YUSRIL IHZA MAHENDRA: MENIMBANG NASIB POLITIK JOKOWI PASCA LENGSER

YUSRIL IHZA MAHENDRA: MENIMBANG NASIB POLITIK JOKOWI PASCA LENGSER

Akbar Faizal Uncensored

ituyangkitasayainidanpresidendiapakjaditidakada

1,8 M
tayangan
18,5 k
Suka
545
Tidak suka (perkiraan)
1.0 %
👍 / 👁
59:22
Durasi
Sortie le 11 sept. 2023
Dipublikasikan
8,3 k
kata
id · otomatis
Subtitle

Jumlah tidak suka adalah perkiraan dari proyek Return YouTube Dislike, karena YouTube tidak lagi menampilkannya. returnyoutubedislike.com

Transkrip lengkap

saya dulu dengan Pak SB saya sering mengatakan begini Pak SB kita ini enggak perlu takut ngadapin DPR ini DPR ini kan kawan-kawan kita juga orang-orangnya sama-sama dengan kita berjuang awal reformasi ini gimana pak dia bilang tentu ketiganya memang harus merumuskan persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi bangsa ini I sayangnya sampai hari ini saya belum lielihat secara [Musik] jelas

[Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] ada banyak peran yang telah dimiliki oleh narasumber akbarens kali ini saya kadang-kadang agak kesulitan harus mengambil pada poin mana harus masuk untuk berdiskusi dengan beliau sebab beliau Adah selain mahuru Tara kita tahua peab neara pejabat tinggi negara bahkan pada tiga presiden kalau saya

enggak salah Pak Harto Pak Habibi dan spbyy gitu dan hingga hari ini masih memimpin partai politik so Ya sudah saya akan gunakan waktu yang terbatas untuk berbicara dengan beliau apalagi pada fase-fase krusial dan kritikal sebenarnya dalam hal pilpres di mana beliau sangat banyak cerita t itu saya kedatangan senior saya orang yang kita hormati Prof y Abang terima kasih ee Bang ini kan ee sudah mendekati capres ya apa Pilpres i tinggal 5 bulan

barangkali dari sekarang saya tidak akan berbicara lagi ee banyak tentang apa poin-poin yang seperti yang kita diskusikan beberapa hari yang lalu di mpr tapi yang saya mau katakan begini mohon Jelaskan kepada kami kepada kita semuanya Psikologi seperti apa yang kita hadapi sekarang dalam hal bagaimana kita sedang mencari pemimpin jika dibandingkan dengan fase-fase di mana Abang dulu mengambil posisi penting

baik di masa Pak Harto atau Pak Habibi dan Pak sbyy yang saya maksud itu adalah betapa Kemudian pada saat yang bersamaan kesadaran publik tentang siapa yang akan memimpinnya semakin mengerucut semakin mereka berani mengungkapkan siapa pilihan mereka tapi pada sisi yang lain ternyata pilihan-pilihan yang tersedia itu tidak cukup banyak dalam banyak versi maka kemudian kita harus memilih orang di mana kemudian Ya sudahlah kata orang itu kita terima sajalah apa yang

ada Gitu Ee pertanyaan ini penting ee kami ajukan sebagai mewakili publik kepada Abang karena eh abang e mendapatkan atau berada pada banyak versi seperti pembukaan saya tadi itu setidaknya kita memberikan sedikit petunjuklah bagi kita semuanya bahwa sebenarnya problem kita dalam hal kepemimpinan itu apa Dan seperti apa yang harusnya kita bersikap silakan Prof Iya memang eh telah terjadi satu perubahan besar dalam ee perpolitikan

masyarakat kita ya dibandingkan dengan pada masa orde baru dan pada masa ee reformasi yang sudah berjalan lebih dari 20 tahun sampai sekarang ini eh mentalitas orang cara berpikir orang cara orang mengekspresikan pikiran dan kehendaknya itu jauh sekali berbeda memang dahulu itu eh seseorang itu muncul jadi pemimpin memang dia tidak tiba-tiba jadiir melalui satu pros Ses sosialisasi politik dan jambatan jambatan yang cukup

panjang sehingga akhirnya orang itu meniti karir sampai ke atas masuk ke dalam jabatan-jabatan menjadi e menteri anggota kabinet menjadi presiden bahkan nah belakangan ini kan eh dunia kita berubah secara drastis ya dengan perkembangan teknologi informasi media sekarang ini eh pikiran-pikiran orang tu mudah sekali dipengaruhi oleh media Sebenarnya bukan merupakan satu hal yang yang baru dari segi esensinya karena pola-pola seperti

ini sebenarnya ee pada waktu menjelang perang dunia kedua pun sudah dikenal adanya propaganda politik dan perangur saraf yang mempengaruhi opini dengan keterbatasan eh teknologi informasi pada waktu itu sekarang ini dengan meluasnya ee teknologi informasi dan setiap orang dapat mengakses ee berita mengirim berita membuat berita dan segala macam itu berakibat ee apa yang saya katakan tadi seperti propaganda politik dan eh pychologic itu

menjadi makin menjadi-jadi Dan ini juga eh kemudian dalam proses melahirkan pemimpin ya tiba-tiba orang dikenal tiba-tiba menjadi populer tiba-tiba menjadi harapan banyak orang dan e apalagi kemudian sistem demokrasi kita berubah ya dari demokrasi yang tidak langsung seperti dulu dengan pemilihan langsung sekarang ini terhadap presiden dan wakil presiden lalu peran dari media peran pembentukan opini itu jadi sangat

dominan jadi ee orang tiba-tiba jadi terkenal tiba-tiba dipoles begitu rupa dibangun satu image tentang dia tapi sejatinya mungkin orang itu tidak seperti itu itu dia ya cukup banyak orang-orang yang potensial ee secara kapasitas intelektual mampu pengalamannya cukup panjang dalam menangani berbagai krisis yang dihadapi oleh bangsa ini yang seoginya orang-orang seperti itu yang kita harapkan ee dapat memimpin e bangsa kita

ke depan artinya memimpin itu kan sebenarnya harus di e Bekali dengan kemampuan untuk merumuskan persoalan-persoalan fundamental yang dihadapi oleh bangsa ini dan kemudian bagaimana dia mencari solusi untuk memecahkan persoalan-persoalan itu dan kemudian Bagaimana menyusun program mengambil satu tindakan secara sistematik dan terencana untuk ee menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi itu bagaimana mungkin tiba-tiba

seorang kita pilih jadi pemimpin dia sendiri tidak tahu apa sebenarnya persoalan-pers persalan besar yang dihadapi oleh bangsa ini ee kalau tidak tahu apa persoalan besar bagaimana dia mau mencari satu konsumsi menyelesaikannya bagaimana dia bertindak untuk mengatasinya tapi ya inilah risiko yang kita hadapi ketika demokrasi terbuka seperti ini ya akses kepada media menjadi seperti ini juga dan setiap orang merasa berhak untuk

menyuarakan ee pendapat dengan bebas dan tidak ada lagi eh media yang dapat membentuk opini secara dominan seperti dulu misalnya TVRI R sekarang ini dengan media sosialnya ya ini adalah satu kenyataan yang harus kita apa hadapi maka muncullah presiden seperti Pak Jokowi misalnya atau muncul juga calon gubernur bupati Walikota yang seperti itu atau seperti Juga misalnya ee orang yang baru aja jadi Walikota lalu kemudian mau jadi wakil presiden dan

sebagainya Itu bisa tercipta terjadi dalam kondisi masyarakat yang seperti sekarang Eh abang berada di sekitar Pak Harto ketika di detik-detik terakhir ya Ee kekuasaannya dan jatuhnya beliau sebagai ee salah seorang e apa pemikir di sebelahnya saya agak sedikit memundurkan pembicaraan kita ini menyangkut masih ada konteksnya dengan yang kita bahas I terjadilah reformasi Oke em sekarang ini muncul gugatan di banyak

pihak sedikit agak agak saya melebarkan ee situasinya ada banyak gugatan bahwa ternyata reform masih kita gagal saya agak sulit membantah pikiran itu Prof hari ini Nah kita akan bahas nantinya banyak hal lagi ke depan tetapi yang saya mau ee tanyakan adalah pada masa reformasi itu kemudian berlakulah atau terjadilah banyak peristiwa termasuk amandem dan segala macam situasi ini terpikirkan enggak pertanyaannya Mungkin sedikit agak

menyederhanakan masalah tapi ada banyak orang pengin melihat kearifan kita bahwa ternyata kita barang kali salah merancang di masa itu saya kembalikan pertanyaannya Apakah situasi ini pernah kita bayangkan ketika kita begitu euforia melakukan banyak hal pada masa reformasi itu ya memang terpikirkan dan kita sudah memprediksi bahwa e apa yang terjadi hari ini itu sudah terbayangkan lebih 20 tahun yang lalu jadi eh dalam satu masyarakat yang lebih kurang

tertutup ya kemudian dibuka Dan itu tanpa satu apa namanya tahapan-tahapan tapi seperti mendadak sontak dibuka era reformasi demokratisasi besar-besaran begituya maka ee hal-hal yang EE akan terjadi seperti sekarang ini itu memang sudah dapat diprediksi dari awal jadi ada kebebasan yang merasa semena-mena begitu Ee ada Uporia yang EE luar biasa Seperti sekarang jadi demokrasi itu orang merasa dia bisa bicara apa aja tidak ada lagi aturan tidak ada lagi

etika dan segala macam merasakan kebebasan sebebas-bebasnya padahal kan tidak mungkin kita membangun demokrasi seperti itu Nah demokrasi itu harus dibangun dengan satu etika ee berbangsa dan bernegara yang kuat ya dan kemudian ada sistem hukum yang kuat ee apa namanya ee menjamin tegaknya demokrasi itu dan ada sebuah sistem di mana demokrasi itu dapat e bekerja eh secara optimal Nah sekarang ini kan semua orang merasa

bebas tanpa aturan tabrak sana tabrak sini lalu memang ee dari satu sisi ya kita agak khawatir dengan perkembangan ini ee tetapi saya kira itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari jadi generasi yang tua itu selalu akan khawatir dengan generasi yang akan datang ya Jadi kalau Rasulullah itu mengatakan didiklah anak-anak kamu karena sesungguhnya Allah menciptakan mereka untuk zamannya dan bukan untuk zaman kamu jadi kalau orang seperti saya

yang sudah 60 tahun lebih ya atau yang lebih tua lagi dari Saya khawatir dengan keadaan ini tapi mungkin mungkin bagi yang muda-muda ini biasa-biasa saja dan mungkin mereka juga berkeyakinan bahwa mereka akan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul di zaman mereka Jadi mau tidak mau memang eh reformasi kita berjalan seperti ini lalu mungkin kita mengatakan reformasi kita gagal apa yang ingin kita capai tidak wujud dalam

kenyataan kita mau amendemen konstitusi dengan harapan demokrasi kita berjalan lebih baik ternyata tidak ya kita ingin ee apa namanya ee memberantas korupsi ternyata korupsinya Makin menjadi-jadi Nah jadi ee muncul kekecewaan-kekecewaan terhadap ini dan ee kekecewaan-kekecewaan Ini kan harus dielesaikan dengan dengan ee sebuah konsepsi dan saya kira seorang pemimpin yang akan lahir ke depan dia harus mampu merumuskan persoalan-posoalan yang kita

hadapi sekarang dan kira-kira mengambil satu solusi yang tepat Seperti apa ke depan misalnya kita telah melakukan amandemen terhadap konstitusi begitu luas ya lebih banyak pasalamandemennya daripada pasal aslinya dan ternyata setelah diamandemen menimbulkan sejumlah persoalan-persoalan baru Nah bagaimana kita mengatasi persoalan ini gimana kita memecahkannya gimana demokrasi Kita itu tetap berada di real demokrasi yang sebenarnya walaupun selalu kita mkan

demokrasi ala Indonesia artinya itu memang spirit demokrasi itu didasarkan kepada kultur dan budaya bangsa kita Nah kalau tidak ada konsepsi sama sekali ya saya pikir akhirnya Ya seperti am 45 lah terlalu banyak ide-ide Amerika Serikat tentang apa namanya eh check and balances tentang eh impeachment yang diadopt begitu saja tanpa juga memahami hakikat eh demokrasi dan Sistemnya di Amerika Serikat dan juga tanpa memahami hakikat demokrasi yang ada di negara

kita nah ketika dicangkokkan begitu aja Ternyata banyak persoalan-persoalan baru yang muncul kita mah kebingungan juga sebenarnya bersikap gituing di dalamnya ee saya agak menyelam dikit Prof sekarang Muncul tiga nama untuk capres saya mencoba mengikuti logika yang Pak Prof tadi sampaikan kepada kita bahwa pemimpin ke depan itu setidaknya memahami problem secara nyata mendasar dan kemudian menawarkan cara pandang untuk menjadi jalan keluar bagi

kita semuanya betul ada tiga nama sekarang ee tiga nama ini e berbeda generasi ada yang duanya satu generasi Ganjar dengan Anis kita harus menyebut nama sekarang supaya kita mulai membiasakan gitu ya kita mengkritisi sesuatu secara real sebagaimana adanya satunya lagi generasi yang lebih tua dari keduanya tapi bukan itu yang saya mau tanyakan kalau kemudian kita ditanya forum ini ditanya oleh publik Pak Prof menjawab apa apa

yang harus mereka selesaikan dulu sebagai bagian dari menjawab masa depan Di mana tadi Pak Prof mengatakan ya memang Ternyata kita melakukan beberapa hal yang mungkin saja tidak cukup baik untuk masa depan dari reformasi itu tadi apa yang harus mereka lakukan Prof sebagai langkah awal yang yang paling pertama merekaelakukan Sebenarnya bukan kitabicara keterpilihan seseorang ya tapi kita bicara apa konsepsi yang dia miliki Dan apa yang dia tawarkan kepada

masyarakat dalam memecahkan persoalan-persoalan ini Eh kalau kita lihat dari segi eh pendidikan akademik ya di antara tiga itu Pak Anis yang paling tinggi eh pendidikan formalnya sampai PHD sampai guru besar dibandingkan dengan Pak Ganjar dan Pak eho Subianto eh tentu ketiganya memang harus merumuskan persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi bangsa ini I sayangnya sampai hari ini saya belum melihat

secara jelas ee pada mereka semua ya Pak Prabowo sedikit ada ya beliau eh saya dengarkan pidatonya saya dengarkan kemudian ee saya baca tulisan-tulisannya mencoba untuk merumuskan persoalan-persoalan demokrasi dan persoalan-persoalan EE ekonomi dan EE termasuk juga persalan-pesan pertanian dan lain-lain dan mencoba untuk memformulasikan dan mencari satu jalan keluar Pak Anis mungkin ya karena dia

latar belakang sebagai cendikiawan sebagai akademisi dan intelektual dia cukup bisa merumuskan persoalan-persoalan itu Walaupun saya tidak Atau mungkin karena saya keterbatasan saya saya belum membaca apa yang dia ee Tuliskan atau yang dia rumuskan Pak Ganjar saya belum melihat sama sekali jadi eh tentu kalau kita berharap pada ketiganya salah satunya nanti akan menjadi pemimpin kita ya kita ingin

mereka paling tidak ya seperti di zaman yang lalu kalau kita bandingkan I pemimpin kita itu kan intelektual zaman dulu itu Bung Karno Bung Hatta Syahrir Natsir Ir empat contoh lah begitu bahkan tokoh-tokoh kiri pun seperti tanmaka itu kan konsepsinya itu jelas sekali walaupun Mungkin kita bisa mengkritisi pikirannya ee apa namanya sahlir dengan sosialismenya mukar dengan nasionalismenya eh nsir dengan Islamnya begitu tapi dia

memformulasikan persoalan-persoalan bangsa ini dia memberikan satu tawaran solusi penyelesaiannya dan ee jangan lagi kita memilih seseorang yang jadi presiden tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan oleh seorang presiden nah masa jabatan presiden itu kan cuma 5 tahun ya kalau dia mau belajar 2 tahun habislah waktunya ya jadi apa namanya eh begitu dia terpilih dilantik oleh MPR akan terus menuju ke istana ya Apa yang harus dilakukan oleh

seorang presiden ketika dia masuk istana itu apa yang pertama-tama harus dilakukan saya waktu itu ee apa banyak ditanya oleh war apa program Anda 100 hari zaman dulu ya sekarang sudah enggak ada lagi nanya-n seperti itu tapi justru sebenarnya ee ee yang harus segera dilakukan oleh Presiden ya kemudian peralihan pengambil alihan apa namanya pusat kekuasaan itu dan kemudian sesegera mungkin mengumumkan kabinet ya dan kemudian

mengumumkan program kabinetnya kepada e publik dan memperkenalkan seluruh menteri menterinya dan saya pikir memang tentu seorang presiden itu tidak menguasai semua bidang tapi dia tahu persoalan-persoalan besar yang dihadapi dan dia tahu bagaimana cara memecahkannya dan dia akan memilih ee pemimpin pembantu-pembantunya para menteri yang betul-betul punya kemampuan untuk ee membantunya dan melaksanakan program-program yang di laksanakan

jangan sekali-kali terjadi karena presiden kita itu dengan sistem yang baru sekarang ini perlu koalisi-koalisi segala macam begitu akhirnya presidennya mengatakan udah ini saya kasih jatah menteri e partai ini siapun yang anda and salahkan saya pakai gitu ya Anda jalan sendiri loh lalu kemudian ya nanti apa-apa anda tanggung jawab sendiri ya Saya pernah e Sambil tertawa Saya mengingatkan Pak SB pada waktu itu yang menyusun kabinet kita sama-sama ya

beliau Pak JK Pak wes dan saya jadi bilang pakil saya akan Panggil calon-calon menteri untuk satu jabatan tiga orang dan saya akan tanya apa program-program yang dia mau laksanakan saya bilang apa enggak balik Pak SB yang punya program Tu Bapak sebagai presiden bukan menteri menteri itu hanya pembat-pembat saja gitu ya I Bapak sudah punya program di bidang pertanian anda panggil orang Pak B ini program Anda bisa enggak laksanakan ini anda bisa

enggak jabarkan ini lebih konkret Lebih Detail I Nah pertama waktu bapak enggak banyak kalau bapak mau interview ini menteri ada 33 kalau satu jabatan 3 orang 99 orang Bapak mau panggil Kapan mau selesai ya jadi Nah itu kan enggak jelas kan Nah begitu juga saya melihat pada waktu Gus Dur menjadi presiden ya ya Masuk ke istana seperti orang kebingungan mau diapain istana ini itu terjadi dan sekian lama seperti orang kebingungan enggak tahu apa yang harus

dikerjakan cuman bilang ke saya seknek ini pasar mau dibubarin dia bilang jangan ya seknek itu kalau partai ya sekjennya tuh sekretar Jenderal seknek berantakan hancur presiden iya dirompaklah seknek habis-habisan menurut saya sih pada tahap-tahap pertama presiden tuh jangan terlalu banyak rombak itu rombak ini dia kerja dulu sebab suu contoh misalnya ya kalau kita ngubah nama Kementerian ya untuk mengganti papan nama stempel batch saja

ya itu sudah miliaran habis orang Iya Butuh Waktu 2 3 tahun itu waktu bertahun-tahun UN itu saya pengalaman menggabungkan dua departemen dan memisahkan satu departemen menjadi dua itu habis waktu jadi harus cepat dan dia tahu apa yang harus dilakukan nah khawatirnya saya sekarang kan sepertinya sembarang orang bisa jadi presiden asal dia populer dan ya kalau demokrasi dibuka seperti ini ya kan ibaratnya begini Bung Abar ya Orang disuruh gambar

tuhan atau gambar dewa begitu kalau orang Bali menggambar Dewa wajahnya itu ya Pasti wajah orang Bali ya kan orang Itali menggambar patung apa orang-orang Suci pasti wajahnya wajah orang Itali enggak mungkin wajahnya orang Afrika kan jadi kalau dibuka demokrasi Pasti orang akan memilih petani nelayan orang kecil itu presiden tuh yang seperti dia makanya Pak Jokowi itu terpilih Ya karena memang ya ya prototipennya beliau orang model saya ini enggak mungkin

terpilih tampangnya orang kota ya kan jadi enggak cocok untuk opini yang dibangun sekarang Nah cuman persoalannya ya negara kita ini kan negara begitu besar dengan potensi begitu besar tantangannya juga begitu besar enggak ada bangsa lain itu ingin Indonesia ini menjadi sebuah negara maju dan kuat apalagi ini negara yang mayoritas muslim enggak ada orang senang negara muslim ini jadi negara maju karena itu tidak mudah Apalagi kita harus bekerja dengan

jiwa yang stabil dibuat tekanan-tekanan yang luar biasa II satu contoh misalnya dulu Amerika kita mau membereskan soal suku cadang pesawat kita yang di embago pesawat tempur kita waktu awal reformasi apa yang terjadi Amerika Serikat memaksa kita untuk mengimpor sayap ayam bayangkan itu setengah mati menteri perdagangan itu menghadapi ini jadi apa iya ya kita ini mau beli pesawat tempur kok dipaksa kita membeli kepak ayam begitu nah itu terjadi dan

tekanan-tekananton luar biasa nah saya bilang kalau orang-orang baru-baru au au au menghadapi tekanan-tekanan Oh itu lewat itu habis bangsa kita ini kita bikin perjanjian itu agreement itu agreement ini semua merugikan kita sangat khawatir saya dengan hal itu atas nama demokrasi saya kok yakin betul Prof bahwa eh siapapun nantinya calon presidennya dan menang langkah pertama yang harus dilakukan atas nama demokrasi setidaknya

apa yang saya pahami bahwa dia harus menciptakan dan memperkuat dan atau membuat sebuah situasi di mana counterpartnya itu kuat agar kemudian ada cck and balances bagi pemerintahan dalam hal ini yang saya maksud adalah DPR I tapi eh saya tidak akan ragu untuk mengatakan bahwa hari ini DPR berada pada titik Nadir di mana kemudian kita tidak tahu apa yang dilakukan dan wajahnya seperti apa dalam konteks ee demokrasi kita hari ini maka kemudian

gugatan banyak muncul EV itu d dari orang seperti saya misalnya yang lama dan dibesarkan di DPR pada situasi itu dengan ee Lintang pukang e wajah koalisi dan segala macam memungkinkan enggak itu akan dilakukan oleh salah satu dari tiga orang yang akan memenangkan e capres nantinya Prof kalau saya melihat begini Eh mungkin prabo ada sedikit lebih walaupun minta maaf saya kalau dikatakan agak subjektif pikiran saya tapi

pertimbangan saya juga pada waktu itu menutuskan kenapa kita support beliau itu eh karena memang untuk menjadi memimpin negara ini menurut saya tuh dua perser harus dipenuhi ada pengetahuan ada pengalaman oke ya kalau enggak ada pengetahuan ya barangkali karena pengalamannya panjang dia bisa pilih-pilih banyak orang untuk merumuskan sesuatu seperti Pak Harto dulu pengetahuannya tidak begitu banyak

tapi pengalamannya luar biasa panjang Iya nah yang pengalaman itu penting dan saya pikir Pak Pak Prabowo itu e cukup lama dia menangani persoalan-persoalan terkait dengan kemiliteran dan pertahanan ya pertahanan ini kan bukan artinya pertahanan fisik tapi juga menyangkut segala macam begitu artinya memang ee dibandingkan misalnya Pak Ganjar menurut pendangan saya ini masih tokoh lokal Sebenarnya masih Jawa Tengah Jawa

Tengah dan belum pengalaman mengatasi persoalan-persoalan yang diadapi oleh bangsa ini apalagi menghadapi tekanan-tekanan dari eh dunia internasional eh negara-negara lain kepada kita yang pasti akan luar biasa besarnya Habi satu contohlah ketika saya berada di kabinet tahun 99 pertama kali saya masuk ke Kabinet itu terjadi kerusuhan di Poso Ambon tempat-tempat lain kemudian tahun 2004 saya masuk ke kabinet pada sebagai

mensesnek hanya Berapa hari sesudah kita dilantik berapa minggu terjadi tsunami di Aceh luar biasa kada B ka kita mengatasi persoalan yang enggak terbayangkan sementara kita sibuk menghadapi gam tiba-tiba tsunami terjadi sesuatu yang enggak terbayangkan bisa terjadi Nah persoalannya bagi saya ya kalau tiba-tiba ada orang enggak jelas pengalamannya apa pengetahuannya apa tapi karena populer karena medsos karena apa terpilih jadi presiden menghadapi

keadaan-keadaan seperti ini dia bisa atasi atau tidak itu dari segi aspek domestik dari aspek internasional negara kita ini kan letaknya begitu beitu strategis kita ini kan hanya membuka dua e tiga alq kan Utara Selatan Kita enggak pernah membuka alq Barat Timur i ya kan sampai hari ini negara-negara besar itu memaksa kita untuk membuka Alki itu dari Barat ke Timur Dari Barat ke Timur bukan dari atas ke bawah ya atas ke bawah sudah

dibuka tiga kan Nah jadi negara-negara kita yang ada di Selatan kan enggak Happy tiap kali dia mau melintas wilayah kita harus minta izin dulu kepada kita dan lain-lain sebagainya Armada yang ada di Pasifik kalau mau pergi ke Timur Tengah kan harus melintas wilayah kita minta izin kita juga jadi keinginan untuk memecah belah Kita itu tetap ada pengalaman kita waktu timur-timur dulu dan segala macam dan Pak Habibi enggak kuat menghadapi ini even seorang Habibi

Ya Oh apalagi mendapatkan informasi yang agak kurang tepat report intelijen tentang situasi timur timur menjelang jajak pendapat itu saya bantah habis-habisan di P waktu itu Tapi beliau percaya dengan laporan intelijen itu dan dilaksanakan kondusif timur timur dilaksanakan jejak pendapat sementara kendali keamanan tidak lagi kita pegang di sana sudah di bawah pengawasan Australia yang mimpin kebobolan Kita habis itu bukan sesuatu yang gak mungkin

terjadi di masa depan kita kan rawan Aceh rawan Papua segala macam dan itu tekad kita itu untuk mtahankan ini sebuah bangsa yang sudah kita pertahankan sejak awal kemerdekaan tuh menurut saya enggak mudah ya sangat-sangat tidak mudah jadi pengalaman sayaalah pada waktu Gus Dur menjadi e presiden pertama kali saya betul-betul agak agak apa nervous menghadapi keadaan karena sepertinya ada seorang presiden tidak paham apa yang

harus dilakukan oleh seorang presiden nah itu yang terjadi ya Untunglah menteri-menterinya kuat ya pada waktu itu sampai akhirnya terjadi ya impeachment lah sekarang beliau diberhentikan Bu Mea agak lumayan bisa mengatasi ee banyak hal tapi juga kalau kita harapkan punya konsepsi menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa ya enggak juga ya Pak SB barangkali ya dia punya pemahaman punya pengetahuan untuk mengatasi ee keadaan tapi ya kita

tahu ya diberi waktu 10 tahun untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa kita tidak suesungguhnya juga dia bisa selesaikan nah ee banyak sayang waktu ya kadang-kadang ragu-ragu ngambil keputusan dan segala macam jadi kita belum bertemu seorang presiden yang betul-betul Ya seperti P Harto ya saya katakan e walaupun kritik orang terhadap Parto begitu banyak ya he Sama juga kritik orang philipin terhadap Marcos tapi setelah Pak Harto tidak jadi

presiden Marcos tidak jadi presiden orang mendambahkan ya lebih enak zaman Pak Harto ya lebih enak zaman makos ya walaupun kita tahu juga banyak yang enggak enaknya juga zaman beliau itu ya Nah banyak kritiknya juga ya Kalau saya kan bisa menyampaikan langsung P Pak Harto pada waktu itu apa yang saya anggap tidak benar dan Pak Harto selalu dengar begitu nah akhirnya apa yang terjadi di pdpin kan anak Marcos jadi presiden lagi tapi kalau di sini ya

jangan anak Pak Harto jadi presiden tentu akan menimbulkan banyak masalah baru bagi kita karena memang anak Pak Harto Tidak seperti anak Marcos anak markos terlatih dalam politik ada Aimi ada yang sekarang ini si bongbong gitu Anak P kan tidak lebih banyak bisnis tiba-tiba kalau kembali ke politik ya di samping pendukungnya juga enggak ada Iya tapi kemampuannya juga ya sangat diragukan untuk itu ya Ee satu pertanyaan lagi menyangkut e poin ee DPR

e Prof karena sungguh-sungguh eh Saya tidak melihat ada ruang bagi publik kita bacanya rakyat ya he untuk mengadukan problemnya berbicara dengan wakilnya kecuali DPR ya oke maka Kemudian pada saat Anda tampil di Mahkamah Konstitusi H saya baca sampai empat kali argumen anda itu pada masa itu Prof dan saya katakan dan saya sampaikan pada teman-teman menurut logika intelektual saya yang terbatas ini enggak mungkin

dilawan pikiran seorang Yusli samaahendra untuk profesional tertutup itu loh iya gitu ya karena itu kan sebenarnya adalah koreksi kita Apa kesalahan di masa lalu kalau kita menyebutnya kesalahan kesalahannya ya sekarang terlihat nih ada tempak Dar 575ota DPR yang sek itu ada 262 pedagang Apakah pedagang itu mungkin ya mungkin tidak tetapi saya kembali pada poinnya Ketika anda bersaksi di depan Mahkamah Konstitusi

mengatakan begini pasti Mahkamah Konstitusi akan menerima ini apagi namanyaarument pakil dan kemudian kita akan terselesaikan pada satu masalah terakak ditol dan kemudibruari yang akanang kita akan memilih lagi dengan format yang sama Apakah kemudian problem yang kita sedang bicarakan ini tidak akan kembali sebab ternyata situasinya sama yang kita bawa dalam hal ini DPR di hadapan presiden yang bahkan sejak dari awal

Prof mengatakan kalau dia tidak kuat dia tidak memahami problem dia akan menghadapi masalah soal sebenarnya kita bergerak ke depan enggak sih sebenarnya Prof I Eh betul apa yang Akbar katakan itu bahwa eh sesudah Pemilu nanti dilantik anggota DPR itu enggak akan banyak berbeda dengan DPR yang ada sekarang ya mungkin salah satu faktornya ya terbuka tertutup itu Tapi tentu ada juga faktor kualitas dari para anggota itu sendiri saya e

mengakui di zaman Akbar jadi anggota DPR luar biasa anunya kiprahnya suaranya Tuh terdengar begitu dan rakyat pun juga datang mengadu ke DPR sekarang ini Mungkin setelah media sosial begitu merebak ya orang mengemukakan sesuatu melalui media sosial dan lain-lain sehingga tidak tidak banyak rakyat itu berbondong-bondong ke DPR mengadukan nasib yang mereka hadapi seperti yang terjadi pada waktu-waktu yang lalu nah sebenarnya seorang presiden itu bukan

hanya memikirkan tentang eksekutif tentang dirinya tapi juga Dia membangun negara ini menurut saya bukan hanya DPR yang juga sangat penting itu keberadaan dari Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi ya ini persoalan sangat serius ya sejak zaman Bung Karno Pak Harto sampai sekarang tuh persoalan hukum di negara kita ini bolehlah kita mengatakan Pak Jokowi itu ya Dia membangun infrastruktur Dia membangun ekonomi dia kita bisa bertahan di tengah

badai krisis covid segala macam tapi dalam membangun hukum menegakkan hukum Saya kira apa yang terjadi di era Pak Jokowi itu tidak tidak lebih maju dibandingkan dengan era-era sebelumnya nah padahal ya tidak mungkin sebuah negara itu akan melompat maju ke depan tanpa membenahi hukum yang pasti dan adil Saya pikir itu itu sebabnya ya kalau kita mau sederhana ya Kenapa Malaysia yang merdeka tahun '8 bisa meninggalkan kita yang merdeka

tahun 45 ya karena orang Melayu itu berpikir legalistik Halal Haram wajib Begitulah Ya lalu kemudian dia dijajah Inggris mearisi tradisi hukum kita di sini sangat sofistik dalam beragama l Kemudian oleh hukum Belanda yang selalu tabrakkan dengan hukum Islam dan hukum Adat Kita kacau balau ketika merdeka dan sampai hari ini kepasian hukum kita itu tidak ada dan saya kira tentu presiden kita ada apa namanya ada pemisahan yang tegas

antara eksekutif yudikatif tetapi bagaimanapun seorang presiden harus memikirkan itu dia gak bisa mend Mahkamah Agung atau Mahkamah k tapi harus melakukan koordinasi kalau hukum centang perenang yang kena saya juga sebagai presiden dia harus bicara seperti itu sebenarnya jadi saya kira eh di zaman Bua itu sebenarnya kan sudah terjadi reformasi cukup besaran yang membenahi TNI pori membenahi apa namanya Kejaksaan Agung membentuk KPK

undang-undang kekuasaan kehakiman yang baru dan lain-lain tapi akhirnya setback lagi ke belakang sekarang ya penegakan hukum kita sangat-sangat mengecewakan ya suap-menyuap masih terjadi di banyak tempat ya dan itu susah kita untuk melompat maju Ya enggak mungkin ada investasi berjalan dengan baik di sini kalau keposisian hukum tidak ada ya itulah yang harus jadi saya pikir memang tidak tidak harus bahwa seorang presiden

itu seorang sjana hukum Yuris seperti kita kan enggak Tapi paling tidak dia punya kern terhadap persoalan hukum zaman Pak Harto dulu hukum tuh paling bawah ya di atas BKKBN di zamannya Pak Harto Nah sekarang sih sudah lumayan agaran pembangunan di bidang hukum tapi masih sangat perlu dikencangin betul terhadap hal ini kalau enggak itu perangkatnya dibangun ekonomi kita enggak akan bisa melangkah maju orang tetap ragu sama kayak IKN sekarang orang

ragu kan pemerintah terpas investasi lagi bikin itu bikin ini pakai dana APBN karena Kalau swasta datang mau invest di di IKN selalu tanya kepastian hukum dan kepastian politiknya kastian hukum enggak jelas kepasian politiknya Kalau Pak Jokowi enggak presiden lagi ini barang jalan atau tidak ya Nah itu itu ee saya tiba-tiba ingat e untuk merespon soal hukum ini Prof saya membaca mendengarkan dan membaca pidato Presiden pada tanggal 16 Agustus yang kemarin I

dari semua pidatonya itu itu mulai dari ke alinea pertama ya Ee basa-basinya kemudian sampai pada mendekati akhir itu semuanya ekonomi hanya sedikit bicara tentang hukum tentang apresiasi terhadap lembaga mahkamah AG dan seterusnya pada bagian itu akhirnya kemudian saya mengatakan Oh iya ternyata memang tampaknya presiden tidak cukup ee punya waktu barangkali atau konsen untuk mengurusi itu seperti yang Anda barusan katakan tadi maka tentu saja ini akan k

kita bawa problem ini kalau kita mau mengatakan problem kepada calon presiden yang akan datang I saya balik tidak berandai anda sebenarnya saya punya hitung-hitungan sendiri Ini kan ada tiga bacapres hari ini untuk sementara baru bacapres bakal calon presiden belum baca wpresnya Iya yang tampaknya ternyata memang menjadi e penentu juga pada banyak koalisi bahkan pada saat kami ngambal hari ini apa nih hari Kamis he

ini ada informasi baru eh tak usah kita ungkapkan tetapi tampaknya ee akan ada ee peristiwa besar meski di dalam undang-undang kita mengatakan posisi wakil presiden itu hanya membantu Presiden Prof Iya tetapi dalam banyak peristiwa sebenarnya seharusnya wakil presiden itu banyak membantu presiden karena begitu banyaknya problem

Iya seandainya ini ini tidak enak sebenarnya tapi saya punya logikanya Saya hanya tidak punya waktu untuk menjelaskan secara detail seandainya Profesor Yusril Isa Mahendra akhirnya dipinang dan atau diminta dan atau terkondisikan menjadi seorang calon wakil presiden hari ini kan PBB itu telah menyatakan dukungan kepada Pak Prabowo Oke Anda dipilih menjadi e calon wakil presiden maka gak apa-apa Prof meskipun ini bukan kampanye

tapi orang pengin tahu Sudah saatnya kita berbicara terbuka kepada publik Apa yang akan Anda lakukan kepada presiden yang anda dampingi dengan begitu banyak problem yang ada ya sebenarnya secara normatif kan undang-undang dasar partima itu menggunakan kata-kata dibantu dibantu ya presiden dibantu oleh seorang wakil presiden presiden dibantu oleh menteri-menteri negara tapi dia dibantu oleh wakil presiden dan dibantu oleh

menteri-menteri negara itu berbeda posisinya kalau menteri itu ya memang ada tanggung jawabnya sendiri dan diangkat diberhentikan oleh presiden wakil presiden itu tidak bisa diberhentikan oleh wakil presiden dan dia itu bukan hanya Banser yang setiap saat harus apa namanya eh sedia menggantikan presiden apabila terjadi sesuatu pada presiden ya Eh mungkin itu betul kalau di Amerika Serikat dan betul kalau itu di Filipina di Filipina itu

dipilih langsung oleh rakyat tapi presiden dipilih wakil dipilih jadi enggak dipilih sepasang kita di sini dipilih sepasang tapi enggak bisa juga wakil presiden diberhentikan oleh presiden nah betul-betul wakil presiden itu seperti diperankan oleh Pak Hatta di awal kemerdekaan Pak Hatta itu banyak sekali inisiatif banyak sekali yang dilakukan dan Bu Karno percaya itulah yang disebut dengan duit tunggal pada waktu itu walaupun tahun -an mulai

renggang mungkin karena pengaruh dari PKI pada waktu itu yang ingin mendiskreditkan Hatta dan mengambil hatinya Bung Karno itu yang terjadi pada waktu itu jadi kalau saya terpilih sebagai eh wakil presiden se yang Saya tawarkan kepada beliau adalah Saya akan membantu betul membenahi ee lembaga-lembaga negara kita ini dan kemudian eh membangun sistem hukum yang benar di negara kita ini dan memastikan langkah-langkah Presiden itu

konstitusional dan tidak nabrak segala macam peraturan perundang-undangan yang ada nah Sebenarnya dulu waktu saya jadi mannek saya banyak melakukan itu dan paksb sangat aman ya karena tidak mungkin SB itu melakukan kesalahan dari soal-soal administrasi kecil-kecil sangat detail I saya koreksi segala sangat detail bahkan pidatya pun saya yang bikin juga pada waktu itu ya Pak JK pun sempat saya ingatkan karena Pak JK mau membuat keputusan wakil presiden

saya bilang pak Yusuf tidak ada yang namanya keputusan wakil presiden yang ada tuh Keputusan Presiden jaditi seperti ini ya formasinya seperti ini Keputusan Presiden presiden Republik Indonesia di bawahnya wakil presiden P tandah tangani karena presiden sedang di luar negeri segala macam Saya ingin memastikan segala tindakan tu korek engak ada celah jadi saya ingat pada waktu itu Pak murdo mengatakan pada saya Dia bilang pak sambil bercanda

mengatakan Bil Presiden itu kan tidak tahu apa-apa yang tahu ini kan dia bilang tapi kalau presiden itu salah yang digantung itu men saya betul-betul diajarin sama Pak dan saya kerja teliti banget pada waktu itu nah jadi kuncinya itu sebenarnya presiden tu ada wakil presiden yang kuat dan ada yang kuat semua surat semua Dokumen itu kan di Par maju ke presiden enggak boleh ada kesalahan sedikit pun di situ kalau ada salah hancur semua Nah ya itu kan

sebenarnya terjadi awal-awal Jokowi kan Nah ya banyak kesalahan-kesalahan terjadi tapi ya belakangan sudah menjadi lebih baik menurut saya Presiden itu ketika dia melangkah itu jangan salah di depan kalau depan di salah orang mulai kurang yakin dengan kemampuan dia sebagai presiden Kalau saya jadi wakil presiden memang persoalan-persoalan ini yang akan eh saya tangan ini dan Kalau boleh minta ya Pak Tolong saya dikasih porsi ini ya sekarang ini kan Pak Kiai

marruf diberi tugas untuk ekonomi ee keumatan nah ekonomi ya Syariah ya kita enggak tahu apa yang dikerjakan tapi sangat sektoral barangkali ya tentang reformasi dari bank syariah segala macam menangani Bank Muamalat yang sudah hampir cololaps mungkin ya tapi tidak terlalu sangat fundamental tapi kalau peran yang diberikan pada saya dipercayakan betul untuk menangani persoalan menata kembali kelembagaan negara kita ini ya termasuk juga

memikirkan Apakah amenden ud45 ini masih perlu dilakukan untuk merapikan yang sekarang termasuk juga mengkoreksi peraturanperolan yang ada termasuk apa yang Anda katakan bagaimana kita memperkuat DPR jangan ada seorang presiden berpikir makin lemah DPR makin bagus makin bagus celaka itu celaka betul ya dia harus setara dan harus sama-sama kuat begitu saya dulu dengan Pak SB saya sering mengatakan begini pakb kita ini enggak perlu takut

ngadapin DPR ini DPR ini kan kawan-kawan kita juga orang-orangnya sama-sama dengan kita berjuang awal reformasi ini gimana pak dia bilang kita ngadapin DPR itu kan cuma dua saya bilang kuncinya argumentasi diplomasi dan argumentasi ya teman-teman ini kan diplomatislah senyum sendi ketawa-ketawa si selesai politik ini kan ngong-ngomong di meja makan itu satu kedua argumen kita untuk meyakinkan DPR ini dan kalau argumen kita meyakinkan mereka S Semua akan terima

kok ya Jadi ini konterpat kita dan nanti kalau ada kerjasama yang baik antara Presiden dengan DP akan kita melahirkan undang-undang yang bagus sekali ya kontrol yang pas dari DPR terhadap jalannya pemerintahan kalau kita benahi Mahkamah Agung sampai ke bawah pemerintah tuh dadanya tuh enak bernapas artinya kalau orang bawa ke pengadilan putusan-putusan pengadilan tuh enggak akan lagi intervensi enggak akan lagi

itu sogok menyogok Suak meny jadi semua kelembagaan negara itu harus kita benahi nah jangan presiden hanya terfokus kepada eksekutif dan tentu kalau presiden sendiri Capek dia kerja Nah ya presiden fokuslah kepada persoalan-persoalan pembangunan ekonomi dan lain-lain urusan urusan gini biar saya benahi Saya kira persoalan mendasar yang dihadapi oleh bangsa k persoalan hukum dan penataan kembali lembaga-lembaga negara kita pas

amandemen yang benarnya Seperti apa Nah kalau itu di di lakukan Saya kira ada presiden yang juga pas untuk itu ya ya Insyaallah mudah-mudahan akan menjadi lebih baik dalam 5 tahun ke depan apa penataan ee kelembagaan negara dan hukumnya Iya maka saya harus menanyakan soal yang agak crusial ini Prof karena tadi kita bicara tentang soal capresnya Iya dalam situasi kita ada muncul sebuah frame bukan frame malah malah sudah disepakati sebagai

sebuah keniscayaan tentang seorang presiden tetapi sebenarnya dia hanya adalah perpanjangan tangan dari partai di mana dia diusung oleh partai itu he bahkan ada namanya itu petugas partai H Oke saya membutuhkan jawaban yang agak agak akademis pada bagian ini Prof karena anda seorang akademisi eh sebenarnya layak enggak kita mendapatkan format seperti itu dalam konteks kita kekinian mana ada seorang presiden yang

harusnya menjadi pemimpin bagi kita semua tetapi pada satu bagian dia ditempatkan atau diposisikan sebagai petugas partai oleh partainya dalam hal ini adalah Pak Jokowi dari PDIP I ke depan juga tampaknya seperti itu sebab kalau saya tidak salah perjanjian antara calon presiden Mas Ganjar dengan PDIP itu kata publik kata media juga ada yang seperti itu bahkan e kewenangannya Presiden itu ada di kewenangan partai itu pun juga

bisa terjadi jadi pada Mas Anis B Wedan di mana E tampaknya dominasi e pengusungnya dalam hal ini Partai Nasdem dan partai-partai lain itu Kelihatan banget bahwa dia memang akan diposisikan ya mungkin bukan petugas partai namanya tetapi orang atau presiden kalau terpilih nantinya yang harus tahu diri tanda petik pertanyaannya adalah e kita layak enggak mendapatkan situasi Itu dalam konteks kita hari ini Prof saya berpend apat begini sistem

pemerintahan kita ini kan presidensial oke ya Jadi kita tidak ada perdana menteri Presiden itu Head of state tapi juga sekaligus adalah kepala pemerintahan kepala eksekutif menurut pertimbangan saya sebenarnya dalam sistem yang seperti ini memang Presiden itu harus non partai ya idealnya saya kalau yang tadi bu Bang Akbar E Bung abbar katakan Gimana kalau anda dilamar atau Anda diminta jadi wakil presiden saya akan mundur dari jabatan saya

sebagai ketua umum PBB sekarang karena saya harus memberi contoh ee mulai dari diri saya sendiri saya ingat satu hari pak Habibi dulu memerintahkan saya untuk menderf rancangan undang-undang partai politik yang pertama di er reformasi saya draf sampai jadi diserahkan ee oleh presiden ke DPR dibaah sampai selesai begitu selesai saya bawa undang-undangnya P Pak saya bilang ini sudah selesai Oh terima kasih saudara yusil Sudah selesai ya sudah eah akibat

undang-undang ini jadi ya maka Hari ini saya berhenti sebagai Deputi mensesnek Kenapa saudara berhenti nah undang-undang ini saya yang bikin mendraft lah bukan bikin karena saya bukan anggota DPR pada waktu itu dan saya mengatakan pegwai negeri itu tidak boleh menjadi anggota Partai dan saya ini pegawai negeri Pak saya Pegawai UI pegawai seknek jadi saya mundur pak Habibi lama merenung saya berpikir sebaiknya memang seperti ditunjukkan

oleh Bung Karno dan Bung Hatta Bung Karno ketua PNI Pak Hatta juga ketua PNI pendidikan nasional ya tapi begitu jadi presiden semuanya kan berdiri di atas semua golongan ya Nah perdana menterinya ditunjuk dari partai mulaii Syahrir Amir Sarifuddin kemudian Nasir kemudian Sukiman wilopo ahli sustrowiijoyo partai kan kita tidak parlementer lagi memang kalau begitu ya harus dia berhadapan dengan parlemen maka Perdana Menteri harus dari partai kecuali membentuk satu

ya yang kecelakaan sejarah itu kan ketika Bu gardno menunjuk Al menunjuk Juanda menjadi perdana menteri darurat ekstraparlementer itu yang terjadinya PRRI karena ketidakpuasan terhadap hal itu jadi saya kira eh idealnya memang Presiden itu sudah berada di atas semua golongan walaupun Sebelumnya dia punya partai Nah jadi dia betul-betul eh bertindak sebagai seorang negarawan punya pikiran-pikiran sendiri

tentu dia berkonsultasi kepada partai kepada semua partai bukan hanya partai tempat Dia berasal dia mendengar semua dia berdiri di atas betul-betul berdiri di atas semua golongan semuah komunitas semua kelompok semua agama ya ya Jadi kalau dia seorang muslim J bukan presiden orang Islam aja dia presiden orang Kristen semua presiden semua itu jadi eh di situlah dia dapat berperan untuk menjadi penengah ya yang dalam konsep

orang awan jadi bak bangsa kan begitu menengahi persoalan-persoalan ini mencari jalan keluar jadi sangat tidak layak kalau dikatakan seorang presiden itu dia petugas partai ya Katakanlah Kalau Pak Jokowi dibilang petugas partai Pak Jokowi aja bisa dibilang begitu Lalu bagaimana dengan Pak Ganjar bisa lebih-lebih lagi daripada itu itu ada kekhawatiran juga kan Nah jadi eh Saya kira memang enggak usah disebut dia petugas partai apa enggak dia

presiden kita hormati dan ketika dia jadi presiden dia di atas partainya di atas ketua partai ya malah di atas ketua partai di atas ketua partai ya bukan dia jadi suruhnya partai ini kan pemimpin bangsa kita semua dan Partai itu kan salah satu golongan di tengah-tengah masyarakat kita apapun namanya dia telah dipilih oleh rakyat secara mayoritas dan saya pikir Bung Karno sampai meninggal kan enggak pernah jadi ketua partai lagi Bung Hatta juga tidak

sampai berhenti wakil presiden tahun '6 beda dengan Nasir tetap jadi ketua masumi Syahrir tetap jadi ketua PSI begitu kan jadi eh tetap Partai itu ada dalam sistem parlementer tapi dalam sistem presidensial betul-betul kita memerlukan seorang presiden itu dia betul-betul bereda di atas semua golongan walaupun tidak semua yang ideal itu dapat diwujudkan Pak Harto bukan ketua Golkar dan bukan karena apa Golkar menang

Pemilu Pak Harto jadi presiden ya tapi karena Pak Harto jadi presiden maka Golkar selalu menang dalam pemilu kan begitu n itu ya itu kepandaiannya Pak Harto berpolitik seperti itu ya dengan tangan-tangan enggak kelihatan tapi dia bisa melakukan sesuatu Ya mungkinlah dalam masa transisi bisa terjadi pada masa Pak Arto tapi saya kira ke depan walaupun Dia berasal dari partai tapi begitu jadi presiden mestinya dia berada di atas semua golongan tapi bahkan sejak

pada saat pencalonan saja dia telah dikondisikan seperti itu ya bagaimana dia harus exit dari situasi Itu Prof memang tidak mudah karena secara normatif disebutkan di dalam ee undang-undang kita bahwa satu-satunya pihak yang dapat mencalonkan partai politik sererta Pemilu bahkan kan eksplisit dikatakan begitu tetapi eh dalam kenyataannya kan pernah eh kita eh apa seperti Pak k Maruf sekarang kan menjadi wakil presiden tidak ada satu

partai apapun di belakang beliau Pak Nah pada waktu Pak SBY periode yang pertama Pak Yusuf kan bukan ketua partai pada waktu itu nah tapi ya Pak SB kan selalu khhaatir dengan DPR nah lalu bagaim bimana caranya Yusuf Kala ini supaya jadi ketua Golkar itu terjadi Munas di Bali ya ya Golkar Ya tentu berkeinginanlah Golkar kan tidak mungkin ya namanya pohon beringin kan pasti akan tumbuh di tempat yang basah kan begitu ya Jadi ya bagaimana caranya Yusuf Kala

ini jadi ketua Golkar SBY untung dapat dukungan parlemen Golkar Untung ada penguasa jadi ketua Golkar Ya udah ada simbiosis seperti itu yang terjadi Jadi tapi saya pikir ya pengalamanlah kita eh terhadap Apa yang terjadi berapa tahun belakangan ini Ketika pak Jokowi itu dikatakan dia petugas partai terus dia Gibran pakai baju di belakangnya petugas pakir katanya kan begitu Jadi ini kan jadi enggak baik juga bagi kita berbangsa dan bernegara ya kita hormati

seorang presiden dan saya tuh selalu pikiran gini Bung Akbar ya presiden Tuh kan yang manusia ya Bisa aja dia berbuat salah bisa aja dia buat kekeliruan ilah contoh Pak Harto ya saya urusin betul Bagaimana Pak Harto itu berhenti sah dan konstitusional ya banyak yang marah sama saya Karena ingin memperlakukan Pak Harto itu seperti yang belakangan terjadi pada Sadam Husein diseret-seret dibunuh tepi jalan saya bilang enggak ya bagaimanapun Presiden

itu tetaplah kita hormati sebagai seorang presiden kita jaga harkat dan martabatnya Nah jadi Eh ini sangat penting dan itu juga eh perlu dipikirkan oleh seorang presiden karena jangan orang ni sekarang ni yang tiga pasangan ini tiga orang ini mau jadi presiden dia Harus berpikir kalau mau jadi presiden aja itu urusannya lembaga survei urusannya medsos tapi pertanyaannya begitu dia jadi presiden apa yang dia harus kerjakan dan dilakukan kalau dia

sudah jadi presiden Apa yang akan terjadi apabila dia sudah tidak jadi presiden lagi nah kalau sudah enggak jadi presiden lagi dosa-dosanya kan mulai diungkapkan orang nah Dan itu enggak jadi sederhana cukup banyak di negara-negara lain ada mantan presiden di Adili segala macam bahkan dihukum mati kan begitu nah itu harus dipikirkan menjaga kontinuitasnya itu itu pertanyaan saya yang terakhir kepada anda Prof I ini menyangkut dengan Pak

Jokowi ya di forum ini Eh saya telah menetapkan sebuah standar bahwa katakan baik apabila itu baik Katakan tidak Apabila ternyata itu tidak ya dalam hal kinerja Pak Joko kita bicara tentang kinerja karena kami selalu mengukur ini dari sisi kinerja Saya mengakui bahwa apa yang telah dilakukan Pak jokovi pada setidaknya pada bidang pembangunan ee apa fisik infrastruktur segala macam kita harus memberikan Pengakuan itu ya Luar biasa luar biasa tak menurut saya

10 tahun pemerintahan Pak Jokowi itu menutupi barangkali puluhan tahun apa yang harusnya dilakukan oleh oleh Pak Harto malah Pak Harto malah gitu kan bet kita berikan Pengakuan itu tetapi pada bagian lain kita sudah bahas tadi dalam penegakan hukum itu banyak celah banyak lubang yang kemudian ee melukai kita sebagai sebuah bangsa itu adalah masalah ini berhubungan dengan dengan ketika dia harus turun tadi agak merinding saya Prof Yusril

mengatakan saya begitu menjaga Pak Harto Ketika Harus Berakhir jangan sampai seperti terj di luar diseret-seret I hari-hari ini banyak gugatan yang muncul kepada Pak Jokowi yang dihadapi dengan tenang macam-macamlah ada kasus IKN lah segala macam mulai di diutak-atik gitu ya Iya itu problem yang lain lagi nah menyangkut dengan pertanggungjawaban nantinya Sebab Dia bukan ketua umum partai Bang i di mana kemudian dia t secara politik tidak bisa menjaga

dirinya secara politik karena dia tidak punya partai ya dia punya partai tapi dia bukan ketua umumlah misalnya beda dengan SBY yang ketua umum di Partai Demokrat gitu I Saya tidak nyaman bertanya tapi ini publik pengin tahu secara konstitusional Pak Jokowi akan menghadapi risiko apa kelak Ketika nanti tidak lagi sebagai presiden ee beruntungnya Pak Jokowi itu karena tidak ada lagi pertanggungjawaban

presiden kepada MPR Oke Nah mungkin anda ingat pada waktu Pak Habibi kan di luar dugaan kita bersama tiba-tiba pertanggungjawaban Pak Habibi itu ditolak oleh MPR dan itu menimbulkan implikasi yang luar biasa politik terjadi pada waktu itu dan saya ada di pusaran pertarungan politik pada waktu itu nah Pak Jokowi ini tidak akan ada pertanggungjawaban artinya selesai pe jaabat presiden enggak ada pidato perpisan enggak ada kemudian apa namanya

MPR melantik presiden yang baru bahkan serah terima antara presiden baru dan presiden lama pun tidak ada yang menurut saya Justru itu harus dilakukan oleh Presiden lama menyerahkan kunci istana lah kepada presiden yang baru kira-kira seperti itu nah eh pertanggungjawaban kepada partai ee memang tidak kan secara formal pertanggungjawabannya kan kepada rakyat secara langsung kalau dulu kepada m memilih secara langsung sekarang rakyat

yang memilihnya kecuali partainya itu ee ada konflik dengan presidennya bisa aja sebelum akhir masa jabatan dia cari masalah dengan Presiden dia impeach presidennya segala macam karena politik ini kan kadang-kadang susah untuk diduga juga ya kawan jadi lawan lawan jadi kawan begitu karena ya semuanya adalah kepentingan-kepentingan yang terjadi nah bagaimana mmaintain kepentingan ini Ya terpulanglah kepada Pak Jokowi dan saya percaya beliau mampu mengatasi itu tapi

yang memang harus dipikirkan beliau sebenarnya adalah bagaimana akhir jabatannya itu Husnul Khotimah kira-kira begitu dan kemudian sesudah tidak menjabat lagi Bagaimana ee tugas dari Presiden yang baru ya untuk meyakinkan kepada rakyat ya yang namanya presiden itu kan pasti ada kekurangan ada kesalahannya juga di samping begitu banyak kebaikan-kebaikan yang dia sudah lakukan Bagaimana caranya aintain situasi supaya tidak muncul

tuntutan-tuntutan yang begitu banyak seperti Pak Harto dulu kan tuntutan dia minta diadili karena KKN apa segala macam tidak mudah menyelesaikannya pada waktu itu saya di kabinet menteri kehakiman dan Pak Marzuki Darusman pada waktu itu jadi Jaksa Agung tidak mudah mengatasi itu hanya faktornya Pak Harto pada waktu itu beliau sakit permanen oleh dokter sehingga tidak bisa diadili diadili pun bukan semua kasus hanya menyangkut lima yayasan Nah jadi coba

diminimalisir keadaan karena kita anggap secara politik pakto sudah menyampaikan pidatoangung apa namanya tiap tahun sudah menyampaikan pidato pertanggungjawabannya tiap 5 tahun kecuali yang terakhir nah tidak menyampaikan pidato pertanggungjawaban Tapi beliau sudah menyatakan berhenti dari jabatannya Nah jadi untuk pak Jokowi ini sebenarnya Eh bagaimana presiden yang akan datang itu ee harus berjuuh besar ya berjua besar

Ee tidak lagi mempersoalkan terlalu detail Apa yang dilakukan oleh Presiden sebelumnya karena kalau itu dilakukan itu tidak tidak tertutup kemungkinan dirinya sendiri pun akan mengalami problem yang sama untuk 5 tahun Setelah dia menjadi presiden yang akan datang J Saya kira sebagai sebuah bangsa yang besar memang Ya seperti yang dikatakan Bung Karno dulu kita harus Berjiwa Besar ya berjiwa besar karena memang kadang-kadang kan emosi politik itu

menggebu-gebu ee ketika baru saja peristiwa itu terjadi ketika waktu itu sudah lalu berlalu cukup lama orang mulai jernih melihat persoalan itu jadi seperti waktu kita saya masih kecil ya waktu G 30S terjadi Bung Karno diturunkan gimana caci maki orang kepada Bung Karno segala macam pada waktu itu Tapi lama-lama kan orang menyadari Oh Bung Karno ini pahlawan bangsa kita berbuat besar bagi begitu juga kepada Pak Harto kan

sekarang orang melihat Pak Harto jadi makin lama orang berjalan tuh seperti ajaran Islam kan mengatakan kalau orang sudah meninggal yang ingat-ingat yang baik baik-baik aja kan Jangan diatkesalah Saya pikir itu secara natural alamiah itu akan terjadi tapi yang paling penting adalah ee presiden baru itu tidak cari-cari kesalahan dan saya ingat dulu pesan dari guru saya peng Akbar guru saya Muhammad nsir du mengatakan saya beginiang saudara yusil

saudara tidak akan jadi eh pemimpin besar dengan cara mencari-cari kesalahan orang lain saya lihat Pak Nasir itu sepanjang hidupnya enggak pernah mau buka-buka kesalahan orang walaupun dia dikutak-katik orang dia diam aja begitu tapi bagaimana ee pemimpin Kita itu tetap kita hormati dan kita hargai dengan segala e pengabdian kekurangan dan e kelemahannya masing-masing dan se itu penting bagi kita sebagai sebuah bangsa jangan kita ini ada presiden baru

yang lama dilupakan semua yang dikerjakan ditinggalkan semua persasti dibongkar enggak benar saya kira k Pas saya persasti itu biarlah ini patung ini ung diresmikan Pak Harto terus dibongkar enggak benar seperti itu Menurut saya tetaplah apa yang dilakukan oleh para pendahulu itu kita hormati dengan sewajarnya itu yang penting bagi kita sebagai sebuah bangsa Prof Makasih telah bercakap dengan kita di mana kemudian Ada banyak hal yang tampaknya sederhana

I tapi membutuhkan kearifan kita untuk menyadari bahwa untuk mencapai sebuah bangsa yang besar tampaknya memang kita perlu menunduk sebentar i untuk memikirkan yang terbaik bagi kita Iya luar biasa sekali lagi Prof terima kasih sama-sama terima kasih banyak I eh pemirsa ee saya terbawa suasana pada diskusi ini mungkin karena saya berbicara dengan senior Saya bahkan guru saya Sebenarnya ada banyak catatan beliau adalah pelaku

sejarah bahkan hari ini masih berada pada ee apa namanya pusaran itu dia ketua umum partai seperti yang saya sampaikan tadi dia masih dihitung dengan seluruh pikiran-pikiran nya tempat ini Untuk bercakap dan hari ini kita bercakap dengan seorang yang layak untuk kita dengarkan Terima kasih telah menyaksikan acara [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]

[Tepuk tangan] ini

Bab

  1. 00:00Pendahuluan
  2. 07:25Yang, Kita, Saya
  3. 14:50Yang, Saya, Orang
  4. 22:16Kita, Yang, Saya
  5. 29:42Presiden, Yang, Hukum
  6. 37:07Saya, Presiden, Yang
  7. 44:33Jadi, Presiden, Partai
  8. 51:57Yang, Saya, Tidak

Tag

Akbar faisalakbar faizalnagarainstituteakbarfaizalfaisalDPRpolitikrockyRocky GerungRefly HarunReflyAniesbaswedansandiagaunoJokowi

Komentar

Komentar belum dimuat.

← Kembali ke alat