Roby Muhamad: APA JURUS JOKOWI MENAKLUKAN BIDEN, PUTIN DAN PEMIMPIN LAINNYA ⁉️ (Filosofi Roby #31)

Roby Muhamad: APA JURUS JOKOWI MENAKLUKAN BIDEN, PUTIN DAN PEMIMPIN LAINNYA ⁉️ (Filosofi Roby #31)

2045 TV

yangindonesiakitainipresidendannegaradenganjokowiuntuktidakdari

144,6 k
회 조회
5 k
좋아요
22
싫어요 (추정)
3.5 %
👍 / 👁
11:50
길이
17 mai 2022
게시일
1,4 k
단어
id · 자동 생성
자막

YouTube가 싫어요 수를 더 이상 공개하지 않아 Return YouTube Dislike 프로젝트의 추정치를 표시합니다. returnyoutubedislike.com

전체 자막 텍스트

Hai sobat hobi Coba kita perhatikan masa pemerintahan Presiden Jokowi apalagi di priode kedua ini gak ada habisnya tantangan yang datang bertubi-tubi krisis demi krisis terus menerjang di awal periode kedua baru saja dimulai dunia dilanda pandemi covert 19 tapi kita berhasil melewati titik terburuk pandemi menggunakan senjata yang tidak disangka-sangka yaitu diplomasi dengan diplomasi yang lihai inilah Presiden Jokowi dan para pembantunya di

Kementerian Luar Negeri berhasil mengamankan vaksin untuk Indonesia sumbernya dari banyak negara di seluruh dunia hasil dari diplomasi ini meskipun Indonesia sendiri bukan negara produsen penghasil vaksin tetapi sekarang lebih dari 160 juta penduduk Indonesia sudah divaksin dua kali bayar kan kita Indonesia di posisi ke-4 dari negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak di dunia Lalu setelah 2 tahun pandemi ini wajar kalau kita mulai berharap situasi

segera pulih tapi kenyataannya krisis selanjutnya sudah datang di depan pintu kita serangan Rusia ke Ukraina mengguncang dunia dan terus merembet menjadi krisis ekonomi dan pangan Global jadi sobat sobit seakan ini sudah ditakdirkan bahwa ketika krisis perdamaian dunia ini berlangsung Indonesia kebetulan jadi ketua forum g-20 20 negara dengan ekonomi terbesar mengingat forum g-20 ini adalah tempat berkumpulnya negara-negara dengan

ekonomi terbesar Indonesia jadi punya kesempatan yang sangat-sangat langka untuk mempengaruhi menentukan Bagaimana krisis ini bergulir dan bagaimana mengakhirinya dan lagi-lagi senjata yang Indonesia bisa manfaatkan Hai ini juga sama yaitu diplomasi tema presidency g20 Indonesia adalah recovery together Rich stronger atau bahasa Indonesianya pulih bersama dan bangkit Perkasa awalnya tema ini dibuat

dan memang sangat cocok untuk menyambut berakhirnya pandemi dari pandemi menjadi endemis tetapi sekarang kondisi Dunia sudah lain lagi untuk sekarang ini akan sangat sulit bagi dunia untuk pulih dan Bangkit Bersama menjadi lebih Perkasa karena di depan kita ada krisis perdamaian krisis ekonomi dan krisis pangan sejak Rusia melakukan invasi ke Ukraina dunia sudah bereaksi keras negara-negara besar seperti Amerika Serikat terus menekan Indonesia supaya

tidak mengundang presiden Putin ke acara Puncak g20 di Bali Lantas apa yang dilakukan Jokowi Jokowi lihai melakukan diplomasi di tengah tekanan ini Presiden Jokowi secara bergiliran menelepon satu persatu tokoh-tokoh penting dari berbagai negara besar yang termasuk ditelepon perdana menteri Kanada Justin trudeau Presiden Perancis Emmanuel macron Perdana Menteri Belanda kanselir Jerman perdana menteri Jepang juga termasuk Sekjen PBB

ditelepon langsung oleh Presiden Jokowi tapi dari semua telepon-telepon atau diplomasi telepon dari Presiden toko ini ada dua yang menjadi sorotan utama pertama Presiden Jokowi secara mengejutkan menelepon presiden Ukraina volodymyr zaleski dan besoknya Presiden Jokowi teleponan dengan Presiden Putin dari Rusia yang lebih mengagetkan dengan lihainya Jokowi mengundang keduanya presidensial insiden presiden putih untuk hadir datang ke KTT g20 Bali tentu

saja Amerika Serikat tidak begitu suka dengan langkah Presiden Jokowi yang mengundang presiden di Amerika Serikat bahkan ingin Rusia dipandang begitu saja keluar dari kelompok g20 tapi g20 ini ada negara besar lain seperti China dan India yang cenderung Pro Rusia jadi hal itu susah terwujud di sisi lain waktu teleponan dengan Presiden Jokowi Presiden zelinski sempat meminta Presiden Jokowi untuk mengirimkan senjata dari Indonesia ke Ukraina tentu

saja Presiden Jokowi dengan tegas dan jelas menolak karena konstitusi Indonesia dan prinsip diplomasi kita tidak membolehkan pengiriman bantuan senjata ke negara manapun kalau bantuan kemanusiaan bisa Indonesia kirimkan tapi senjata tidak bisa ini adalah langkah yang tegas dan nyata menunjukkan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang khas sangat Indonesia sekedar mengingatkan sobat hobi dulu waktu perang dingin saat Amerika dan

blog baratnya bermusuhan dengan Uni Soviet dengan blok timur Indonesia menjadi salah Wooyoung memulai gerakan non-blok kita ingat konferensi asia-afrika yang diadakan oleh Bung Karno melahirkan Dasasila Bandung yang menjadi prinsip dasar gerakan non-blok sampai sekarang ini orang mengira zaman sudah berubah gerakan non-blok sudah tidak relevan ternyata sekarang kita kembali lagi ke masalah sama terbelahnya dunia menjadi Blok Barat dan Blok Timur

tetapi sekarang ini kondisinya jauh jauh lebih rumit globalisasi membuat ekonomi tiap negara saling bergantungan satu sama lain sehingga perdamaian itu memang menjadi kondisi mutlak bagi kemakmuran bersama dunia Kalau ada perang ekonomi menjadi krisis apalagi yang terlibat perang adalah pemain-pemain besar ekonomi dunia lantas dengan kondisi seperti ini Apakah posisi Netral Indonesia masih relevan Apakah masih ada manfaatnya kalau Indonesia tidak memihak

pihak manapun juga sobat hobi ada satu hal yang perlu kita perhatikan saat kita mengikuti berita tentang perang Rusia dan Ukraina ini ini adalah perang pertama yang diliput langsung di media sosial seperti tiktok Facebook dan Instagram kita cermati sumber informasi kita tentang topik itu memang berasal dari platform platform media sosial milik negara-negara barat hampir semua media sosial kecuali ya tiktok tiktok punyanya Cina pemilik

platform pasti punya kemampuan untuk mengendalikan arus atau narasi di platformnya masing-masing tidak Netral begitu saja sebagai contoh sobat sobit Facebook mengizinkan pengguna Facebook untuk memposting konten yang negatif menyerang Rusia jadi Facebook secara jelas tidak mengambil posisi Netral Nah dengan adanya ketidakseimbangan arus informasi ini jadinya wajar kalau masyarakat banyak yang terlanjur memihak seolah-olah kita ini harus dipaksa

memihak tapi Indonesia bukan berarti harus ikut-ikutan dengan dan seperti ini Indonesia punya prinsip karena yang kita inginkan sebetulnya adalah perdamaian tapi kalau kita memihak akan semakin sulit bagi Indonesia untuk berkontribusi menghasilkan perdamaian di dunia ya gampangnya sobat hobi kita sulit untuk melerai orang yang sedang berkelahi berantem kalau kita ikut-ikutan berantem coba Tobi Mungkin ada yang bertanya tapi kan Indonesia sudah sempat voting di PBB

yang menyayangkan serangan Rusia dan meminta Rusia menghentikan penyerangannya terhadap Ukraina Apakah itu berarti Indonesia sudah memihak yang gak juga karena prinsip diplomasi Indonesia sudah jelas tujuannya menjaga perdamaian makanya yang berkali-kali digaungkan oleh Presiden Jokowi Adalah stop perang bukan mengutuk negara bukan mengutuk Rusia tidak dilakukan tapi setop perang ini dibuktikan juga waktu Indonesia ikut voting di PBB untuk

mengeluarkan Rusia di dewan hak asasi manusia Indonesia saat itu mengambil posisi abstain menurut saya Justru dengan netralitas ini Indonesia justru menunjukkan kekuatannya di mata dunia kita tidak tunduk begitu saja terhadap tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya yang mengancam akan workout dari g20 karo Rusia datang ke Bali tapi kita malah mengambil langkah aktif untuk Bukan Hanya mengundang presiden putih tapi juga mengundang presiden zealand's

dan juga saat mengunjungi Washington DC Presiden Jokowi dengan cerdik menyampaikan undangan kepada Presiden Maiden dalam tulisan selamat datang di gedung putih dengan mengatakan sampai jumpa kepada Presiden Maiden di Bali nanti untuk KTT g20 foto ini sempat viral langkah ini menunjukkan Indonesia sebagai negara yang kuat dan punya prinsip tidak begitu saja mudah diombang ambing oleh tekanan negara lain negara manapun juga ketika terjadi perang

negara yang ekonominya rentan pasti paling mudah terdampak apalagi kalau negara itu terlibat perang Sung dalam pertempuran fisik ataupun dalam perang ekonomi lah kita saja yang nggak ikutan peran dan juga jauh lokasinya Secara geografis kena dampak perang Ukraina ini apalagi kalau kita ikut-ikutan maka itu memang langkah paling masuk akal saat ini adalah untuk mempererat kerjasama dengan negara-negara sahabat yang memiliki orientasi diplomasi mirip

dengan Indonesia jadi kita kuatkan dulu kelompok kita yang non-blok ini yang netral ini saya yakin Presiden Jokowi dan menteri luar negeri sudah merumuskan strategi matang untuk menghadapi isu ini kita tinggal tunggu saja tanggal mainnya perang di Ukraina terus mengalami eskalasi kabar terbaru sepertinya upaya kompromi perdamaian rusia-ukraina gagal lagi gagal lagi belum ketemu titik cerahnya bahkan fron fron baru bermunculan Ukraina tapi kita tidak

perlu Hilang Harapan KTT g20 di Bali meskipun masih lama bulan November nanti merupakan sebuah harapan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi antara sekarang sampai bulan November nanti kalau sampai Indonesia berhasil mempertemukan Presiden zelinski dan Presiden Putin di Bali apalagi sampai berujung pada perjanjian gencatan senjata atau apalagi perdamaian ini akan menjadi sejarah penting buat Indonesia jika ini berhasil bisa menjadi batu

loncatan Indonesia menuju kemajuan Indonesia dimata dunia tapi kita harus ingat kalaupun presidensial insiden presiden Putin ternyata tidak bertemu di Bali itu juga bukan berarti diplomasi kita gagal justru di sini kita tetap berhasil menjaga prinsip kita yaitu prinsip netralitas dan menunjukkan kehormatan kita Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat tidak bisa ditekan oleh negara manapun maka dari itu langkah untuk mengundang Presiden zelinski dan

Presiden Putin menjadi langka Cemerlang sekali untuk Indonesia Apapun yang terjadi kita tetap dapat manfaatnya dari itikad baik undangan Presiden Jokowi nah sementara itu Mari kita terus ikuti langkah-langkah diplomasi yang diambil oleh Presiden Jokowi dan para pembantunya diplomasi Indonesia ini telah jadi senjata kita dalam perjuangan kemerdekaan dulu diplomasi juga yang menolong kita bisa melewati pandemi ini dan saya yakin diplomasi Indonesia

semakin matang bisa menjadi pusaka menuju Indonesia maju terus optimis sambil tetap rasional saya ucapkan juga meskipun sudah berapa minggu selamat Idul Fitri dan Mohon maaf lahir batin terima kasih [Musik]

챕터

  1. 00:00소개
  2. 02:01Presiden, Jokowi, Dari
  3. 03:56Indonesia, Yang, Dengan
  4. 05:56Yang, Kita, Indonesia
  5. 07:55Kita, Yang, Negara
  6. 09:52Kita, Indonesia, Presiden

태그

이 영상에는 태그가 없습니다.

댓글

댓글을 아직 불러오지 않았습니다.

← 도구로 돌아가기