PROF. JIMLY ASSHIDDIQIE: TERDAPAT BUKTI-BUKTI BARU BAHAYA SYARAT PRESIDENTIAL THRESHOLD (PT) 20%

PROF. JIMLY ASSHIDDIQIE: TERDAPAT BUKTI-BUKTI BARU BAHAYA SYARAT PRESIDENTIAL THRESHOLD (PT) 20%

Akbar Faizal Uncensored

ituyanginisayakitatidakadajadikantapinahsudah

263,6 k
tayangan
4,2 k
Suka
139
Tidak suka (perkiraan)
1.6 %
👍 / 👁
57:12
Durasi
Sortie le 29 sept. 2022
Dipublikasikan
6,8 k
kata
id · otomatis
Subtitle

Jumlah tidak suka adalah perkiraan dari proyek Return YouTube Dislike, karena YouTube tidak lagi menampilkannya. returnyoutubedislike.com

Transkrip lengkap

Apakah harus dengan reformasi jilid du reformasi jilid du jawabannya tapi ini salah satu yang kedua itu modernisasi [Musik] [Tepuk tangan] partai 30 tahun le bi kita terutama para terutama mahasiswa ya yang berpikir revolusioner itu merasa diri tertindas di bawah kaki orde baru Maka kemudian tibalah sebuah masa

di mana kemudian ada gerakan reformasi berhasil tetapi kemudian tidak lama dari hari yang bersejarah itu sekitar 20 tahun dari hari hari itu itu banyak upaya saya lebih baik menggunakan kata banyak upaya untuk membongkar kembali kesepakatan-kesepakatan besar yang dicapai pada saat reformasi itu salah satu kesepakatan besar dalam reformasi itu adalah pembatasan masa jabatan

presiden karena waktu Pak Harto itu berkuasa banyak yang marah ya sejujurnya juga saya dan kemudian banyak lagi peristiwa-peristiwa yang lain anomali-anomali di dalam ketatanegaraan kita yang terakhir itu adalah bagaimana Seorang Kepala Staf Angkatan Darat itu sebenarnya sudah sampai Pada tahapan tanda petik ya mengancam anggota DPR ketika anggota DPR diperlakukan seperti itu seharusnya DPR

dpr-nya bereaksi tapi yang kita lihat tiba-tiba itu menjadi persoalan personal saya lihat ee masih banyak yang lain ee termasuk pada rencana yang namanya apa itu pengangkatan pejabat kepala daerah yang bahkan ada yang sampai 2 Seteng tahun masa jabatannya PLT tapi 2 Seteng tahun ada beberapa anggota DPR yang lumayan dan berkomentar 2 Seteng tahun kemudian hanya dilakukan penunjukan itu sudah

menyalahi seluruh semangat reformasi poin-poin ini yang saya lihat banyak dipertanyakan oleh ruang publik kita maka kemudian saya harus mengundang seorang senior saya seorang yang e betul-betul sangat memahami ini karena beliau pernah menjadi ketua Mahkamah Konstitusi ketua DP dkpp dan sekarang menjadi anggota DPD orang yang saya hormati Prof Jim asiddiq Prof itu pembukaan saya tadi

Prof Saya mengulangi pertanyaan saya apakah yang jadi dengan kita bagaimana kemudian baru sekitar 20 tahun reformasi itu tetapi kemudian kita tidak disiplin ada bahkan pikiran-pikiran nakal untuk mengutakti dengan berbagai cara Agar kesepakatan besar pada saat reformasi itu terbongkar apa yang terjadi dengan kita Prof ya kalau saya lihat si ini sesuatu yang alamiah aja ya sesuatu yang karena reformasi berang sung cepat sekali oke lalu yang berubah

itu 300%. aturan konstitusional kita itu berubahnya 300%. Oke hanya dalam 4 tahun ee aslinya dulu 71 butir ketentuan undang-undang Dasar 45 sesudah reformasi empat perubahan menjadi 199 oke yang asli tidak berubah cuma 25 ketentuan selebihnya 174 baru semua maka itu cuma namanya aja 45 ini sebetulnya sudah baru Nah Oleh karena itu memang perubahannya itu e Big Bang maka implementasinya juga memerlukan

eh banyak apa namanya langkah-langkah operasional jadi di satu segi norma konstitusinya juga tidak terlalu sempurna karena dadakan sangat momentum reformasi implementasinya juga tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang diidealkan Oke maka memang harus ada evaluasi 24 tahun reformasi ini harus kita evaluasi ada saja kekurangannya bukan hanya implementasinya tapi jug konsep di dalam

undang-undang dasarnya misalnya kayak DPD oke Apa gunanya DPD itu sebetulnya kalau kita lihat keadaannya sekarang ini Komisi Yudisial sama juga kalau dia hanya rutin kegiatannya itu hanya mengusulkan Pengangkatan Hakim Agung kan bisa dengan pansel jadi memang ada beberapa institusi yang harus dievaluasi di samping implementasinya di lapangan banyak sekali Nah plus ada masalah serius yang kita warisi kita menginginkan modernisasi perlembagaan

politik tapi pada saat yang sama kita masih mewarisi budaya feodal Hm Oke catan bagus Nah ini yang menimbulkan masalah e ditambah ada faktor ketiga kita memasuki era baru disrupsi teknologi di segala bidang terutama ICT komunikasi publik menjadi diskomunikasi informasi menjadi misinformasi dan ini yang gejala yang saya namakan begini kita memerlukan perelembagaan politik

tapi yang terjadi deinstitusionalisasi deintitusionalisasi theintitusion pejabat publik kadang-kadang dia membuat statement tidak jelas ini pendapat Persona pribadi atau institusi campuraduk maka sekarang ini Tengah terjadi proses deinstitusionalisasi politik Padahal kita memerlukan institusionalisasi untuk memodernisasi budaya feodal itu tadi nah

akibatnya budaya feodal marajalela H itulah yang menjelaskan Kenapa politik dinasti di semua partai di semua institusi gitu loh termasuk tokoh-tokoh pejabat yang tadinya darahnya sangat merah begitu masuk ke dalam struktur politik jadi biru darahnya Nah maka ide-ide yang muncul itu menghamba kepada kekuasaan ditopang oleh budaya peodal itu ee meminjam bahasanya Pak JK yang mengatakan E hanya kitab suci yang tidak bisa diganti tidak bisa diubah setuju

saya tapi apa namanya menggunakan logika itu apakah memang semua pencapaian-pencapaian besar kita di reformasi itu tadi Seperti yang Jim Jelaskan itu betul-betul memang harus berubah sekarang ini paling tidak ada evaluasi itu harus ada kesediaan Kita mau mengadakan evaluasi Apalagi kita kan menghadapi 20 tahun menuju Indonesia emas Indonesia emas Nah jadi Memang sekarang ini momentum untuk evaluasi itu Jadi kalau ada ide-ide yang

agak Spektakuler ide-ide yang agak nyeleneh ya kita kita pertimbangkan aja tapi ada prinsip-prinsip dasar yang enggak boleh kita khianati seperti misalnya pembatasan kekuasaan he itu ada adalah esensi dari reformasi konstitusi itu tahun 99 dua periode itu i jadi jangan you khianati menjadi tiga periode karena ini kalau dibiarkan ini gejala umum ini yang namanya thirism dalam ya sejarah politik dunia

ada istilah turism ini gejala dunia di mana-mana orang mau memperpanjang masa jabat jadi tiga periode bahkan yang sukses itu sekarang kayak Putin dia bisa jadi presiden suur iya ya kan si jimping sudah diumumkan jadi Presiden sampai mati jadi dalam sistem parlementer kayak hunsin sampai mati juga dia jadi perdana menteri itu eh Prof jimpi ternyata sudah Langsung Melompat ke situ memang itu poinnya sebenarnya diskusi kita Prof Karena begini Eh tadi saya catat

baik-baik kami catat baik-baik tadi Pak Prof mengatakan bahwa lembaga seperti DPD Saya sudah lama mengkritisi Prof lembaga yang di mana Pak Pak jimli sekarang ada di situ kepada teman-teman DPD yang saya undang dan juga di berbagai forum saya katakan hanya ada dua pilihan bagi DPD tambah kewenangannya atau bubarkan sekaligus eh KY tampaknya juga begitu kalau hanya sekedar untuk mencalonkan calon hakim agung kan kita bisa melakukannya belum

lagi yang lain bagaimana kewenangan parpol yang demikian e apa namanya dominan tapi tadi Prof sudah masuk pada yang namanya e masa jabatan presiden Kenapa kemudian ini menjadi istimewa bag bagi Prof yimli bahwa yang lain oke you utak-atik you ganti atau you eh evaluasi tapi yang ini jangan apa konsep dasarnya apa alasannya ya Karena itulah Core contonten ya cita-cita reformasi jadi Presiden Soekarno tidak dibatasi saking tidak dibatasi tahun 3

Dia ditetapkan oleh MPRS sebagai presiden sumur hidup itu resmi semua kelompok kekuatan politik mendukung dengan mengeluelukan luar biasa ya kan nah jadi feodalisme itu membuat semua memberi dukungan presiden seumur hidup Nah itu semua kekuatan politik yangasan punya sejarah sama mendukung itu nah 32 tahun Pak Harto itu juga sama tidak ada pembatasan Nah maka reformasi itu itu ya Salah satu tujuan pokoknya baru yang tambahan pasal-pasal yang lain Jadi

dibatasi di pasal 7 dan bahkan sudah ditegaskan juga di pasal 8 ayat 2 nah ayat 1 Iya coba ditampilkan ini pasal 7 undang-undang dasar negara Republik Indonesia ah ini menyangkut dengan masa jabatan presiden ya Pak masa jabatan presiden presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama 5 tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan pasal 8 jika presiden mangka berhenti diberhentikan atau tidak

dalam tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya ia digantikan oleh wakil presiden sampai habis masa jabatan e konsekuensi dari kedua pasal ini macam-macam lagahitu ya saya e mencoba untuk menggunakan bahasa populer agar kemudian ini menjadi kesepahaman kita bersama he eh kenapa sih kemudian ada banyak elit kita lebih bak saya gunakan kata banyak elit kita karena dari berbagai parpol saya lihat tergantung kepentingannya

kelihatannya ya itu masih juga mencoba untuk mengutak hati itu Prof ya budaya feodal tadi Iya itu jawabnya iya budaya feodal Iya tapi kan itu sangat berbahaya sekali itu sama dengan mencoba melontarkan kita ke masa lalu di mana kearifan kearifan-kearifan konstitusional para pemegang kendali kita para elit-elit kita ada empat jenis akal akal sehat akal tulus ini mudah dikalahkan oleh dua akal lagi akal akal fulus dan akal bulus itu jawabnya jadi

ada akal fulus dan ada akal bulus jadi akal tulus sama akal sehat enggak mempan menghadapi dinamika politik yang ya diwarnai oleh feodalisme itu anda bayangkan Siapa saja yang darahnya merah tujuh orang presiden kita yang paling merah darahnya menurut saya ya yang sekarang ini Oke paling merah tapi begitu dia masuk ke dalam sistem kekuasaan jadi biru darahnya juga ahah gitu loh jadi jadi itu yang menjelaskan segala kesulitan kita itu kalau di

Amerika itu presiden lalu e berasal dari anak mantan presiden itu biasa Kenapa karena kelembagaan politiknya sudah terbentuk ya profesional semua cara kerjanya efektif maka Budaya apa namanya ee keturunan itu itu ya harus dihormati sebagai hak asasi manusia Semua orang punya hak yang sama termasuk anak-anak tapi dengan syarat pertama budaya fodalnya sudah terkikis kedua kelembagaan politiknya sudah terbentuk ah kita belum kita belum maka

partai-partai yang lain sesudah reformasi pun jadi dinasti Gampang sekali eh Memang eh wajar kalau kemud banyak orang yang bertanya-tanya sebenarnya ini kita mau bergerak ke mana sih karena begini Bang yang saya maksud begini Eh banyak orang mencurigai bahwa ini ide dari berasal dari istana kira-kira Begitulah Ya karena wajar juga pikiran itu dimunculkan oleh para elit di

sekitar Presiden hari ini yang menjadi pengusung utama pikiran itu bahkan ketika sudah dibantah berkali-kali oleh Presiden itu adalah salah seorang menterinya Mungkin sebenarnya banyak menterinya yang lain tapi yang yang paling paling e eh vokal itu adalah saudara bahlil lahadalia menteri bkpm kita kita tahulah itu bagaimana kedekatan e emosional antara eh eh bahlil dengan eh presiden dan juga beberapa partai-partai yang lain

meskipun dari sisi partai itu kok agak meredup sekarang ini ya semakin mendekati masa jabatan presiden berakhir itu semakin meredup gitu kita pahamlah apa itu yang terjadi tapi juga presiden mengatakan enggak itu seperti Ma menampar saya tapi terus muncul yang terakhir Muncul lagi tentang ide agar Pak Jokowi sebagai presiden sekarang maju sebagai wakil presiden eh Saya berharap Pak Jim menjelaskan

kepada penonton saya penonton Akbar faisalensor logika-logika konstitusionalnya seperti apa sih agar kemudian kita tidak terjbah pada pasal-pasal yang juga akan saya tampil sudah saya Tampilkan tadi agar kemudian kita melihat eh kita bergerak ke belakang loh ini mungkin kata yang tepatnya adalah beberapa elit mencoba melontarkan kita ke masa lalu gitu loh mundur mundur ya jadi Ee Kita harus lihat ya dari segi etika

oke ya Kan itu tidak mungkin itu hanya ee kan kita harus membayangkan presidennya itu tidak punya rasa malu oke Ya kan untuk menjadi cawapres itu loh dan itu tidak mungkin tidak mungkin tidak mungkin sesuai dengan dia mau menjadi wakil presiden tidak mungkin ya artinya secara apa namanya ketatanegaraan undang-undang kita dari segi etika dulu dari segi etika dulu dan etika itu sama penting dengan hukum

karena sumpah jabatan demi Allah bersumpah memegang ter itu sudah soal etika juga ya taat pada Sumpah itu etika itu nah tapi dari segi hukum lebih jelas lagi tidak boleh ada pasal 8 ayat 1 Oke seorang wapres itu harus siap menjadi presiden jadi walaupun ini ini ini kan ee andai-andai ya tapi konstitusi ini urusan bernegara ini tidak boleh ada lubang setitik pun tidak boleh jadi seorang Wakil Presiden itu harus siap menjadi presiden kapan saja kalau

Presidennya meninggal berhenti atau diberhentikan atau karena alasan lain dia harus Ee tidak dapat melaksanakan ee kewajiban sebagai presiden dia harus diganti oleh wakil Nah kalau si wakil ini sudah pernah dua kali jadi presiden I kan enggak bisa dia H menjadi presiden lagi karena dia akan ya terkena pasal 7 maka jangan letterl membaca konstitusi pasal-pasal itu harus dilihat secara sistematik dan dikaitkan juga historical background di original intent

Kenapa Pasal itu diadakan itu ada kata hanya di pasal 7 itu iya memperdebatkannya itu panjang itu sehingga ditambahin hanya Maka kalau saya ngetiknya itu hanya itu pakai huruf besarah jadi hanya untuk satu kali masa jabatan Maksudnya enggak boleh cuma dua kali aja ini sesudah 32 tahun Pak Harto Iya jadi kata Hanya itu menjadi penentu sehingga Yuk Enggak bisa tafsir-tafsirkan Oh kalau Wapres Boleh dong itu letterle nah itu yang

dimanfaatkan kayaknya itu dia Nah itu itu satu ya ya yang kedua nah yang ketiga ini ada problem leadership kita terlalu pragmatis sehingga hampir semua orang transaksional jadi bukan transformational leadership tapi transaksional leadership pragmatis maka cara melihatnya itu dibiarin ini isu ini karena ada manfaatnya juga manfaatnya ialah memastikan siapun nanti akan meneruskan program saya Oke jadi ini

sambil sambil apa namanya ada baiknya juga isu ini untuk pak Jokowi ya Jadi untuk memastikan siapap pun nanti akan menyesuaikan diri oh memuji-muji dia oh akan melanjutkan semua program dia jadi ee pertimbangannya murni politik dia tahu bahwa ini tidak mungkin tapi sengaja dibiarin oke nah itu kalau baca saya karena apa Karena kita tidak punya leadership yang berusaha untuk mencerahkan

mendidik tapi politisi biasa nah gitu Padahal pemimpin itu adalah juga pendidik ah Saya suka menyebut hadis Nabi Muhammad menyebut kalau kamu bepergian bertiga satu di antaranya angkat jadi di pemimpin tapi hadis nabi kongghucu Ah ini ada juga kalau kamu bepergian petiga angkat satu di antaranya jadi guru bagi saya Ini sama ini guru itu adalah pemimpin pemimpin yang baik harus menjadi pendidik yang baik maka kita

tidak bisa hanya bergerak sebagai politisi biasa kalau anda menduduki jabatan Pemimpin harus mendidik harus Larang ini enggak boleh tapi kalau anda politisi Biarin dibiarkan ah kan saya sudah bilang saya tidak mau Tapi biarin gitu loh Ya kita akan itu politisi biasa ee itu kita akan masuk pada kajian apa namanya itu seberapa kental darah kenegarawanan kita pada bagian itu Nah

itu ya Nah tapi saya kembali lagi karena saya harus menjelaskan ee soal ini ee Prof kepada penonton kita banyak orang mengatakan gini itu kan sudah bahasis bagi saya tidak memang kita sudah membahasnya Beberapa bulan yang lalu ya gitu ya tapi bagi saya pribadi adalah ketika untuk urusan seperti ini saja kita tidak mencoba untuk disiplin dan tidak mengajari diri kita untuk disiplin maka wajar kalau kemudian orang bertanya Anda serius enggak sih mengelola negara

ini kan gitu ya nah saya maju satu langkah Ee kita sudah membahas tadi bahwa ternyata ini tidak bisa jadi para penonton malah saya itu makanya suka bilang Udahlah enggak usah dibicarakan lagi karena saya sejak 2020 sudah bilang tidak boleh perpanjangan masa jabatan tiga periudit tidak boleh oke tidak mungkin dan tidak akan tidak tidak mungkin dan tidak akan nanti tidak boleh tidak mungkin tidak boleh dulu tidak boleh tidak mungkin dan tidak akan

sekarang terbukti tapi terus dibicarakan nah nambah sekali satu lagi wah pres jadi logikanya itu kebalik-balik maka kemudian ee kebiasaan berpikir Saya mungkin karena saya juga seorang politisi maka sedang mencoba mencari Kenapa sih bisa seperti ini Oke tadi kita sudah paham bahwa Ah ini kan Soal kepentingan siapa siapa mendapat apaakan Prof ya kita tahulah itu wajar kok dalam dunia politik tapi soal kenegarawanan tadi itu kita bertanya so saya

maju Apakah ini dampak dari terlalu kuatnya presiden di hadapan partai-partai politik maka kemudian partai politik tidak punya ruang mungkinir Bahasanya terlalu sempit ruang baginya untuk menyatakan sikap dan jati diri di hadapan presiden maka kemudian presiden merasa bahwa beberapa orang tanaknya di sekitar presiden karena presiden kan sudah mengatakan saya tidak mau tapi orang-orang di sekitarnya mengatakan tampaknya masih ada ruang

untuk ini apakah itu karena kekuasaan presiden terlalu kuat di hadapan parpol-parpol yang seben searnya mengacu pada reformasi tadi itu penguatan suara parpol itu juga diberikan ruangnya di reformasi itu tadi I kalau kalau sistem kita ini kan sistem presiden presidensial karena sistem presiden maka pusatpusat kekuasaan dan kekuasaan sisa ada di tangan Presiden I maka akhirnya Puncak kekuatan kekuasaan memang

presiden Nah maka kalau dia tidak punya partai lalu ee apa namanya dia koordinasikan dan EE integrasikan semua partai pendukung mendukung presiden Oke maka dengan budaya fodal tadi Nah iya itu penting sekali budaya feodal itu ya Itu menjelaskan semua hal jadi semua ini memberi pemberenaran lalu melindungi presiden ya kan tidak S sampai akhirnya tidak ada pikiran-pikiran alternatif yang bisa

disampaikan tapi kan memang kan ee apa namanya itu Saya melihat ada baiknya juga kalau kemudian sistem presidensial kita kita perkuatkan gitu ya ialah disiplin disiplin kepresidenan jadi tambah kuat dia Iya nah tatkala semua partai ee terus memperkuat begitu plus fodalisme tadi ya Habis suara alternatif gitu nah sekarang suara natif Kana cuma dua partai nah ditambah dengan medsos begini Itu bazer-bazer jadi tiga habis

gitu kan bukan bukan jadi tiga ya ternyata habis ya Habis karena yang dua juga jadi ketakutan juga di hadapan ber gitu ya jadi ketakutan so kemudian apa Prof Coba jelaskan kepada kami-kami ee dengan situasi hari ini Apa yang harus kita lakukan tadi Pak Prof mengatakan bahwa memang harus ada apa itu cara pandang baru cara tafsir baru menyangkut dengan apa yang kita sudah capai di reformasi sudah mendekati sudah 24 tahun ya He sudah tinggal 20 tahun

lagi kita sampai Indonesia Mas terus kemudian apa alternatifnya agar Kemudian pada saat Indonesia emas itu nantinya 100 tahun itu kita menjadi lebih disiplin agar kemudian sistem ketatanegaraan kita tidak kacau seperti ini Prof ya banyak saya sendiri sudah tuangkan dalam 70 buku judul buku 75 e bulan depan tiga buku saya lagi Oke antara lain bagaimana kita memisahkan empat cabang kekuasaan jangan campur aduk state Civil Society dunia usaha dan

media sekarang campuraduk kita ulangi Prof ya ada empat ya pertama negara negara Civil Civil Society dunia usaha dan media sekarang cenderung menjadi campur aduk Apa alasan kemudian kita harus berada pada empat kecabangan ini empat hal ini sekarang sebagai empat kekuatan Oh oke yang sangat menentukan semua semua aspek Ya tentu satu negara kedua sejak tahun 90-an ya ya Ada

kelompok-kelompok kritis yang tidak setuju kepada cara pandang neoliberal oke kata eh umumnya ini dianggap ini karena neoliberalisme tapi bukan soal mazhab berpikirnya realitasnya Civil Society itu makin kuat sejak tahun 9 an oke nah yang ketiga dunia usaha itu kalau misalnya kita baca buku-buku ya Ee negara hukum itu negara yang di panglimanya hukum Oke tapi dalam praktik panglimanya itu politik cuma politik ini cuma di atas permukaan di balik layar

ekonomi dalam bahasa yang sekarang berkembang itu bernama dia oligarki nah itu yang saya tulis di buku saya bulan depan lp3s akan terbitkan oligarki dan dan totalitarianisme baru ialah empat kekuatan ini jadi satu nah Civil Society juga demikian jadi orang kaya ini nyebar sumbangan kiri kanan diangkatlah jadi ketua dewan penasihat di ormas-ormas kan begitu kalau anda mau anu diangkat dia jadi ketua Deon Suro di mana-mana Iya jadi empat kekuatan di

satu tangan Coba lihat partai politik sekarang didirikan oleh para pengusaha oke yang menguasai media ya Nah maka ini salah satunya kita harus memisahkan ini supaya jangan konflik kepentingan bisnis and politic social process Apakah harus dengan reformasi jilid du reformasi jilid dua jawabannya tapi ini salah satu yang kedua itu modernisasi partai orang bicara partai ini supaya jangan cari duit harus dikasih anggaran setuju saya

tapi itu salah satu elemen Harus melihat partai perlembagaan partai dan modernisasi secara secara utuh oke Banyak aspek bukan cuman itu Nah kalau dia tetap oligarki tetap dinasti dibiayai oleh APBN ya makin Enak dong dia haah jadi modernisasi partai itu keharusan misalnya regenerasi kepengurusan partai tidak boleh langsung dari bapak ke anak itu harus ada jeda satu periode Nah baru boleh jadi ada kompetisi yang sehat Nah ini harus

diatur dengan undang-undang jadi undang-undang parpol itu harus dimodernisasi tapi bukan cuman itu modernisasi itu banyak elemen ahah itu saya Gambarkan di buku saya itu ya Nah jadi jadi partai ini harus dimodernisasikan dan dia akan menentukan gitu loh baru yang terakhir poin terakhir ah dikasih anggaran dari hbn jangan dikasih anggaran tanpa modernisasi lebih dulu nah yang lain seper seperti tadi saya bilang harus ada

undang-undang larangan konflik kepentingan larangan benturan kepentingan antar individu dan jabatan antar empat cabang kekuasaan tadi Wal hasil ini cara kita me mengeren ya pengaruh feodalisme Kalau mengikuti logika itu saya jadi tertarik nantinya itu bulan depan ya Bang ya ya Bulan depan Katakanlah kita berada pada frame Itu pada empat tadi itu kira-kira model pemerintah kita wajah e sistem ketatanegaraan kita itu seperti

apa nantinya Iya boleh jadi kita bicara tentang kelembagaan ya Iya seperti yang sekarang ini tapi ya lembaga-lembaganya itu sekali Anda menduduki jabatan misalnya menteri Anda harus lepas dari dunia bisnis Misalnya Anda tidak boleh jadi pengurus tidak boleh jadi komisaris bahkan Anda punya saham itu harus dilaporkan kalau di Amerika itu namanya blind trust management itu harus dikelola oleh manajemen tersendiri Supaya apa supaya tidak konflik

kepentingan antara jabatan publik yang anda pegang dan jabatan shareholder yang anda pegang di perusahaan nah itu berlangsung baik di Amerika sampai Donald Trump terpilih Oke ternyata setelah Donald Trump terpilih itu tidak berlaku untuk presiden karena presiden sudah diatur di konstitusi akibatnya konflik kepentingan meraja Lela di Amerika sesudah Donald Trump pengaruhnya ke seluruh dunia anda bayangkan ponaannya anaknya berkantor di White

House sekaligus mengendalikan ee kegiatan politik bisnis sekaligus Nah itu konflik kepentingan membuat Amerika berubah wajahnya menjadi itu yang disebut dengan inverted totalitarianism totalitariisme terbalik kalau Hitler dulu penguasa publik mengangkangi segala urusan privat sesudah ee abad ke-21 ini puncaknya di zaman ee ee Trump penguasa privat mengangkangi segara urusan politik terbalik nah dia tadinya kata

jepr Winter itu saya anu juga di dalam buku saya eh Tadinya oligarki itu main di belakang layar sekarang di depan layar mereka bahkan turun langsung terutama pada jabatan-jabatan publik itu ya kalau kita harus membahasakan tentang efek-efek kehancuran dari oligarki itu kita ada pada lewat mana sekarang Prof sekarang ee sedang di tengah-tengah ee apa Tengah puncaknya Maka kalau tidak segera dibenahi ya kita kan bukan menyalahkan

siapa-siapa gak perlu itu yang penting kita Cari solusinya Iya Nah kita memerlukan orang yang enlighten yang bisa memahami apa yang mesti dikerjakan Saya rasa pemerintahan yang akan datang di kuncinya Makanya jangan salah milih presiden jangan sama lagi milih presiden ah jangan salah cari yang betul-betul ya kepentingannya itu Iya kan untuk membenahi Saya tidak Ma membawa perubahan Saya tidak mau tanya dulu Prof itu siapa Jangan dulu sensi

sensi Saya mau tanya gini Prof saya orang parpol Hm tapi saya mau jujur mengatakan bahwa dalam banyak hal naluriah saya itu mengatakan ya kita sepakat ada banyak yang harus diperbaiki satu hal contoh misalnya penguasaan kewenangan-kewenangan aku enggak yakin Prof parpol mau berubah ya menikmatinya kok sekarang ini terakhir yang saya dengar ada lagi usulan agar politisi

boleh menjabat Deputi Gubernur BI ya saya harus berani dong untuk melakukan otokritik pada cara pikir saya sebagai politisi sebagai manusia parpol harus berani saya untuk itu dan saya katakan Saya enggak nyaman Prof Dan saya yakin sebenarnya banyak yang yang memikirkan seperti itu cuman dengan kondisi yang sekarang enggak gampang loh Prof Enggak murah l membiayai purpel Lah terus kalau ternyata kita sepakati seperti yang Prof bilang

tadi gimana dong Jadi ada yang harus kita kita ubah oke Ada yang kita harus evaluasi kita pertahankan termasuk soal independensi ya kan Bank Sentral itu itu salah satu ide yang muncul sebagai jawaban krisis tempuari di mana kekuasaan ee moneter itu ditangani oleh politikus H oleh pemerintah maka kita buat independen dia ya oke nah cuma dalam pelaksanaannya saking independennya bagi orang-orang yang tidak suka kayak negara dalam negara kan

gitu ada istilah begitu sama semua lembaga independen itu dituduh kayak begitu BPK satu hari dituduh kayak negara dalam negara KPK Oh negara dalam negara MK juga begitu ya Itu ada cara untuk mengontrol misalnya S kode etik dan sebagainya tapi kalau diberikan kepada politikus Ah ini kan jadi keluar dari roh eah sama aja kayak misalnya Kenapa Panglima TNI Kapolri itu tidak lagi hak prerogatif presiden maksudnya itu dia

di-share kekuasaannya sehingga Ee tidak ditentukan oleh presiden karena dia itu alat negara bukan alat pemerintah tapi Dalam praktiknya keluar dari mulut buaya dari mulut harimau masuk ke mulut buaya iya kan e jadi dia negosiasi pula di DPR situ nah ini bagian yang harus dievaluasi tapi esensi independeny TN Polri independeny Bank Sentral itu eh tidak jangan ditawar Jangan dibiarkan dia

masuk ke dinamika politik semua Ah saya ngikuti karena saya pembantunya Pak Habibi itu antara lain hal-hal yang pertama kali diputuskan oleh Pak Habibi meskipun undang undang-undangnya belum ada KPU dibikin independen ah begitu misalnya ya kan masih dengan Kepres sehingga ee Pemilu 99 itu saking independennya tidak bisa diputuskan sendiri oleh KPU ah akhirnya diputuskan dengan Kepres saking independennya tapi semangat independensi KPU Bi TNI enggak

yakin aku KPU independen Bang oh iya kalau saya Abang kan pernah di dkpp saya yang bikin loh bang tukkan pecat Enggak ini pemirsa mau buka-bukaan kita dulu saya pernah di komisi dua salah satu yang kami revisi itu adalah paket undang-undang politik khususnya termasuk bukan khususnya termasuk penyelenggara Pemilu dulu itu antara KPU dengan Bawaslu selalu berkelai Tom and Jerry maka kemudian waktu itu kami memutuskan eh bawaslunya kita tambah kewenangannya

tetapi agar kemudian karena sama-sama kekuatannya supaya berkelahinya hilang kita bikin yang namanya dkpp nah beliau sebagai salah satu ee ketua pertama waktu itu Tapi jujur Bang itu meneruskan Sebelumnya kan saya jadi ketua dewan kehormatan KPU n sesudah itu baru ada DKP baru ditingkatkan menjadi DK KPU dan DK Bawaslu sekaligus jadi satu Betul tapi saya enggak percaya Bang saya buka-bukan saja ya boleh dievaluasi kalau bagi saya sih ada

34 340 Kalau enggak salah ya Yang pernah kita kasih sanksi itu termasuk banyak sekali Ya saya tahu abang itu memecat paling banyak orang tuh cuma cuma salah satunya itu ee penyelenggara Pemilu itu memang harus ditempatkan sebagai cabang sendiri dalam persepsi umum ya Iya karena dia itu akan menyelenggarakan kalau Pilpres periode kedua dia itu peserta pemilunya itu presiden maka dia tidak boleh tunduk di bawah presiden maka sebaiknya ke depan

harus dievaluasi juga anggota komisioner-komisioner ini jangan kemudaan betul-betul kayak MK MK juga dipersoalkan orang sekarang tapi jangan terlalu muda ialah masih punya cita-cita untuk dapat jabatan lebih lebih tinggi masih punya cita-cita untuk dapat duit lebih banyak Nah ini penyakit maka sebaiknya itu dievaluasi baik KPU MK MK ini ini lagi mau dimudakan i ya menjadi 50 harusnya lebih tua supaya dia sudah selesai semuanya gitu jadi jangan lagi

kayak Akil Mukhtar cari duit lebih banyak ada lagi yang mau cari jabatan lebih tinggi kan susah kalau begitu itu satu hal Bang saya percaya bahwa usia itu berbicara banyak ketika e kita membutuhkan unsur kebijaksanaan di dalamnya saya percaya itu tapi sebenarnya problemnya itu kan itu stadium kedua Bang stadium pertamanya itu adalah mereka dipilih melalui sebuah mekanisme perpolitikan mekanisme politik kita tahulah itu anggota KPU paket siapa

gitu anggota bawes pakai siapa gitu kan Ya saya tidak boleh membantah kan ini mantan anggota DPR yang ngatur-ngatur begitu kan saya harus terbuka Bang saya terbuka nah maksud saya begini kembali e pada isu utama kita adalah sebenarnya E akan sangat berbahaya dan saya tidak ingin menjadi bagian saya yakin kita semuanya tidak inin menjadi bagian dari pihak-pihak yang akan disalahkan oleh anak cucu kita ketika kemudian kita tidak menyadari semua ini bahkan sebuah

kesepakatan besar itu mau diutak-atik tadi kan kita bicara tentang capres ya kan mau apaa masih bisa tambah tiga periode atau penambahan masa jabatan yang paling gila kan itu terakhir itu jawapres gitu ya jawes kita mendekati diskusi bagian akhir kita Prof maka kemudian kalau kemudian ee kita harus memulainya merevisi tanda petik semua eh apa namanya ini ke kegamangan kita bernegara ini bagaimana anunya e apa namanya itu ee e

strukturnya bagaimana kita memulainya dari mana setidaknya memberikan pesan kepada para politisi kita yang kebetulan sekarang ada di DPR karena memang kewenangannya ada di DPR sekarang Pak Prof katakan pada mereka gini loh kondisinya seperti ini dan harusnya memulai dari mana sekarang ini ini variasi pendapat umum ini makin ee scatter tersebar tidak karuan ya oke sekelompok makin banyak orang yang ingin kembali ke undang-undang dasar asli itu

dia Nah itu kan banyak sekali mantanmandan pejabat semua orang yang tidak suka pada keadaan sekarang menyalahkan undang-undang dasar termasuk ketuanya Abang di DPD itu itu apa namanya pejabat sekelas ketua DPD tidak boleh mestinya dia disumpah dengan undang-undang dasar yang ada sekarang masa dibilang undang-undang dasar palsu ahah itu tidak benar itu itu biarlah omongan keluar dari masyarakat biasa ditampung aja tapi jangan keluar

dari pejabat tapi ini menggambarkan ketidak kegerahan ketidakskaan pada keadaan sehingga saya suka bercanda ya I tsunami di Aceh pun terjadi gara-gara undang-undang dasar berubah jadi apa saja salah undang-undang dasar berubah ah itu kan maka para mantan anggota pas 1 MPR yang mengubah undang-undang dasar dianggap pengkhianat Amin Rais disebut pengkhianat Padahal kan bukan Amin Rais yang memutus dia cuma ngetok Palu aja

Iya Nah jadi ini makin banyak Nah di samping itu memang ada hal-hal objektif dalam implementasi undang-undang dasar itu ada yang tidak pas ada yang kelebihan seperti aja misalnya sekarang soal ee apa namanya ee pemilihan serentak ini Ah ini kan kelebihan juga imbasnya ke mana-mana satu poin yang berubah itu akibatnya karena negara ini besar sekali ke mana-mana ya kan nah misalnya ee

keserentakan pemilihan umum itu itu kan banyak variasi salah satunya semuanya dibikin serentak mulai dari eksekutif legislatif mulai dari pusat pil sampai ke daerah mau dijadikan satu semua oke itu kan alasannya Apaan itu alasannya efisiensi nah padahal yang kita bangun bukannya Bukan soal efisiensi ini otaknya kalau efisiensi itu kan duit ya kan padahal yang dimaksud keserentakan itu

sistem sistem untuk memastikan legislatif eksekutif itu serentak lah ya kan bisa dengan variasi presiden dengan DPR serentak Oke Gubernur dengan DPRD provinsi serentak Oke Bupati Walikota dengan dprd-nya serentak tapi tidak perlu seluruhnya jadi satu sehingga menimbulkan jabatannya harus di e Atur ulang sehingga terpaksa 150 lebih PLT ini kan bikin kacau juga itu dia Bang saya masuk pada bagian itu nah ini ini bagian dari implementasi yang kelewatan

yang kelebihan nah saya mau tanya soal itu bang Iya sekarang ini ada banyak pertanyaan yang termasuk diajukan kepada saya bahwa pemerintah memutuskan Kayaknya sudah diputuskan ya ada 100 lebih 50-an daerah itu nantinya pemimpinnya itu ditunjuk oleh pemerintah pusat bahkan masa jabatannya itu ada yang sampai 2 Seteng tahun ada yang mengkritisi seperti yang saya sampaikan pada pembukaan tadi loh Terus kalau memang ternyata ada

penunjukan kayak gitu Ngapain kita lakukan Pemilu tunjuk aja semuanya kalau kayak gitu dari kacata dari kacamata seorang e hukum tantar negara ini pikiran ini bagus enggak bang e tindakan ini benar Enggak ini kan akibat akibat dari itu tadi keserentakan yang sudah diputus oleh MK tapi ketika itu diimplementasikan seluruhnya gitu loh dan itu sudah disepakati di undang-undang antara DPR dengan

pemerintah oke nah akibatnya ya kan harus di di diatur semuanya ini PL PLT PLT ini ini akibat aja Iya tapi maksud saya kalau sampai ada masa jabatan Bupati atau Gubernur penunjukannya 2 Seteng tahun artinya setengah dari Jata orang yang ditunjuk melalui mekanisme election gitu itu fair enggak sih ialah ada yang 2 Seteng tahun ada yang 3 tahun tapi saking banyaknya anda bayangkan pusingnya mengaturnya itu maka oleh pemerintah pusat ini dibikin

disederhanakan seperti yang ada sekarang ini nah jadi sifatnya sementara untuk mengatasi keserentakan yang sekarang ini jadi masuk akal juga kan Menteri Dalam Negeri kan ee mengetahui banyak sehingga kritik-kritik seperti ini dia juga tahu oke ya Kan atau kelemahan-kelemahannya juga tahu tapi sekali lagi ini akibat dan ini hanya untuk sekarang ini aja jadi dibayangkan kalau ini selesai ya kan dan tidak dilakukan seperti ini W

susah kalau misalnya harus dipilih lagi masing-masing ah jadi ee ini ini pun sudah dibicarakan dengan DPR kira-kira ini jalan yang mungkin dipandang yang paling moderat ya walaupun dengan plus minus kelemahannya yang yang banyak dikritik oleh masyarakat itu he tapi sudah terlanjur ya saya merasa juga engak mengubahnya bagaimana lagi I kan sudah terjadi sudah ada yang diangkat di mana-mana dan harus dilakukan I karena kalau tidak maka terjadi kekosongan

kekosongan itu jauh lebih berbahaya lagi pertanyaan kedua terakhir Prof Ah saya harus tanya ini karena saya belum pernah tanya Prof jimli soal ini Eh teman-teman itu ini is isu yang sudah lewat juga sampai 30 kali menggugat ke MK abangar sebagai mantan pimpinan MK ya menggugat kmk menyangkut dengan eh apa presidential TR Oh iya iya kalau saya sih dari dulu tidak setuju ada presidenial Tres itu lebih baik Indonesia enggak usah pakai gitu kalau

parlementary threshold harus untuk konsolidasi politik ya kan untuk partai oke nah tapi kalau untuk presiden sebanyak-banyaknya berapa sih dan itu penting untuk menyalurkan pluralitas saya jadi pemantau Pilpres Rusia Oke Putin yang terakhir he anda tahu yang mendaftar ke KPU 34 capres i i jug byak yang diterima oleh KPU cuma Del Oke tapi begitu itu Pilpres Putin dapat 76%. karena dia populer sekali oke apalagi sekarang perang Ukraina ini

jangan-jangan 90% dia menang populer sekali tetapi calon yang tujuh lagi tidak dihalangi untuk apa dihalangi Jadi kita paling banyak lima atau enam ee capres Kenapa tidak Biarin aja nah Cuma masalahnya sudah pernah ada putusan MK sebelumnya oke yang mengatakan bahwa ini terserah kepada DPR dan pemerintah ngaturnya mau 20 kek 15 kek 10 kek ini Open legal Policy yang jelas 20 itu tidak melanggar konstitusi kalian yang

putuskan di sana silakan putuskan itu keputusannya jadi dia tidak mengatakan bahwa 20% itu haram tapi tidak juga wajib mubah saja terserah terserah kalian atur sendiri karena ini masih dalam batas-batas ee ya ya dibolehkan tetapi sebenarnya kalau saya I melihat perkembangan praktik selama 23 15 tahun terakhir Sebenarnya ada bukti-bukti baru yang menunjukkan bahayanya E 20% ini Oke

Karena untuk ronde periode kedua siapapun jadi presiden pada saat ronde Kedua pasti semua akan berkumpul di dua di dua tempat oposisi dan Inc I Nah kalau capresnya cuma dua maka ketentuan mengenai distribution requirement Syarat persebaran 51 50% plus 1 jumlah provinsi itu tidak terpenuhi padahal ketentuan distribution requirement itu mutlak Kenapa mutlak karena tidak cukup hanya popular Put Oke tapi juga memerlukan mayoritas ee jumlah

provinsi untuk memastikan presiden Indonesia itu presiden Indonesia iau Jawa kan gitu kan dan itu eksplisit di konstitusi kalau calonnya cuma dua Maka timbul logika seperti 2019 ya sebenarnya itu harus ronde kedua ya kan tapi logika akal sehat mengatakan loh kan calonnya cuma dua untuk ngabisin duit Nah maka berarti persyaratan eh distribution requirement tidak akan pernah diwujudkan maka itu bisa jadi bukti baru bagi MK untuk mengatakan

inkonstitusional tapi kan saya pensiun saya tidak bisa berpendapat begitu maka pendapat yang sudah diputus itu terserah kamu yang ngatur dan ini sudah 20 kali lebih pertanyaannya alasan Apa pula mereka mau berubah nah Lagi pula kalau sekarang ini kayak pertandingan bola semua pemain sudah masuk ke lapangan sudah pukul-pukul eh nendang-nendang tinggal pleluit tiba-tiba muncul peraturan berubah Hm pemain yang di atas 70 170 tidak boleh

main harus keluar tapi kalau ternyata memang itu membantu kita kan kenapa tidak Bang Iya tapi tidak boleh untuk pertandingan yang sekarang itu berlaku untuk pertandingan yang akan datang Nah pertandingan sekarang Udahlah 20% sudah gak usah dipersoalkan lagi enggak maksudnya begini Bang ini sudah dia kita bayangkan Bang ya betapa sudah sampai 30 kali ya 20 kali lebihali lebih artinya apa ini gangguan

psikologis bagi banyak orang menyangkut dengan 20% ini ternyata betul-betul E itu tidak sederhana maksud saya Okelah Open legal polisi e apa eh teman-teman atau bapak-bapak yang yang terhormat yang mulia para hakim agung mengatakan silakan dong Kalian kan Yang membutan undang-undangnya jangan ke sini bolanya kan kitait kalau saya periode yang akan datang itu Salah satu keputusan yang harus diutamakan threshold dinolkan Ah itu itu dahaga publik akan Wah ada

kesepakatan meskipun sekarun bukan yang sekarang itu iya iya ini capres yang akan datang itu harus mengkampanyekan itu kalau saya terpilih tresold 0% mesti begitu enggak yakin saya kalau tergantung kan sekarang petanya nanti peta perpolitikannya nanti di DPR seperti apa iya kalau kalau dia mau menang kalau dia menang itu salah satu bunyi kampanyenya koalisi dengan Koalisi siapa segala macam itu terakhir Prof saya sebenarnya tidak apa ya saya masih

pengin ngobrol banyak ini menyangkut dengan diri Prof ini Nah kenapa di DPD masih mau maju lagi nanti Prof andak lah enggak ya saya kan saya kan sebetulnya mau masuk DPD ini mau memperbaiki ternyata ternyata susah ya sudah kita kan realistis saja Nah tadi saya baru rapat saya diminta oleh pimpinan MPR memimpin forum aspirasi konstitusi Oke Nah tadi kami berapat eah salah satu

fungsi MPR yang belum ee apa di di di apa fungsikan ya bagaimana MPR itu menyerap aspirasi Oke tentang konstitusi dan implementasinya Jangan biarkan orang gaduh di luar kayak enggak ada jalan keluar padahal MPR sudah dipimpin oleh semua kelompok Politik semua ada di situ maka sebetulnya penjelmaan seluruh rakyat itu sudah tercermin sekarang tinggal bekerjanya sekarang kerjanya hanya proyek proyek sosialisasi proyek

pengkajian ya kan nah tapi seperti Litbang gitu ya menampung aspirasi Ini belum di nah ini dibentuklah di bawah pimpinan nah oke saya bilang saya anu ee Saran saya diterima oke nah kita akan mulai supaya MPR itu menampung aspirasi nah termasuk juga mengenai DPD mau diapain mau dibubarin dan atau misalnya dijadikan praksi saja di DPR atau kembali ke macam lama ada fraksi utusan golongan praksi utusan

daerah di mpr tapi dia tidak berperan apa-apa tapi kalau mau membuat dia berperan ia fraksi di DPR bikin fraksi bikin fraksi tapi bukan lembaga sendiri fraksi saja di dprama-ya semua dia ngambil keputusan dia terlibat penuh di dia terlibat penuh ah itu alternatifnya alternatif lain yang sudah saya konsepkan tapi terhambat sudah diputus oleh Paripurna karena l nyala kepengin jadi capres maka dia ingin ada pasal perubahan undang-undang

dasar yang calon independen Oke sedangkan di luar ada usul tiga periode akibatnya ini usul ide perubahan konstitusi itu melebar ke kanan melebar ke kiri maka partai berkumpul kesimpulannya tidak usah ada perubahan benang-ang dasar kan gitu maka yang sudah saya konsepkan jadi mentah apa yang saya konsepkan Saya mau memanfaatkan isu pphn kita hidupkan GBHN tapi dengan memperkuat DPD Apa beda DPR dengan DPD DPR urusan anggaran DPD

urusan substansi programnya ibarat Bapenas dan Menteri Keuangan dengan begitu ke depan DPD dan DPR itu temenan I tapi realnya anunya kekuatannya pertama dia temenan dia tidak hanya membahas tapi tidak memutuskan gitu Dia memutuskan yes or no I dia akan berteman dengan DPR saling saling lempar pesanan ya kan tapi dia berbagi tugas yang tidak saling jadi dia tidak mengambil kekuasaannya DPR tidak ada alasan bagi DPR tidak setuju tapi aku yakin deber

tidak mau ah belum Saya sudah bicara dengan pimpinan pimpinan partai-partai beberapa di antaranya tidak ada yang menolak walaupun belum setuju artinya bisa dikomunikasikan tapi terbentur gara-gara ketua DPD minta ada pasal mengenai calon independen e jadi terbengkat Lai maka kesimpulan pimpinan MPR pphn akan kita putuskan tanpa melalui perubahan undang-undang dasar Ya sudah digigit jari semua sehingga upaya untuk

memperkuat kayaknya enggak bisa begitu nah harus alternatifnya bubar jadi fraksi fraksi ya kan dengan kewenangan yang sama dengan fraksi lain iya iya itu cakep itu cakep belum tentu partai tidak setuju ini kan kita bicara negara Iya iya iya betul juga alternatif menurut saya alternatif kalau Akbar Faisal sudah setuju itu mantan-mantan partainya kan bisa dipengaruhi gitu loh eh tadi itu pertanyaan saya mau begini

tapi Abang sudah jawab dan saya bukan Jawab ya saya sudah memberikan gambaran betapa seorang guru bangsa bernama Pak jimli berada di antara teman-teman di DPD itu dan tidak mend tidak mendapatkan ruang itu gimana ceritanya akal sehat akal tulus kalah sama akal bulus dan akal tu akal fulusah itu dia itu jawabannya itu sudah itu sudah sudah jawab sudah lebih dari cukup Aduh Prof Makasih ya E pemirsa hari ini kita mendapatkan

kuliah lagi saya dengan eh profim itu e kalau ketemu cuman satu harus belajar saya harus mendengarkan lembaga Saya di sini ada namanya negara Institute dan ada yang namanya forum Patra tamu pertama kami itu adalah Prof jimli kita membicarakan banyak hal sebab sesungguhnya beliau 2 tahun lalu ya saya ke sini ya tahun lalu Bang oh iya ma ngajarin itu ada semua itu ada oheo ada ada Bowo ada segala macam teman-teman eh terima kasih ini saya diundang lagi saya

kira sudah lupa iya Sekali lagi Prof Terima kasih ya Iyaa kasih sampai ketemu sukses ya sukses bang ee itu tadi Eh teman-teman para pemirsa eh seorang guru datang mengajari kita dan Enggak ini kan cuman tukar pikiran sejujurnya ee kenapa sampai saya gunakan pendekatan bahasanya tadi menjadi sederhana tidak melulut tentang pasal-pasal padah saya sudah siapin tim saya sudah menyiapin pasal ini apa pasal ini apa kira-kira

Rikonya apa tapi nanti diskusinya menjadi sangat berat ee di avu itu ee kami berusaha agar kemudian proses pembelajaran itu berjalan dengan efektif dan salah satu caranya dengan menggunakan bahasa yang populer tadi ee ada banyak sekali yang kita pelajari tadi dari Prof chimbl termasuk e hal yang juga ser sering saya kritisi menyangkut dengan DPD karena menurut saya sayang lembaga yang hebat ini kemudian hanya

diperlakukan di dalam sistem ketatgaraan kita dengan dengan e peran-peran seperti ini semoga kita belajar banyak ee dari hari ini agar kemudian kita istilah saya Prof kita naik kelas dari kemarin menjadi lebih baik Mak kasih [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] Amin

Bab

  1. 00:00Pendahuluan
  2. 07:12Yang, Kita, Presiden
  3. 14:18Tidak, Kita, Saya
  4. 21:28Kita, Jadi, Yang
  5. 28:36Yang, Saya, Kita
  6. 35:46Yang, Undang, Saya
  7. 42:56Yang, Kalau, Tidak
  8. 50:03Saya, Sudah, Tidak

Tag

Akbar faisalakbar faizalnagarainstituteakbarfaizalfaisalDPRpolitikrockyRocky GerungRefly HarunReflybrigadijeffendisimbolonjenderaldudungjenderalandikaperkasa

Komentar

Komentar belum dimuat.

← Kembali ke alat