene etiquetas.

Comentarios

Los comentarios aún no se han cargado.

← Volver a las herramientas