YouTube가 싫어요 수를 더 이상 공개하지 않아 Return YouTube Dislike 프로젝트의 추정치를 표시합니다. returnyoutubedislike.com
Saya bisa pertanggungjawabkan omongan saya danantara itu akan menjadi nonbudgetire secondary supplementary APBN yang baik. Saya bukan mendukung tapi saya menyetujui dan senang ini. Tapi saya pertanyakan kenapa sosialisasi dan eksekusinya tidak dilakukan secara perfak? Nanti dulu nih kita senang dong ada rencana itu. Oh tentu saja. Tapi jangan sebulan sudah dijudge gagal. Aset negara bahkan perbahamkan belum dikelola
secara optimal untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan rakyat. Saya bisa pertanggungjawabkan kata-kata ini. Kenapa bukan abang yang diminta ngelola danantara aja gitu? Pak, Pak. No, no. Biarkan ini jalan. Negara ini yang susah adalah belum apa-apa sudah ngerubah, Pak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan]
[Musik] adalah hal yang wajar jika masyarakat kita, rakyat kita membutuhkan informasi yang cukup tentang apa saja yang bergelindan di sekitarnya. Seperti itulah seharusnya sebuah bangsa yang bertumbuh. Namun kesulitan kami di forum ini adalah ee terkadang ee kami harus memberi permakluman yang lebih banyak ee kepada pihak pemerintah dalam hal mendapatkan informasi itu. Ee tetapi kan diskusi di antara
kita tidak boleh terhenti, maka kami mengambil inisiatif untuk mencari orang-orang terbaik. setidaknya menurut kami tentang ee siapa yang harus e kami ajak berdiskusi untuk memberikan ee informasi ee sesedikit apapun informasi itu. Maka untuk itu saya mengundang seorang kolega lama saya tetapi ini tidak informasi kecil ini sebab dia pemain utama dalam banyak hal. Kolega lama saya Bang Tito Solistio. Bang ya sudah bisa hadir di sini. You welcome
sangat. Eh, Pak Tito seperti yang Anda tahu, mantan di ROUT bursa effect Indonesia dan e dia top level di banyak perusahaan. Singkat cerita, kita akan mendapatkan banyak ee clean dan e informasi dari berbagai hal yang terjadi di situasi kita hari ini. Bang, saya mulai dulu dengan pertanyaan seperti ini. Hari-hari ini begitu banyak problem, kita simpulkan sajalah sebagai problem ya yang ee menghampiri kita. Begitulah seharusnya sebagai sebuah
bangsa. Mana ada bangsa yang tanpa problem gitu ya. Tapi menurut kacamata seorang Tito Solistio yang begitu banyak sudah puluhan tahun berada di ee kelin dan ekonomi yang bahkan kadang-kadang bersentuhan dengan politik. Situasi ini ee masih bisa kita toleransi enggak? Ada dua jenis problem. Oke. Problem beneran kalau tidak tidak ngapa-ngapain lalu dianggap akan susah. Yang kedua namanya nice problem. Hm. Pak Presiden ini dengan berani membuat
satu gerakan, saya panggil itu wowonomik ya sebagai satu wowonomicom. The spirit of merah putih yang dia berbicara simbol keberanian, solidaritas dan tekad bangsa memenuhi janji kemerdekaan. Oke. Diprotes banyak serangan. Oh ya. Tapi buat saya itu nice problem. Bagaimana tahun 1983 pada saat British Telcom itu diprivatisasi oleh Margaret Teachers? Tiba-tiba sesudah privatisasi malah
banyak komplain. Ditanya kok komplain? Karena dulu waktu BMN saya komplain enggak didengar. Sekarang saya komplain. It's a nice problem. Jadi buat saya saat ini it's a nice problem. Kita punya presiden yang berani. Oke. Dia punya program yang menyentuh kesejahteraan. Kita bicara. Oke. Kita mendengar apa yang direncanakan dieksekusi. Pertanyaan besar. Oke. Kenapa ya sosialisasinya kok enggak sempurna ke bawah? H. Kenapa ya?
Pertanyaan ini timbul karena sosialisasi komunikasi yang Bapak katakan tadi yang tidak mengena, tidak terstruktur. Bahkan maaf mengatakan seorang menteri dengan menteri lain kadang-kadang berbeda. Bagar laut konkrit lah itu. I menurut saya adalah konsolidasi daripada memberikan informasi sosialisasi yang bagus kepada masyarakat yang nunggu gebrakan ini. Itu bukan problem, it's a nice problem. Oke. Kalau enggak ada apa-apa baru
problem. Oke. Lah pembukaan yang menarik. Saya buat lebih ee lebih spesifik lagi pertanyaannya. Tadi aku suka istilahnya abang itu apa tadi? Wowonomix ya? Wowoonomix. Iya kan dulu pada saat Pak Jokowi itu ada namanya Jokowi Nomix gitu ya. Oke, kita lihat dari sisi eh Wowonomix versi Tito Sulistio. Kita harus memahami seperti apa sih kebijakan Pak Prabowo ini. Ee dari banyak diskusi yang berpendat di
tempat ini, Bang. Ada orang yang mengatakan teman-teman itu menyimpulkan bahwa correctly Pak Prabowo menerjemahkan pikiran sosialism yang bertumbuh di dalam keluarganya. dia apa? Ngurusin ee makanan gratis, dia mengurusin pendidikan ee gratis, dia mengurusin koperasi yang ee bekerja di level terbawa. Tapi ada juga orang yang mengatakan bahwa dia juga terlalu ramah kepada para pemilik modal. Maka kemudian diskusi kita di luar tadi, pertanyaannya
apa perhatian pemerintah ini terhadap kelompok menengah? Dalam banyak diskusi di sini tampaje juga bersepakat bahwa yang ini belum terlalu dikelola. Oke, jadi mari kita lihat simple city ya. Simple city simpelnya kita akan ada golongan saya enggak ingat bilang bawah low class disebutnya ya. Ada medium ada yang di atas. Betul. Tapi Pak Bro itu dia membuat satu pendekatan ekonomi yang ditanda nih dengan program dan janji besar yang orang bilang publish. Oke.
Bagaimana dia akan investasikan program sosial berskala besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini butuh keberanian ya. Pengeluaran negara yang akan masif sekali. Dia katakan pengeluaran ada empat. Selalu orang ditanya program Pak Bowo apa sih? Pertama selalu bilangnya makan bergizi gratis MPG R82,9 juta dengan Rp15.000 R000 pada satu titik akan memerlukan R50 triliun karena 200 hari kerja. Yang jadi
pertanyaan dari program satu, berapa besar ya yang masyarakat terima? Tidak bisa dikatakan ini pendekatan yang saya sangat tidak setuju kalau dikatakan oh setiap bulan dia dapat Rp15.000 untung kali 22 hari. No. Yang dia hemat adalah Rp5.000 makan kerja di e apa e uang lans anaknya yang dia hemat. Hm. Pengeluaran pemerintah Rp15.000. Oke. Dan pertanyaannya apa dampak efek dari sisa 10.000
ini? Pemerintah investasi yang besar sekali untuk stunting, untuk kesehatan, untuk masa depan, dan bagaimana industri perumahan itu jalan. Kenapa enggak mungkin misalkan di Ponorogo atau di Gorontalo selalu pesan barang ke Jakarta, saya dengar bahwa sudah mulai jalan industri-industri perumahannya. He. Jadi investasi daripada makan ee gratis ini memang jalan. Tapi pertanyaan memang selalu dibandingkan dengan dengan India. Contohnya India itu 120 juta
orang, Pak. Terbanyak lebih banyak dari kita dan hanya 4.000 perak. Kenapa bisa 4.000? Satu skala besar. Dua, ada subsidi daripada logistik dengan supply chain yang bagus. Yang ketiga yang menarik banyak NGO yang melakukan sehingga costnya murah. Kita dilakukan. Nah, ini yang berbeda. Saya ngelihat kok membuat pengusaha-pengusaha kecil dengan untung 3.000 4.000. Artinya buat rakyat diterimanya untuk makannya 11.000. Ini masih
judgement, tapi itu yang kita lihat. Jadi artinya adalah memang silakan mulai. Ini yang namanya nas problem sudah diterima. Yang kedua adalah yang menarik buat saya justru bagaimana membangun 80.000 koperasi merah putih. Iya. Ini jangan main-main. Kali 5 miliar 400 triliun. Oke. Itu bisa efeknya tiga kali 1200 triliun per tahun. Ini kalau diingat ini kalau benar-benar di desa ini akan
membuat industrialisasi pedesaan jalan. Ini yang disebut dengan ekonomi Pancasila. Apa industrialisasi pedesaan itu? Setiap desa enggak bisa cuma dikasih semiliar. Silakan. Ada desa perlu sumber daya alam, ada desa perlu kapital, ada desa memerlukan modal. Ada desa memerlukan infrastruktur, ada desa memerlukan apa? Inovasi. Tasik Malaya bikin payung. Dikasih berapa pun enggak bisa laku tuh payung. Inovasi produk. Nah, ini yang perlu disatus tadi. Ada 8
sampai 11 jenis desa diberikan oleh Koperasi Merah Putih. Harusnya industrialisasi pedesaan jalan. Jadi saya harus mengatakan nih yang paling utama daripada ekonomi Pancasila ini makan siangnya di atas, makan gratisnya membuat masyarakat membangun industri perumahan ekonomi 80.000 ee koperasi marah putih membangun ekonomi industrialisasi pedesaan. Ini ekonomi Pancasila Mas. Problemnya adalah bagaimana mewujudkan dan membuat sebuah
wajah yang jelas untuk yang kita sebut dengan industrialisasi pedesan tadi. Iya. Ujung tombaknya mau tidak mau koperasi itu. Koperasi itu harus diberikan bayangan dari atas pertama dulu. Pastilah orangnya harus baik kalau bisa putar daerah sistem yang benar. Ini ISMAS. Tapi pertanyaan mendasar adalah departemen koperasi harus membuat 8 sampai 11 jenis desa berbeda. Tidak semua desa sama. Saya tahu ada satu desa, dia perlunya
apa? Dia sudah bikin ee ee ee apa dari batu tuh patung dia perlu batunya habis darah itu. Ada desa memerlukan saya pertanian bendingin saya irigasi yang bagus. Setiap desa berbeda. Itulah yang disebut industrialisasi pedesaan. Nah, ini harus dibikin dulu. Entar entar Bang. Saya suka tentu saja ide seperti ini. Tapi coba kita kulik dengan emasi atau asupan informasi yang kita terima yang memang terbatas lagi-lagi itu. Iya. Tangkanlah misalnya untuk
makan bergizi gratis belum-belum sudah muncul masalah. Yang kita baca itu saya tidak ngerti jumlahnya berapa tapi yang kita dengarkan itu adalah banyak yang telah menyatakan diri tak mampu melanjutkan karena tidak dibayar. Ee mungkin itu adalah ee situasi apa ya insidentil ya dan saya yakin pemerintah menyiapkan skenario untuk itu. Oke. Yang kedua adalah industri perumahan. Sedikit ada kontroversi di situ soal apakah gratis atau tidak. kita kita sampirkan
dulu itu koperasinya nih. Karena abang tadi bicara agak banyak tentang koperasi. Pertanyaan pertama dari masyarakat kita itu adalah terutama dari para pengamat. Dari mana uangnya 400 triliun? Bukan angka yang kecil pada situasi seperti ini. Yang kedua adalah dalam ee apa? Perjalanan bangsa ini, koperasi itu hanya megah di narasi, tak pernah dilibatkan secara langsung. Maka kalau begitu
problemnya bagaimana kemudian Bang Tito itu bisa membayangkan bahwa mimpi Anda, usulan Anda di forum ini melalui WWONomix yang Anda sebut dengan industrialisasi pedesaan itu bisa tercapai. Kita tidak bisa berbicara makan gratis, koperasi perumahan. Mari kita lihat secara keseluruhan. Oke, di sini ada rencana Pak Prabowo pada pangan dan energi he kesejahteraan sosial dengan fokus program sosial yang langsung menyentuh
masyarakat. Lalu ada transformasi ekonomi pedesaan. Tapi ada satu di situ yang sebelah kiri daripada tameng yang kita pernah buat itu adalah bagaimana ada kesinambungan fiskal untuk menunjang itu. Oke. Ada APBN, ada Danantara. yang orang tanya apa itu saya simpel mengatakan dan antara itu adalah nonbudgetire secondary dan suplementari APBN ini jadi satu kesatuan. Nah, pertanyaannya kita balik dulu ke atas. Kita berbicara satu bagaimana
pangissaan. Di bawahnya ada pemenuhan janji kemerdekaan yaitu dua. Satu adalah kesehatan BPJS dahsyat. Heeh. Yang di bawahnya perumahan. Oke. Nah, ini memang satu debat panjang perumahan. Saya dengar BTN tuh 27 tahun baru R juta. Saya enggak pernah punya datanya. Oke. Apa bisa R juta? Ada beberapa diskusi mengenai ini. Mereka punya rumah apa mereka punya tempat tinggal untuk sementara? Ini memang perlu pemikiran saya belum masuk tapi masuk
kesejahteraan masyarakat. Menyentuh secara langsung, secara masif. Heeh. Kita senang dong ada rencana itu. Oh, tentu saja. Tapi jangan sebulan sudah dijudge gagal. Itu yang saya saya agak enggak setuju. Ada enggak dibayar? Ada itu. Nah, ini kenapa tidak ada sosialisasi dari pemerintah? Oh, sudah sekian juta rumah. Oh, yang gagal lima ee it happen di mana-mana. Tapi sosialisasi kok enggak ada. Maka ke bawahnya adalah pertanyaannya menjadi
bagaimana kesinambungan fiskal ini untuk itu bagaimana APBN tidak terberati tugas besar di Danantara. Saya ikutin logika ini, Bang. Ini pemirsa perlu saya gak apa-apa ya, Bang ya. Kita buat pengakuan ya. Ya, gini loh, saya membutuhkan banyak informasi untuk mengundang ee kolega saya ini karena saya tahu betul narasinya itu tampaknya mendukung banyak kegiatan pemerintah, banyak program pemerintah dan dukungan
itu tidak kosong. Dia berbasiskan dengan data apapun namanya dia mantan direktur utama di Bursa Efek Indonesia. Itu kira-kira alasannya, Bang. Oke, saya ikut saya bilang dulu. Iya, saya bukan mendukung, tapi saya menyetujui dan senang ini. Tapi saya pertanyakan kenapa sosialisasi dan eksekusinya tidak dilakukan secara perfok nanti dulu nih. Oke. Kenapa saya senang ada real program yang menyentuh kesejahteraan masyarakat dan buat saya professionally itu mampu
ini. Kenapa sih? Tapi tolong berbicaranya enggak bisa satu, Bang. He. Di sini ada makan berkizi gratis, ada perumahan, ada apa namanya? Koperasi, ada BPJS, sekolah gratis. Ada yang bilang alu nyogok rakyat apapun sayanya. Dan ini semua program ini ada di dunia. Amerika juga masih ada makan gratis. Kita paj-paj Jepang, Korea ada yang menarik. makan gratis itu bukan hanya stunting, itu bisa satu edukasi untuk merubah nasi menjadi
daging. Ada contoh lalu kita berbicara baru ee ee bagaimana mem-finance-nya. Oke, di situ fungsi Danantara menjadi sangat sentral. Saya akan masuk ke Danantara nantinya. saya ini ee masih gini ee itu problem kami di sini ee Bang Tito. Emm sering sekali kami dihajar di ee timeline kami di podcast ini bahwa kenapa seperti tidak berimbang? Kenapa tidak mengundang orang pemerintah atau orang yang kami sudah mengundang berkali-kali? Jadi ee para
pemirsa tadi Pak Tito sudah mengatakan ini kenapa sosialisasinya enggak jalan. Tapi oke seperti pembukaan saya tadi ee kita kan tetap harus jalan. Iya. Nah, so kalau begitu saya ingin memediasi pikiran banyak publik menyangkut dengan kendala tanda petik kendala utama yang dihadapi pemerintahan ini. Pak Tito, Anda orang yang sudah di industri keuangan sudah puluhan tahun. Saya harus mengakui itu. Banyak ee para penonton yang memahami tentang industri keuangan
nasional pasti akan noti siapa Bang Tito. Pertanyaannya begini, seluruh program ini yang tampaknya itu dekat dengan problem kita itu apakah bisa dijawab dengan jepitan APBN yang demikian mengeras sekarang ini? Apalagi pemerintah Amerika menetapkan sebuah ee posisi kebijakan perdagangan internasional yang mencek kita. Oke, ini sebenarnya ada dua hal berbeda. Iya. 2016 saya di bursa diminta bikin baca
mengenai Trump. Saya ingat Pak Bamang Brojo juga bilang saya baca Benas buat yang bagus. Jadi Trump itu berbicara dia hematkan pemerintah. Hebat nih persis kayak Pak Prabo. Dia membuat efisiensi lalu dia turunkan pajak korporasi sehingga pemerintah berhemat korporasi punya uang. Oke. Tapi dia bilang, "You produksi barang-barang Amerika di Amerika." Ya, dua contoh menarik Apple dan Harry
Davidson. Akhirnya Apple dulu idenya adalah saya punya otaknya, saya bohir. Eh, negara Cina lu produksi buat saya. Apple tuh eh ini barang gua nih. Kata Trump produksi sini. Dia coba diproduksi ternyata lebih mahal karena di sana sudah 20 tahun punya ekonomi ekoskal. Supaya dia punya uang bisa memproduksi. Itulah awalnya dia pajakin 25%. Itulah awalnya tarif 25% itu keluar dibalas dengan tarif 25% untuk impor kedelai dari Amerika. Di situ juga saya baru
tahu ternyata Cina mengimpor kedelai dari Amerika bukan hanya Indonesia. Itulah awalnya. Tapi Harry Davidson enggak bisa karena kalau di perisi Amerika costnya mahal di Thailand sama di Vietnam. Oke itu pilihan Trump sekarang dia lakukan. Oke, maaf saya mungkin buat saya ini negosiatif. Tapi ada yang lebih menakutkan dengan Trump ini. Buat saya adalah ada satu proxy war di bidang keuangan. Radao mengatakan bahwa setiap
krisis, setiap krisis H itu ada polanya. Polanya bisa diikutin, bagaimana ngadapinnya. Saya menganggap dominasi dunia itu kan Cina trade. Oke. Sumber daya alam ada yang bilang Rusia, Venezuela yang lain. Korea itu lifestyle. Amerika itu pertahanan dan uang dolar. Dolarisasi ini pian kuatnya ini. Dia merasa kalau ini diganggu ini adalah suu hal yang sangat menakutkan buat saya. Bayangkan kita ini
APBN 3.200 triliun. Satu lembaga namanya Black Rock uangnya R70.000 triliun. Baru satu tuh. Baru Black Rock satu. Di total 20 terbesar Amerika Rp1 juta triliun rupiah. Utang kita cuma R8.000 triliun. Apple punya uang R.400 triliun cash. Sekarang terbesar yang punyanya si investor itu. Itu terbesar. Dia punya 4.000 triliun. Cadangan devisa kita cuma R.500 triliun. Jika misal Anda kutip nih ya, ada negara yang dominasi keuangan ini mengganggu,
dia bisa turunin rating kita. Dia pengontrol semua tiga rating. Dia turunkan bobot investasi kita, dia kontrol satu lembaga namanya MSCI. Dia suruh orang jual rupiah, jual dolar. sekarang ini ditandai selalu dengan turunnya indeks. Oke, turunnya indeks pasar modal memang bukan penyebab, tapi pasar modal itu akibat ekonomi. Tapi pasar modal adalah sains tanda pasar modal selalu turun mendahului turunnya perekonomian naik mendahului turunan
naik ke perekonomian. Pasar modal sudah turun, rupiah sudah melemah. Memang jika infiltrasi sudah jalan, invasi ini akan menakutkan. Apa yang ingin Anda katakan menyangkut ini? Saya menyakutkan mengatakan adalah kok kita tidak punya passion untuk menjaga industri jasa keuangan sebagai penopang daripada ini. Ya. Hm. Message saya itu saat ini saya harus katakan maaf mengatakan saya industri jaga keuangan saya berani mengatakan kok
pemintah agak agak terlupakan untuk ini ya. Tidak bisa. P2SK mengatakan di pertimbangan dan di penjelasannya bahwa perbankan dana perbankan dana jangka pendek terlalu dominan perlu membesarkan industri keuangan jangka panjang. Which is asuransi dan dana pensiun. Hm. Kalau asuransi dana dalam satu gedung asuransi dana pensiun di bawah pergaan pasar modal di atasnya kripto kripto ada apa-apa kripto goyang doang tuan. E
gedung pun goyang pun enggak con bendaranya. Tapi kalau asuransi dana pensiun jebol, rubuhlah industri jasa keuangan. Uang bank tuh jangka panjang dari mana sih? Raksa dana dari mana sih? Hanya dari dana pensiun dan asuransi. Ini perlu perhatian khusus dengan dana pensiun asuransi dana jangka panjang. Dan antara juga memerlukan itu. Bang entar Bang. Ini jadi serius nih. Saya sering membaca em paper ya atau catatan atau artikel tentang betapa
efektifnya negara-negara maju itu mengelola dana pensiun. Ya, efektif dan serius. Itu dia saya potong. 2000 1992 undang-undang dana pensiun sudah ada. Roadmap-nya baru 2024 bulan Juni 2024. 32 tahun ada ignorances dari pelaku dari regulator dan operator eh operator tenang dan pensiun. 32 tahun roadmap baru ada. A kenapa seperti itu? Tanya kepada mereka yang memegang. I'm serius, Pak. Satu yang menarik kita bicara dulu ya. Nah, ada. Karena ini
gini yang Pak Presiden program sekarang adalah kesejahteraan basic pangan, sandang, rumah, e desa. Oke. Tapi masa depan mereka itu pensiun. Oke. Di luar negeri replacement rate. Jadi kalau Anda gajinya R10 juta, oke, Portugal tuh 9,8 juta pensiunnya. Artinya kalau kita 98% artinya gini, kalau saya misalnya bekerja gajinya R juta, ketika pensiun dapat di negara mana? Portugal 98%, Amerika 60%. Di sini berapa? 7. Jadi
gaji saya Rp50 juta ee karena hanya 7% saja replacement ee apa namanya itu gaji Anda besar, Pak. Kalau gajinya cuma Rp2 juta UMR 7% berapa itu? Kalau R juta cuma Rp10.000. Nah, IO recommendation 40%. Oh oke. Kalau ini CODC 60% kalau ini dinaikkan oke ada dua halkindo protes yang bayar siapa? ini harus ada stakeholder participation. Tapi nanti dulu ini yang menarik dari 140 katakan 140 lah tenaga kerja 50 sekian itu adalah formal sudah punya dana pencun.
Pertanyaannya yang 80% ini enggak punya dana pensiun. Pekerja mandiri dan pekerja informal. Mandiri itu lawyer, accountant, eh e dokter. Yang kedua adalah informal, tukang yang jualan rok. Oke. Warung itu kalau bisa difasilitasi usulan saya hanya satu dan antara Anda harus menjadi lembaga e dana pensiun untuk pekerja informal. Berapa besarannya? Ee yang pernah saya bikin simulasi
katakan mereka 5 sampai 10.000 seminggu, tapi dan antara top up untuk mereka 10.000 per minggu. Jadi kira-kira berapa? Dari situ saja kira 10 tahun kira-kira bisa terima antara 400 sampai 1 juta per bulan. dengan asumsi syariah 9% ada ada setuju dihitung-hitung atau mereka dapat 25 juta bisa memulai bisnisnya ini. Jadi kalau saya lihat dan lantaran ya orang tanya lembaga apa sih itu gitu ya itu kan gini dan antara itu berdiri ke mana
kenapa sih fakta BUMN aset negara bahkan perbanamkan belum dikelola secara optimal untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan rakyat. Saya bisa pertanggungjawabkan kata-kata ini. Satu BMN dengan bangga mengatakan bahwa saya kasih sekian puluh triliun, 70 triliun, R0 triliun. Tapi PNM setengahnya saya enggak ngerti. Adakah konglomerat di dunia yang setiap tahun masukin tambah
modal 1 bil? Enggak ada. Kalau Bapak punya surusan, ya lu cari duit lu. Kita setiap tahun loh, Pak, 8 bilion. Jadi kita ini dari dividen hanya 1/2% tapi kalau dipotong dengan PNM kontribusi dividen BUMN hanya 1/4%. Jauh di bawah Singapura yang atas 30%, Malaysia sekitar 8%, Thailand sekitar 4%. Kita jauh. Yang kedua, Bank PUMN terlalu komersial. Ada yang bilang bahkan 10 kliennya itu 50%
duit. Fakta. Ini fakta. Terus tumbang tindelan minya minimnya akun akuntan bilar dan transparansi. Saya mau bilang gini di perusahaan itu ada dua Pak perusahaan publik perusahaan listed. Ini beda nih Pak. Iya. Jika Anda punya pemegang saham 300 atau modal di atas R miliar, Anda punya ada perusahaan publik yang harus melaporkan ke publik. Tapi ada lagi jika perusahaan yang ada menganggut
menyangkut hajap hidup orang misal perbankan, asuransi dana pensiun itu walaupun enggak tercatat harus harus melaporkan. Pak BUMN pemiliknya 285 juta rakyat Indonesia. Kenapa enggak jadi perusahaan publik? Melaporkan keuangannya setiap tahun ke masyarakat. Itu punya saya punya Bapak. Kok enggak transparansinya enggak ada? Kalau nanti mereka mau listed menjadi perusahaan diperdagangkan silakan. Oke, ini satu dari BuN. Menurut saya ee
itulah salah satu ee optimalisasi oleh Danantara. Tapi ada satu yang menarik lagi ini agak ke kanan tapi penting clustering. Kenapa saya bicara ini? Taksin diangkat oleh e Danantara menjadi pengawas. Pengawas taksin dulu mengangkat konsultan namanya Michael Porter bukunya On Competition berbicara clustering. Apa itu clustering? Kalau Anda ingat Texas, oh itu mobil. Ingat eh Texas ingin minyak. Ingat Detroit ingat mobil ingat e la ingat entertainment.
Ingat Boston pendidikan. Oke. Karenanya orang Amerika tuh bisa lahir di New York, sekolah di Harvard, kerjanya di San Fransisco, matinya tempat lain. Karena clustering dia tahu ke mana. Pak, maaf Pak, 70% dari BMP itu kantor pusatnya di Jakarta. Apa ceritanya RNI itu yang pabrik tebunya di Jawa Timur ee tebunya Jawa Timur direksinya bisa senang-senang di berkantor di Kuningan. Apa itu Angkasapura 1 itu dari mulai Surabaya, Bali, Ambon kok berkantor di
Cengkareng. Gimana caranya tambang timah itu kok enggak berkantor di sana? Kenapa tidak yang namanya Pertamina yuk pindah balik papan itu R.000 pindah. Sebentar saya turunin. Kalau itu pindah, Heeh. Mobilin pindah Caltx pindah ter lalu terjadi clustering clustering. Itulah suksesnya Thailand zaman dulu. Saya pernah bicara dengan presiden yang dulu 1 menit caranya gimana? Saya minta semua direksi beserta keluarganya BUMN pindah ke tempat kedudukannya. Iya, Pak
Klastereng itu membangun di daerah. Saya itu mengingatkan, Bang. Kenapa sampai saya mau sela saya tiba-tiba ingat kita pada sebuah diskusi sekitar 17 20 tahun lalu itu Abang ngomong gitu ya Bar gini aja Bar itu BWN itu yang ribuan itu yang ratusan itu kembalikan ke ke wilayahnya yes tempat kedudukan tempat kedudukannya oke. Saya ingin ada yang sukses story di Indonesia eh siapa? Lipo dia ke Meikarta eh ke Karawaci. Semua
keluarga pemegang saham pindah pindah semua. Oh ya itu sukses storynya lipo semuanya di sana sekarang semua di Karawa. Siksos story pemegang saham Riadi direksi komision wajib pindah. Pindahlah itu. Oh Pak kalau itu pindah katakan Pertamina ya R.000 Jakarta juga kosong. Mobil oil pindah, Kaltek pindah, supplier pindah, terjadi e universitas minyak dan nantinya disintrigasi antar bangsa hilang karena mereka kawin di antara mereka. Iya. Karena juga apa?
Ekonomi tidak terkonsentrasi di Jakarta. Saya silakan dimarahin, tapi saya sangat minta pemerintah enggak ada tuh. Dan saya dengar ada yang begini, "Itu dapat uang jalan seumur hidup katanya." Nah, ini yang pertama. Kenapa dana Tar berdiri? Yang kedua ada aset dan kekayaan negara yang idol. Nah, ini enggak bisa dipindahin begitu saja Bu Hemen dan antara mantu. Kita dengar kan bagaimana kelapa sawit itu R.000 kok lu kelolanya R00.000. Negara
bilang lu bayar dendanya gua ambil. Saya dengar sudah sejuta hektar di Danantara. Oke. Itu Danantara itu mengkonsolidasikan aset negara, menginvestasikannya dan mendistribusikannya kepada masyarakat. Dahsyat dong. Jangan kita bicara picik, Mas. Mas, saya enggak, Mas picik secara sempit hanya bicara manajemennya enggak benar. Enggak. Jangan begitu dong. Lihat
konsepnya. Saya bisa pertanggungjawabkan omongan saya. Danantara itu akan menjadi nonbudgetire, secondary supplementary APBN yang baik. Dia punya aset bisa dikelola. Dia punya fleksibilitas. Dan kalau ditanya tok badannya bentuknya ee dan antara itu menarik ada seorang ekonomid dinto atau apa itu di Harvard dia bilang gini, ada satu badan teori baru
menggabungkan fiskal aset dan distribusi kejastraan. Itulah rata-rata. Jadi awalnya buat saya nih ya ini kembali judgement saya tapi saya baca ini satu badan ini bukan holding company dan antara itu badan lupain eksekusinya ya badan punya dua link badan ini saya percaya 34 tahun pertama mengkonsolidasikan semua aset ini dahsyat ini aset ini. Oke. Kedua, dia akan menjadi holding company menginvestasikan mungkin perlu 2 3
tahun. Pojoknya baru menjadi asli Soverein wealth fund. Dana kelebihan diinvestasikan untuk dana jampak panjang jika terjadi apa-apa dengan negara ini. Proses dong gini. Moga-moga saya di challenge saya senang gini. Iya. Oke. Kami clear ya, Pak. Kak, kami dua kali mengangkat itu di sini, Bang. Iya. Dan ee beberapa emm analisis ee dari teman-teman kita itu ya teman-teman Abang jugalah di pasar itu
mengatakan yang mereka kritisi sebenarnya itu tidak tidaklah satu. Mereka banyak yang kritisi mulai dari yang namanya model bisnis hingga kemudian bagaimana manusia pengelolanya. Maka kemudian muncullah tudingan dari salah satunya dari Bang Feri Feri Latuhin mengatakan, "Saya agak sulit untuk memberikan permakluman pada bagian ini sebab saya tahu orang-orang itu dan cara kerjanya seperti apa, track record-nya seperti apa." Ini kan juga
perlu kita dengarkan, Bang Tito. Saya agak enggak ngerti. Kita bicara konsepnya dulu dong. Kita setuju enggak konsep dan antara bahwa ini satu lembaga yang yang unik, fiskal investasi distribusi bahwa dia mengelola mengkonsolidasikan mengelola ee aset dan kekayaan yang idle ya kita tahulah ini bisa dapat gede nih. Dia bisa karena dia badan dan baga enggak bisa dan dia diberi tanggung jawab untuk itu. Pada pojoknya saya usulkan juga lembaga
pemberi kerja dana pensiun. Kita setuju baru kita bicara. Jangan dibicara dari belakang manusianya enggak benar dong. Gini, pernah ada satu, saya enggak bisa pertama garuda Indonesia deh. Dulu yang pegang Robi Joan. Robi karena masalahnya keuangan. Oke. Begitu selesai di orang lain ahli keuangan lagi. Padahal masanya operasional. Ada orang ada masa, ada masa orangnya. sekarang dan antara untuk
awal ini memerlukan manusia-manusia yang meri mengkonsolidasikan aset ini membuat sistemnya. Oke. Kalau berbicara maaf bukan saya picik jangan sempit dong inside trading apa sih itu? Itu ada aturannya. Enggak boleh. Kalau Bapak bicara semacam itu, ada menteri yang punya saham suruh berhenti semua. Mari kita konsisten. Persis kayak orang bilang sambil sambil diduduk bilang, "Wah, rokok itu bahaya." Eh, lu pakai
air conditioning, lu pakai ee kulkas di rumah lu, lu lebih bahaya. Lu berhenti itu lu boleh ngal rokok. Contoh, kita konsisten lah. Oke. Buat saya bikin aturan, berikan kesempatan dong. Kerja belum, udah disuruh berhenti dengan tudingan yang belum tentu benar. Gini loh, Bang. ini saya buat menjadi lebih ee lebih detail ya. Mungkin saja kritikan itu pengin didengarkan pada alur pikir seperti ini. Kan kita banyak orang yang bisa mengelola itu tanpa
menjadi bagian dari ee perpolitikan. Bilang lu maju dulu jadi presiden baru lu tunjuk orang yang mau gitu. Contoh misalnya salah satunya Bang Tito sendiri misalnya Bang Tito kan tidak terafiliasi dengan salah satu partai politik bukan bagian dari kekuasaan. tidak pernah punya iya maksud saya itu loh jadi apa kritikan itu seperti itu sebenarnya tapi saya balikin dulu konsepnya dan rencana kerjanya dulu sayangnya kok tidak ada sosialisasi mengenai konsep
jangan-jangan gini karena tidak ada sosialisasi yang agak penuh saya mencoba mensosialisasikan maua yang saya bawakan cukup bagian sosialisasi apa itu danantara oke bagian daripada tameng yang saya pernah bikin supaya ada keseimbang fiskal, investasi kepada kesejahteraan secara masif yang tidak dilakukan APBN. Oke. Oke. Nah, mari kita bicara konsep ini dulu. Setuju enggak? Itu ya artinya satu-satu dong. Nah, saya ikuti logika itu, Bang. Salah satu
logika yang dia pakai sayangnya belum pernah disosialikan. Lalu targetnya apa? Atau dia belum karena belum sebulan, Bang. Ya, bisa saja kita tunggu saja tapi kita ikutin apa yang sedang berkembang hari ini. Salah satu kritikannya adalah okelah silakan karena sudah jadi, sudah diketok, paling sudah dibentuk, sudah berkantor, manusianya sudah ada. Tapi keluarkan dong bank-bank Himbara itu pertimbangannya adalah sistemik. Kira-kira begitu. Saya tambah
enggak ngerti lagi. Emang kalau di luar jadi enggak sistemik? Saya jadi enggak ngerti gitu apa hubungannya. di manapun kalau sistemik pada saat dia century abang di situ, abang bilang ini bisa sistemik enggak ada danantara. Tapi begini buat saya loh, ini kan berbicara dia akan mengkonsultkan konsolidasikan semua BUMN. Oke. Kenapa dipilah-pilah? Kan perbankan you ber tanggung jawab. Jangan sampai pertanyaan jangan sampai
jatuh dong. LPS sudah dahsyat kok sekarang. Saya jadi berpikir emang kalau tidak di Danantara tidak jadi sistemik. Yang kedua, ada satu pasal yang menarik Danantara mengatakan kerugian dan keuntungan daripada BUMN menjadi keuntungan dan kerugian dan antara. Artinya apa? Justru pemerintah lepas tangan tidak ada. Itu ada di undang-undang. Undang itu mengatakan begitu. keuntungan dan kerugian menjadi
keuntungan kerugian badan. Artinya apa? Tidak ada sama sekali ke pemerintahnya. Itu yang saya jadi enggak ngerti. Ada di undang-undang. Saya mau tanya, tolong dong baca dulu Undang-Undang N 2025 itu. Iya. Orang-orang yang ada di Darantar itu apa? Diperhadapkan betul dengan sebuah risiko yang besar ya dan mereka ambil tanggung jawab itu ya. Iya. Yes. Kasih mereka kesempatan. Oke. Dan buat
saya kasih tanggung jawab satu yang saya minta you sosialisasi dong terbuka. Saya judgement berdasar baca moga-moga saya benar. Tapi menurut saya itu yang saya baca, saya baca perbandingannya. Contohnya di dunia bagaimana kalau tema seek itu gini itu soverein well fund. Kalau Korea dan Jepang itu adalah dana ABD pensiun. Kalau di Alaska ee dividen sosial rakyat. Tapi kalau di ee nasional ee apa hasanah itu adalah holding reformasi BUMN. Jangan
camas. Tahun 1983 atau 4 saya kebetulan nonton Liuanji ngomong 25 tahun Singapura dengan baju putih tangan pendek. Dia bilang begini, "Singapura negara kecil, penduduk 2,5 juta waktu itu. Kita tidak punya sumber daya alam, kita tidak punya konsumen. 2,5 juta mana sumber daya airline konsumen? Airlines kita terbang langsung internasional, gak ada domestik. Hm. Karena kita tidak punya konsumen, kita
tidak punya sumber daya alam, kita harus mengelola negara ini seperti mengelola perusahaan. Negara enggak bisa punya sejuta hektar di Indonesia. Nah, tapi tema BPT dia punya bukan di Indonesia dia punya sejuta hektar sawit di beberapa negara. Dia punya tambang, dia punya telekomunikasi yang konsumernya ratusan juta karena dia negara kecil. Lalu Indonesia menguruti masa Singapura. Jangan begitu dong, ini hal berbeda. Kita berbicara dan tentara
masih mengkonsoliderikan, mengkonsolidasikan, menginvestasikan, mendistribusikan. seperti yang ee itu Turki ee ee ekonom bilang itu dari Harpard. E gimana tadi e urutannya tiga tiga urutan itu tadi? Prinsipnya saat ini dan antara mengkonsolidasikan mengonsolidasikan. Oke. Lalu menginvest apa merunning dengan baik. Yang ketiga adalah mengkapitalisasi. Saya bilang keparosan,
you are equity game. Kalau you equity game, you bisa besar. Ingat ya. The biggest listed eh IPO terbesar saat ini, Amramko 2,6 billion US dollar. Du eh 20,6 billion US dollars. Market cap dia itu jauh lebih besar dari 900 perusahaan kita. kita mampu, Pak. Dan ini orang-orang mampu mengkapitalisasikan lembaganya sendiri adalah lembaga fiskal, lembaga investasi, dan lembaga distribusi
kesejahteraan. Sebenarnya ini bukan barang baru ya, Bang ya. Saya kebetulan agak akrab dengan Pak almarhum ya, Pak Tantri Abeng waktu itu kan dia punya tiga tuh untuk BUMNnya waktu itu ketika diperintahkan oleh Pak Harto pertama itu adalah dia mererukturisasi dulu. Setuju semuanya? Iya. Setelah itu dia membuatnya menjadi untung diprofitisasi. Setelah untung kemudian, nah itu tadi di bagian tiga ini menjadi
kontroversial diprivatisasi. Nah, enggak enggak gini. What is privatization? Kebetulan ini disertasi saya. Oke. Privatisasi berkeryatan 2014 saya sudah bikin lembaga sepedaan. Bedanya adalah buat saya menterinya menteri privatisasi dan hasilnya duit yang dikelola ini duit hasil privatisasi enggak boleh hasil dividen dikembalikan kesejahteraan masyarakat. Perbedaan tesis saya disertasi saya dengan danantara adalah
itu 2014 saya sudah jadi. Oke. Nah, privatisasi itu apa sih? Secara undang-undang cuma mengatakan menjual saham kepada ini kepada itu. Pak, konsep privatis saya gini. 1983 dimulai eh ada bukunya Commanding Head itu bagaimana yang namanya Margar Richard ingin menjual memberikan jual kepada swasta British Telkom. Oke, konsepnya adalah sebenarnya adalah di trim kiri pemerintah melakukan semua industri. Udahlah mungkin namanya negara komunis
atau apa. Makanya Lenin pernah bilang juga kan we have to grab the business. Makanya hanya yang penting di kanan negara tidak melakukan ikut campur industri hanya bikin aturan, etika dan mengawasi. Shifting-nya ini dari sini ke sini itulah privatisasi. He. He. Caranya bisa jual saham, bisa jual aset, bisa hibah, bisa kerja samamakan. Tapi kita undang-undangnya mengatakan privatisasi adalah menjual saham. Saya enggak ngerti dan saya
kecewa yang itu. Privatisasi itu satu shifting, Pak. Shifting ekonomi. Dari mulai semua negara melakukan sampai negara tidak melakukan apapun. Kita punya batasan. Undang-undang pasal 33 aja hidup orang banyak. He. Tapi apakah hajat hidup orang banyak itu masih ee air itu masih hajat hidup orang banyak? Udah faktor produksi kok. Listrik itu diperjual belikan di Singapura bahkan ada ee commodity tradingnya. He. Jadi kita kan mengikuti apa yang terjadi di
dunia. Jadi buat saya privatisasi itu dan menjadi pertanyaan nih terus privatisasi menghilangkan hak negara tidak ada golden share namanya mungkin familiar negara menentukan direksi menentukan bagi hasil kalau perlu sekalian negara berhak buyback dengan harga tertentu boleh dan dengan privatisasi ini itu ada satu pemerataan pendapatan melalui pemerataan pemilikan Cina sukses Turki sukses. Ada metodenya rakyat menjadi
misal nih petani dikasih saham dulu awalnya petani lu dikasih saham lu 1000. Pemerintah enggak kredudit. Sesudah itu baru jual ke konglomerasi lokal baru gua publik. Rakyat ini tadinya dia adalah petani pekerja bisa beli satu petak menjadi petani murni. Tadinya dia naik motor e gojek motor orang dia punya sendiri. Itu hanya bisa melalui apa? privatisasi penjelasan yang cakep. Em, alhamdulillah ya tentu saja ee karena ini ber jalan di dunia loh. Saya sampai
nulis buku sama Pak Tandri itu ee menyangkut soal itu. Tapi oke ee saya ee apa namanya kita iya kita saya bawa pada alur pembicaraan kita. Sebenarnya tadi saya sudah siap bagi-bagi tuh klasternya tapi ternyata Abang lebih cepat masuk ke Danantara. Oke, saya ikuti logika itu. Satu pertanyaan terakhir tentang Danantara. Jadi dari seorang eksekutif yang sangat berpengalaman di dunia keuangan mengatakan bahwa program Pak Prabowo tentang Danantara itu adalah
ciamik, cerdas, elegan. Kira-kira gitu kesimpulannya ya. Dalam satu kesatuan untuk apanya? Itu yang saya ingin bicara. Kita bicara holistik dong. program kesejahteraannya, iya pembiayaan visalnya, kesambungan visalnya modal bisnisnya jadi satu holistik, Bang. Tapi ada satu kritikan orang yang tampaknya orang sangat berhati-hati menjawabnya. Saya berharap eendapat jawaban yang seperti biasanya dari Bang Tito soal ini tadi itu saya tertarik dengan Hasanah
tadi. Hasanah itu adalah apa namanya itu holding em holding dan reformasi BUMN. reformasi BUMN benar-benar holing itu kalau kemudian kita bawa pikiran kita bahwa sebenarnya danantara ini lahir dengan konsep itu ingin me apa ee BUMN selama ini yang orang anggap bermasalah lah hanya ber itu yang saya cerita tadi yang BUMN Pak sudah ada holdingnya dan antara tuh badan Pak badan mewakili yang saham sudah ada holding di dua Pak holding operational dan holding
investasi jadi kalau bilang kok enggak ada holdingnya ada dua holdingnya sudah Memang saya selalu bilang gini dan antara sekarang nih kan ya ya ini sedikit kritikan juga nih nih badan ada ee apa CEO, COO dan CO ada 10 managing director ada holding. Tapi sementara ini kementerian dengan tiga wakil en deputy 5 holding masih ada nih. H nah ini juga saya juga enggak bingung loh ini Pak Pak Presiden dan teman-teman di pemerintahan tampaknya ini perlu kita
dengarkan. ee pilihannya adalah e udah dikeluarin aja mereka. Ya, gini, kalau saya boleh bicara adalah pertama yang paling penting tolong sosialisasikan ini secara terbuka dengan target yang jelas dalam satu apa namanya? tameng. Iya. Mungkin kalau bisa lihatin tameng yang saya bikin tameng ee perisai dari mulai proteksi negara hadir, koperasi 40.000-nya i e fiskal
yang menemukan dan ee ee ee kedaulatan rakyat yang jelas di sini. Satu. Yang kedua [Musik] adalah pada saat Undang-Undang dan PP keluar 24 Februari bersamaan memang semua kaget. Pelan-pelan dong ini barang bagus tapi harus bersinambungan. Iya. Ada satu hal kita memberikan financial diplomacy yang bagus di kedutaan Amerika. Contoh tadi balik ke Trump.
Gimana kita negosiasi duta besar kita aja enggak ada sekarang, Pak? Hasilnya adalah datang-datang ke sana mau ne yang 23% pulang-pulang jadi 47. Kaca. Nah, oke saya kembali ke yang tadi jadi ngembang lagi kita ya kita boleh bicara kita kan tapi buat saya satu balik ke Bang ini nice problem I ya. Oke. Ada sesuatu kerjainnya susah daripada enggak ada sama sekali. That's real problem. Saya saya mau saya mau bikin bahasanya
supaya dipahami oleh penonton saya yang dari berbagai latar belakang. Jadi yang perlu dilakukan oleh pemerintah menyangkut dengan programnya termasuk terutama sekali dan antar ini adalah sosialisasikan, jelaskan tentang rencana bisnisnya bukan hanya to semuanya gitu ya. Kita kita bicara danara pak. Jadi sosialisasikan rencanamu, tunjukkan eksekusinya dan siapkan mitigasi kalau ada masalah. Yes. Karena seharusnya seperti itu kan, Pak. Oke.
Ada satu pertanyaan bagian ini yang belum selesai sebelum saya kembali ke tahap awal. Berarti boleh dong kalau orang berpikir bahwa pengelolaan BUMN selama ini tidak optimal hingga kemudian harus dicarikan sebuah model untuk mengkonsolidasikan semuanya. Saya harus katakan fakta sajalah. Adakah satu negara yang invest dunia kongomerat yang invest 1 bilun dolar setiap tahunnya nambah modal? Itulah yang Bapak sebagai DPR kasih
juga. Jadi sumbangsihnya itu ee sumbangsih dari BUMN itu hanya 0 kom netnya ya 0,25% karena 0,5% GDP tapi ada juga tambahan modal seprapatnya. Iya. Bandingkan dengan negara-negara lain yang di atas 5% Pak. Saya harus katakan di atas 5% Pak. Oh. Eh, yang paling besar itu Singapura. Singapura tuh kalau enggak salah di atas 20%. Saya lupa angkanya ya. Tapi itu ada semua dan kita adalah paling kecil di antara. Ah, ini Indonesia tuh 0,4%,
Malaysia 1, ee ee 1,2, Singapura 4,7, Thailand 1%, Vietnam 0,6. Kita kurangin dengan eh PNM-nya. H jadi kita cuma 0,2% dari GDP, Pak. terserah kalau itu dianggap sudah maksimum. Yang kedua, iya, bagaimana bank pemerintah terlalu tidak memperhatikan ke bawah. Saya katakan bank pintar terlalu asik main di sana. Yang ketiga, timpang tindihnya. Kenapa enggak melakukan tolong dong jangan 70% ini
saya dimarahin teman-teman Bom nih. Tapi memang jangan dong pabrik lu di luar kota, market lu di luar kota, kebun lu di luar kota, ngapain juga di Jakarta dekat-dekat kekuasaan? Jangan dong. Tolong Pak Presiden pindahkan itu direksi dan komis eh direksi dan keluarganya secara penuh keluar. Mati gua di maki-maki loh. Iya. Tolong challeng saya kalau B. Iya. I i saya susah membantahnya Bang Tito. Tapi ini kan teman-teman kita ya
dengar sendiri bukan dari gua loh dari Bang Tito loh ya. Oke kita sudah dapatkan penjelasannya dari sisi politiknya karena ini adalah forum politik. Saya mau mengatakan begini kepada teman-teman yang membayangkan pengin jadi menteri BUMN nanti coba pikir-pikir deh. Ternyata tanggung jawabnya tidak kecil. Itu sumbangsinya terlalu kecil. Oke Pak Tito. Kita sampai pada ujung dari diskusi kita. saya bawa pada bagaimana situasi kita secara
nasional. Tadi ada pertanyaan yang tertinggal yang belum dijawab oleh Bito. Hari ini tampaknya kita tidak bisa mengatakan kita baik-baik saja secara ekonomi dan itu ada pengakuan dari Menteri Keuangan. Bulan lalu saya enggak salah atau awal bulan ini dikatakan kita telah defisit kurang lebih 104 triliun APBN kita. Saya tidak mengerti alur berpikir yang dibangun oleh Menteri Keuangan mengucapkan itu. Tetapi bagi kami-kami
para kambing-kambing yang tidak mengerti industri keuangan ini dengan sederhananya mengatakan gini, "Oh, berarti memang kita tidak baik-baik saja." Dan itu kemudian ternyata dilihat di lapangan ee bagaimana Karawang apa kompleks ee pabrik di sana itu banyak yang tutup dan segala macam. Tolong ee berikan penjelasan ke kami ee Pak Tito ee kira-kira dengan situasi ini apa
risiko kita ini kami terutama kelompok menengah ini ke bawah ini menghadapi situasi ini agar kemudian kita baik-baik saja? Gini Pak saya selalu bicara gini fakta ya. Pengumuman itu dilakukan bulan Maret. Iya kan pajak belum masuk. Jadi saya agak bingung saya tunggu April dong. Kan pajak memang kita selalu Januari Februari agak problem pajak masuknya amarat. Pak, saya pengin tahu data April. Jangan-jangan positif moga-moga nih. Ya, itu yang pertama.
Jadi saya belum siap. Kedua, apakah kita baik-baik saja? Mari kita bagi fakta. Double digit kemiskinan berkurung jadi single digit. Yang bawah, yang bawah ini mendapatkan subsidi. Apalagi program-program ini. Yang atas tidak terganggu. Bahkan saat ini lu bagi dong pemerintah. Pertanyaan yang menengah, kita enggak mau jadi kayak Turki eh kayak Chili, Cilian Paradoks. Tapi saya hanya usulan studinya mengatakan yang
tengah itu harus dikasih insentif. Hm. Nah, jenisnya apa? Itu yang selalu bicara. Apakah pajak, jangan pajak melulu. Apakah transportasi, apakah perumahan. Oke, ini insentif. Tapi insentif itu enggak bisa stand. Lu harus mendapatkan insentif itu yang menengah. Tadi pernah ide gila. Oke. Tapi lu kerja tambahin 1 jam buat perusahaan ya. Pemerintah bilang kalau lu kerja tambah 1 jam produktif tambah maka gua kerangin pajak lu misal. Ada insentif untuk itu
ya ee pemikiran tapi intinya adalah menengah biasanya insentif. Iya. Artinya seharusnya dipikirkan itu kan. Iya dipikirkan. Oke. Nah ini saya kan kalau orang saya nih pelaku pelaku pasar. Oke. Kalau ngomong bisa seenaknya. Jadi karena bukan birokrat. Mungkin ada yang salah tadi, tapi itu pemikiran saya niatnya baik. Tapi buat saya, Pak, apakah serang kita yang baik-baik saja di bidang keuangan? Saya melihat kalau
angka baik-baik saja. Kalau angka H tapi emang menarik membandingkan kita punya pembantu gaji R juta bisa menghidupi tiga anak di daerah tuh. He. Yang bawah jangan-jangan enggak ada problem karena cost of living mereka sangat di bawah. Wah, betul Pak. Kita konsen yang menengah. Jadi kalau punya pesan saya bisan kita berdua tolong dong ada program buat kalangan menengah. Usulannya adalah bentuknya insentif. Hm.
Dalam hal apa? Mereka itu sehari-hari misal Indokasan pastiin enggak ada pajak. Indokasan ee listriknya kurang biayanya. Misal oke kalau mereka naik e public transportation nolin BPJS nolin misal insentif tapi juga untuk insentif lu harus produktif misal tadi itu ide gila itu lu mau enggak buat bukan 9 to5 9 to6 tapi kalau you 9 to 9 to6 pajaknya pemudah kurangin ya tekniknya susah
mungkin toh lu gila seenak aja lu ngomong basicnya adalah menengah atau insentif ya setidaknya ada rencana kan setidaknya ada Nice problem. Iya, itu tadi itu next problem gitu. Iya, Bang Tito. Iya. Ee hampir 1 jam kita diskusi. Tentu saja ada begitu banyak ruang yang telah kita masuki tadi. Saya malah berpikir begini ya. Tapi ya e Abang boleh terima boleh tidak. Saya boleh berhak juga dong bicara. Pasti kenapa bukan abang yang diminta ngelola
danantara aja gitu? Pak Pak. No. No. Biarkan ini jalan. negara ini yang susah adalah belum apa-apa sudah ngerubah, Pak. Tidak boleh sama sekali berikan Rosan pandu itu kesempatan kasih 6 bulan tunjukkan bukan hasil tunjukkan rencana kerja lo yang bisa disetujui bersama. Itu yang saya tunggu, Pak. No, no. Belum tentu saya lebih baik dari dia. Tapi yang pasti dia sudah mau terima tanggung jawab itu belum apa-apa. Jangan dituduh dong. Tapi tolong negara
mensosialisasikan secara holistik semua. Ini nolong dia. Jangan danantara sendiri, makan siang send makan gratis sendiri, koperasi sendiri. No, no, no, no. Ini satu kesatuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagaimana membangun industrialisasi pedesaan. Itulah ekonomi Pancasila yang sesungguhnya. Ada bukunya. Saya minta tolong sosialisasikan.
Tapi orang yang mensosialisikan punya tiga nih. You harus ngerti, you harus berani, you harus bisa ngomong, komunikasi. Nih saya tunggu nih gituin. Kita kayaknya enggak punya ya sekarang ya. Saya ingat Pak Harmoko itu dia ngomong aja pasar berubah apapun. Iya. Iya. Nah, itu kita perlukan Pak. Kita memerlukan hal satu lagi contohnya kita memberikan financial diplomasi yang benar untuk di Amerika untuk di Eropa. Saya ingat kalimat ini dapangi dari Ibu
Retno Tito K jadi financial diplomasi itu OJK Bank Indonesia Menteri Keuangan, Bursa, dan dubes Amerika dan Dubes Eropa harus jadi financial diplomasi yang baik karena musuh terbesar yang bisa mendekat kedamanan kita adalah proxy war di bidang keuangan dan ini perlu financial di promotor yang bagus. Oke, sekali lagi, Bang Tito terima kasih ya. Sama-sama. Senang bisa bicara, siap dimarahin sama yang dengar ke saya. Saya bilang, "Bang, apa Bang Faisal tuh yang
nyuruh saya ngomong gitu, saya gitu aja l gampang." Saya cuma bawa cerin doang. Em, pemirsa em itu catatan kritis dari seorang yang saya kita sepakat dan kita kenal terutama dari teman-teman di Market ya. ee Pak Tito Sulisto em orang yang sangat layak untuk berbicara banyak tentang hal yang kami bahas tadi. Apapun namanya em ini catatan bagi kita banyak tadi yang harus kita dengarkan. Saya bahkan sangat konsen tadi kalau bisa teman-teman di sekitar presiden
segera memikirkan itu ada dua ee apa itu Badan Penjamin Simpanan Asuransi dan ee Badan Penjamin Dana Pensiun. E Badan Penjamin dan Dana Pensiun dan juga asuransi gitu ya. Ee asuransi sudah proses 2028 targetnya. Selesai. Sudah sudah ada undang-undangnya Pak. Sudah ada undang-undangnya. Alhamdulillah. Ee kenapa? Karena saya kebetulan pernah membaca sebuah paper gitu ya, bagaimana misalnya dana pensiun di Norway atau di
beberapa negara yang lain itu luar biasa. Betul. Finlandia Finland itu ya luar biasa gitu. Saya rasa pikiran-pikiran yang maju itu harus kita dengarkan. Ee forum ini memang sangat kritis untuk beberapa isu yang ee krusial tetapi juga kami terbuka untuk e ide. Maka kemudian kenapa sampai saya undang orang seperti Tito Sulistio? Bangsa ini akan maju jika kita berani dan bersedia untuk bercakap-cakap seperti yang kami lakukan barusan.
Terima kasih telah menyaksikan percakapan ini. [Musik] [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]

댓글
댓글을 아직 불러오지 않았습니다.