Suporter Sepakbola Punya Kekuatan Politik Yang Tak Disadari | Segelas Bersama Pangeran

Suporter Sepakbola Punya Kekuatan Politik Yang Tak Disadari | Segelas Bersama Pangeran

Asumsi

yangituenggakgitukitainiadakandankarenakalauorang

59,8 k
lượt xem
1,4 k
Lượt thích
28
Lượt không thích (ước tính)
2.4 %
👍 / 👁
59:00
Thời lượng
20 déc. 2024
Đăng ngày
8,3 k
từ
id · tự động
Phụ đề

Lượt không thích là ước tính của dự án Return YouTube Dislike, vì YouTube không còn công khai con số này. returnyoutubedislike.com

Phụ đề đầy đủ

siapa sih kelompok yang berlatih terus-menerus mengorganisir diri gitu ada beberapa kelompok satu orang-orang yang rajin ibadah kelompok pengajian entah datang ke studionya Mamah Dedeh atau ke gereja gitu kedua kelompok suporter kalau ada kelompok masyarakat sipil misalnya yang concern tentang bagaimana membangun front rakyat Bagaimana membangun front kesadaran diantara sesama

masyarakyat gitu dan mereka tidak perah membicarakan kelompok suporter mereka kehilangan satu kesempatan untuk engage dengan salah satu kelompok masyarakat sipil yang paling besar dengan intensitas berlatih mengorganisir dirinya seintens mereka ada golden time golden time yang dilewatkan dalam sepak bola Indonesia dalam konteks persutuan suporter Kanjuruhan itu itu golden time luar biasa orang ketemu dengan dengan organik

gitu karena merasa capek karena merasa lelah karena merasa sedih gitu dan itu dilewatkan dan justru keluar aturan main di mana engak boleh ada way misalnya ya kalau sekarang jadi ribut lagi argumentasinya bukan tu kan Makanya WD dilarang karena kalian masih ribut perspektifnya harus dibalik karena lu engak memanfaatkan golden [Musik] time Bung RS Terima kasih sudah hadir di asumsi ini adalah obrolan yang sudah

direncanakan lama banget engak pernah kejadian-kejadian karena berbagai alasan karena Pilgup gak karena Pilgup ya kemarin sibuk Pilkada jadi kita tunda tapi makasih sudah datang eh sebelum ng lebih lanjut bajunya Zen menarik banget tulisannya tuh nyeri itu setiap hari bukan 5 tahun sekali nyeri itu setiap hari bukan 5 tahun sekali kenapa tuh Bu Oke ini ini judul esai saya tahun 2014 sebetulnya kira-kira seminggu atau du Minggu sebelum Pilpres 2014 waktu itu

jadi kira-kira S saya waktu itu menjawab Tudingan banyak orang terhadap kamisan yang dianggap punya muatan politis lah Waktu itu he kenapa sih pada berdiri depan Istana menjelang Pilpres kira-kira saya jelaskan bahwa enggak kamisan itu bukan soal Pilpres karena bagi orang seperti Bu sumarsi yang kehilangan anak atau seperti Mbak suciwati yang kehilangan suami ya hak asasi manusia itu bukan

bukan soal 5 tahun sekali nyerinya bisa tiap hari tiap kali ingat anaknya tiap kali ingat suaminya dan kebetulan gue pakai kaos ini karena tanggal 10 enggak he hari HAM hari HAM hari ini kita hari HAM 10 Desember ya 10 Desember jadi kaos sudah lama enggak dipakai sih jadi gue pakai aja kebetulan lu yang ngundang kan jadi gua pakai dah gitu Iya karena kamisan itu masih dilakukan setiap Kamis he ya walaupun setiap pekan juga yang melakukan aksi enggak dapat jawaban

apa-apa Sebenarnya ya dan setiap kali mau ada kontes elektoral selalu aja ada yang bilang bahwa ini muatannya politis karena memang menjelang-menjelang Pemilu kamisannya juga lebih ramai dari biasanya lebih ramai dari biasanya makanya ada waktu itu ada beberapa teman bilang Bung mau ke kamisan enggak kayak sehari sebelum pilgob atau sehari sebelum Pilpres Enggaklah kalian kalau mau ke kamisnya Nanti aja pasti agak sepian Kalau sekarang mah pasti banyak

orang tapi itu kan enggak bisa dihindari ya dan enggak dilarang karena memang kamisan forum yang Setahu saya forum yang terbuka buat siapapun mau datang dengan segala macam dengan segala macam kepentingan dan preferensi politiknya masing-masing kita enggak pernah tahu enggak mungkin Orang ditolak kan jadi ya tapi ya ini dibikin 2014 jadi ada konteks dan kayaknya sudahud 5 tahun ya kalauus ini baru dipakai lagi kebetulan aja tanggal 10 ini hari HAM kita tanggal

10 ketemu ya udahlah gue pakai dah pertanyaan menarik 10 tahun yang lalu dibikin pertanyaannya adalah 10 tahun kemudian Indonesia berada di tempat yang lebih baik enggak dari 10 tahun yang lalu Bung Zen Ee tidak lebih baik tidak lebih buruk sih maksud saya kalau kita belajar sejarah kita ngerti bahwa sesuatu itu terjadi karena hubungan material antara berbagai macam faktor gitu hubungan material oh ini

langsung jelas banget pandangan politiknya berbagai macam hubungan material gitu jadi kita enggak bisa bilang Misalnya Pak Jokowi dua kali kemudian Pak perbo jadi presiden kemudian kita kecewa atau tidak kecewa karena sejarah itu bekerja Beyond favoritism kita gitu sejarah bergerak dengan faktor-faktor yang objektif aja kondisi-kondisi material bisa krisis ekonomi bisa bencana alam bisa pergulatan politik bisa perang bisa

apapun jadi beyon si buat saya siapapun pemimpinnya ini sudah Beyond urusan bahagia atau tidak bahagia kecewa atau tidak kecewa karena buat orang yang belajar sejarah sangat sedikit peristiwa sejarah itu yang mengejutkan sebetulnya ya betul semua bergerak karena hubungan-hubungan objektif antara berbagai faktor material yang bisa kita bisa kita lihat bukan yang mistik-mistik gitu krisis ekonomi kan bisa kita lihat ada angkanya ada

chartnya kerusuhan kan bisa kita lihat bentuknya guu bencana alam bisa kita lihat dan dan kalau kita lihat sejarah juga kita tahu bahwa nih sebenarnya kita tadi mau ngomong Awal soal sepak bola sebenar di awal g- tapi kan kita gak pernah ngomong bola betul Iya ini satu hal yang saya rasa juga menarik ya karena mungkin orang tahunya kalau kita ketemu kita ngomong bol ngomongin bola padahal bola itu mungkin hal yang paling gak menarik

dari antara hal-hal yang kita bicarain kalau ketemu tapi ada kaitan ini sebenarnya ada ada ada irisan karena kita berdua ini adalah orang yang suka bola ya suka bola banget sebenarnya Tapi bola bukan satu-satunya hal yang kita suka ya ya jadi kita bisa mengkaitkan dengan banyak hal dan dalam let's say ya 6 bulan terakhirlah ketika euforia tim nasional kita kembali muncul kena prestasi dan lain sebagainya ya Eh muncul kembali Eh bahan diskusi soal

kaitan antara sepak bola dan politik he yang mana Kalau kita berdua sih pasti rasa sepak bola dan politik enggak bisa dipisahin Enggak ada sejarahnya itu bisa dipisahkan tapi ketika kita memberikan pandangan-pandangan yang berkaitan dengan sepak bola Indonesia khususnya dengan Timnas dengan isu Pro atau tidak dengan naturalisasi Apakah ini solusi jangka panjang atau solusi jangka pendek orang menganggapnya itu adalah pandangan-pandangan yang didasari atas

muatan politis padahal ya boladan politik itu tidak bisa dipisahkan pertanyaannya adalah apa yang mau kita sampaikan ke orang-orang yang bilang kayak gitu ee apa ya kekhawatiran saya itu satu aja sebetulnya ini lama-lama enggak ada yang main bola he di Indonesia ini Bukan soal naturalisasi ini soal bukan juga soal federasi ini soal Bagaimana negara memandang hak-hak

warganya di dalam hak-hak warga negara itu kan ada kebsan berbara keasan Berikat kebebasan berkumpul kebebasan berkumpul ini loh yang jadi jadi jadi isu sekarang ini nanti gue sambungin sama bolanya karena berbagai macam faktor yang tidak selalu karena kekuasaan naluri kita sebagai Homo sapiens yang dari SD kita diajarin manusia ad makhluk sosial bersosialisasi dan lainlain keterampilan kita untuk berhubungan

sesama manusia peru-uan dan perakapan cakapan yang setara itu makin menurun Justru karena teknologi bernama sosial sosial media menghadirkan semacam mungkin ilusi mungkin bukan tapi menghadirkan semacam kenyamanan bahwa kita tetap berhubungan he bahwa kita tetap berkawan bahwa kita tetap berjejaring hanya karena kita bisa bercakap-cakap melalui WhatsApp bisa dm-dman melalui Instagram bisa

ee gue pasti didukung sama orang ini gue pasti satu ideologi sama orang ini Karena tiap kali gue ngetet gue diretweet misalnya tiap kali gue bikin Fed di di IG gitu terus gue di-post gitu kan itu asumsi-asumsi yang pikiran-pikiran yang sama sekali enggak teruji gitu buat saya Kita berkawan kita satu kawanan kita satu pendapat kita satu ideologi itu harus diuji dalam banyak pertemuan dalam

banyak percakapan-percakapan dan konsolidasi masyarakat bertemu berkumpul sekarang itu tuh Ee dorongannya melemah karena itu tadi karena kita merasa sudah melakukan itu hanya karena biasa bercakap-cakap di media sosial padahal percakapan-percakapan itu kan yang absen ya kita enggak pernah tahu waktu kita lagi gue chat sama lu gue enggak tahu lu lagi ngapain sebenarnya pada saat bercakap-cakap kan kita bisa ngukur

keseriusan orang ini ngobrol sama kita karena kita tahu dia natap mata kita atau enggak atau dia main HP atau enggak gitu nah tempat-tempat berkumpul ini jadi dalam hak berkumpul negara juga harusnya memfasilitasi ruang-ruang untuk berkumpul I dan salah satu tempat kita berkumpul adalah sepak bola ng kita ketemu karena bola gitu gue ketemu Andreas Marbun gara-gara bola bukan G gara-gara urusan politik anak-anak bertemu berkawan juga

Karena sepak bola nah sekarang ruang-ruang itu kan makin enggak ada GR football enggak ada yang ngurus lapangan makin hilang tantangan terbesar sepak bola Indonesia adalah memperbanyak orang main bola sebetulnya asumsi bahwa masa susah sekali mencari pemain dari 300 juta orang kan asumsi yang keliru karena yang harus dicari bukan dari 300 juta tapi dari berapa banyak orang yang main bola i mencari 11

orang dari 10000.000 pasti kalah kualitasnya dari mencari 11 orang dari 2 juta atau 3 juta orang Talent po kita kan makin sedikit karena lapangannya makin enggak adaik dan susah memain bola tu susah susah he harus bayar iya Rp50.000 Itu yang paling murah yang lu main bola enggak mungkin urnya Rp50.000 kan bahkan kalaupun punya uang belum tentu dapat lapangan juga belum tentu dapat laangan belum tentu temannya ada tem temannya benar benar benar buat

banyak orang r50.000 Rp100.000 itu biaya hidup satu keluarga di Jakarta mungkin bisa buat 2 hari 3 hari betul ee kalau GR enggak diurus lapangan akan hilang dan kita akan sampai pada satu situasi di mana lapangan bola yang punya tinggal t sama Polri dan itu terjadi gitu I Iya di Bandung misalnya pangalaman terbaik milik TNI he atau milik milik institusi di lingkungan kepolisian atau milik

negara gitu yang susah juga main di sana itu karena antriannya panjang atau kalau enggak ya di di di lapangan-lapangan SW jadi persoalan kita persoalan sepak bola buat saya itu terkait dengan hak kita untuk berkumpul sebetulnya dan sepak bola yang paling penting saat ini adalah buat saya yang menyediakan ruang-ruang bertemu lagi gitu bahkan EV nobar pun buat saya sekarang itu penting dan berharga karena i kita ketem ruang benar benar main bola fan football pun he jadi

kita tahu ada kawan yang sudah tiga kali enggak datang kan kita bertanya kenapa saya anak ini enggak pernah muncul ada persoalan apa kejerat pinjol apa kek apa kek jadi kita bisa ngetes bisa ngecek bisa checking checklist sini Kenapa ya enggak pernah datang buat saya berkumpul hari ini bermain bola itu penting karena itu pengejawantan hak salah satu satu hak paling dasar yang dilindungi oleh konstitusi dan dan enggak cukup lu enggak ditangkap

hanya karena berkumpul negara juga harus meniaakan ruang-ruang berkumpul itu public Space public space itu makanya gue bikin toko buku he makanya gue Happy tuh anak-anak di Bandung bikin Friday football street gitu karena gua lihat itu dia tiap tiap jumat main bola di jalan aja gitu ya main bola di jalan ya ya kita yang ngerti misalnya gimana skateboard dalam konteks Amerika sebagai konteks perebutan ruang he ketika ruang-ruang sudah diokupai oleh

baliho-baliho Capital atau atau oleh institusi-institusi yang resmi gitu ya kan orang enggak bisa lari orang enggak bisa he he kan itu occupying public Space yang memang menjadi hak warga dan sebenarnya terjemahan dari hak untuk berkumpul he dan gue Happy tuh ada inisiatif-inisiatif kayak gitu di blokm sudahudah Rabu malam main bola di beberapa tempat sudah main bola main bola itu sekarang berharga buat saya

n karena kita kumpul kita ketemu kita enggak bisa bikin apa-apa kalau enggak pernah ngumpul dulu ngumpul dulu syaratnyaak He he Mau bersekongkol bikin apapun mau bikin kerusuhan apa harus kumpul dulu itu dan dan Itulah kenapa ya kalau ada orang yang meletakkan sepak bola hanya sebagai olahraga ya hanya dari segi aktivitas fisiknya aja atau sebagai hiburan semata itu mendegradasi sepak bola dalam potensi yang lebih besar lagi karena kalau kita lihat kita

kanan selalu berkiblat sama sepak bola Eropa lah gitu gitu ya Banyak orang yang menurut gua yang mungkin belum belum berkesempatan ngelihat langsung ya bagaimana bola di Eropa itu belum bisa melihat bahwa itu bukan perayaan olahraga gitu sepak bola itu Ya kita ngomongin Liga ya ngomongin klub di tiap kota bahkan sampai kota yang kecil sekalipun itu yang perayaan sosial sebenarnya kayak tadi dibilang sama Bung Zen ketemu orang betul setiap pekan ya

kalau misalnya punya tiket terusan datang ke Stadion tahu kan duduk kanan kirinya siapa ya jadi silaturahmi di sana dan ketika warga-warga yang punya satu common identity ini ketemu Terus Mere kan punya sense apa tuh garnance kan punya sense kebersamaan tapi masalah buat otoritasnya orang-orang yang punya common identity ketemu Terus itu exactly betul betul karena karena enggak ada yang lebih powerful dari masa yang punya Kaman identity tapi organized kan saya

punya saya punya punya pandangan begini Kalau kita ngomongin masyarakat sipil artinya bukan bukan bukan penegak hukum bukan yang pegang bedil bukan Katakanlah bukan birokrasi gitu ya siapa sih kelompok yang berlatih terus-menerus mengorganisir diri gitu He ada beberapa kelompok ormas bisa kita take out karena ini bisa kita asumsikan sebagai paramiliter atau bahkan semi militer e terminologinya bisa macam-macam ada semi militer paramiliter

tapi bisa kita bisa takeout itu satu kelompok pengajian H termasuk kelompok kebaktian Iya itu ketemu tiap hari tu ketemu tiap minggu secara berkalaya iya mahasiswa kita enggak anggap itu sebagai ketemu karena kayak kayak anak-anak asumsi Tiap hari datang kan Bukan buat mengorganisir diri karena mandatornya harus datang sama kayak mahasiswa I Iya datang ke kampus bertemu teman-temannya bukan buat ee mengorganisir diri sebagai masyarakat tapi memang kewajiban karena

wajib gitu Ini tentang bagaimana kita memanfaatkan mengoptimalisasi atau mempolitisasi waktu luang sebenarnya siapa sih yang yang yang secara rutin berkala memanfaatkan waktu luang berkumpul dengan dengan orang-orang yang punya common identity satu orang-orang yang rajin ibadah kelompok pengajian entah datang ke studionya Mamah Dedeh atau ke gereja gitu kedua kelompok suporter dan buat saya kelompok suporter

adalah kelompok yang gue enggak bilang mereka enggak punya Toxic elementnya bukan bukan kita ngomongin bagaimana mereka e secara berkala ketemu memanfaatkan waktu ini yang penting nih he ya kelompok suporter ini rutin tiap minggu kalau away lu mikirin mengorganisir bis nyari bisnya Siapa yang mau karena persoalan kalau bisnya ke area-area konflik Enggak semua bus juga mau gitu dealing harga mengorganisir orang mengorganisir

anggota merencanakan rute-rute kalau melewati daerah konflik itu gimana caranya Enggak ditimpukin karena kalau ditimpukin bukan cuma kepala yang benjut harus urunan Kaca pecah kalau home siapa kelompok masyarakat sipil yang terlatih tiap minggu berusaha menyelindupkan barang-barang haram dalam tandah peti ke Stadion barang barang haram bukan narkoba ya FL flare gitu kan Iya spanduk 1312 Iya spandukan juruhan

masuya melakukan latihan itu secara rutin enggak enggak kelompok masyarakat sipil melakukan latihan itu secara rutin enggak enggak makanya kelompok suporter ini adalah kelompok yang sebetulnya paling sadar dalam memanfaatkan waktu luang untuk urusan-urusan yang bersifat dan terlatih tuh mereka mengorganisir diri gitu untuk urusan-urusan bola-bolaannya makanya buat saya kalau ada kelompok masyarakat sipil misalnya yang concern tentang bagaimana membangun

front rakyat Bagaimana membangun front e kesadaran di antara sesama masa rakyat gitu dan mereka tidak pernah membicarakan kelompok suporter mereka kehilangan satu kesempatan untuk engage dengan salah satu kelompok masyarakat sipil yang paling besar dengan intensitas berlatih mengorganisir dirinya seintens mereka H Padahal kalau kita perhatikan misalnya ya di demo kalau

enggak reformasi di korupsi omnibus Law bentrok pertama dengan apa gue tahu tuh ada kelompok suporternya kita tahulah mana yang suporter mana yang enggak dari sepatunya dari bajunya baj dari jaketnya dari HAM dari haming atau chentingnya kita tahu gitu i kalau mahasiswa kan Ah Agak repot lah ya Ya Trisakti Uki Okelah pasukan tempurnya bereregenerasi terus-menerus tapi dari kampus-kampus yang lain kan agak agak agak susah demo sejam sudah repot kan panas ng Gitu

Ee kelompok mana Yang ini gitu makanya buat saya sepak bola tuh penting untuk karena kita tahu ini ini kelompok yang sangat sadar Untuk memanfaatkan waktu luangnya untuk urusan-urusan yang mereka sadari itu apa dan enggak ada yang nyuruh dan enggak ada yang nyuruh ke spending mani kan betul betul He gitu Ini kan ini kan satu potensi besar kalau kita ngomongin tentang kita sebagai sesama pembayar pajak kita sebagai sesama warga negara

kita nyari Kamen mencari irisan-irisan gitu ya kita enggak ngomongin soal soal Siapa gubernur siapa bupati siapa ini karena lu milih siapapun kalau PPH naik ya lu ngerasa ngerasain impactnya kan itu kenapa e kalau ditanya Mungkin lu tahulah gua udah malasnya ngomongin bola dan Lu pasti merhatiin kenapa ini Kenapa Zen ngomongin bola lagi terus ke mana-mana di forum-forum ngomongin bola lagi ya karena saya merasa eh kita

enggak mungkin mengubah satu kelompok suporter besar itu itu menjadi menjadi sangat dramatis di Twist itu enggak mungkin gitu sama Mahasiswa juga sama kita enggak bisa Gitu Ee satu Universitas tiba-tiba mahasiswaanya jadi progresif semua tuh engak enggak mungkin yang memang kita harus temukan adalah kawan-kawan orang-orang yang memang mungkin untuk diajak ngobrol bareng dan enggak perlu semua memang karena itu kerja yang hampir hampir hampir mustahil

ketika kondisi-kondisi materialnya tidak memungkinkan semua orang marah kan gitu Iya dalam kondisi normal kan cukup kita mencari beberapa teman beberapa kawan beberapa orang yang bisa kita ajak ngobrol dan kelompok suporter sebagaimana kelompok mahasiswa ya adalah masyarakat sipil dan buat saya sepak bola adalah tempat latihan masyarakat sipil sebenarnya karena lu berhadapan dengan hampir semua otoritas otoritas

pertandingan otoritas federasi otoritas keamanan Otoritas negara semua otoritas ngumpul tuh di situ dan kita ee apa namanya ketemu dengan orang-orang yang yang berhadapan dengan autority itu ee ya selalu ada masalah di semua tempat ada abang-abangannya aspek toksiknya juga enggak pernah habis tapi ya sebagai bimana Kita memandang masyarakat sipil secara keseluruhan ya ini kawan betul ini ini masyarakat yang memang bagian

dari kita mereka bisa jadi teman gue enggak mau bilang menemani mereka mereka juga menemani kita gitu loh maksudku kamen-kamen irisan-irisan ini kan yang harus terus-menerus e dicari sebelum kita loncat ngomongin hal-hal besar perubahan apa yang bisa kita lakukan betul dan dan kalau kita ngomongin soal posisi kelompok suporter ya dalam peta yang lebih besar dalam bak Civil Society sebenarnya kan kalau kita mau Tarik lebih mundur lagi kan salah

satu Ses terburuknya dari terdepolitisasinya masyarakat Indonesia selama orde baru yang masih keras sampai sekarang aksesnya itu adalah betapa tidak adanya e political consciousness kesadaran politik untuk berorganisir kalau political consciousness-nya pribadi saya rasa banyak apalagi dengan informasi makin ini ya makin gampang didapatkan dan lain

sebagainya tapi kalau kita beli jujur kita kan jarang ngelihat ada gerakan masa organik ya yang tidak diorganize oleh higher authority gitu ya mau itu partai politik kah Mau itu pendana entah dari mana yang benar-benar datang bottom up dari bawah Yang Eh bisa memiliki platform politik tertentu dan kita ngomongin politik bukan dalam politik elektoral tapi ya kepentingan politik mereka sebagai warga gitu dan itu sebenarnya kelompok suporter menempati

posisi yang salah satu yang paling Prime sebenarnya untuk bisa mengorganis diri gitu karena kalau kita lihat ya Kapan sih kita punya gerakan massa selain memang kejadian-kejadian besar omnibus l lalu soal reformasi di korupsi lalu Kemarin soal MK misalnya tapi kan itu kan momen-momen yang mungkin setahun sekali aja belum tentu ada tapi yang memang rajin untuk turun beraksi ya kelompok fans kelompok suporter Nah jadi kalau misalnya kita lihat ada orang yang

anti bilang bahwa ee jangan menaruh politik dalam sepak bola itu kan sebenarnya bukan dalam pertandingan sepak bola a yang mereka maksud tapi jangan memberitahu kepada kelompok suporter yang ter organize dan punya masal dalam jumlah besar ini bahwa mereka sebenarnya punya kekuatan k kurang lebih kayak gitu sebenarnya kan di kan bet betul ya sebenarnya tendang jauh-jauh politik dari sepak bola itu kan sebetulnya adalah pilihan strategis

dari viifa ceritanya ya untuk mengoptimiz industrialisasi lah kira-kira gitu Biar enggak banyak gangguan lah kan itu kira-kira depolitisasinya di situ gitu kalau buat saya sih supporter tuh enggak perlu jadi aktivis sebagaimana musisi enggak perlu jadi aktivis kalau semua jadi aktivis ngapain juga saya juga bukan aktivis lu juga bukan aktivis gitu loh yang paling penting adalah jadilah suporter yang

mengerti hakmu betul jadilah musisi yang mengerti hakmu gitu jadilah pedagang yang mengerti hakmu kan ini area yang yang yang relatif tidak digarap oleh pendidikan kita kalau kita ngomongin Pendidikan Kewarganegaraan kita civic education kita mau PMP PPKN pendidikan Kewargaan kita tuh lebih menitik beratkan Apa yang harus dilakukan oleh warga makanya pertanyaan-pertanyaannya adalah kalau si Budi membuang sampah atau si Budi tidak

melanggar Lalu Lintas ini melanggar atau Sesuai ajaran sila berapa gitu jadi tentang kewajiban-kewajiban what to do nya Civic gitu kita enggak pernah misalnya ee menemukan pertanyaan zaman kita EB tanas kayak gitu-gitu kalau sekarang Uan UN gitu kalau seorang pejabat melakukan ini ini sesuai dengan sila berapa yang terusmenerus diajarkan adalah apa yang harus dilakukan oleh warga jadi basisnya adalah kewajiban

warga terhadap negara bukan hak-hak warga negara jadi civic education kita itu lebih menyoroti apa yang harus dilakukan oleh warga dalam konteks kewajiban bukan apa yang berhak dilakukan oleh warga dalam konteks hak-hak warga negara jadi pendidikan kita pendidikan politik kita Pendidikan kargaan Kewarganegaraan kita lebih menitik beratkan hubungan warga dengan negara dalam konteks kewajiban warga

bukan konteksnya hak-hak warga gitu Ini yang membuat Apa ya Nam kultus kepemimpinan jadi gede gitu ngebela pejabat ngebela politisi itu bisa dilakukan dengan sangat amat all out gitu dan sangat mudah gitu sekarang sesama Civic nih sesama warga negara ng nge-call out nge-cancel gitu ya makanya ada idiom di Twitter tuh kita ini jahat benar sama orang baik gitu H tapi baik benar sama orang jahat gitu karena kalau sama orang baik standar kita jadi harus

tinggi luar biasa sehingga kalau ada satu orang melakukan kesalahan semua hal yang dia lakukan jadi batal semua pertemanannya juga batal semua organisasi yang pernah dia masuki juga dibatalkan gitu ya karena itu tadi karena menurut saya Ee Kita tuh dididik untuk menjadi warga negara yang baik dalam konteks kewajiban warga bukan menjadi warga yang baik dalam konteks loh kalau kita demonstrasi keras-kerasan gitu kita warga yang baik

karena karena kita merayakan hak kita cuma karena dididik bahwa warga yang baik adalah yang taat kewajiban bukan yang bisa mengoptimiz hakaknya sampai limit yang paling jauh yang dimungkinkan jadinya begini kan Nah menurut saya Eh kalau kita balik lagi ke doktrin bahwa jangan politik masuk ya persoalannya adalah para politisi ini ngerti cara mainnya sementara suporter dan kelompok-kelompok yang peduli dengan sepak bola ini terlanjur Jengah dengan

politik dan elit-elit politik sehingga akhirnya juga enggak belajar tentang politik gitu kan itu persoalan gitu jadinya woke he jadinya woke kan gitu karena apa-apa ditolak apa-apa ditolak apa-apa ditolak gitu dan dan berangkat dari satu titik ideal yang sebetulnya begitu lu uji di realitas lu enggak bisa ngapa-ngapain gitu lu kan enggak mungkin jadi wok ng karena lu mengorganisir dalam konteks politik elektoral kan gitu lu enggak mungkin W gitu dan orang-orang

yang ngurusin ngurusin supporter juga enggak mungkin W gitu eh karena lu ketemu realitas sehari-hari di mana perkelahian ada di mana canting yang memang inappropriate tuh ada gitu dan lu berhadapan dengan realitas itu dan pilihan lu apa kalau pilihan lu ideal lu lu akan pergi ninggalin itu ini bukan tempat yang aman ini bukan tempat yang yang yang yang ideal buat saya gitu orang-orang yang melakukan kerja-kerja pengorganisiran kan enggak mungkin jadi

woke karena berhadapan dengan realitas yang yang tanakan enggak mungkin Wow karena terbentur terbentur jadi terbentuk gituul betul W ini kan enggak mau terbentur he selalu ber selalu berada dalam kondisi ideal yang mana Enggak pernah KJA perah kejadian cara mereka menghayati kehidupan bercakap-cakap itu mereka nyusun gramarnya sendiri dan gramarnya enggak pernah dibicarakan dan dinegosiasikan dan dia bawa gramar itu

semua ruang lu kalau enggak pakai gramar ini lu layak diccel enggak material gitu kan sejarah enggak bergerak dengan cara cara demikian tapi dengan perbenturan banyak nilaika kan Iya betul ini kemarin sebenarnya posisi kelompok suporter ya ini tanpa tanpa gua harus sebbut spesifik kasusnya tapi itu Kelihatan banget pas Pilkada kemarin ya Dan ini ada banyak temuan yang menarik gua lihat termasuk dari betapa enggak ngertinya

kaum elit politik melihat suporter sepak bola jadi ketika kemarin dalam konteks Jakarta ya Ee kita ngomong suporter eh suporter bola Jakarta lalu ketika ini dianggap sebagai sebuah bagian yang harus dirangkul dan harus dimenangkan ada orang-orang yang bilang emang berapa banyak sih anggotanya Itu adalah sebuah sebuah statement yang berasal dari Ignorance yang parah menurut gua karena kenapa karena menempatkan suporter sepak

bola ini seolah-olah mereka adalah spesius yang urusannya cuma bola doang gitu bahwa suporter sepak bola ini bukanlah warga yang punya kehidupan punya kepentingan dan bersinggungan dengan banyak hal Nah ini kan Bagaimana elit melihat suporter sepak bola kan Oh mereka yang penting di tiket dikasih dikasih dikasih tontonan udah happy Gitu Celakanya ini juga pemikiran yang bisa ditemui dalam kelompok suporter yang juga merasa

dirinya Selama ada tontonan oke-oke aja jadi ketemu kan kan yang satu pengin suporternya yang enggak punya power dan enggak punya kesadaran suporternya juga ada yang merasa e Enggak usahlah tempat kita ya boleh aja gitu dan dalam banyak kasus sebenarnya kalau kita lihat di negara sepak bolanya sudah lebih dewasa ya sebenarnya kan apa yang kita puja-puja dari balik layar kaca gitu setiap weekend kita tonton di Inggris misalnya

eh itu Politik semua politis semua gitu kita ketika kita misal wacana super league-nya muncul gitu yang turun ke jalan siapa ya suporter bolanya kan gitu jadi untuk mengatakan bahwa suporter sepak bola itu tidak boleh Politik Itu adalah sebuah statement jahat menurut gua jahat jahat kalau dikasih tah oleh kalau diomongin oleh elite kasihan kalau diomongin sama supporter sendiri ini takeway lu pengalaman pil gu ya Iya ini soalnya lucu lucu gitu karena

seolah-olah gini eh kita kan selalu bilang komunitas-komunitas ya entah Kom bola penggemar apa komunitas fesp pokoknya berbagai macam komunitas dan Kalau ngomongin soal marketing ya political marketing atau bahkan marketing apapun lah kan juga orang media bisnis Media apa sih yang mau ditapin community gitu kan pasti kan nah yang dikotak-kotakkan soalah komunity-komunity ini itu ruang gerakan hanya tercakup pada hal yang mereka suka

aja gitu dan ini adalah bentuk alienasi politik Gaya Baru sih menurut gua ya menaruh pada kotaknya aja seolah-olah tidak ada hubungan dengan yang lain sehingga Salah satu alasan kenapa misalnya banyak Lama sekali kita gak punya kontrol dari pihak suporter sebagai stakeholders bola terbesar Sebenarnya entah itu kepada federasi entah itu masing-masing dari suporter klub kepada klubnya sendiri gitu karena ya tadi itu karena memang didesain untuk

tidak politik Nah kalau didesain untuk tidak politik ya berarti jadi customer kan yang menarik berapa minggu lalu Lu pernah bilang Lu pernah tweet bahwa klub lu Bahkan dalam sistem masyarakat yang kapitalis sekalipun customer itu adalah raja yang paling diagung-agungkan tapi itu enggak terjadi di kota lo iya iya menurut lu harusnya gimana nge Iya menurut gua ya gini ee Iya kalaupun enggak dianggap sebagai ini ya enggak dianggap sebagai eh apa

namanya ya stakeholders yang setara gitu ya dianggap sebagai pelanggan dan pelanggan itu kan harusnya dimuliakan kan diservis diservis diservis yang lucu gini jadi ada satu istilah yang gua enggak tahu kalau bahasa bahasa Indonesianya apa padanan ya tapi kalau dalam posisi klub-klub di Eropa gitu ya owner itu sebenarnya mereka secara secara esensial dia kan selalu dibilang dibilang sebagai custodian custodian itu apa ya sebagai

eh orang yang lagi ngurus gitu tapi bukan owner sebenarnya pengurus aja pengurus Pengurus pengurus bahwa yang punya klubnya itu yaitu warga warga setempat orang ini punya Capital punya duit punya kuasa dia ngurus nah pengurusnya bisa ganti ownernya bisa ganti klubnya kan enggak dan warganya juga enggak gitu karena dia ada di kota tersebut gitu kan Nah hal-hal gini nih relasi antara punya athority entah itu federasi entah itu klub kepada

stakeholder sebesarnya itu kan timpang kalau di Indonesia Tu makanya Kenapa disuapin dikit Happy kan padahal harusnya bisa lebih gede lagi dan ini jadi makin menarik untuk dilihat ya dan dibahas ya dengan fenomena tim nasional yang kayak sekarang Gue merasa sekarang tuh waktu yang tepat sebenarnya untuk ngomongin ini kenapa Karena kemarin habis menang ya kan terakhir menang lawan Arab enggak ada pertandingan lagi sampai Maret jadi basically Timnas kita

senior nih enggak ada pertandingan nih jadi kalau kita mau bahas ini itu enggak bakal ada yang kehebohan heboh sebenarnya Tapi ini sebenarnya menarik untuk lihat Karena gini mungkin banyak orang juga yang mungkin masih terlalu muda atau enggak tahu kita dulu gimana 2010 zaman-zaman zaman-zaman Nurin Khalid ya Zen ini pernah digebukin sama sama preman di lantai du itu ya gue hampir jatuh tuh dari balkon hampir jatuh dari balkon GBK waktu demo anti

Nurdin waktu zaman eh revolusi PSSI waktu itu sebelum sebelum sebelumnya itu ya sebelum itu habis final AFF AFF ya final AFF leed 2010 itu ya gitu nah ini kan kita sekarang berada dalam era bola yang berbeda Sebenarnya gue sih bisa bilang lebih baik sebenarnya ya kalau kita lihat dari level permukaan tapi ya lagi-lagi asi mungkin lebih baik manajemen mungkin lebih baik tapi dari level fansnya ini gimana gitu level suporternya gimana

ee Ini kan jadi gini kenapa sepak Liga Indonesia atau grassroot football itu atau kompetisi domestik itu harus dibenerin buat saya karena pada dasarnya yang ngrunning sepak bola ya adalah suporter ini orang-orang yang yang tiap hari away dari Bandung ke Solo dari Solo ke Makassar dari Jogja ke mana ke mana ke mana gitu siap bula absen kalau sepak bola adalah Timnas sepak bola tuh absen selama Maret ya baru ada

lagi Timnas bar terus 4 bulan enggak ada bola kan kan enggak gitu kalau memang sepak bola Indonesia penting bubarin aja kan enggak mungkin juga kita tahu Eh revenue stream dari sepak bola Indonesia haksar Liga Indonesia Liga sat Liga 2 berapa gede gitu kan enggak mungkin juga itu di di apa namanya ditinggalin makanya saya selalu bilang bahwa Kenapa sepak bola Indonesia Liga Indonesia tu

harus dibenerin GR football itu harus dibenerin karena kalau enggak dibenerin secara serius bersungguh-sungguh dan dengan skema Yang jelas gue gua gue khawatir ada Kanjuruhan lagi gitu loh He gue enggak ngomongin dulu prestasi deh kan ini terjadi Gitu Ee wday dilarang ini kan juga enggak enggak enggak enggak menyelesaikan persoalan-persoalan paling fundamental semua korban-korban yang

meninggal di Bandung atau di Jakarta itu kan dalam konteks larangan aday juga sebenarnya Enggak ada enggak ada peresmi gitu misalnya dari Jakarta Boleh ke Bandung dari Bandung Boleh ke Jakarta pada saat lagi lagi mereka bertanding atau beberapa waktu beberapa tahun lalu enggak ada izin Surabaya boleh ke Malang Malang boleh ke Surabaya hampir semua tragedi itu terjadi dalam ketika enggak ada larangan Wid kan jadi Liga Indonesia itu harus dibenerin karena gue khawatir

akan ada kanjuruan-kanjuruan berikutnya ada orang-orang mati lagi karena enggak ada usaha yang luar biasa sistematis untuk ngebenerin ngebenerin ini bayangkan kalau setelah Kanjuruhan itu aku tuh masih ingat malam Kanjuruhan besoknya tuh persi-persija he itu itu golden time tuh kalau habis itu Liga jalan lagi persi Persija berjalan dan jaemia boleh masuk ke Bandung kalau enggak ada yang aneh-aneh ya kalau ada yang kalau enggak ada yang kerja

buat ngerjain lah kira-kira teorinya enggak akan jadi apa-apa karena orang sedang Terpukul orang sedang sedih Orang sudah merasa capek gitu tapi golden time itu dilewatkan Justru dengan ngeluarin aturan enggak boleh ada Day he itu kan secara organik ketemu tuh beberapa kelompok dari Jakarta bisa datang ke Bandung untuk 7uh harinya akan juruhan di Jogja Sleman Mataram Solo ketemu itu kan golden time yang mestinya bisa

dirayakan dengan cara pertandingan-pertandingan paling beresiko lakukan pada saat itu gitu sekarang udah terlanjur nih perang di medos tetap jalan Kanjuruan udah lupa dan gak pernah ada pengalaman officially officially gitu suporter Bandung bisa ke Jakarta suporter Jakarta bisa ke Bandung suporter Surabaya bisa ke Malang Malang bisa ke Surabaya goldennya lewat dilatkan justru dan kanjuruhannya begitu

aja pengalaman barunya juga enggak muncul kan di suporter tuh ada bahasa-bahasa tidak tertulis bahwa lu kalau udah jamu gua gua harus jamu El kan ada bahasa-bahasa gitu golden time-nya itu dilewatkan Justru dengan paranoya bahasa saya ya paranoya kekuasaan karena kalau ada kejadian lagi gue repot nih he itu kalau versi Persija habis itu ditunda 2 minggu terus jalan dengan suporter Jackman bisa datang ke Bandung

dengan segala macam cara misalnya habis itu Surabaya bisa atau daerah-daerah konflik itu didesain rupa jadwnya diceatin deh Persis Solo lawan psim-nya dicepetin atau PSS sama persis solonnya dicepetin yang tadinya akhir musim jadi H itu akan jadi jadi pengalaman yang luar beresiko beresiko makanya apa-apa harus diorganisir apa-apa harus diajak bicara tapi buat saya itu bisa diusahakan dan itu akan jadi golden time yang akan bisa

dioptimalkan dengan sangat amat baik gitu kita tahu sejarah bekerja dengan cara cara-cara tertentu dan kita tahu juga ada banyak momentum-momentum sejarah yang bisa dioptimalkan dan ada momentum-momentum sejarah yang gagal dioptimalkan misalnya 98 gitu soarto jatuh si-nya bulan November he 3 bulan 3 4 bulan itu adalah waktu yang sangat amat cukup untuk melakukan konsolidasi kekuasaan waktu itu misalnya agenda reformasi itu apa bubarin Golkar

misalnya loh Golkar bulan Juni bisa bikin kongres hampir tanpa gangguan itu karena ada piala dunia 98 ya dan orang sudahah capek betul betul momentumnya lewat sebagai pembaca sejarah ada golden time golden time itu ada aturan-aturan main di mana golden time harus harus dioptimalkan gitu swarto melakukan dengan sangat amat baik Golden time-nya dipakai untuk nabisin hampir semua kelompok kiri No Mercy gitu semua agenda politiknya berhasil

gitu nah ada golden time golden time yang dilewatkan dalam sepak bola Indonesia dalam konteks persutuhan suporter juruhan itu itu golden time luar biasa orang ketemu dengan dengan organik gitu karena merasa capek karena merasa lelah karena merasa sedih gitu dan itu dilewatkan dan justru keluar aturan main di mana Enggak boleh ada wday misalnya ya kalau sekarang jadi ribut lagi argumentasinya bukan Tuh kan Makanya yday dilarang karena kalian

masih ribut perspektifnya jug harus dibalik karena lu enggak memanfaatkan golden time untuk memunculkan pengalaman-pengalaman baru di mana ada dua kelompok suporter yang enggak pernah satu Tribun jadi satu Tribun he itu pengalaman yang buat saya bisa sangat di di di dielaborasi ke generasi-generasi berikutnya kan ada bahasa Kalau lu dijamu sama gua gua harus jamu El gitu pengalaman itu lewat lewat lewat karena logiknya adalah logik

logik logik kekuasaan yang enggak mau capek enggak mau ribet gitu ya dan dan dan gini kan kalau dalam ngomongin konteks larangan aday ya ini ini kan sesuatu yang sering terjadi dalam sepak bola Indonesia ya Dan kalau lagi-lagi kalau dikomparasi dengan sepak bola di negara lain yang lebih dewasa ini sebenarnya lucu banget Karena yang namanya football violence kekerasan dalam seak bola itu itu bukan fenomena unik Indonesia enggak di mana-mana ya

masassa dalam jumlah besar terorganisir punya punya Kab identity pasti akan berbenturan dengan identitas Yang berseberangan tapi ini kan masalahnya soal satu niat atau enggak mau ribet atau enggak ada penegakan hukum atau enggak gitu Kalau misalnya ee orang sering bilang ya apalagi orang-orang yang memang Kelihatan banget enggak pernah ngerti bola gitu I soal kalau di Indonesia fansnya Barbar tidak teredukasi gitu loh di belahan dunia

lain pun juga sama gitu m-mol PHD juga ada di Tribune stadiion pasti jadi Barbar pasti jadi Barbar jadi enggak ada hubungannya sama itu dan ini adalah salah satu bentuk simplifikasi masalah yang yang terus terjadi gitu oke karena sering ribut enggak boleh ada away day enggak ada ada wayday pun tetap ribut gitu jadi kan sebenarnya ya enggak ya Malas aja Malas dan enggak mau ribet dan tidak ada orang yang bisa mengadvokasi kenapa harusnya enggak demikian gitu Nah

kalau dalam pemahaman gua ini kan harusnya dilakukan oleh stakeholder terbesar tadi ya fans-fans Ini yang harusnya satu memang punya kesedaran politik dan kedua memang mau ngasih pressure gua juga sadar bahwa masing-masing kelompok ini kan punya kepentingan sendiri-sendiri ngapain gua fight buat orang lain kira-kira gitu kan tapi dalam bayangan lu mungkin enggak sih bahwa kelompok suporter yang berbeda-beda warna ini ya

mereka enggak usah mengenyampingkan apa rivalitasnya tapi kalau mereka come up dengan satu agenda bersama dan enggak perlu diperlebar untuk urusan yang lain ya satu agenda bersama dalam konteks kesuporteran dalam konteks perlindungan pada waktu away itu mungkin enggak sih Eh Collective bargaining gitu sulit sih harus diakui sulit ya karena lu tadi dengan sangat on point ngejelasin bahwa masing-masing punya interest sendiri-sendiri dan sayangnya

interestnya itu kadangkala juga tidak datang organik dari kelompok-kelompok itu ada irisan-irisan dengan para elit di kotanya masing-masing ada irisan-irisan yang memang jadi kalau dibilang dibilang apa namanya federasinya enggak mau ribet enggak enggak enggak cuma federasi banyak orang tuh memang enggak mau ribetang Banyak orang enggak mau ribet Gitu Ee

dan kalau buat saya gini sih sekarang sepak bola ini udah cermin masyarakatnya lah apa yang terjadi di suporter pada dasarnya terjadi di tempat lain betul suporter rusuh suporter enggak rusuh juga gengster ada di Bandung he ormas di mana-mana bentrok rebutan l parkir kita enggak bisa membayangkan situasi Anti Kekerasan ketika society-nya sebenarnya penuh dengan kekerasan kekerasan-kekerasan struktural

kekerasan-kekerasan yang bersifat sistematik kekerasan-kekerasan yang enggak fisikal lu dijotos gitu tapi lu babak belur dalam hidup sehari-hari ini kan kekerasan struktural kekerasan sistematik gitu Anti Kekerasan ini hanya bisa terjadi ketika problem-problem strukturalnya juga dibenerin problem-problem sistematisnya diberes ada orang-orang yang memang Gobloknya minta ampun sehingga dikasih tahu enggak

bisa tuh ada betul itu tapi ada ada banyak situasi yang sebetarnya bisa dihindari manakala problem-problem strukturalnya itu sadar disadari oleh athority saya tuh masih ingat banget ng perseteruan misalnya persib sama Persija setelah haringga meninggal di gebela tewas dikeroyok oleh oleh kelompok suporter boboto ya Bandung ya bukan oknum ya pasti itu Bobotoh itu kan relatif tenang melanda itu saya masih ingat Bung Feri itu

sempat marahin atau ngeplak ya suporter Persija di Bekasi gara-gara centing yang provokatif atau apalah ya cuma saya juga ingat bahwa pertandingan pers Persija di leg berikutnya itu gak dapat izin dan tertunda berkali-kali akibatnya apa karena ditunda berkali-kali Ya sudah seet-sepetannya munculnya Muncul lagi dan berujung kalau koreksi kalau gue keliru ya yang ada ada pemain-pemain Persija kemudian ngeledek

Persib itu loh yang akhirnya mereka juga minta maaf bersama itu tuh muncul dalam konteks ketika ada golden time golden time yang dilewatkan yang justru gue enggak tahu itu intentionally atau unintentionally tapi output-nya sama konfliknya jadi dirawat konfliknya jadi tetap terus ada pada saat golden time-nya itu beberapa kali tersedia sebetulnya karena kebijakan yang yang menurut saya malah capek karena

kebijakan yang enggak Mau menyentuh akar-akar persoalan karena enggak mau ee ribet gitu buat saya persoalan terbesar suporter saat ini bukan bersatu sih bukan bersatu antar semua kelompok gitu dan enggak akan kejadian itu enggak akan kejadian persoalan persoalan persoalan suporter buat saya persoalan warga negara di mana semua semua kelompok elemen masyarakat sipil itu memang sudah diisolasi di klusternya masing-masing

dibelah-belah di klusternya masing-masing lu enggak boleh ngomong politik karena pemilunya sudah selesai isolasi-isolasi ini gitu ya Eh sekat-sekat sosial ini ini yang menjadi persoalan kita hari ini kita enggak bisa ngomongin persoalan suporter itu tanpa meletakkannya ke dalam persoalan betul pengelolaan negara pengelolaan warga masyarakat gitu ya di depan hukum di hadapan kekuasaan ini ini sama gitu loh ya Ya gimana kita bisa bisa bisa menjadi

menjadi apa ya tiba-tiba naik motor tiba-tiba lu ditimpukin itu kan sama dengan kebayang enggak warga Dago Elos tiba-tiba lagi tidur nyenyak tiba-tiba Ada orang bernama muler tiba-tiba datang mengklaim muler ni siapa gitu itu ternyata bukan orang Jerman bukan orang bule gu juga ini orang Indonesia bukanya Kaget gua yang belagak gila mendaftarkan namanya ke pengadilan untuk dapat nama Mul gitu atau lu tiba-tiba lagi lewat tiba-tiba ditembak

gitu buat saya persoalan suporter itu enggak bisa diisolasi dari persoalan-persoalan yang lain Karena itu part of itu gitu loh ini bagian dari persoalan-persoalan besar di mana memang kita sebagai warga negara itu dikondisikan untuk susah membangun solidaritas Makanya kalau buat saya sih Ya udah kita nyari irisan-irisan sebanyak mungkin aja gitu Nah makanya itu bung jadi memang karena memang sudah terisolasi ya masing-masing dalam

kantong-kantong sendiri dan dipoltisasi sebenarnya kelompok suporter ini sudah setengah langkah lebih maju dibandingkan dengan mungkin ee kelompok masyarakat sipil lainnya di mana yang mendorong mereka untuk mengorganisir diri itu something yang menurut gua bisa dibilang pure sebenarnya datang dari hati gitu ya gitu dan memang saya selalu bilang dari dulu kelompok seporter sepak bola ini gini deh orang ya kalau beragama itu masih ada ada dijanjikan

surga ya kan agama apapun sebenarnya kelompok suporter sepak bola apa janjinya mereka ini dijanjikan apa sampai sehingga mereka mau Git kan capek-capek mau The promise lnya apa Enggak ada enggak ada Nah makanya kan sebenarnya kelompok masa yang bisa berkumpul yang bisa mengorganisir diri dengan relatif tulus itu kan luar biasa susah untuk dikontrol sebenarnya luar biasa susah dikontrol susah dikontrol gitu karena

tadi Kalau pakai Isah Zen enggak ada promis landnya tanah perjanjiannya enggak ada engak ada orang lu datang ke Stadion bisa-bisa itu kalah lu bt Kok bisa tapi itu kan enggak akan bikin mereka bubar gitu kan Nah dan kalau dalam konteks bernegara kita yang lebih e luas lagi ya Ee banyak orang bilang bahwa mungkin nilai-nilai demokrasi kita sebagai negara mungkin ya kalau enggak jalan di tempat ya mundurlah ya dalam beberapa tahun terakhir dan mungkin ke

depan kita juga enggak tahu kayak gimana dan makin lama kita juga makin lihat bahwa organized community itu kepentingannya kadang-kadang memang iya enggak jauh-jauh dari kepentingan elit atau duit Heeh gitu sehingga Kenapa misalnya gua mau ngomong hama hari ini karena kelompok suporter ini di kota mana pun kelompok suporter klub apapun Ya itu sudah punya modal sosial modal politik yang luar biasa sebenarnya gitu saya enggak tahu apakah masing-masing

juga memiliki drive Yang mirip-mirip Kan kan kalau kalau lu lu masih belong to one community sebenarnya kan di bandung Kalau gua kan enggak gua kan Ngelihat orang gua suka aja gitu lihat kelompok orang yang punya satu comen identity satu comen platform sadar kekuatan politiknya dan itu ada di kelompok suporter sepak bola selain kelompok agama tadi kata lu bilang Nah itu sih gua menetakan kelompok suort sepak bola ini dalam konteks bernegara Sebenarnya

ya Jadi bukan cuman urusan soal soal bolanya aja karena ya gua sama lu tahulah kalau kita nonton bolanya doang bosan enggak sih i i dan dan apa ya dan EE ini yang paling menarik sebenarnya adalah kesadaran itu tuh ada kesadaran politik kesadaran berdemokrasi kesadaran untuk untuk mengaktifkan hak-haknya sebagai warga negara itu ada di hampir semua kelompok suporter sebetulnya bahwa kelompok-kelompok ini kemudian

dibebani target yang luar biasa besar jadi kalau ada kelompok yang progresif gitu ya terus ada temannya yang sebenarnya kenal juga juga kagak melakukan kesalahan udah kena cap gitu Itu yang makanya gue bilang buat orang-orang baik Tuh standarnya dibuat gede banget buat orang jahat standarnya jadi rendah banget tapi saya melihat kesadaran kesadaran itu ada kenapa Karena sepak bola Indonesia suporter-suporter klub lokal suporter

sepak bola lokal ini kan sedang menghadapi persoalan yang tidak pernah terjadi sebelumnya eh Timnas yang progres kayak gini mengalami Kanjuruhan harga tiket di mana-mana naik luar biasa sementara inflasi tinggi sementara e rasio kenaikan gaji Kebanyakan orang juga enggak setinggi itu dan hasrat untuk mengontrol suporter melalui etiket harus download apps dulu macam-macam ini kan persoalan yang dihadapi oleh hampir

semua kelompok suorter apa yang terjadi di Bandung akan diduplikasi di mana-mana udah diduplikasi sama Timnas ini akan terjadi di mana-mana sebenarnya jadi keresahannya itu ada dan ini jenis keresahan yang sejauh yang saya tahu tuh Enggak sekamen ini gitu Ini yang membuat apa namanya kelompok suporter itu sekarang berhadapan dengan situasi persimpangan sebenarnya karena mereka berhadapan dengan satu kalau kalau industri sepak bola kan titik baliknya

2008 waktu Joko driono memaksa semua klub harus berbadan berbadan hukum Nah bagi suporter tahun-tahun ini nih pasakan juruan inilah persimpangan jalan mereka gitu karena cara menonton cara mengakses Stadion cara mengakses pertandingan itu mengalami satu perubahan yang yang yang bisa dianggap sebagai turning point ya Dan ini meresakan di hampir semua kelompok di hampir semua kelompok suporter itu resah nah keresaan-keresaan ini saya melihat

di banyak di banyak kawan di banyak kota di banyak tempat ada banyak orang yang menyadari ini sebagai bagian dari persoalan besar mereka sebagai warga negara bukan semata-mata sebagai suporter Nah kalau saya sih engak merasa merasa apa namanya saya sih senang aja ngumpul ng ngumpul karena ya ketemu sama orang-orang gitu saya menemani mereka mereka menemani saya eh k mana-mana ada teman itu itu feeling safe gitu ya di situasi yang kita enggak tahu Eh

beberapa waktu mendatang akan kayak apa masih ada Pemilu apa enggak gitu ee irisan-irisan itu sih yang harus kita temukan sekarang dan EE memang enggak bisa enggak enggak ada panasenya enggak ada satu obat mujarab kemudian semua selesai kan sejara enggak bekerja dengan cara begitu ya Gitu Ee di setiap kelompok suporter ada banyak yang Toxic gitu Ada banyak yang progresif sebagaimana di mahasiswa sebagaimana di partai sebagaimana di sektor-sektor

kehidupan yang lain Jadi suporter itu enggak enggak melampaui kelompok masyarakat yang lain sama aja bajingannya banyak orang baiknya juga banyak orang yang progresifnya banyak yang malas-malasan juga banyak sama aja gitu tugas kita ya ya ya ketemu dengan sebanyak mungkin orang ini ngobrol Dan dari situ mencari mencari irisan-irisan baru yang yang Siapa tahu bisa menjadi menjadi comon Fortress ya manakala ada kebijakan-kebijakan ee dari negara yang

yang merepotkan kita semua sebagai warga sebagai sesama pembayar pajak ee susah mengharapkan Sepak Bola berubah ketika struktur politiknya juga enggak banyak berubah hampir Enggak ada bedanya gitu loh cara negara dikelola dan sepak bola dikelola gitu nah kita enggak ngebayangin gitu Sepak Bola berubah luar biasa dramatis secara struktural fundamental bukan Timnas ya Tapi sepakul secara keseluruhan ya Saya pengin ada GR R football yang kan GR R

football itu adalah mendemokratisasikan akar rumput ketika politiknya enggak begitu susah juga gitu loh makanya saya selalu bilang bahwa ee sepak bola ya enggak pernah bisa dipisahkan gitu eh akar persoalan di sepak bola adalah akar persoalan politik Kita sebenarnya yang sangat elitis sangat oligarkis eh patron patronizing patronasenya kuat gitu kalau ada kelompok suporter progresif kan ini juga sama kalau ada warga-warga yang progresif untuk

urusan-urusan ekonomi untuk untuk urusan-urusan kultural untuk urusan-urusan sastra sama aja dan jumlahnya memang selalu Enggak banyak mencari irisan-irisan ini yang memang harus di di apa namanya di ditemukan caranya dan mungkin enggak ada formula ya karena 65 Butuh berapa tahun untuk jadi Malari 74 tuh lama l itu belajarnya tuh i i zaman sudah berubah eh elit bisa langsung menjangkau dengan

perangkat-perangkat teknologi cara berkampanye udah sangat berubah cara kekuasaan bekerja dan makin ke sini kan kita juga makin tahu bahwa media sosial atau teknologi internet yang dulu kita bayangkan adalah tempat di mana kita bisa merayakan Anarki yang lu gak perlu sekolah asal lu banyak kuat aja aja baca buku ebook PDF sebanyak-banyaknya gitu lu bisa ee apa namanya

ee challenge argumen Profesor mana di di di Twitter tanpa Lu harus jadi Profesor gitu kan kita membayangkan masyarakat yang anarkis dulu dengan media sosial dengan internet faktanya kan enggak begitu Ternyata teknologi juga bagi ya lu tahulah untuk beberapa kesempatan tuh kayak on off aja gitu loh apa yang ada di timeline tuh he gue nglikike-ngelike Kamala untuk ngecek seberapa masih demokratis nih X Gitu ya Kalau dulu kan logiknya kalau kita nge-like kebanyakan

a ya lu akan disodorin terus tentang a teori Bubble di sosial media kan gitu enggak juga yang muncul di timeline gua tram mulu gitu so kendalanya banyak persoalnya banyak jauh lebih sulit masyarakat semakin terfragmentasi pilihan hiburannya juga makin banyak pilihan untuk marah-marahnya juga banyak gitu Kalau dulu kan orang enggak bisa marah-marah bersama-sama kecuali Lu harus ngumpul baru marah bersama-sama sekarang dengan dengan trending topik lu

udah ngerasa marah bersama-sama gitu kan itu juga juga juga persoalan menurut saya sering ketemu sering ngumpul lu sama gua juga harus lebih sering ketemu gitu harusnya sih iya sih e kayak dulu kita gitu Itu sih yang harus kita lakukan dan ya sebagai masyarakat sipil juga jangan jadi walk gitu Iya jangan jadi walk Jangan jangan apa namanya kalau ada satu RUU gitu kita ngumpul-ngumpul ngomel-ngomel ini RUU kita bahkan enggak tahu t itu ru udah

draft berapa kita mau ngomentarin RUU tapi itu enggak tahu ada draft berapa Berarti kan kita bahkan di dalam aja enggak punya teman lu gimana mau menang gitu He jangan jadi woke ya sadar aja bahwa berkawan itu ngobrol dengan bahkan dengan orang yang lu anggap ini pun kita enggak tahu dia bisa ngasih info apa gitu oke makasih Bung Zen atas obrolannya yang semoga enggak terlalu berat ya buat teman-teman yang nonton

tapi satu key away sebenarnya dari obrolan kita adalah dalam iklim demokrasi yang mungkin penuh dengan tanda tanya ini di mana penuh tanda tanya itu apaan ya penut Tan tanya akan lebih bagus atau enggak gitu masih ada pemil enggak ya mudah-mudahan masih ada ya mudah-mudahan masih ada ee karena walaupun gua banyak enggak setujunya sama presiden kita yang sekarang tapi gua tidak bisa menafikan

bahwa Pak Presiden ini orang yang terpelajar Bung Z gitu gua harapkan kalau yang ingin kalau yang ingin pemilu dipilih langsung kan yang pengin pres dibalikin gbhan dibalikin kan malah PDIP bukan bukan ini ini ini Bukan soal Siapa yang berkuasa ini aspirasi aspirasi lama yang enggak pernah hilang gitu dalam mimpi mimpi beberapa orang tua kita betul dan itu saya rasanya sih Udah udah udah enggak relevan sebenarnya untuk di untuk dikembalikan kayak gitu ya kalau

menurut gua pribadi tapi dalam Mik demokrasi kita yang kayak sekarang memang kelompok masyarakat yang punya jadwal rutin untuk berkumpul punya jadwal rutin punya identitas yang cukup kuat untuk menggerakkan mereka jadwal rutin ngumpul yang bukan mandatori loh yang bukan wajib betul betul dan ketika datang sebagai kekuatan itu mereka sangatsangat Terdengar yaitu kelompok suporter sepak bola jadi gua rasa gua sama Zan mau bilang bahwa sepak bola

enggak bisa dipisahkan dari politik dan kelompok se sepak bola harus sadar dengan kekuatan politiknya di manapun dan apapun warna identitasnya sampai jumpa [Musik] makasih than

Chương

  1. 00:00Giới thiệu
  2. 07:22Kita, Yang, Bola
  3. 14:45Yang, Kita, Kelompok
  4. 22:09Yang, Gitu, Kita
  5. 29:31Enggak, Yang, Gitu
  6. 36:53Enggak, Yang, Gitu
  7. 44:16Yang, Enggak, Kelompok
  8. 51:39Yang, Gitu, Enggak

Thẻ

asumsiindonesia

Bình luận

Bình luận chưa được tải.

← Quay lại công cụ