Pangeran, Mingguan: Komedi Kok Menyinggung?

Pangeran, Mingguan: Komedi Kok Menyinggung?

Asumsi

kitayangenggakituadainikalaugituguajadiorangapa

1,8 M
visualizaciones
34,6 k
Me gusta
982
No me gusta (est.)
1.9 %
👍 / 👁
42:57
Duración
10 déc. 2019
Publicado
6,5 k
palabras
id · automáticos
Subtítulos

Los «no me gusta» son una estimación del proyecto Return YouTube Dislike, ya que YouTube dejó de publicarlos. returnyoutubedislike.com

Transcripción completa

[Musik] Halo, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Thank you masih bersama-sama dengan kami di sebuah petang yang begitu berbahagia ini. Kita ya ketawa bagus, kita butuh ketawa. Soal soalnya hari ini kita mau ngobrol-ngobrol sama dua orang yang menurut saya eksplosif ya. Ini dalam segmen Pangeran Mingguan. Ini sebuah acara sebuah flagship programnya asumsi sebenarnya. Nama saya Pangeran

Syahan by the way, founder and CEO of Asumsi kalau ada yang belum tahu. Eh, jadi ada dua orang yang mau kami panggil sekarang ke depan. Choki Pardon Muslim. Silakan Choki dan Muslim. Halo, Pak. Lama kita enggak bertemu. Apa kabar? Apa kabar? Udah lama kita enggak bertemu nih. Baik, baik, baik. Sebenarnya aduh gua ngomong gue lu aja enggak apa-apa

ya? Enggak apa-ap lah. Boleh, Bang. Enggak, gua enggak ngomong ke lo. Gua ngomong ke mintain positive. Iya. Ee jadi gini. Jadi waktu waktu namanya lu berdua dipropose kan minta sama gua. Gimana nih, Bang, kalau choki sama muslim? Ah, udah enggak apa-apa. Masukin aja.

Paling enggak diapprove sama Jasindo gitu kan. Oke. Terus ternyata diapprove. Gu mau nanya, "What you thinking, guys." Heeh. Em, jadi lu tahu enggak seharusnya kita mau ngomongin apa pada hari ini? Lu suruh muji-muji Jasindo katanya. Betul, betul. Sudah paham lah. Ya sudah paham. Tapi di antara selingan, di antara

pujian-pujian itu kita akan ngobrol gitu kan. Tapi sebenarnya ujung-ujungnya pujian dulu kan. Ada. Tapi sebelum kita puji jasind sih, gua juga pengin memuji kantor BUMN ini. Tepuk tangan dulu untuk kantor BUMN ini benar-benar binika tunggal ika. Karena di akhir tahun jarang yang pakai lentera Cina seperti ini. Oh. Belum ya? Belum.

Belum. Ini sudah duluan. Luar biasa sekali. Memang bineka tunggal ika. Head of the game. Memang. Betul. Oke. Ee aduh nih susah ngomong banyak pantangannya katanya. Jangan ngomong macam-macam. Gimana? Betul. Jadi tadi tadi gua dibrief. Tadi gua dibrief eh Mas Choki, Mas Muslim kalau bisa jangan ngomong ini, ngomong ini. Dan sampai akhirnya kita menyimpulkan kita dibayar untuk diam

sebenarnya. Saling ngundang orang gitu ya. Salah ngundang orang sebenarnya. Cuman oke let's start ini deh. Slowly dulu ya. Kita mulai yang kecil-kecil dulu aja. Jadi emm lu kan berdua sebenarnya komedian ya. Dan gua gua udah kenal sama mereka berdua udah lama gitu. Dan makin lama emang makin lama emang makin gawat. Iya. I emang dulu kan enggak gini-gini amat

kan. Tidak gini-gini amat kan. Apa tuh pencerahan yang membuat lu merasa untuk crossing to the dark side gitu? Oke. E mau itu gua dulu. Jadi sebenarnya kalau kita ngomongin tentang komedi, basic komedi itu adalah eh at least buat gua ya karena setiap orang punya alasannya sendiri berkomedi. At least buat gua

selama gua melakukan perjalanan menjadi seorang standup komedian, salah satu sumber komedi yang paling enak buat gua adalah keresahan. Dan kebetulan aja belakangan ini keresahan gua dan mungkin teretan muslim adalah kebetulan hal-hal yang cukup sensitif. Jadi sebenarnya gua sih merasa gua tidak crossing ke darkside sih. Gua merasa gua cuman membicarakan yang belakangan ini menjadi keresahan gua yang kebetulan ternyata

keresahan gua ini adalah hal yang cukup tabu untuk diucapkan di beberapa tempat gitu. Kalau gua sih begitu yang akhirnya gua ngerasa ya buat gua ini harus diomongin, buat gua ini lucu, gua harus ngomongin ini. Jadi bukan ada maksud untuk saya ingin terlihat. Enggak sih. Karena menurut gua itu itu hal yang meresahkan aja buat gua dan gua akhirnya itu sebenarnya something very personal berarti ya buat lo ya.

Iya something very personal gitu. Nah ini dalam salah satu dalam salah satu risetnya asumsi nih ya. Jadi ternyata asumsi bisa juga risetnya. Iya cukup dalam loh. Gua sempat lihat. Oh cukup dalam. Cukup dalam. siapapun timnya tepuk tangan untuk kalian luar biasa kalian pasti punya banyak sekali waktu kosong ya enggak sih mereka emang dibayar buat itu.

Oh iya itu gue yang bayar lagi. Ini benar ee di sini ee Coke sempat bilang katanya lu kan bagian dari MLI berdoa ya. Yes. Majelis Lucu Indonesia. Majelis Lucu Indonesia. Nih ee katanya MLI itu hadir sebagai bentuk e keresahan sebagai jawaban karena beberapa studian menilai humor yang para pelawak di Indonesia tuh terlalu homogenik gitu. Maksudnya

homogenik itu apa? Nah, ini menarik selain sama bandnya. Iya. Heeh. Waduh. Waduh. Yang ketawa jadul banget tuh. Anyway, maksudnya homogenik tuh media mainstream cuman menyediakan jenis komedi tertentu pada saat itu ya. Ee ee media mainstream tuh hanya menyediakan tempat prime time untuk beberapa jenis komedi tertentu.

Gimana tuh? Misal let say misalnya slapstick bukan ada yang salah dengan komedi itu. Enggak. Enggak ada yang salah dengan komedi itu. Let's say slapstick atau apa, enggak salah dengan komedi itu. Tapi kebanyakan media mainstream itu menyediakan platform untuk jenis-jenis komedi yang seperti itu. Sehingga seolah-olah tidak ada gener. Seolah-olah masyarakat tuh tidak dikasih tahu bahwa selain komedi seperti itu ada

loh eh sarkasm, ada loh eh dark dark dark dark dark dark dark dark dark dark jokes gitu, ada loh insult comedy gitu. Nah, jadi sebenarnya kenapa waktu itu gua bilang homogenik tuh karena kecenderungannya sama. Kalau misalnya kita lihat acara TV kan basically namanya aja yang beda tapi intinya basically sama kayak joget subuh-subuh atau misalnya gombal bapak kamu gitu. Enggak ada yang salah dengan itu. Tapi

karena semua stasiun TV di jam prime time-nya menyediakan jenis komedi gitu, efeknya adalah masyarakat kita jadi kekurangan referensi bahwa di luar sana ada komedi-komedi lain. Sehingga pada saat ada komedi lain yang muncul, mereka merasa loh ini tidak seperti komedi yang kami tahu. Anda yang Karena sebenarnya komedi itu jendrenya ada banyak kalau menurut saya gitu sebenarnya. Ya, emang setuju sih. Namun lu bisa

lihat gini juga enggak bahwa kalau kita ngomongin YouTube gitu misalnya. Jadi dulu kita berpikir, "Ah, ini TV Indonesia ini tidak memberikan banyak referensi, betul, tidak banyak pilihan kepada audiens-audiens di rumah gitu kan." Tapi lo lihat YouTube, lo lihat yang training isinya TV semua kan. Itu ada jawaban yang menarik tahu? Ada. Gimana? Gimana? Mungkin tritan

muslim bisa menjawab itu menarik ya. Enggak. Ee bedanya dulu gini, kita dulu mungkin ya YouTuber tuh bersaingnya sama Reza Arab, sama Yonglek Candra Liiau. Kita sekarang bersaingnya di YouTube sama apa? Ruben Family, Baim Paula, terus apa? Sungkar Family. Nah, ini yang menurut kami jadi kok hafal saya nonton begitu ya. Dan yang paling pasti selaluending trending itu Rocky Gerung. Wah, itu hampir selalu trending. Dan ini yang membuat ee apa budaya

YouTube tuh agak beda, Bang. Jadi ini awal penonton TV yang nonton drama, yang chattingan, yang harus saya nonton TV, yang nonton Rumah Uya bilang aja nonton rumah Uya yang percaya rumah Uya asli itu ada loh, Bang. Orang-orang desa Jawa Tengah, Bang. Ada, Bang. Ada ada ya. Oke, ini budaya penonton TV dibawa ke YouTube. Jadi, orang-orang yang tadinya nonton TV ke YouTube itu merasa, "Wah, YouTube seperti ini." Bahayanya adalah

selain kita susah trending, begitu ada konten-konten yang break through misalnya kita tiba-tiba muncul bahas ee sesuatu yang tabu atau ee berbeda dari yang lain, mereka marah-marah sama kita, "Bang, kenapa YouTube seperti ini? Anda yang ngapain di sini? biasa nonton M aja nonton YouTube. Paling begitu sih budaya budaya penontonnya berbeda. Jadi ada psikologi yang berubah karena para sebenarnya ini juga enggak salah

artis jadi YouTuber tuh enggak salah itu hak semua orang. Enggak ada undang-undang yang melarang artis untuk jadi YouTube. YouTuber tuh enggak ada. Cuman tanpa sadar yang mereka lakukan adalah mereka bikin konten TV di YouTube sehingga akhirnya psikologi penonton YouTube sedikit demi sedikit mulai bergeser. Kalau sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu YouTuber itu adalah tempat di mana orang yang tidak diterima di media mainstream masih bisa

bersuara. Sekarang sudah tidak diterima di dunia mainstream tidak diterima juga di YouTube. Jadi kalau menurut lo eh mereka yang domainnya tadi di TV ini apa kira-kira motivasi yang mereka ada di YouTube juga? Karena mereka melihat peluang sepert, Bang. Melihat Adsense mungkin. Adsense sih kayaknya.

Iya. Karena Baim Wong di TV juga syuting kagak ya kan. Lu Cinta Luna. Lu cinta Luna tuh apa sampai sekarang kita enggak tahu bukan siapa dia apa dia dari mana makhluk itu tiba-tiba dia enggak ngaku sampai sekarang lancar terus. Ada lagi Barbik Kumulasari. Saya nontonin semua cok. Kesal tapi ditonton. Kenapa saya nonton ini ya? Begitu yang mereka enggak bisa bikin apa-apa di YouTube. Sinetron enggak diajak syuting apa diajak syuting.

Mbak Imbuang masih berkarya lah. Tapi udah enggak ada, Bro. Sinetronnya, Bro. Iya, iya, iya. Tapi masih ada film lain makanya mungkin mereka karena merasa waduh enggak ada job di TV nih. Seperti ada YouTube. Nah, mereka tiba-tiba ke YouTube Siren Sungkar Family. Iya. Enggak ada, Bro, di TV, Bro. kan sudah hijrah. Terus kalau misalnya gini kayak yang

tadi lu bilang tadi ya, yang ada di yang tadi ada di TV sudah enggak dapat tempat pindah ke YouTube. Pertanyaan yang ada di TV siapa? Kalau gitu biasanya mereka tuh tag team tim aja, Bang. Gini jadi lucita Luna kan enggak bisa ngapa-ngapain di TV, di seluruh dunia juga enggak bisa ngapa-ngapain ya. Tapi jadinya diundang-undang doang, Bang. Kayak Luna, Barb, Kumalasari itu kan gak bisa nyanyi, enggak bisa sinetron, enggak bisa

dia bisa dia keluarin album Jazz loh Barb Kumar matamu Jess dia doang yang ngerasa suara gue jazy gitu jazy Uganda kayaknya begitu anjing itu kayak bergunjing ya jadi breda caranya gitu ya mereka karena enggak bisa bikin karya apa yang di TV ya paling ee Uya Kuya Indra Bakti dan lain-lain mereka nih Berb diundang di sini di YouTube juga ada gitu-gitu aja terus, Bang. Atau di YouTube itu konten TV yang dipotong

dipasang ke YouTube ya. itu paling sering. Atau kalau misalnya kita mau mau butuh bukti konkret seberapa TV kah sekarang? Gua kan bawa HP nih. Coba aja kita lihat pada saat video ini disyuting apa top 10 trending YouTube Indonesia saat ini. Ya, coba kita cek untuk melihat seberapa TV sih sekarang YouTube. Apakah YouTube sekarang sudah ee menjadi Oke. Ee nomor satu. Oh, enggak ini PUBG nih.

PUBG PUBG masih digital digit dig. Nomor dua ini potongan dari RCTI, Indonesian Idol. Indonesian Idol. Apakah itu TV menurut Anda? Sudah jelas. Sudah jelas. Ketiga, Korea. Selalu ada di mana-mana. O, o ada jajah negara kita enggak ada yang sadar. Kalau Cina baru ramai kita jogetnya.

Iya. Kalau Korea enggak ada. Nah, yang keempat silakan. Itu si Ulta Hata Halilintar. Ultah Atah halilintar. Ini konten deep web ya. Kenapa ulang tahun ada halintar dip harus pakai tor browser ya sama paling sering ini horor-horor banget. Iya iya ini nomor lima ada potongan dari Trans TUJ

Oh Bana ya itu Bana terus Julna Risa Julna Risa horor. Horor mah klasik lah pasti trending. Horor dan AT Ahli Lintar dan Korea pasti trending. Ini gosip klarifikasi Agnes Mo soal darah Indonesia. Gosip yang basically ini acara TV. Acara TV. Acara TV ya. Clash of Clans digital. It's ok. Thailand 02 SEA Games Official RCTI. Nomor 10 nih. Iya.

Brownies si juragan ayam enggak bisa masak ayam gitu loh. Nomor 10, Bang. Kita bikin konten sampai mengorbankan nyawa loh. Sampai beropini-opini kalah sama Rubenu enggak bisa masak ayam. Itu yang menjadi ya kalau dibilang kesal ya kesal. Jadi, lu kalau lihat lu putus asa atau lu merasa tertantang sih untuk kan lu kan harus harus harus nge-treat a di market lo gitu kan. Lu tuh tertantang atau ya udahlah gua udah malas gitu.

Kita tertantang dan memang ini hukum alam sih menurut gua hukum alam di mana segala sesuatu yang sudah tidak eksklusif lagi sudah pasti jadi Allah ya. Itu hukum alam yang enggak bisa kita enggak bisa kita lawan gitu. Dan tantangan buat konten konten kreatif sekarang adalah ya kita harus cari cara bagaimana untuk menembus ee apa ya mainstream apa namanya ya sesuatu yang mainstream saat ini gitu yang kita enggak mengeluh cuman kita berpikir

lebih keras aja bagaimana caranya untuk stay relevan di di di soalnya kalau cari platform baru lagi juga agak susah Bang I masa mau dibigo live kita atau di Tan ya kan enggak bisa TanTan apaan ada lagi ya ada, ada Tinder Underground anjir tantan tuh apaan sih

T itu dari nama aja udah udah enggak di tiket baik tuh namanya ada kenapa bahas Tante Bro ok boleh dicatat Tante nanti. Nah ee terus kalau semua yang hadir di sini sering lihat Toki sama Muslim kan mereka suka banget roasting orang ya. Yes. Apa sih beda roosting sama emang straight bullying aja gitu loh. Emang cengcengin orang sampai orangnya tertekan. itu pertanyaan menarik banget

sih karena ee untuk komedian sih kita tahu bedanya tapi kan enggak semua orang ngerti ya. Jadi basically kalau acara roasting, kalau misalnya ada acara roasting misalnya roasting si A, acara roasting itu biasanya dilakukan atas permission orang tersebut. Kalau dari Majelis Lucu Indonesia misalnya kita bikin acara roasting, kita ketemu dulu dengan orang yang akan kita roasting dan kita tanya apa yang off limit buat lu? Biasanya

nanti mereka akan bilang yang off limit buat gua adalah bokap gua, nyokap gua. Udah, udah kita akan bikin materi ee semua materi kecuali yang dia bilang of limit. Itu yang pertama. Terus yang kedua, roasting itu basically bukan tanda kebencian kita kepada orang tersebut. Kalau dalam ee dunia komedi kita ada istilah bahasa Indonesianya kita hanya merosting orang yang kita cintai. Karena pada saat kita merosting orang tersebut kita mengeluarkan effort

loh. Kita harus research, kita harus bikin materi, kita harus bikin setup, bikin punchline. Yang mana kalau kita benci dengan orang ini, kita enggak akan peduli dan kita tidak akan mengeluarkan waktu atau research atau tempat untuk ngomongin tentang dia. Itu roasting dalam konteks acara. Kalau misalnya gua dan Tritan Muslim bikin konten terus kita membicarakan seseorang, itu sebenarnya bukan roasting, itu adalah freedom of speech.

Karena buat kita berdua saat seseorang mengeluarkan kontennya di sosial media itu berhak untuk kita komentarin. Karena kalau el bikin konten, lu lempar di sosial media dan elu konten lu dikomentarin, simpan saja di kamar Anda kontennya. Karena ya itu bagian dari freedom speech. Anda tidak bisa mengkontrol apa opini orang terhadap konten Anda gitu. I ini juga yang sering dari pertanyaan ee di tahun lalu kan kita sering

ngrosting Atta Halilintar ya. Bukan merosting membicarakan. Membicarakan. Apakah itu tanda kecintaan kita? Tidak dong. Nah kalau itu ya seperti kata Choki dia kan sudah lempar konten ya. Kalau kita tuh paling batasannya meskipun tanpa persetujuan AT ya paling kita tidak membahas kayak keluarganya kita tidak personal kontennya yang kita bahas apa mukanya

mirip kiwil misalnya enggak sama sekali enggak membahas paling kita bahas ee kontennya gitu jadi kita merasa kalau di itu bullying e itu karena akan sangat akan sangat award gua yakin loh setuju akan sangat award apabila sesama konten kreator dilarang membicarakan kontennya ya komoditas Apa itu? Kalau misalnya kita konten kreator nih, terus kita datang nih konten kreator, tapi jangan ngomongin konten saya ya. Ya, ngomongin

apa kalau kita tidak memulai diskusi di mana kita mempermasalahkan atau ya paling enggak kita bebas lah komentarin konten orang pada saat dia berani melempar konten itu gitu ya. Paling tidak itu menurut pernah ada melakukan hal yang sama enggak kalau berdua? Ada, Bang. Ada banyak ya. Waktu itu akun Instagram namanya Hit. Jangan langsung jangan langsung raja

terakhir dong gitu. Enggak. Kalau dari konten lain sih, konten kreator lain sih ada sih beberapa coki ya. He. Tapi mungkin enggak seviral saat kita nyerang. Intinya sih sebenarnya kalau menurut kita berdua komedi itu sesuatu yang subjektif gitu dan setiap orang berhak untuk merasa ini tidak lucu, ini lucu gitu. Makanya gua percaya tidak ada

komedian paling lucu di dunia karena selucu-lucunya seorang komedian pasti ada yang menganggap dia tidak lucu. Jadi menurut kita sih setiap orang berhak men-judge komedi setiap orang lain sih. Kita kemarin pas yang di Solo ada acara rosting ikutan juga berdua. Ikutan ikut. Iya. Ee tahu enggak si di Solo kemarin ada

acara roosting. Gua tuh lagi ada di Solo tuh tapi gua enggak datang. Oh, I see. Lagi Solo. Solo yang dirosting anak presiden soalnya. Iya. Ada Kaisang dan Gibran ya. Nah, itu ee berterima kasih pada mereka berdua karena akhirnya kita bisa tampil di Solo. Karena tahun lalu saya dan Choki pada saat kasus memasak barang haram itu, itu kita enggak boleh ke Solo, Bang. Kita sempat ditolak tolak

tretan dan choki. Padahal itu turnnya Risbo. Ada komedian lain lah. Iya. Memang mereka kalau emosi enggak baca poster mungkin. Intinya gara-gara kemarin rasting Gibrang Kaisan itu kita bisa tampil di Solo untuk e jadi MC-nya kita ber. Tapi buat gua ya, pada saat seorang anak presiden mau untuk dirosting dan masyarakat Solo cukup menerima entah karena apapun yang

ada laras panjang. Tapi intinya pada saat anak presiden mau diosting dan masyarakat Solo juga cukup menerima menurut gua sampai taraf tertentu ada harapan buat masyarakat kita bahwa masyarakat kita sudah cukup naik kelas untuk bisa menerima freedom of speech dan untuk menerima mana yang bercanda mana yang tidak. Walaupun pada saat kita merosting Kaisang dan Gibran itu kita juga cukup deg-degan juga. Dan acara rosting anak presiden itu hanya

bisa terjadi di era ini. Karena kalau di orde sebelumnya apakah Anda berani? Acaranya ada, yang perform enggak ada. Hujan hujan maksudnya. Oke, gua masih punya banyak list pertanyaan nih. Ada yang asik-asik, ada yang enggak. Gua baca yang asyik-asyik aja ya. Ah, nih nih ni nih nih enak nih. Ada banyak komedian dan entertainer baik yang tunggal maupun yang bukan. Ya, apa sih enggak penting kalimatnya. yang yang ditangkap polisi karena diketahui

menggunakan narkoba atau obat terlarang. Iya. Menurut mereka obat-obatan tersebut dikonsumsi karena mereka merasa tidak memiliki ketenangan dalam hidup. Heeh. He. Gimana pandangan kalian soal ketenangan menggunakan gini, Bang? Kita tentang narkoba aja udah mau ditangkap polisi. Balagi dikasih narkoba enggak? Kalau di kalau ditanya ee ini

mungkin jujur ya memang komedian itu orang enggak tenang. Bang sebenarnya orang yang mungkin kalian lihat kita tertawa-tertawa tahu lah tahu. Jangan masalah komedian tuh sekarang ee hidupnya enggak tenang karena apa? Karena kita harus mencari materi terus gitu. Anda kalau ke Indomaret ya udah ke Indomaret. Kalau komedian bertanya kenapa kita suruh nyumbang? Kenapa PMI enggak kita sumbang

darah aja? Misalnya begitu kita selalu bertanya-tanya enggak tenang. Dan yang paling sering mungkin bikin komedian enggak tenang tuh kita kan biasanya lucu nih. Biasanya aja kan kadang tuh enggak ada yang bisa menghibur kita lagi, Bang. Misalnya, waduh berat ini filosofis nih. Iya. Soalnya saya saya merasa lucu sih gitu. Jadi kayak saat menonton teman-teman stand up tuh kayak aduh siapa yang menghibur saya? Orang-orang

ketawa-tawa. Saya pulang nangis lagi. Maksudnya kayak kalau ditanya apakah komedian tuh ada perasaan sedih? Ada, Bang. I. Jadi kayak karena siapa yang menghibur lagi? Sebenarnya komedian itu paling enggak buat buat kita ya pada saat kita berstand up itu karena stand up itu adalah dari keresahan. Tujuan kita sebenarnya bukan untuk menghibur sebenarnya tapi untuk men

membuat diri kita lega aja. Kebetulan kita sajikan dalam bentuk komedi dan kalian bisa tertawa. Tapi kalau buat gua dan Tretan Muslim dan buat teman-teman komedian lain terutama stand up komedian pada saat berstand itu lebih ke arah terapi untuk melepaskan apa saja yang selama ini menjadi keresahan buat kita gitu. Dan komedian itu benar. Karena mungkin kita pelaku komedi, kita tahu formula komedi. Ada setup, ada punchline, ada

callback, ada jenis-jenis teknik komedi. Pada saat kita menonton komedi tanpa sadar kadang kita jadi menilai, oh nanti habis ini pasti ada punchinen-nya nih. Oh, nanti habis ini pasti callback. Terus nanti ini jadi ke sini, ini jadi ke sini. Sehingga akhirnya tanpa kita sadari kenikmatan kita awal-awal menikmati komedi untuk hiburan itu jadi hilang. Makanya menurut survei kalau kalian lihat komedian itu akhir-akhirnya kalau enggak suicide bunuh diri,

alkoholik, o narkoba bunuh diri ya itu aja. Karena memang mereka menghibur orang lain tuh sebenarnya salah satu bentuk terapi mereka banyak banget kok. Jadi sebenarnya pekerjaan kita nih udah enggak terlalu kaya, bahaya juga dikejar-kejar orang gitu ya. Enggak, enggak semeriah yang kalian kira lah. Ada solusi yang lebih nyata enggak sih di mata Choki dan Muslim untuk hidup lebih tenang?

Sudah jelas dong asuransi terbaik di alam semesta. Bagus. Bagus. Ini yang sudah saya hafalin saat briefing tadi. Kalau jawaban salah gua suruh ulang soalnya jawabannya. Iya. Iya. Tenang. Sudah ada Jasindo. Jasindo ini jadi gini. kita kan pekerjaan kita kan banyak resikonya. Beresiko pekerjaan kita. Jadi kita perlu partner yang pandai mengurusi resiko.

Benar sekali. Dan tidak ada partner yang terbaik selain Jasindo. Tepuk tangan dulu. Jind luar biasa Jindo. Jadi kan bagian soal roasting, soal bully, kita sekarang ngomongin mental health segala macam. Orang lebih aware ya sama mental health. Tapi gue yakin lu, lu berdua kan model yang suka ngeceng-cengin orang just for the sake of it aja kan. Emang emang senang aja gitu kan.

Iya. Iya. Pernah ada yang jatuh korban beneran enggak sih? Kayak orangnya depresi atau diter enggak bisa ngapa-ngapain atau bahkan yang lebih ekstrem lagi gara-gara lu berdua nih? Ee saya sempat menduga Atta Halilintar ganti-ganti modal rambut gara-gara kita. Saya sempat menduga itu ya. Tapi ee yang yang kita tahu sepanjang ini belum pernah ada sih, Bang. maksudnya yang belum pernah ada juga

maupun secara langsung komplain ke kita atau lewat orang itu belum pernah ada yang sampai ee sampai drop atau apa tuh belum pernah ada. Tapi mungkin begini ee apa niat kita pada saat kita berkomedi itu adalah bukan karena kebencian. Niat kita itu adalah karena ingin membahas sesuatu yang kayak eleven iner room aja gitu. Misalnya contoh ada seorang artis tiba-tiba rambutnya pakai tujuh warna or whatever gitu. Itu kan sebuah sesuatu

yang kita pengin bahas gitu. Bukan karena kita benci dia, enggak ya. Kita pengin ngebahas itu aja gitu. Nah, yang jelas tujuan kita membahas itu bukan kebencian. Apa efek dari yang kita lakukan itu sudah di luar kontrol kita. Apakah akan ada orang yang sakit hati? Apakah akan ada orang yang tersinggung? Itu sudah di luar kontrol kita. tidak mungkin menyenangkan semua orang. Kalau batasan kita berkarya adalah untuk tidak menyinggung semua orang, kita enggak

akan pernah bisa berkarya. Jadi, paling tidak filter pertama yang kita lakukan niatnya jangan kebencian aja. Niatnya for the sake of ingin membahas itu. Cara ngebedainnya gimana? Mana yang bisa kebencian, mana yang enggak. Ya, kalau enggak bisa, enggak ada celah komedinya berarti kita sudah benci banget sama orang itu. Misalnya kita, kita bahas ini deh. Enggak benci doang nih. Saya kita pernah

mau bahas Yonglek enggak nemu-nemu, Bang. Dulu tapi sekarang sudah kenal. Oh, enggak baik kok gitu. Jadi beberapa bahas ini dong, bahas ini. Memang netizen nih agak brengsek, Bang. Betul. Requestnya tuh seram-seram. Bahas ini dong. Ada yang kemarin bahas kasus dong. Wah, wah, wah. Kadang-kadang orang keselamatan kita enggak penting bagi mereka. Yang penting

asupan komedi. Asupan komedi matamu. Ya, itu, Bang. Berarti e batasannya adalah kalau kita masih bisa eh ini ada komedinya nih. Ada komedinya. Ah, berarti masih karena kalau lu benar-benar benci sama seseorang, enggak akan keluar komedinya. Yang ada hanya hate aja. Hanya hate aja gitu. Berarti Kak Ata tuh serius di sering banyak yang nanya, "Bang, benci enggak Kak Ata?"

Enggak. Kita enggak benci loh. Enggak dong. Justru kelucuan dan adsense dari dia. Tapi sebenaran kita enggak benci, enggak ada masalah. Tapi memang kelakuannya sangat unik untuk dibahas. Betul. Masa sih enggak ada yang resa dari dia? Kan begitu kita ngomong, "Nah, benar kan norak kan rambutnya gitu." Jadi itu aja, Pak. Apa sih lo berdua kan emang

nyinggung-nyingung bahaya tuh sering ya? Tapi apa sih ketakutan terbesar dari lu berdua? Apa ya ketakutan terbesar kita sebenarnya? Apa ya? Heeh. Apa? Setelah merasakan ee diburu-buru ormas kemarin. Heeh. Kita malah makin berani, Bang. Enggak. Kalau ditanya ketakutan tuh yang

kita takut tuh misalnya kita bikin konten, kita mah semacam udah siap aja, Bang. Misalnya kita dipukulin orang, di penjara pun tuh sebenarnya sudah siap, Bang. Yang kita takut itu dampaknya. Takutnya ke orang lain, ke orang terdekat sebenarnya. Iya. Misalnya tiba-tiba majelis lucu dipaksa dibubarin atau stand up dilarang atau YouTube jadi dibatasin gara-gara siapa? Gara-gara MLI. Nah, itu yang kami

takutin, Bang. Kalau ke diri kita sendiri itu sebenarnya sudah siap dengan berbagai resiko sih. Karena kalau ada kasus lagi kita masih punya satu kartu as. Apa? Coki masih ada Bang ya? Masih bisa. Masih bisa di Korbusur sudah enggak bisa joki. Masih ada kartu AS kita. Betul

betul betul. Ya, benar sih, ketakutan terbesar adalah pada saat damage-nya jadi ke orang sekitar gitu. Karena kalau gua dan Tritan Muslim, kita memang sign up for this. Jadi, apapun yang terjadi ya ini yang kita tuai dari apa yang kita tabur gitu. Tapi kadang orang-orang di sekitar kita juga jadi kena ee dampak dari perbuatan kita. Tapi di sisi lain demi orang-orang sekitar juga kalau kita tidak melakukan apa yang kita suka, itu penderitaan batin juga buat kita, gitu.

Jadi memang itu adalah itu garis yang cukup susah untuk kita cari di mana kita bisa menyenangkan orang sekitar tapi di saat yang bersamaan juga kita tetap bisa mengeluarkan passion kita sebagai content kreator yang resah dengan hal-hal tertentu gitu. Itu menarik untuk dibicarakan. Tapi kita cari garis setengahnya. Kayak dia kan sudah menikah sekarang. Iya. Paling setelah menikah nih kayak pikir-pikir lagi masa istri saya

langsung janda. Paling ya memang setelah menikah mungkin itu kayak ada pertimbangan-pertimbangan gitu Bang. Tapi kita bukan berarti takut, Pak. Bukan berarti enggak sama sekali. Paling setelah kasus kemarin tuh memang kita agak lebih memperhatikan beberapa kalimat-kalimat dan keselamatan kita memang di tangan editor sih, Bang. Tapi keluarga sama orang tua lu kalau itu tahu enggak sih lu ngapain sebenarnya?

Nah, ini pertanyaan yang sangat menarik. Sebenarnya kalau masalah itu kayaknya lebih ke tretan muslim yang lebih. Karena gini, stand up komedi aja sebagai seni komedi sudah cukup kontroversial. Karena jangankan yang ng jangankan ke Sara ya, membahas mengenai bentuk badan apa sekarang sudah bisa ke body shaming apa. Jadi stand up comedi sebagai seni aja sudah cukup kontroversial karena banyak diperdebatkan. Teman saya yang satu ini dia lahir dari sebuah pulau

yang sangat maju sekali yang namanya Madura ya. Jadi kayaknya orang tuanya dia, dia yang paling sulit menjelaskan adalah teletan muslim karena keluarganya juga cukup konservatif. Tuh gimana? Keluarga saya memang cukup ee konservatif ya. I sampai suatu hari ibu saya tuh sering chat, "Kamu jangan sering berkumpul dengan orang-orang kafir. Jangan choki Josua terus carilah majelis ilmu yang Islam." gitu, Pak. Ya,

itu hanya untuk menunjukkan betapa konservatifnya. Enggak ada yang salah dengan tapi memang untungnya konten-konten MLI ini meskipun keras tapi kan bagi orang tua apa yang diomongin anakku. Jadi kayak mungkin kan tidak ngerti sarkasm, enggak ngerti apa gitu kan. Yang penting nak jangan narkoba ya. Siap salat tahajud ya gitu. Untungnya begitu. Tapi memang yang menjadi tantangan lagi

setelah saya menikah itu jadi tantangan baru Bang. Jadi ini true story. Jadi mertua saya itu enggak tahu kerjaan saya aslinya. Coba ini mama papamu enggak tahu aku apa gimana gitu. Kayaknya enggak tahu deh. Ditanya, "Mah, tahu kasus babi kurma?" "Enggak." Eh, udah enggak enggak usah enggak usah kasih tahu. Tapi yang mungkin ee setelah punya keluarga baru ini memang ya agak tricky juga sih, Bang. Maksudnya saya enggak bisa merubah konten jadi tiba-tiba

motivasi. Enggak bisa dong. Tapi ya paling yang harus saya langsung tunjukkan, saya juga bikin konten seimbangnya. Saya juga bikin konten sama Habib. Nah, gitu. Jadi ee muslim kerja apa sih? Nah, ini nih ceramah bersama Habib ya kan. Kalau yang sama dia jangan ditonton dong. Paling begitu sih. Ya paling orang tua sering masih titip sampai sekarang setelah kasus kemarin. Jangan bahas gimana enggak dibahas orang lucu

itu sih, Bang. Masih sering ada hati-hati. Hati-hati. Tapi untuk melarang jangan kamu paling Bapak saya jangan ngomong bangsat. Jangan ngomong bangsat. Ih ngomong bangsat. Enggak. Paling sering jangan suka ngumpat gitu. Harus diganti apa ya kalau kita marah-marah? C. Kalau dari keluarga gua sih enggak enggak enggak terlalu masalah. Cuman bilang ya itu jangan narkoba. Orang tua old school lah yang pikirannya masalah

terberat cuma narkoba. I jangan narkoba. Jangan narkoba. Mau ditangkap gara-gara menista. Menurut lo, lu bisa doing comedi itu sampai kapan sih? Apakah ini memang sebuah springboard untuk lompat ke stage berikutnya gitu atau emang ini sesuatu yang pengin lu lakukan sampai terus-terusan? Ya, ee kalau batu loncatan sih kayaknya enggak juga ya. Karena kita adalah orang gini, kita pengin aji mumpung. Pengin

haji mumpung pada saat lagi terkenal main film, pada saat terkenal bikin lagu. Tapi di saat yang bersamaan kita juga sadar kita enggak punya kapasitas untuk melakukan hal itu, gitu. Jadi apakah ini akan jadi batu loncatan untuk kita jadi pemain film atau kayaknya enggak. Karena kayaknya bakat kita itu cuman melakukan hal ini aja gitu. Jadi kayaknya kita akan terus melakukan ini sampai ya sampai kita enggak bisa melakukan ini lagi gitu. Dan kabar

menarik, kabar baiknya adalah untuk komedian gua rasa untuk komedian akan selalu relevan seumur hidup. Selama masih ada keresahan di dunia ini, komedi itu akan evolve bersama dengan zaman. Dia enggak akan pernah ketinggalan zaman. Dia enggak akan pernah basi. Karena senaya zaman maju itu keresahan juga akan berubah gitu. Jadi gua yakin gua dan teritan muslim juga sebagai orang yang cukup sering resah kita masih cukup positive thinking

bahwa ke depannya masih akan banyak kok sumber-sumber materi atau eh sumber-sumber komedi yang bisa kita bikin gitu. Kita sih akan tetap jadi komedian sih. Iya. Jadi ee kita pengin melakukan sesuatu melakukan banyak hal, Bang. Maksudnya kita bikin musik ya, musik yang komedi. Kita juga sekarang lagi masuk di dunia game jadi caster Dota esport. Ada yang nonton enggak caster Dota? Ya,

jangan ketawa-tawa doang, Mas. Anda main Mobile Legends seperti ni gitu game ya. Kita lucu-lucuan juga. Jadi selama kita bisa berkomedi di berbagai hal ya kita yakin masih bisa terus. Tapi apakah sampai selamanya? Ya asal enggak dibui aja sih. Kita pengin terus berkomedi sampai selama yang kita bisa, Bang. Gitu, Bang. Padahal kemarin waktu ada kasus itu gua mikir wah tretan sama cowok ini martir demokrasi kan tadi. Tapi ternyata enggak

baguslah. Waduh, waduh waduh. Iya. Ternyata. Jadi ee selain ini, selain hal-hal yang tadi udah jadi bahan Heeh. bahan keresahan lu, ada enggak sih hal-hal lain yang sebenarnya lu juga pengen ngomongin, tapi lu merasa kayaknya kalau gua ngomong ini kayaknya traction-nya tuh enggak segede gua ngomong hal yang lebih kontroversial deh gitu. Ada sih sebenarnya hal-hal yang

sebenarnya lebih ke unpopuler opinion aja sih. Ke unpopuler opinion bahwa sebenarnya terutama di Indonesia masalah ketersinggungan sih sebenarnya kalau buat kita berdua ya ini unpopular opinion jadi teman-teman enggak harus setuju. Tapi kalau buat kita berdua ketersinggungan itu sebenarnya diambil bukan dikasih. Lu pasti sudah tahu bahasa Inggrisnya

adalah offense is taken not given. Gitu. Misalnya contoh gua bilang statement kan tretan eh tretan muslim jelek. It's a statement. Yang memutuskan untuk tersinggung atau tidak itu tretan muslim. Jadi gua dan tratan muslim punya opini ketersinggungan itu diambil bukan dikasih. Dan sayangnya menurut kita berdua di Indonesia ini seolah-olah banyak orang yang tidak punya kemampuan untuk memilih untuk tidak tersinggung.

Seolah-olah orang di Indonesia itu tiba-tiba kalau ada statement yang tidak mau mereka dengar jadi auto tersinggung. Mereka lupa bahwa sebenarnya mereka punya otoritas dalam dirinya untuk memilih untuk menjadi tidak tersinggung. Tapi kenyataannya di Indonesia enggak ada istilah memilih untuk tidak tersinggung. yang ada istilah auto tersinggung diparah dibikin parah lagi di Indonesia mindsetnya tuh begini pada saat kita tersinggung otomatis kita

menjadi benar. Yang menurut kita berdua itu konyol tersinggung dan kebenaran it's a two different thing menurut gua kita bisa tersinggung tapi pada saat kita tersinggung belum tentu kita benar. Itu unpopular opinion guadan tretan muslim yang kalau kita omongin juga kayaknya enggak akan ada orang yang peduli sih. Dan kita sebenarnya semangat dari komedi kita tuh sebenarnya itu freedom of speech di mana kita bisa memilih untuk menjadi tidak tersinggung.

Sekalipun kita tersinggung karena satu statement enggak apa-apa. Tapi kalau kata Panji ekspresikanlah ketersinggungannya dengan cara yang elegan gitu. Lu masih mengapresiasi Panji? Beberapa hal. emang brengsek nih oke gua tahulah kira-kira apa yang diapresiasi apa yang enggak gitu ya iya iya beberapa hal orangnya asik Panji orangnya asik gitu sih itu salah satu

unpopulir yang yang memang akhirnya susah sih karena kalau komedi itu enggak bawa freedom of speech jadi terbatas gitu komedinya lah masalahnya gini cuma komedi yang semakin real semakin Enggak terima, Bang. Misalnya film action, semakin real kita semakin senang dong. Semakin kita apresiasi, ihnya beneran ya, film horor, mayatnya kayak beneran.

Heeh. Ih, action-nya loncatnya kayak beneran. Tapi komedi doang yang semakin real semakin orang enggak terima. Iya, karena kebenaran tuh menyakitkan apalagi yang berbau sensitif. Enggak. Kalau ditanya apa yang pengin itu, Bang? Sebenarnya banyak sekali opini-opini yang masih kalau kita omongin tuh masih ketahan takut di ini. Masih ada juga pikiran, Bang. Tapi sekarang itu memang kalau yang berbawa sensitif jangankan

fitnah, ya ngomong benar aja itu salah, Bang. Karena gua belajar adalah komedi itu seni yang cukup berbahaya karena semakin real semakin orang enggak mau enggak suka. Dan ya memang enggak semua orang bisa handle the truth sih. Dan kita mencari garis tengahnya gimana caranya supaya kita tetap bisa enggak sugar coating sebuah masalah gitu. Karena ternyata kan di sugar coating juga atau di dilembut-lembutkan

kan juga tidak menyelesaikan masalah. Sama satu lagi ini ini juga lagi populer ee sekarang kan di Twitter suka susah bercanda ya. Kita nge-tweet apa ini body shaming ya. Kita nge-tweet apa ini merendahkan wanita ya. Sebenarnya gini, pada saat ada masalah sensitif dibikin sebuah joks dan ada orang yang tertawa dengan joks itu, itu bukan berarti orang yang tertawa itu mengamini joks tersebut. Bukan. Tapi

misalnya contoh ada gua bikin joks tentang sesuatu yang rasis, terus ada orang yang tertawa dengan joks gua. Orang yang tertawa itu bukan support atau mengendorse rasism, bukan. Tapi dia sadar bahwa rasisme itu memang nyata di society kita. dan dia menertawakan keironisan bahwa di dunia ini masih ada rasisme. Kalau ada orang yang tidak tertawa dengan job rasisme, menurut gua dia denial dengan keadaan masalah rasisme yang ada di masyarakat kita.

Kalau ada orang tertawa dengan joks rasisme, sebenarnya itu tanda bahwa memang ada yang salah sama masyarakat kita. Gua gua dari tadi tiap kali lu ngomong gua deg-degan. Gua udah pakai gua minum aja terus. Gua juga nih. Makanya kita perlu asuransi Jasin Jind. Luar biasa. Nih tanya-tanya ya. Enggak ada ya sama audien?

Boleh kalau mau tanya-tanya Bang kalau menurut gua sih ada yang mau nanya. Seru. Boleh kalau adaatan mau nanya tapi enggak ada kayaknya. Ya udah berarti gua wakilkan saja. So gua tadi udah nanya lu next mau ngapain? Apakah komis tetap jalan apa enggak. Ee gua mau ngomongin dikit sebenarnya soal kan kalian nih punya masa ya punya audience gitu. Tiap kali mereka bikin acara MLI bikin

acara gua lihat tuh selalu following-nya luar biasa lah masif. dan disuruh bayar pun mau datang gitu. Iya. Ee lu merasa bahwa market loh audience lu tuh bisa diapain sih? Apakah bisa lu gerakkan jadi ormas misalnya? Oke. Atau bisa jadi MLM atau jadi agen asuransi atau apa gte kayak enggak? Kalau ee kita tuh enggak pernah membentuk fanbase ya maksud kita kalau

ada fanbase Surabaya umat kita kan fansnya namanya umat lucu. Tapi kita tidak pernah mengkoordinir ini umat lucu Surabaya. Kita bubar-bubarin apaan sih lu? Apaan sih lu? Begitu. kita hanya mereka adalah penikmat. Ya udah gitu, Bang. Tapi kalau untuk kita kontrol kayaknya ee jadiin apa enggak. Justru asal sampean tahu, Bang. Ya, karena mereka jawa banget sampean. Gokil. Mereka ini militan, Bang. Sebenarnya itu

e kadang menjadi hal yang bagus. Maksudnya kita bikin acara datang, tapi kalau kita bikin sesuatu yang jelek, mereka yang teriak. Paling wapan enggak lucu, MLI berubah begitu-gitu, Bang. Itu paling resiko dari kemilitansian. maksudnya mereka bisa ee jujur gitu kalau ya jelek ya jelek, kalau bagus bagus didatangin gitu, Bang. Tapi kalau digerakkan untuk menjadi apa kita juga tidak merasa bisa menggerakkan mereka, Cok. Ya.

Ya. Dan sebenarnya kita berharap gini, kita kan ada pesan-pesan tertentu dalam konten kita sebenarnya. Kayak misalnya pesan freedom of speech, pesan toleransi, pesan yang kita bungkus sedemikian rupa dengan joks-joks kita. Harapan gua sih sebenarnya adalah para penikmat konten kita yang kebetulan adalah anak muda yang nantinya akan menjadi penerus bangsa ini mudah-mudahan bisa meneruskan semangat freedom of speech dan toleransi yang sama kepada

generasi di bawahnya gitu. Dan gua dan tretan muslim sudah berdamai. Fokus kita sekarang ke anak muda aja supaya membuat Indonesia nanti ke depannya lebih asik. Karena gua dan teretan muslim sudah berdamai. Akan ada memang beberapa orang yang mau kita ngomong seberapa pun dia enggak akan berubah gitu istilahnya. Lebih cepat kita tunggu dia meninggal daripada dia berubah gitu. Jadi fokus kita sekarang adalah lebih ke yang generasi mudanya

aja gitu. Jadi kalau lu tanya mau diapain ya enggak diapa-apain ya. Kita cari anak muda sebanyak-banyaknya. Sebarkan pesan iya yang setuju sebarkan pesan toleransi freedom of speech biar nanti itu dia akan menyebarkan lagi ke anaknya bawahnya, anaknya bawah anak bawahnya gitu. Oke. Dan kalau fans-fans gitu kita malah enggak suka sih. Dan itu biasa tanpa kita suruh, Bang.

Justru kalau anak muda disuruh malah malas. I sebenarnya video ini adalah untuk toleransi. Sebarkanlah teman-teman. Pasti kalian gitu. Justru kita enggak pengin ngomong kayak gitu. Ini ada pesan enggak? Ya udah kita bikin aja. Bikin. Bikin. Setuju. Gua setuju sih. Biar orang yang oh ini ternyata maksudnya begini. Ah biarin mereka aja

yang terjemahin gitu. Iya gitu. Terakhir terakhir. Heeh. Yang ini penting nih. Jadi jawabnya jangan salah nih ya. Apakah MLI dan karya-karya yang Coki dan Muslim buat selama ini sudah sesuai dengan harapan? Nah, nah, nah, nah, nah, nah, Kak, apakah sudah sesuai dengan harapan? Sebenarnya sejauh ini sudah sesuai dengan harapan kami. Dan karena ini sudah sesuai dengan harapan, tentu ingin

kita pertahankan aset-aset kita ini. Dan tentu kita memerlukan partner yang bisa menjamin aset kita ini pada saat terjadi apa-apa dengan kita berdua. Benar. Karena siapakah partner yang sangat cocok? W. Wah. Buat apa sesuai harapan kalau tidak lengkap? Betul sekali. Karena hanya Jasindo yang melengkapi hidupmu. Iya.

itu oke mantap emangasih yang menggunakannya berdua. Oke. Ee itu akhir dari panging bersama dengan Coki dan juga dengan Mus. Terima kasih teman-teman yang ada di sini. Thank you Jasindo juga. Terima kasih Jasindo juga yang luar biasa ini. Ini bisa disaksikan nanti di ee channel YouTube-nya Asumsi tentu saja banyak yang diedit ya. Tentu saja

karena beda ya. Ee ini terakhir nih. Karena beda lu nonton sebuah pengalaman komedi langsung tatap muka kayak gini. Betul. Betul. Sama nonton rekaman itu pasti beda banget. Ee gini, buat yang belum tahu, Pangeran ini juga adalah seorang stand up adalah seorang stand up komedian dan dia sudah berkarya jauh daripada gua dan Tritan Muslim. Dan kalau kalian nonton off air-nya sangat tidak mungkin

bisa on air. Oh berarti lu nonton ya. Lu tahu kan emang dia gila juga. Udah udah udah udah oke. Jangan ngomongin masa lalu. Jangan ngomongin masa lalu. Eh udah kelar acara. Udah kelar. Oke. Tangan dulu. Tanga kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Capítulos

  1. 00:00Introducción
  2. 05:24Yang, Youtube, Enggak
  3. 10:44Kita, Yang, Kalau
  4. 16:06Kita, Yang, Enggak
  5. 21:30Kita, Yang, Enggak
  6. 26:51Kita, Yang, Enggak
  7. 32:14Yang, Kita, Enggak
  8. 37:37Kita, Yang, Kalau

Etiquetas

asumsi pangeranasumsi pangeran siahaanasumsi imanlagiasumsiasumsi ahokpolitikindonesiapolitik indonesiapangeimansjafeiimanlagi

Comentarios

Los comentarios aún no se han cargado.

← Volver a las herramientas