Lượt không thích là ước tính của dự án Return YouTube Dislike, vì YouTube không còn công khai con số này. returnyoutubedislike.com
artinya apa kalau pencapresiden Ganjar perono diumumkan dan diberiahu jauh-jauh hari ya 2 hari 3 hari 4 hari sebelumnya saya kira Jokowi tidak terlampau harus datang ke Solo liburan dengan keluarganya baru sehari di Solo tapi harus datang lagi ke Bogor ini kan logika yang menurut kita yang orang awam ada sesuatu yang enggak match di situ soal desain pemerintahan soal komposisi kekuasaan dan semacamnya bukan tidak mungkin Jokowi juga ingin berada di
dalamnya intinya Jokowi ini ingin dianggap sebagai presiden perlu juga dimintai feedback dan patsun-patsun politiknya dan jangan melulu dianggap sebagai petugas [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] partai ada banyak analisis menyangkut posisi Pak Jokowi di antara dua kandidat calon
presiden partainya dalam hal ini capresnya Mas Ganjar dan atau anggota kabinetnya yang kebetulan pernah berhadapan dengan dirinya pada dua capres dalam hal ini Pak Prabowo kita belum tahu siapa cawa preses dari keduanya tetapi yang kita mau bicarakan hari ini adalah Eh bagaimana sih sebenarnya posisi Pak Jokowi kan pada saat ee saya bersama dengan beberapa orang diundang oleh presiden ke istana untuk
membicarakan beberapa hal termasuk kemudian keluarlah kata cewek-cewek itu ada banyak pertanyaan dari teman-teman menyangkut Pak Jokowi akan ke mana maksudnya tuh akan berada pada sikap politik mana semakin seru keadaannya karena beberapa elit PDIP itu bereaksi salah satunya dari ee sahabat saya ee eh adianul yang sampai harus menulis panjang menyangkut dengan tujuh kemenangan yang telah diberikan PDIP
kepada Pak Jokowi dan seterusnya dan seterusnya Kenapa ini penting kita bicarakan Ya tentu saja penting karena menurut eh survei Kompas 16% itu dari jumlah pemilik kita itu total berdiri di belakang Pak Jokowi Pak Jokowi memilih a maka 16% ini akan memilih a begitu seterusnya bahkan 52 atau 53% itu itu meskipun masih agak abu-abu tapi lebih condong memilih apa pilihan Pak Jokowi tentu saja sebuah eh apa situasi yang menyenangkan bagi dua
kandidat tapi juga bisa menjadi rumit bagi Pak Jokowi eh saya belum memasukkan unsur yang sering kita sebut dengan kesetiaan kepada partai dan segala macam ya karena itu menjadi tidak sederhana Saya mengundang sahabat saya seorang pengamat yang menurut saya logik cara pandangnya dari UIN Jakarta Adi Prayitno Adi Thank you siap Bang itu pembukan saya tadi Heeh silakan ya kalau saya yang melihat persoalan di mana posisi Jokowi antara Ganjar prono dan
Probo Subianto tentu yang pertama kali saya lihat Jokowi Adalah kader PDIP Oke jadi kalau di PDIP itu ada istilah tegak lurus dengan partai saya sampai hari ini turut masih meyakini bahwa Jokowi itu adalah orang yang akan tegak lurus memperjuangkan Ganjar pranowo sebagai kandidat capreh di 2024 Oke bagi saya penegasanpenegasan yang disampaikan oleh sejumlah elit PDIP bahwa Jokowi tu kali ya memenangkan pertarungan politik bersama PDIP itu adalah sebagai salah
satu bentuk Jokowi itu sedang diinders B Jokowi jadi Presiden Jokowi jadi gubernur dua kali Walikota Solo kemudian ada Mas Gibran di Solo juga saat ini ataupun Mas Bobi di Medan itu bukan perkara Gampang itu adalah Fakta politik yang tidak bisa dibantah Oleh karena itu sebenarnya PDIP itu ingin bilang kepada Pak Jokowi bahwa mungkin ada tawaran dari figur-figur lain partai politik yang lain sebut saja apa n prabo Subianto ataupun Gerindra tapi ingat
bahwa Pak Jokowi bisa sampai hari ini itu adalah karena PDP Bang ini yang saya kira Kemarin kenapa dalam rakornas pidato politik Jokowi itu mendapatkan aplaus ya karena di situ disebutkan bahwa pemimpin yang dianggap punya NY dianggap punya keberanian adalah Ganjar perano bukan yang lainnya jadi seakan-akan pernyataan Jokowi dalam rakornas itu ingin menegalkan keyakinan publik bahwa tidak ada jarak yang secara signifikan terjadi antara Jokowi dengan
PDIP tidak ada barir yang kemudian membuat Jokowi harus berhadap-hadapan dengan Megawati meski pada setting bersamaan kita tidak bisa Menutup Mata kedekatan Jokowi dengan prabo subyanto tentu ini tidak membuat nyaman teman-teman PDIP karena dari beberapa survei yang mungkin bisa kita lihat secara transparan salah satu yang kemudian membuat elektabilitas Prabowo itu naik secara signifikan karena endorsement dan dukungan politik dari
Jokowi karenanya PDIP ini mengingatkan bahwa Jangan pernah lupa sejarah Jokowi itu adalah kader PDP mestinya endorsement politiksnya sikap politiknya gestur politiknya melalui siapapun melalui relawan melalui kaisang dan seterusnya dan seterusnya itu mestinya Harus dialamatkan kepada Ganjar Paran bukan kepada yang lainnya ada beberapa orang yang tnya tidak berada pada frame pemahaman seperti yang ada disampaikan tadi yang saya maksud ini adalah pada
pidato Pak Jokowi yang kemarin dari pada saat kita ngambil gambar ini eh R Rakernas ya rakornas rakorn PDIP Ketika pak Jokowi mengatakan bahwa Pilihlah yang bernyali H Saya yakin anda masih ingat Bagaimana kegalauan Pak Jokowi yang sebenarnya sudah lebih pada kekecewaan ketika Mas Ganjar dan beberapa elitnya termasuk partainya itu menolak ee kehadiran e Israel dan kemudian pelaksanaannya eh U20 untuk e FIFA ya
sepak bola yang kemudian pindah ke Argentina itu ada yang mengatakan bahwa sebenarnya sinyal yang dikirim Pak Jokowi Kemarin pada rakornes itu sebenarnya itu adalah kemarahan bahwa Bagaimana bisa anda memimpin republik ini Ketika anda tidak punya menyali berhadapan dengan isu itu saja itu anda sudah kalah bagaimana dengan yang lain ya Membaca hubungan Jokowi dengan Megawati dan PDIP sebenarnya up and down dulu sempat dipersepsikan Megawati dan
Jokowi ini agak sedikit kurang harmonis gara-gara Jokowi dianggap terlampau memberikan endorsement kepada Ganjar pranowo di depan para relawannya tapi setelah itu kedua tokoh ini saling mesra ditunjukkan di depan publik kata Jokowi hubungan saya dengan Megawati seperti anak dan ibu jadi kalup pun toh ada nakal-nakal dikit dalam batas toleransi untuk bisa dimaafkan ini kali kedua Jokowi dan Megawati dipersepsikan AG rengang tentu terkait dengan danah
politik yang sering diberikan oleh Jokowi titik temunya Saya kira agak rumit memang untuk mengurai ini semua tapi rasa-rasanya memang begitu banyak argumen yang kemudian bisa dijelaskan Kenapa Jokowi itu misalnya berdansa tidak hanya kepada Ganjar peranowo tapi ke yang lain mungkin tutiumunasinya itu yang bisa dilihat soal Bagaimana statement-statement dari PDIP yang dianggap menolak keras ya soal Timnas tapi bagi PDIP itu prinsip loh bang bagi
PDIP menolak Timnas Israel ini bukan hanya terkait dengan pencitraan bukan hanya terkait dengan elektabilitas partai dan Ganjar paranau tidak itu dianggap sebagai sikap politik yang cukup sukar noise di mana Indonesia itu harus tegak di atas semua apa namanya kepentingan-kepentingan dunia termasuk misalnya menolak keras segala bentuk penindasan di bumi kan itu yang sebenarnya jadi bag bagi PDIP soal Israel itu adalah suatu hal yang prinsip
kalau mau main Amen sebenarnya elit-elit PDP termasuk Ganjar enggak perlu speak up soal menolak Timnas Israel Bang karena itu merugikan ke mereka dan terbukti ketika menolak Timnas Israel kan tingkat elekabilitas Ganjar berkurang PDIP berkurang jadi enggak populer dan enggak disukai tapi bagi PDIP Udahlah Ini bagian dari prinsip ideologis yang mereka perjuangkan meski pada saat yang bersamaan kita menangkap kekecewaan yang begitu m dalam dari
Jokowi dari statement-statement politiknya itu tidak bisa di dibantah di berbagai tempat Jokowi mengatakan sudah susah payah melebihi Fifa sudah payah susah payah bahkan sudah ada kesepakatan Dar perendatangan apa gitu namanya betul itu itu itu variabel yang pertama tapi yang kedua jangan lupa juga kita melihat bahwa Jokowi ini mungkin dalam tanda kutip tidak tidak terlampau dianggap dalam konteks soal Bagaimana penentuan kandidasi pencapresan di internal PDIP
apapun judul nya Jokowi ini kan Presiden Bang perlu juga prerensi perlu juga feedback perlu juga masukan dan masukan-masukan yang prinsip yang mestinya harus disampaikan kepada Joko itu yang mau saya katakan dan saya tanyakan kepada Adi kita ini saya belum pernah melihat H perintah atau kesepakatan atau apapun namanya antara PDP dengan Ganjar betul ketika penunjukannya sebagai ealonid calon presiden Betul tapi ada yang mengatakan
di situ bahwa jangan kan Pak Jokowi bahkan Ganjar pun tidak punya kewenangan apa-apa di dalam surat yang dia tandaatangani itu sebagai syarat dia sebagai calon presiden presiden itu satu hal saya e tidak ingin mencampuri urusan internalnya mereka menyangkut dengan bagaimana relasi antara partai dengan calon presiden yang akan mereka usung tapi pada kasus Pak Jokowi anda tadi sudah memulainya mengatakan Masa sih
presiden enggak diajak cawe-cawe atau dimintai segala macam ya kan pada saat penunjukan itu sama sekali tidak dimintai apa namanya pertimbangan pendapat masukan pendapat masukan maka kemudian wajar jika kemudian presiden dalam hal ini Pak Jokowi merasa y wes aku enggak dianggap ngono loh ya wies aku tak mainkan diriku sendiri bagaimana memahami soal yang seperti ini ad ya Bagi saya ada dua hal yang menurut saya cukup kontradiktif bahkan paradoks ya
satu sisi kita tahu persis sebagai orang luar siapapun pasti paham the one and only Veto player yang bisa menentukan soal Siapa yang menjadi calon presiden dan calon wakil presiden dari PDIP itu bukan yang lain tapi Megawati sokan Putri di PDIP ini kan sederhana fatsun politiknya Bang tidak boleh ada orang kader PDIP siapapun itu yang melampaui PDIP itu sendiri mau presiden mau Gubernur mau wakili kota mau menteri dan seterusnya mereka tidak lebih dari
sekedar petugas partai kalau mereka kembali kepada partai mereka harus tegak lurus terhadap keputusan partai yang itu bertumpuh pada Megawati sukanri sementara pada saat yang bersamaan publik kan ingin melihat ada pengecualian kalau semua kader PDIP gubernur bupati walikota dan menteri tidak dilibatkan dalam cawai-cawai penentuan cawapres tapi tidak dong dengan Presiden Apun judulnya sekalipun
Jokowi ini di internal partainya petugas partai tapi mengingat posisinya sebagai presiden perlu jug juga diajak bicara perlu juga ditanya preferensi politisnya perlu juga diajak bicara tentang bagaimana soal timing dan menjaga momentum politiks supaya keinginan PDIP untuk hatrick menang di 2024 itu akan terwujud itu yang sebenarnya agak gagal ditangkap oleh publik bagi saya Kenapa ini terjadi bagi PDIP bahwa persoalan pencapleesan hanya ingin dieksklusi ini
persoalan partai jangan terlampau banyak orang yang terlibat di dalamnya yang ini kemudian membuat PDP sepertinya agak kurang nyaman di 2019 sekalipun menang Pemilu Bang begitu banyak orang masuk di sekitaran Jokowi tapi mereka itu relatifely agak sukar untuk dikendalikan relawan masuk unsur hipmi masuk pengusaha masuk jadi keistimewaan PDIP sebagai partai yang punya Jokowi itu tidak terlampau dominan dan itu itu tampaknya yang ingin mereka rapikan dan
ini yang sepertinya menjadi alasan PDIP bahwa semua pencapresan Ganjar pranogo itu berbeda dengan Joko Wid 2019 jadi semua hal muaranya saat ini tentang Ganjar itu satu pintu melalui PDIP makanya ini yang sebenarnya bisa menjelaskan siapapun tak boleh kemudian memasuk ke gelanggang dan mendukung Ganjar peranau tanpa pintu-pintu yang disediakan oleh PDP termasuk relawannya mereka juga satu pintu sekarang tidak seperti yang dulu supaya kalau Ganjar
jadi presiden tidak semua orang masuk di dalamnya dan sangat gampang mempengaruhi presiden ya Eh kita mendengarkan pernyataan yang ekstrm itu yang mengatakan dari elit PDIP ya Bahkan dari Bu Mea Kalau enggak salah yang mengatakan bahwa ee enggak pernah ada kejadian itu e calon presiden memenangkan itu dari relawan pasti dari partai betul betul Iya secara secara administratif kan harus ada tanda tangan dari partai ya betul kan ada dua konteks
yang berbeda mungkin games politik 2014 dan 2019 saat itu Memang PDIP membutuhkan figur yang cukup kuat mengingat posisi selama ini menjadi oposan butuh Jokowi yang kuat mendapatkan respon positif sehingga harapan menang di 2024 misalnya itu akan terulang nah Oleh karena itu game-nya ini menjadi berubah Bang kenapa berubah saat ini yang butuh kepada PDIP itu adalah Ganjar pranowo kalau dulu sebelumnya mungkin PDIP lah yang butuh
sama Jokowi sebagai simbol perlawanan kan terhadap status co yang dibangun oleh SB saat ini ganjarlah yang kemudian butuh makanya segala hal yang terkait dengan kampanye dan kerja politik Ganjar itu harus melalui pdiip itu satu hal itu yang saya kira memang game-nya ya yang saya kira memang ingin di diplot betul untuk PDIP ke depan Iya tapi bagaimana kalau kemudian ee logikanya dan atau pendekatannya diubah sedikit yang mengatakan bahwa anda enggak boleh loh
mengabaikan Pak Jokowi loh hasil survei Kompas 16% pemilih itu akan tegak lurus dengan Jokowi Jokowi Iya akan ikut siapapun pilihan atau preferensi politiknya Pak Jokowi disuruh ke akan ke a disuruh ke b akan ke b yang 50 sekian persen memang tampaknya lebih Netral Tetapi lebih condong pada pilihan Pak Jokowi nantinya Pak Jokowi akan ke mana mereka akan berada di mana mungkin di sekitar situ juga Tidakkah ini perlu dipikirkan oleh
PDIP bahwa ini bisa menjadi backfire bagi mereka pastinya sedang dihitung betul ya karena kalau survei itu kan fluktuatif kadang kuat dia kadang dia lemah Kenapa endorsmen Jokowi dan sikap politiknya itu cenderung misalnya akan diikuti oleh 16% per karena tingkat kepercayaan publik dan kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi kan di atas rata-rata tapi kalau kemudian Jokowi misalnya dingrade diprotes tingkat kepuasan turun Saya kira petuah politik
Jokowi tidak akan kuat secara signifikan makanya tergantung Bagaimana dinamika politik ke depan kan Soal Bagaimana statement-statement dan pendukung Jokowi itu akan berlabuh ke mana sebenarnya Tapi bagi saya ini tidak lebih dari sekedar pertarungan dua matahari kembar sih sebenarnya Pak satu sisi Jokowi dan satu lagi adalah Mega dan PDIP Ya ini yang kemudian saya lihat orkestrasinya agak sedikit beda-beda dari dulu kan kelihatan sekali Jokowi sekalipun selalu
ngomong ocok k suusu tapi Jokowi di berbagai event Politics ya di depan relawannya di depan acara perindo di depan acara Golkar di depan acara P3 Jokowi selalu bicara tentang soal Siapa yang masuk nominasi kandidat capres versi Jokowi Tentu saja kenyamanan-kenyamanan orkestrasi itu sepertinya membuat PDIP agak kurang nyaman apalagi misalnya ada pertemuan di kantorpan yang melibatkan enam partai politik pendukung Jokowi PDIP memang ada
di situ diundang tapi sepertinya tidak terlampau diharapkan juga untuk hadir gitu ya untuk menegaskan sebenarnya bahwa Jokowi bisa mengorkestrasi partai politik di luar PDIP untuk kandidasi pencapresan inilah yang kemudian membuat sepertinya PDIP ingin tunjukkan kepada publik bahwa PDIP sekalipun tidak terlampau banyak mengorkestrasi capres tapi persoalan di internal PDP itu bisa di-take over hanya oleh Megawati soekno Putri maka tidak mengherankan pencpresan
Ganjar ini membuat orang begitu kaget bahkan Jokowi sekalipun kaget coba bayangkan Jokowi sudah sehari datang ke Solo Bang Tapi besoknya harus kembali ke Bogor untuk hadir pengumuman pencapresan Ganjar prano seorang presiden Enggak mungkin enggak dikasih tahu sehari du hari t hari sebelumnya ini kan ada kesan bahwa Jokowi sebagai presiden dipaksa untuk hadirara pendeklarasian ganjarow ituah yang kan ada beberapa yang mengatakan Sebenarnya dia telah Tidak
Dianggap atau diabaikan dalam hal keputusan itu kan artinya apa kalau pencappresiden Ganjar perono diumumkan dan diberitahu jauh-jauh hari ya 2 hari 3 hari 4 hari sebelumnya saya kira Jokowi tidak terlampau harus datang ke Solo liburan dengan keluarganya baru sehari di Solo tapi harus datang lagi ke Bogor ini kan logika yang menurut kita yang orang awam ada sesuatu yang enggak Math di situ ada model komunikasi yang sebenarnya tidak terlampau sinergis ya
makanya I Makanya tadi saya bertanya Adi ee dalam posisi seperti itu ee PDP ya kita tahulah Bagaimana sikap ibu Meka ya begitu e form untuk banyak keputusannya gitu ya dan dalam hal ini kita lihat Bagaimana pak Jokowi bahkan untuk keputusan besar seperti ini enggak diberitahu Lawang sudah sampai di Solo diperintahkan untuk pulang maka kembali saya tanya yang tadi yang pertanyaan tadi yang belum dijawab tuntas itu bahwa eh Tidakkah PDP
harus menghitung atau mempertimbangkan dukungan publik itu tadi bahwa nantinya Mungkin setelah Pak Ganjar telah dideklarasikan mungkin pak Jokowi akan turun dukungan publik segala macam Tapi kan masih besar dukungan itu i e menurut anda PDP juga layak untuk mengabaikan ee realitas ini saya membaca PDIP itu pada tingkat kepercayaan tinggi cukup luar biasa menghadapi Pemilu 2024 ya mereka sebagai partang Pemilu elektabilitasnya hampir sampai 3 digit yang paling
penting capres mereka Ganjar pranovo memiliki signifikansi elektabilitas tingkat kepercayaan tinggi inilah sepertinya yang kemudian membuat persoalan pencapresan tak boleh siapapun yang ada cawek-caw termasuk Jokowi sekalipun jadi dieksklusi ini hanya menjadi kewenangan Megawati sukon Putri karenanya meski begitu Jokowi ini kan sudah mulai ditarik ke dalam diulang dalam nakornas memberikan sambutan politik
dan mekawati mengapresiasi merasa bangga dan berterima kasih biasanya kan mbak Mega ini kalau sambutan selalu agak sedikit subordinat kepada Jokowi sebagai petugas partai tapi dalam rakornas kemarin sudah mulai kelihatan Bagaimana Megawati menunjukkan sikap politik yang cukup humal sikap politik yang menurut saya cukup lunak di mana menganggap Jokowi itu adalah anak kandung yang mereka lahirkan cukup bangga kemudian dihadiri anda tidak menganggap bahwa
sikap ini harus dilakukan oleh PDP dan atau Bu Mega karena mungkin saja barangkali ada kekhawatiran nah ini kita masuk pada poin Prabowo ini ada kekhawatiran Wah ini bisa beresiko nih kalau kemudian juga kita tidak terlalu menganggap Pak Jokowi benar-benar loh dia bisa pergi Tanda petik ya dan Kang kita baca bahwa Pak Jokowi itu dalam beberapa hal itu mengendor Pak Prabowo pada wilayah yang lain nah ini sebenarnya yang lebih
mendasar loh anggota keluarga Pak Jokowi dalam hal ini anak-anaknya itu telah menunjukkan sikap loh saya ee beri informasi nih k Adi Mungkin adik sudah dengar di pada saat pendaftaran eh partai di Solo itu giibran itu malah eh apa namanya itu mengantar atau menemani PSI partai PSI mendaftar di sana satu yang kedua yang terbaru saya dapat informasinya di Depok kesang Itu ya kesang itu di di apa diusung oleh EE an anak PSI di sana e dengan banyak
pertimbangan dan bahkan Kaesang saya lihat di ig-nya eh official PSI itu partai Sas Indonesia itu malah dengan eh agak provokatif dia pakai bajunya PSI Kang itu nah kita kembali pada poin ini eh Apakah perlakuan yang sedikit agak melunak tanda petik kepada Pak Jokowi itu karena bisa saja khawatir wah Ini bisa rebat juga nih Kalau benar-benar Pak Jokowi misalnya mendukung Prabowo he dan kemudian yang saya bilang tadi 50%
dan 16% itu baik yang form tetap bersama dengan Pak Jokowi tidak lurus dengan Pak Jokowi atau yang kemungkinan mendukung kembali Pak Jokowi itu bersama siapun pilihannya bisa terjadi ya Saya kira kekhawatiran itu pasti ada dan pastinya dihitung betul oleh teman-teman PDIP ya makanya kemudian pertemuan-pertemuan dengan Jokowi kan relatif agak Mel lunak ya tidak lagi disubordinasi sebagai petugas partai bahkan kita dengar misalnya momentum hari Bung Karno nanti
di 24 Juni kalau tidak keliru Jokowi juga akan diundang memberikan statement politik ya itu artinya ada semacam rekonsiliasi politik yang coba untuk ditawarkan oleh PDIP kepada Jokowi untuk tegak lurus dan kembali mendukung keputusan politik yang sudah diumumkan secara terbuka Capres PDIP itu adalah Ganjar peranau bukan yang lain tapi bagi saya the end of the day-nya kalau memang Jokowi sudah di diajak ke dalam diberikan karpet merah kembali untuk
kembali kepada partai yang sudah membesarkannya kalau memang tidak bisa diselamatkan apa boleh tidak karena PDIP ini kan akan menggaris betul siapa minyak dan siapa air kalau memang Jokowi tidak bisa diajak kerja sama tidak bisa dianggap e apa namanya bekerja secara allout misalnya untuk memenangkan Ganjar pronowo apa boleh buat PDIP ini kan punya pengalaman tanding yang cukup luar biasa pak ada di luar ada di dalam dan bahkan menjadi penantang utama kekuasaan
politi itu artinya apa di 2024 game politik yang ingin dimainkan oleh PDIP itu berbeda dengan game 2014 dan game di 2019 di mana Jokowi saat itu bisa begitu banyak mengorkestrasi varian-varian politik lain relawan ada jaringan pengusaha dan kelompok-kelompok hipmi misalnya bisa diakumulasi sebagai kepentingan politik tapi tidak di 2024 bahwa pertarungan politik di 2024 Ganjar perano ini Adalah pertarungan politiknya
PDIP bukan pertarungan politik yang lainnya jadi ini yang saya sebut sebagai politik eksklusi sebenarnya bahwa yang bisa mendrive kepentingan politik mereka di 2024 adalah PDIP dan tidak terlampau begitu banyak menginginkan varian-varian lain yang justru akan menghilangkan privilage PDIP sebagai partai pemenang Pemilu Bang ee pada hasil survei menyangkut dengan PDP itu kan anu itu disiplin ya pada angka di atas 20 20% 20% 26 23 Kadang iya gitu ya
pertanyaannya itu begini anda tadi mengatakan berbeda antara 2014 2019 dan 2024 dengan capres Pak Ganjar pranowo Mas Ganjar Menurut anda apakah PDIP wajar dan layak untuk lebih firm dibanding pada 2014-29 dengan memperbandingkan ketokohan dua orang ini apa menurut anda layak PDIP untuk begitu form dengan itu bahkan sedikit menafikan posisi ee rel ya cukup firm cukup firm Saya kira
artinya PDIP ini kan punya kalkulasi politik yang sudah bisa diukur betul bahwa unsur relawan yang memenangkan Jokowi 2014 misalnya tidak terlampau kelihatan signifikan di 2019 kalau puntoau signifikan kan tidak terlampau memberikan kontribusi pemenangan yang cukup signifikan kan itu statement-statement politik PDIP menanggapi kemenangan Jokowi yang kedua kalinya Bang di 2019 dan bahkan wajah-wajah relawan Jokowi 2019 kan
enggak terlampau kelihatan mengingat posisinya petahan ini yang saya sebut PDIP berada di tingkat kepercayaan tinggi cukup luar biasa mereka bisa mengorkestrasi semua kepentingan politik mereka di 2024 mereka punya resour mereka punya jejaring calek-caleknya kuat strukturnya kuat mesinnya kuat kepala-kepala daerahnya juga terdistribusi merata jadi variabel ini yang kemudian cukup meyakini PDIP begitu kuat dan tidak terlampau mau begitu
banyak varian-varian masuk kemenangan ada di dalamnya kalaupun toh mau bergabung pintunya Harus satu PDIP pintunya Harus satu melalui Megawati suka Wu Putri bahkan seorang presiden sekalipun seperti Jokowi agak sulit dalam konteks itu untuk masuk karenanya inilah yang kemudian ditebak oleh publik Jokowi ini butuh orkestrasi politik lain di luar PDIP kalau sudah tidak terlampau dianggap masukan dan petua-petua politiknya Who knows dan kenapa kemudian
PDP Kenapa kemudian misalnya Jokowi e tidak mau melakukan hal yang kemudian akan berhadap-hadapan dengan P Lah iya makanya itu akhirnya kan kita tiba pada pertanyaan substantif dari diskusi kita ini kita tadi sudah membahas PDB dengan Ganjar dan ibu megga menurut anda seberapa besar peluang Pak Jokowi mengambil risiko dan bersama dengan Pak Prabowo satu yang kedua kalau misalnya tidak dengan Pak
Prabowo tapi tidak juga dengan PDIP Apakah terbukaang dia membangun kekuatan politik tersendiri yang hari ini yang saya saksikan Kemarin saya dari Bandung dari Jakarta sampai ke Bandung dan Katanya sudah sampai ke Surabaya itu heeh itu sudah ada baliho bilpol besar he tegak lurus dengan Jokowi partai solidaritas Indonesia Iya iya iya itu yang e publik pengin tahu Adi bagi saya itu gimik politik ya karena PSI itu bukan ee head
to head ataupun Apple to Apple dengan PDIP lahu Ya tentu saja tapi perlu juga dikhawatirkan bahwa Jokowi itu juga berdansa dengan prabo Subianto letak kenyamanannya sudah ditunjukkan di berbagai tempat bahkan ketika prabo Subianto menawarkan proposal soal rekonsiliasi antara Ukraina dan Rusia yang ditolak oleh Ukraina seakan-akan publik akan menegur Prabowo Subianto nyatanya tidak justru kedua tokoh ini mempertontonkan kemesraannya kemarin di
Malaysia itu menunjukkan apa kedekatan Jokowi dengan prabo Subianto itu tidak bisa ditutup mata Bang keduanya cukup mesra dan bukan tidak mungkin kalau Jokowi tidak diuungi merasa dianggap tidak terlampau penting dalam konteks penentuan 2024 orkestrasi dan dana ini akan terus lanjut tapi bagi saya Kalau Jokowi misalnya dianggap penting dipdip diberikan man apa diberikan tempat yang cukup istimewa untuk mengorkestrasi memberikan feedback
masukan dan Seterusnya saya kira itu tidak akan dilakukan misalnya seperti apa Posisi apa diajak bicara terutama soal siapa cowpresnya Ganjar pranowo kan ternyatanya tidak betul ya kan sekarang kalau dikasih posisi di dalam PDIP kan minimal diajak bicara eh oke dia aaj bicara pastilah sebagai sebagai tapi dalam pahala posisi kan enggak mungkin dikasih ketua umum kan Oh enggak mungkin kalau itu minimal soal penentuan siapa cowa presnya Ganjar juga
perlu diajak bicara termasuk soal Bagaimana desain kabinet dan komposisi kemenangan ke depan itu penting sebenarnya bagi Jokowi sebagai orang yang saat ini jadi presiden di Republik Indonesia dan bukan hanya sebagai petugas partai kan ini yang sepertinya sedang dihitung betul oleh Jokowi Bagaimana treatment dan peneriman terhadap partainya ke depan soal diisa perjuangan yang akan mereka lakukan Okelah cap pres misalnya tidak terlampau
dilibatkan tapi soal cawa preses soal desain pemerintahan soal komposisi kekuasaan dan semacamnya bukan tidak mungkin Jokowi juga ingin berada di dalamnya intinya Jokowi ini ingin dianggap sebagai presiden Bang perlu juga diajak bicara dari hati ke hati perlu juga dimintai feed feedback dan patsun-patsun politiknya dan jangan melulu dianggap sebagai petugas partai kan itu sebenarnya jadi kalau semua kader PDIP
dianggap petugas partai A kecuali Jokowi yang memang posisinya sebagai itu dia jadi ee tadi kan awal tadi kita berbicara tentang kira-kira beginilah perannya apa namanya itu pesannya Eh Pak Jokowi ee PDIP telah memberikan tujuh kemenangan kepada anda Oke he Saya sempat membaca satu tulisan entah siapa punya tulisan mengatakan gini kebalik PDP harus sadar bahwa PD ee Pak Jokowi telah pernah memberikan lima kemenangan juga kepada dia kan dua kali
Walikota di Solo satu gubernur dan dua kali Pilpres G Iya itu juga harus dihitung he ee tapi itu adalah satu hal saya mau lompat nih pada bagian terakhir dari diskusi kitaadi apa risiko bagi Pak Jokowi kalau kemudian dia merasa aku tidak Enggak diuongke aku enggak direkan aku enggak dihitung tak ada keputusan penting menyangkut dengan peralihan kekuasan yang melibatkan aku ya wes aku jalan ambil jalanku sendiri Apa resiko bagi
banyak saya kira dua hal ya resikonya tentu harus berhadap-hadapan dengan PDIP karena PDIP sepertinya tidak akan mengubah keputusan dan fatsun politik mereka di mana sentralisasi kekuasaan soal kepentingan politik tentang kebijakan-kebijakan strategis itu terpusat pada Megawati sokanno Putri Jadi kalau Jokowi tidak menerima itu ya pastinya resikonya berhadap-hadapan itu satu yang kedua di tempat yang lain belum tentu Jokowi itu juga di uengke
Bang belum tentu belum tentu ada cinta yang tulus yang pernah diberikan oleh PDIP selama ini Oke jangan-jangan yang dibayangkan Jokowi Tetangga sebelah itu rumputnya hijau itu adalah cinta yang palsu bukan cinta yang sesungguhnya karena saat ini posisinya Jokowi tentu menjadi magnet I begitu banyak orang yang tertarik untuk menarik Jokowi menjadi bagian dari mereka tapi ingat cinta yang sesaat itu serba palsu cinta yang sesaat itu bisa
hilang dan bisa timbul dan bisa ambyar total dalam sekaligus dan itu yang harus dihitung betul oleh Jokowi bagi saya satu-satunya partai politik yang mencintai Jokowi dengan segala kekurangan dan kelebihannya sampai saat ini adalah PDP bukan yang lain bukan yang lain bukan yang lain Jadi kalaupun to ada rumput hijau di tetangga sebelah jangan-jangan banyak hamanya juga Bang tak selamanya yang hijau itu indah pak di situ banyak juga jebakan-jebakan yang
akan membuat Jokowi itu bisa terperosok meskipun meskipun persahabatan antara Katakanlah dengan Pak Prabowo itu kelihatannya begitu dekat ya itu juga enggak menjaminnya betul betul Jokowi ingat saat ini jadi idola jadi magnet Karena posisinya jadi presiden kalau sudah tidak jadi presiden 20 Oktober 2024 siapa yang akan menganggap Jokowi akan tetap jadi idola saya membaca di Maret 2024 setelah kelihatan siapa yang akan menang Pilpres daya tawar Jokowi
sebagai presiden akan sudah mulai akan berkurang partai-partai kelompok-kelompok politik itu akan mengurangi komunikasi politik alam dan secara alamiah artinya apa mulai saat ini bulan Juni Juli Agustus kurang lebih 7 bulan keistimewaan yang dimiliki oleh Jokowi magnet politik Jokowi itu tersisa cuma tinggal 7 bulan karena peralihan kekuasaan di bulan Februari itu sebentar lagi di depan mata Oleh karena itu Jokowi juga harus menghitung betul kalau
dansa politiknya keluar terlampau agresif karena resiko akan kehilangan teman lama beresiko berhadap-hadapan dengan Jokowi berhadap-hadapan dengan PDIP maksud saya dan paling penting cukup beresiko cinta baru Jokowi itu belum sepenuhnya bisa di pastikan akan semesra dan seikhlas seperti sekarang jadi dalam politik itu bang akan mengerumuni di mana Di situ ada gula Jokowi seperti gula dikerubutin begitu banyak orang tapi kalau sudah tidak jadi
presiden itu dilupakan begitu saja it tabiat politik kitanya bahkan sebenarnya belum berakhir masa jabatan presiden sudah ada satu pihak yang lompat keluar dan hari ini menyerang secara membabi buta kan betul arti Nasdem kan Nasdem itu lemdak Jokowi sudah lemdak bagi bagi nasdam dan kalau memang Jokowi juga mengorkestrasi kepentingan politiknya di luar PDP lemdak kedua dilakukan oleh PDIP PDIP itu punya pengalaman sejarah perlawanan politik melawan orde baru dan
melawan SB kita ingat betul Dulu ketika Jokowi memberikan endorsement kepada ganja di depan relawannya kan ada ultimatum politik bahwa mereka bukan hanya kritis dan bahkan sangat mungkin menteri-menteri PDIP yang saat ini ada di barisan Jokowi akan ditarik jadi PDIP ini wajah kekuasaannya ada wajah opos ya juga terlampau kuat jadi ini yang saya kira sejak awal saya mengatakan patsun politik PDIP itu agak sulid untuk diubah Pang Di mana kekuatan politik mereka
Veto player mereka bukan kepada yang lainnya tapi hanya di Megawati sokan Putri mau presiden gubernur bupati dan walikota harus tunduk di dalamnya dengan Segala keputusan politik yang ada nah ini yang sedang diuji betul Apakah Jokowi akan berada di dalamnya dengan kondisi yang mungkin tidak membuat Naman dan pada saat yang bersamaan menc untuk mencari rumah baru tentu untuk kepentingan politik Jokowi pasca 2024 Di mana rumah baru itu belum tentu ada
jaminan Apun akan memperlakukan Jokowi secara istimewa tapi apa menurut anda yang membuat PDP itu tampaknya mengabaikan tanda petik ya Jokowi di dalam pencpresan Mas Ganjar itu terlampau ekstrem sebenarnya kalau disebut mengabaikan ya tapi bahwa domain penting domain maksimal soal pencapresan Ganjar itu hanya Megawati bukan yang lain Jokowi pasti diajak bicara yang lain juga pasti diajak bicara kenyataannya dia tidak diajak bicara
Lawang presiden tidak tahu kok dalam hal ini Pak Jokowi enggak tahu Eh ini menugaskan bahwa kunci penetapan cpres di internal PDIP hanya Megawati bukan yang lainnya itu yang saya sebut di awal PDIP sudah memutuskan soal apapun keputusan strategis partai Megawati sokanarno Putri bukan Jokowi dan bukan yang lainnya jadi yang lain itu hanya sebatas pelengkap sebenarnya itu kan orang sudah pada tahu Adik orang sudah pada tahu semuanya bahwa di partai merah
ini partai PDIP ini semuanya ada di tangan Ibu Mega betul betul Tetapi itu tadi kan Anda juga tadi mengatakannya bahwa Masa sih sampai presiden dalam hal ini Pak Jokowi itu tidak dilibatkan dan atau tidak diajak bicara itu sebenarnya itu pertanyaan orang kita lihat bagaimana wajah Pak Jokowi itu itu kan live tu di TV meninggalkan Solo masuk ke mobil naik datang ke bandara dan kemudian datang gitu ya itu kan kelihatan wajahnya itu tidak nyaman bagi
saya sederhana Bang PDIP itu ingin menunjukkan siapa sebenarnya yang mampu mengorkestrasi pencapresan di 2024 Jokowi apakah grind atauuk k PDIP sederhana pesannya yang bisa mendesain soal politik di 2024 bukan yang lain tapi PDIP tapi megawat mereka ingin PDP ingin mengambil alih hegemoni itu kan selama ini kan Jokowi begitu banyak mengorkestrasi soal siapa kemungkinan akan maju kecenderungan politiknya sudah terbaca terlampau jauh dan S politiknya
lama-kelamaan orang lupa ada PDIP di situ lama-kelamaan orang lupa seakan-akan ee Mbak Mega ini tidak punya kekuatan politik semua dibypass semua Kemudian cut off bahwa yang bisa memutuskan Segala keputusan politik strategis negara ini dan mengubah konstelasi politik nasional secara agresif ketika Ganjar diumumkan Sebagai Capres PDIP yang nyaris membuat semua orang itu terkaget-kaget he saya juga kaget gitu Iya bahkan presiden pun juga
mungkin kaget jadi bagi saya PDIP hanya ingin menunjukkan yang bisa memainkan kartu politik di 2004 bukan yang lain tapi PDIP dan megawan Megawati sok Putri ini ingin menunjukkan bahwa satu-satunya matahari kembar di negara ini Megawati Soekarno Putri termasuk 2002 enggak ada matahari yang lain tidak ada matahari karena ketua umum partai powerful Menang dua kali pengalaman politiknya cukup panjang dan yang paling penting trah politiknya
Soekarno privilage yang tidak dimiliki oleh Jokowi ad Thank you ya sama-sama Bang mohon mohon maaf kalau ada salah sat Ah ini luar biasa jadi e apa namanya setidaknya e penonton kita mendapatkan cara pandang ya mungkin juga jawaban ee apa hingga per hari ini bagaimana sih posisi Pak Jokowi ee di hadapan PDIP dan juga di hadapan Pak Prabowo ya kalau di hadapan Anis kan tampaknya sudah banyak orang yang mengambil kesimpulan hanya soal itu oke sekali lagi Adi Thank you
ya sama-sama bang semoga dalam waktu bisa kejumpa oke eh pemirsa itu tadi diskusi dengan Adi e judulnya adalah Bagaimana posisi politik Pak Jokowi di antara dua komunitas pertama di hadapan PDP dan kedua di hadapan Pak Prabowo atau dalam hal ini adalah Gerindra anda tadi telah mendengarkannya semoga menambah informasi kita sebagai sebuah diskusi pada tingkat publik Terima kasih telah menyaksikan
[Musik] ajarin [Musik] [Tepuk tangan] foreign

Bình luận
Bình luận chưa được tải.