Lượt không thích là ước tính của dự án Return YouTube Dislike, vì YouTube không còn công khai con số này. returnyoutubedislike.com
Pemilu sebentar lagi sekarang ini tahapan-tahapan Pemilu sudah mulai dilalui kemarin baru aja verifikasi partai dan ada 18 partai yang akan ikut pemilu partai umat yang tadinya nggak lolos ternyata setelah remedial dilolosin mungkin karena gurunya kasihan kita nggak tahu tapi yang pasti partai umat juga ikut pertandingan pemilu yang akan datang ada enam Partai Aceh partai lokal yang juga ikut jadi total yang mengikuti pemilu nanti 24
partai kalau membayangkan Pemilu gua ngebayangin kayak pertandingan liga sepak bola partai-partai itu kayak tim-tim sepak bola yang namanya menjelang pertandingan liga biasanya tim-tim itu jual beli pemain atau Katakanlah mencari pemain-pemain bagus untuk dipertandingan nanti begitupun sekarang pasalnya ya banyak partai-partai baru sebagai pecahan dari partai-partai lama atau partai-partai
sebelumnya sebetulnya ya kalau lu mau lihat peta partai cuma ada sama kayak orde baru nggak berubah peta partai ada partai yang berbasis Islam ada partai yang berbasis nasionalis ada partai yang berbasis pragmatis nah pola ideologi partai ini kemudian menurun akhirnya berkembang siap menjadi sekarang 18 partai sebetulnya banyak partai yang mendaftar tapi kebanyakan terdegradasi tinggal 18 partai ini partai-partai berbasis Islam misalnya
PKS P3 yang baru juga ada partai umat Pan juga bisa dikategorikan ke sana PKB juga bisa disitu partai-partai nasional orang kenalnya PDIP ya kan kemudian ada PSI misalnya partai-partai berbasis nasional atau partai berbasis pragmatis itu biasanya dulu pecahan dari Golkar Golkar itu pecah menjadi beberapa partai lo sebut aja dari Golkar itu kemudian lahir Gerindra lahir Hanura lahir Nasdem Nasdem juga kemudian pecah lagi lahir perindo dan segala macam di partai
berbasis agama ada PKS juga di situ yang lumayan Kuat sekarang pecah lagi ada partai Gelora Nah karena sebetulnya perebutan suaranya nggak jauh beda sama-sama aja yang terjadi apa yang terjadi sekarang masing-masing partai mempersiapkan Pemainnya pada 2024 nanti dan sibuk transfer-transfer pemain bagi partai-partai yang sudah eksis yang sudah besar yang memang sudah didukung oleh masyarakat seperti PDIP yang nggak akan kebingungan karena kadernya udah
segudang antrian untuk menjadi anggota legislatif itu gerbongnya udah panjang dari Jakarta sampai Kediri tapi bagi partai-partai baru tentu saja ini menjadi persoalan Kenapa karena sistem pemilu kita kan sistem proporsional terbuka orang tidak cuma memilih partai tetapi juga memilih nama orang nama calegnya yang dipilih karena nama calegnya yang dipilih maka mereka harus punya suara mereka harus dapat dukungan dari publik karena itu sekarang lo
perhatikan deh ada persaingan yang seru terutama di partai-partai menengah dan kecil ini untuk bajak-bajakan caleg atau bajak-bajakan kader misalnya di partai Gelora dan PKS kita tahu kan tokoh-tokoh partai Gelora itu sebagian besar itu bekas petinggi-petinggi PKS bahkan mantan presiden PKI Anis semata sekarang jadi Presidennya Gelora Fahri Hamzah ada di situ dan banyak lagi yang kemudian menantang PKS di 2024 ada juga misalnya partainya Gede Pasek partai kebangkitan
nasional yang merupakan sebagian adalah kader-kader partai Demokrat jadi partai Demokrat sekarang ada lagi yang menantangnya yaitu partai kebangkitan nasional nah yang paling fenomenal adalah rebutan kader bukan rebutan kader transfer-transfer kader ini partai PSI kalau kita lihat ya sebagian kemarin berita-beritanya sebagian kader PSI itu keluar dan ada sebagian yang masuk perindo gua nggak tahu berapa biaya
transfernya ada yang bilang 10 miliar kalau realisasinya tinggal 10 juta ya kita juga nggak tahu ya kan tetapi itulah yang terjadi sebut aja ada nama Ryan Ernest yang santer disebut kalaupun belum resmi masuk periode keluar dari PSI tapi belum jelas kemungkinan besar kabarnya masuk perindo ada Michael Sianipar misalnya yang bekas ketua DP dpsi Jakarta yang juga masuk perindo gua kadang bingung memang dalam konstalasi seperti ini wajar-wajar aja sih proses
bursa transfer kader-kader partai ini tetapi memang dalam konteks persaingan politik harus diakui beberapa partai kecil ini bisa masuk ke dalam sistem politik nasional misalnya kayak perindo meskipun partai ini nggak lolos electoral treshold Maksudnya nggak lolos masuk ke sampai ke Senayan Tetapi dia punya anggota DPRD tingkat 2 maupun DPRD tingkat 1 itu jumlahnya bisa sampai 400 orang begitupun dengan PSI dia nggak punya
kadernya yang diletakkan di Senayan karena suaranya enggak mencapai 4% tetapi ada 67 orang kadernya yang duduk di DPD tingkat 1 maupun DPRD tingkat 2 nah persaingan transfer transferan para pemain ini yang seru kemarin misalnya teman-teman dari PSI sebagian keperindo atau mungkin sebaliknya teman-teman dari Gelora atau teman-teman dari PKS kemudian pindah ke Gelora temen-temen dari Demokrat pindah ke PKN temen-temen dari Pan misalnya juga tertarik ke umat
bersama gerbongnya Amien Rais gue pengen menyorot sebetulnya kiprah partai-partai baru ini yang paling menarik sebetulnya menurut gua ya partai-partai baru partai-partai kecil yang nggak lolos elektoral threshold ini yang gua nilai cukup signifikan sebetulnya adalah mereka yang mampu mendinamisir politik nasional atau mampu jelas program-program partainya atau aktivitas partainya buat masyarakat makanya gua agak heran orang kaya Ryan
Ernest atau apa perindo perindo memang punya 400 sekian anggota legislatif tapi lo pernah denger nggak ada gerakan atau isu yang dibawa oleh anggota-anggota perindo yang signifikan dan kita dengar perjuangannya gua jujur hampir nggak pernah denger Tetapi kalau lo bicara soal PSI gue sering denger tuh misalnya isu-isu yang dibawa di Jakarta bagaimana mereka mengkritisi Anis Baswedan misalnya isu formula e yang selalu
menjadi titik tekan kritik anggota legislatif PSI terhadap Anies 29 itu di Jakarta di Bandung misalnya keseriusan anggota-anggota PSI yang mendampingi korban perkosaan Ustadz di pesantren sampai sekarang itu masih terjadi bahkan kemarin di Pondok Cina Depok ketika ada satu SD yang mau dibongkar oleh Pemda Depok mau dijadikan masjid pendampingan dari kader-kader PSI cukup signifikan artinya sebagai partai gue ngerasa ada
signifikansi manfaatnya untuk mengangkat isu-isu publik ke permukaan untuk melakukan pendampingan makanya secara partai kalau menurut gua ya Secara partai event dia cuma punya 67 anggota legislatif secara partai lebih signifikan ini karena apa Karena fungsi kepartaiannya Jalan fungsi pengkaderannya jalan Coba sebutin misalnya Siapa anggota legislatif atau tokoh-tokoh perindo Gua hampir gak kenal kecuali orang baru yang
ditransfer Teuku Tuan Guru Bajang yang lainnya Gua hampir samar-samar nggak terdengar cuma ada dua orang yang familiar di kepala gua Hary Tano sebagai owner partai dan tgb Tuan Guru Bajang nah yang lainnya gua nggak pernah dengar tapi mungkin kalau di PSSI banyak loh dulu yerian Ernest ada Samara yang juga sekarang katanya nggak bergabung lagi di partai PSI ada Grace Natalie ada Giring ada raja Juli Antoni yang sekarang menempati posisi sebagai Wamen itu yang
Gue denger banyak sekali jadi sebagai partai pengkaderannya cukup efektif sayang memang mungkin karena partai baru tidak punya media akhirnya suaranya cuma 67 sementara perindo modalnya cuma satu Mars itu jadi anggota-anggota dprdnya barangkali lebih sibuk menjadi dirigen Mars ketimbang memperkenalkan program-program partai gua nggak tahu sebetulnya Seperti apa tapi yang menarik karena memang mereka punya media MNC
Group yang bisa mendistribusi marsnya sampai ke desa-desa dan orang desa barangkali lebih suka mendengar lagu mars ketimbang pendampingan terhadap problem-problem sosialnya akhirnya perindo jauh mendapat tempat di masyarakat suaranya juga 400% lebih persaingan itu yang terjadi mungkin nanti persaingan keras juga terjadi antara partai PAN dengan partai umat karena Amien Rais pendirinya itu
juga juga pendiri partai PAN pasti itu rebut-rebutan caleg Siapa yang ikut gerbong Amien Rais Siapa yang ikut gerbong pak Zulkifli Hasan sampai anaknya pak Zulkifli dan anaknya Pak Amien Rais yang tadinya menikah dan menjalin rumah tangga ya kan jadi agak berantakan karena orang tuanya beda partai yang partai Gelora dengan PKS juga gua rasa akan punya problem yang sama berebut mencari kader-kader terbaik bursa transfer akan terbuka signifikan
dan para politisi itu membuka diri untuk ditransfer terutama yang terjadi adalah politisi politisi dari partai-partai menengah dan kecil ini karena sebetulnya mereka mencari posisi Bagaimana posisi atau peluang yang paling signifikan agar mereka bisa masuk duduk di kursi legislatif Tinggal bagaimana partai-partai ini mengatur dirinya mengatur kemampuannya untuk menjaga kader-kadernya agar tetap Stay di
posisinya karena sampai nanti menjelang pendaftaran nama-nama caleg burasa rebut-rebutan kader ini akan terus terjadi dan ini adalah fenomena umum dalam negeri demokrasi seperti di Indonesia tinggal kita Masyarakat ini memilih mana kira-kira calon-calon anggota legislatif yang memungkinkan bisa kita titipkan suara kita ke mereka bisa kita titipkan aspirasi kita ke mereka bukan cuma sekedar orangnya tetapi juga Apakah
partainya punya visi yang jelas partainya punya bukti kerja yang jelas karena kalau orangnya bagus tapi partainya melempem partainya tidak mampu membuat terobosan atau ideologi partainya membatasi mereka untuk bergerak dia juga nggak akan bisa apa-apa jadi antara partai dan kemampuan individu ini penting untuk kita perhatikan soal penilaian ya kan kembali ke masyarakat tinggal lo yang menentukan
Siapa orang yang akan kita dudukan di kursi DPR DPRD tingkat 1 maupun DPRD tingkat 2 gua ikut tadi di acara masuk Pak Eko Terima kasih [Musik] [Musik]

Bình luận
Bình luận chưa được tải.