
Denny Siregar: DEMO 2024, SPIRIT 1998 ‼ (Gaspol #289)
yangdanmerekainiitupartaikonstitusiuntukmahkamahkeputusantidakbanyak
I «non mi piace» sono una stima del progetto Return YouTube Dislike, dato che YouTube non li pubblica più. returnyoutubedislike.com
kita berkumpul di sini tidak membela perseorangan tidak membela partai Apun kita di sini dikumpulkan karena kemarahan kita banyak akrobatakrobat keputusanak masuk akal dan kita dipaksa unuk menel kita harus di kita melihat dengan Gang bagaim Wak rakyat tidakakili rakyat sudah mend kep menarik memantau perkembangan politik beberapa hari ini sesudah Pilpres 2024 yang penuh drama dan kecurangan yang
masif dan terstruktur ternyata drama itu belum juga selesai pihak yang merasa mereka sudah menang Mulai mengumpulkan kekuatan untuk bersatu untuk MB banyak daerah supa bisa mendapat kemenangan-kemenangan selanjutnya beberapa partai mulai menggabungkan diri mereka menjadi satu kekuatan yang mereka namakan sebagai Koalisi Indonesia maju di sana ada Gerindra ada Golkar ada Demokrat dan banyak lagi menyusul kemudian bergabung
ada Nasdem PKB dan pksai-partai yang ideologi akhirnya berkumpul bersama mengatur strategi Bagaimana caranya koalisi mereka itu bisa menguasai Indonesia dan salah satu cara mereka adalah mengakali peraturan Pilkada yang mengharuskan calon yang diusung di daerah harus memenuhi syarat didukung oleh 20% suara partai inilah lubang yang disiasati oleh koalisi partai itu mereka menghitung
kalau koalisi mereka bersatu di Pilkada maka partai yang tidak gabung dengan Koalisi mereka berarti tidak mungkin bisa mencalonkan kepala daerah dan itu berarti calon kepala daerah yang diusung oleh Koalisi Indonesia maju itu hanya akan melawan kota kosong tercatat ya kalau strategi mereka ini berhasil akan ada 150 Kabupaten dan kota yang hanya ada kotak kosongnya Jadi ngeri sekali rencana ini
untuk apa sih sebenarnya rencana menguasai banyak daerah dengan mengakali peraturan Pilkada ini ya tentulah untuk 2029 nanti Pilpres 5 tahun ke depan tapi sepandai-pandainya manusia berencana kalau Tuhan ingin berkehendak lain manusia itu mau apa mendadak Mahkamah Konstitusi mengubah peta politik dan menghancurkan bangunan rencana yang sudah didesain oleh koalisi partai-partai
itu Mahkamah Konstitusi mendadak mengeluarkan keputusan bahwa peraturan atau syarat bahwa calon yang ingin maju menjadi kepala daerah harus mendapat dukungan partai minimal 20% suara dibatalkan dengan peraturan baru dari mkamah konstitusi maka banyak partai bahkan partai yang tidak masuk parlemen pun itu bisa mencalonkan kepala daerah bom kabar Ini memekahkan telinga koalisi partai yang menamakan diri mereka
sebagai Kim plus yang untuk di Jakarta Nanti mereka sudah menyiapkan ribuan Kamil sebagai calon mereka hancur harapan kimp plus sekarang Eh tapi wait kimp plus itu ternyata enggak kekurangan akal mereka lalu bersiasat untuk melawan Keputusan Mahkamah Konstitusi yang tidak sesuai dengan keinginan mereka koalisi partai ini pun besoknya itu langsung menggelar sidang untuk menggagalkan Keputusan Mahkamah Konstitusi yang tidak berpihak kepada mereka rapat kemudian
digelar dan dimaksudkan untuk membuat penafsiran baru dari Keputusan Mahkamah Konstitusi supaya gabungan partai ini tetap mendapatkan keuntungan Jijik banget kan Lihat cara mereka dan rasa mual dari banyak penduduk negeri ini sudah sampai ke Puncak yang tertinggi hari Kamis tanggal 22 Agustus ribuan elemen masyarakat turun ke jalan secara spontan mengepung gedung DPR RI yang datang dan berdemo hari itu bukan hanya mahasiswa tapi ada
juga yang dari komika ee para penggiat film pemusik dan banyak banget rakyat biasa elemen masyarakat ini yang sudah muak pada DPR mengawal Keputusan Mahkamah Konstitusi yang ingin diubah oleh anggota DPR RI Sejak pagi jam sampai malam hari berbondong-bondong masyarakat datang ke gedung di DPR untuk memuntahkan semua al mereka memang langkah DPR untuk melawan Keputusan Mahkamah Konstitusi ini sangat
berbahaya buat Indonesia coba bayangkan ada 150 kabupaten dan kota yang rawan dalam pilkada kali ini kalau Keputusan Mahkamah Konstitusi ini tidak dipatuhi jika terjadi perselisihan di 150 kabupaten dan kota itu dan mahkamah ktitusi bisa menyelesaikan sengketa mereka karena dianggap pencalonan mereka itu ilegal karena tidak sesuai dengan keputusan hukum pikirkan apa yang akan terjadi ya perang saudara kekacauan di
mana-mana karena hukum sudah bukan lagi menjadi Panglima para pendukung itu akan bentrok dan bisa bunuh-bunuhan karena kecewa enggak ada Hakim enggak ada lagi wasit Indonesia akan runtuh kalau ini terjadi nantinya maka turunnya banyak elemen rakyat dan mahasiswa ke Jalan Menghadang siasat DPR yang ingin menggagalkan Keputusan Mahkamah Konstitusi ini sebenarnya ingin menyelamatkan Negeri Ini dari kerusakan yang lebih besar
mahasiswa dan masyarakat memaksa DPR untuk tunduk pada konstitusi tunduk pada Keputusan Mahkamah Konstitusi bukannya mal sibuk membuat undang-undang yang menguntungkan diri mereka sendiri dan sesudah dihadang dengan demo besar di Jakarta di Bandung di Semarang dan banyak lagi kota besar akhirnya DPR menyerah dan menuruti Keputusan Mahkamah Konstitusi Wow lega rasanya kita menang suara rakyat menang kebenaran itu menang dan untungnya demo tidak Berujung
seperti yang terjadi di tahun [Musik] 1998 Jadi apa yang saya pelajari dari demo kemarin mengawal Keputusan Mahkamah Konstitusi ternyata spirit perjuangan mahasiswa di tahun 1998 tetap terpelihara di dada adik-adik kita di tahun 2024 ini ini juga berkat dosen-dosen mereka kampus-kampus mereka yang tetap berpikiran jerni Saya dengar bahkan banyak kampus negeri yang meliburkan perkuliahan hanya supaya
mahasiswanya bisa ikut di dalam demo besar ini saya jujur bangga dan optimis dengan negeri ini ternyata ya Banyak orang yang masih peduli generasi-generasi baru yang tidak hanya joget-joget di depan media sosial saja tapi juga bisa berpikir dan menyatakan keprihatinan mereka serta Menghadang dengan aksi untuk menyelamat negara tercinta kita Indonesia adik-adik Mahasiswa saya harus angkat secangkir kopi untuk kalian semua
salut [Musik] gaspo foreign
Commenti
I commenti non sono ancora stati caricati.