PRABOWO MERAPAT KE IBU MEGA, KAPOLRI LISTYO TINGGALKAN JOKOWI ⁉️ - Rinny Budoyo (Hot Topic #468)

PRABOWO MERAPAT KE IBU MEGA, KAPOLRI LISTYO TINGGALKAN JOKOWI ⁉️ - Rinny Budoyo (Hot Topic #468)

2045 TV

pakyangibudanmegainijokowilistiodarisudahkitakalau

187,3 k
回再生
1,9 k
高評価
26
低評価(推定)
1.0 %
👍 / 👁
09:49
長さ
1 juil. 2025
公開日
1,1 k
語
id · 自動生成
字幕

YouTubeが低評価数の公開を停止したため、Return YouTube Dislikeプロジェクトによる推定値を表示しています。 returnyoutubedislike.com

文字起こし全文

Ada banyak cara, ada banyak pilihan cara yang bisa dipilih sama Kapolri Listio Sigit Prabowo buat menyambut Ibu Mega, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri sewaktu mereka bertemu di rumah Ibu Hugeng yang merayakan ulang tahun yang ke-100. Yang pertama, Pak Listio Sigit bisa menghindar dari Ibu Mega. Dia datang duluan ke rumah Ibu Hugeng dan bisa memilih pulang duluan sebelum Ibu Mega datang ke lokasi acara. Dia enggak perlu

menunggu Ibu Mega sampai tiba di lokasi acara. Lalu pilihan lainnya, Pak Listio bisa juga memilih buat bersalaman secara biasa saja waktu bertemu dengan Ibu Mega. Ini sudah cukup buat menunjukkan rasa hormat. Lalu ada juga pilihan buat menunduk dan mencium tangan Ibu Mega. Ini adalah pilihan yang lebih simbolis. Ini pilihan gestur yang sudah pasti bakal menarik pemberitaan dan juga perbincangan. Sudah

pasti adegan Kapolri Lisigit mencium tangan Ibu Mega bakal sampai juga ke Solo. Ini bakal jadi perhatian dari Pak Jokowi. [Musik] Dalam politik enggak ada yang kebetulan. Setiap perilaku dan ucapan ada tujuan politiknya. Ada simbol, ada pesan yang mau disampaikan lewat berbagai gestur dan ucapan. Sebagai contoh ini sebagai misalnya saja ketika mantan Menkominfo Budi Ari melempar tudingan ke PDI

Perjuangan dan Pak Budi Gunawan terkait masuknya nama dia dan peran dia dalam dakwaan kasus suap perlindungan situs judi online yang dibuat oleh Kejaksaan Agung ini bisa kita baca sebagai sinyal permintaan tolong dengan menyerang PDIP tampaknya Pak Budi Ari sedang menunjukkan posisinya dan meminta pertolongan kepada Pak Jokowi. Dia minta Pak Jokowi buat cawecawe di kasus hukum yang menimpanya. Dengan melempar serangan ke PDIP bisa

dibaca kalau Pak Budi Ari sedang meminta perhatian dari Solo. Nah, itu gambaran dari simbolisme komunikasi politik. Suatu gestur dan ucapan ada udang di balik batunya. Nah, sekarang terkait gestur dari Kapolri Listiosigate mencium tangan Ibu Mega. Apa pesan politik yang mau dilempar? Apa pesan politik yang mau disampaikan kepada Ibu Mega? Apa pesan politik yang mau disampaikan kepada Pak Jokowi? Apa pesan politik yang mau

disampaikan kepada Pak Prabowo? Dan apa pesan politik yang mau disampaikan kepada publik, kepada kita-kita semua? Sebelumnya terkait bacaan kita atas gestur Pak Listio Sigit ini harus diingat dan dipahami kalau Ibu Mega adalah tokoh bangsa yang akhir-akhir ini bersikap keras kepada polisi dan Pak Listio Sigit secara pribadi. Pernah dalam pidatonya Ibu Mega minta bertemu Kapolri buat meminta pertanggungjawaban atas semua keburukan dan kesalahan yang

dilakukan oleh polisi. khususnya karena sudah menjadi alat kekuasaan tebang pilih perkara sampai cawe-cawe dalam urusan pemilu. Selama ini Pak Listio tidak pernah mengacuhkan permintaan dari Ibu Mega ini. Lalu yang harus kita ingat dan pahami juga hampir semua orang yang melag politik di negara kita paham kalau Pak Listio Sigit ini adalah orangnya Pak Jokowi. Dia loyalis dari Pak Jokowi karena karirnya di kepolisian yang demikian cemerlang sampai dia sukses

menjadi couple ring. Semua itu adalah pemberian dari Pak Jokowi. Jadi bisa kita yakini enggak masuk akal kalau Pak Listio Sigit sampai tega mengkhianati Pak Jokowi. Nah, sekarang gimana kita memahami manuver Kapolri Listiosigit yang mencium tangan Ibu Mega? Apakah ini pertanda tunduk kepada Ibu Mega dan itu berarti mengkhianati Pak Jokowi? Sungguh enggak masuk akal analisa yang bilang kalau hubungan Pak Listio Sigit dan Ibu Mega

selama ini baik-baik saja sehingga adegan cium tangan itu menjadi hal yang biasa. Sudah sangat jelas di muka umum kalau Ibu Mega marah sama Pak Listio dan kepolisian. Sudah sangat jelas kalau sikap Ibu Mega kepada Pak Listio menyebabkan munculnya manuver-manuver rencana pergantian Kapolri dari internal pemerintah sendiri. Jadi, bagaimana kita memahami adegan cium tangan oleh Kapolri selain

sebagai ungkapan permohonan maaf dan pengakuan takluk kepada Ibu Mega? Gimana nih kalau menurut kalian? Kapolri Listiosigit meminta maaf dan menyatakan takluk kepada Ibu Mega yang sekarang sedang mesra-mesranya sama Presiden Prabowo. Itukah pesan yang hendak disampaikan? Inikah pertanda kalau Bandul poros kekuasaan sudah beralih dari Hambalang Solo menjadi Hambalang Teukuman Umar? Nah, kalau benar dan tampaknya ini

benar, ini masuk akal. Kalau benar Pak Listio mau memberi pesan minta maaf dan merasa takluk, lalu bagaimana kaitannya dengan Solo? Bagaimana kaitannya dengan Pak Jokowi? Kita tahu Pak Listio enggak mungkin mengkhianati Pak Jokowi. Kita tahu Pak Listio enggak mungkin balik badan meninggalkan Pak Jokowi buat merapat ke Ibu Mega. Pasti ada konsekuensi yang sangat besar kalau Pak Listio Sigit sampai nekad

melakukan itu. Jadi, nah ini nih yang perlu kita analisa. Apakah gestur Pak Listio Siget sudah ada restu dari Pak Jokowi atau pikiran yang lebih liar bisa bertanya-tanya apakah gestur dari Pak Listio Sigit adalah sebuah pesan dari Pak Jokowi kepada Ibu Mega? Apakah lewat adegan cium tangannya, apakah Pak Listio Sigit sedang menyampaikan pesan dari Pak Jokowi yang ingin berdamai dan ingin minta maaf kepada Ibu Mega? Hmm, kalian enggak

kepikiran kan soal ini? Soal keinginan dan keharusan Pak Jokowi meminta maaf kepada Ibu Mega bisa kita lihat dari tanda-tanda alam akhir-akhir ini. Bisa kita lihat kalau Pak Jokowi dan orang-orang dekatnya terus tertimpa masalah akhir-akhir ini. Misalnya saja ada tuntutan pemakszuran Gibran yang sekarang sudah bergulir sampai ke DPR RI. Lalu ada masalah kasus hukum judi online yang menimpa Pak Budi Ari. Pak Tito Karnavian tersangkut masalah

pencurian empat pulau Aceh oleh Sumatera Utara. Lalu ada Pak Bahlil yang tersangkut kasus nikel di Raja 4. Selain mereka ada Pak Erik Tohir yang sudah kehilangan BUMNBUMN dalam kekuasaannya dan Pak Wisnuama yang tampaknya bakal gagal diangkat jadi duta besar kita di Amerika Serikat. Puncak dari semua ini adalah sakitnya Pak Jokowi ketika menghadiri acara di Kota Suci, Vatikan. Sampai 2 bulan berlalu, sakit kulit Pak Jokowi tidak

membaik dan malahan menjadi bertambah parah. Buat mereka yang mempercayai, bisa jadi ini semua adalah pertanda. Ini pertanda kalau alam sudah tidak lagi berpihak sama Pak Jokowi. Dan kalian pasti ingat, kalian pasti ingat kalau Pak Jokowi konon pernah diberikan pesan penting sama Sri Sultan Hamengkubuono ke-10, sang raja Jawa yang sesungguhnya. Sebagaimana sudah secara luas dipergunjingkan, kita ingat kalau Sri Sultan sudah berpesan supaya Pak Jokowi

tidak menyakiti Ibu Mega. Pak Jokowi enggak boleh menyakiti Ibu Mega karena beliau adalah putri dari pendiri bangsa ini. Beliau adalah putri dari Bung Karno. Karena itu dengan menganalisa semua data ini, makanya kita bisa paham, kita bisa mengerti kalau melihat kondisi sekarang ini. Bisa jadi Pak Jokowi memang sudah dibisiki kalau dia sekarang harus meminta maaf kepada Ibu Mega. Pak Jokowi harus meminta maaf karena dia

sudah menyakiti dan berkhianat kepada ibu yang sudah memberinya kesempatan, memberinya kepercayaan, dan sudah mengangkatnya menjadi seorang presiden. Pak Jokowi adalah seorang rakyat biasa yang sudah diangkat kedudukannya dan bisa menjadi pemimpin negeri ini. Bisa jadi, sangat bisa jadi. Itulah pesan yang ingin disampaikan oleh Pak Jokowi lewat Kapolri kepada Ibu Mega. Oke, sampai di sini. Gimana nih pendapat kalian? Apa analisa kritis kalian soal

semua ini? [Musik]

チャプター

  1. 00:00はじめに
  2. 01:58Yang, Kepada, Politik
  3. 03:57Kalau, Mega, Listio
  4. 05:54Jokowi, Yang, Dari
  5. 07:52Sudah, Jokowi, Bisa

タグ

この動画にタグはありません。

コメント

コメントはまだ読み込まれていません。

← ツールに戻る