डिसलाइक Return YouTube Dislike प्रोजेक्ट का अनुमान हैं, क्योंकि YouTube अब इन्हें नहीं दिखाता। returnyoutubedislike.com
Oh ya saya labil memenuhi panggilan penyidik bareskrim POLRI profesi kewartawanan dan awak Media center disebut-sebut sebagai salah satu yang merekayasa kematian ajudan Jenderal di kompleks Polri 8 Juli lalu Fahmi Alamsyah termasuk dalam kalangan pertama yang mendapat kabar mengenai kematian Brigadir Joshua Di rumah dinas eks Kepala Divisi profesi dan pengamanan atau kadiv Propam Irjen Ferdy sambo di
kawasan Duren Tiga Fahmi Alamsyah Ikut andil dalam merekayasa kronologi kejadian awal sehingga bisa disebut tembak-menembak antara Brigadir Joshua dan berada Richard Elisa Hai nama Fahmi Alamsyah dikaitkan dengan koran Media Indonesia pimpinan Surya Paloh dimana dia pernah bergabung konfirmasi yang didapat dari beberapa rekan jurnalis senior disana hanya membenarkan Fahmi pernah menjadi manajer koperasi karyawan atau karmindo saat
Muchlis Hasyim menjadi ketua koperasi akan tetapi bukan wartawan bahkan tidak pernah menulis berita Hai namun dalam kasus tewasnya Brigadir jusua Fahmi mengakui membantu Ferdy sambo dalam membuat rilis atau siaran pers kepada awak media Hai belakangan kronologi dalam rilis itu berbeda dengan temuan yang sebenarnya Hai sehingga menjadikan Ferdy sambo sebagai tersangka [Musik]
Hai sambil menunggu karena lelah mungkin pulang dari luar kota Hai Ibu sempet tertidur nah pada saat itu tidak diketahui oleh orang lain tiba-tiba Brigadir Jenderal sukses dan kemudian melakukan eh Hai pelecehan terhadap ibu-ibu sempet teriak dan kemudian sempet minta tolong ya kepada personil lain yang memang berada di rumah tersebut [Musik] menurut CNN Indonesia Fahmi tercatat
mulai aktif menjadi penasihat ahli Kapolri sejak er Jenderal Idham Azis namun diam undurkan diri dari jabatannya sebagai penasehat Polri usai diberikan rekomendasi oleh anggota penasehat Polri lainnya seiring makin terkuaknya takbir kematian Brigadir Joshua yang melibatkan Fahmi Hai penasihat ahli Kapolri bidang hukum Choirul Huda mengatakan kalau tindakan Fany Alamsyah yang diduga membantu Ferdy sambo dalam kasus Brigadir Joshua tidak
ada hubungannya dengan jabatannya sebagai penasihat ahli Kapolri Fahmi diangkat menjadi penasihat ahli Kapolri melalui surat keputusan Kapolri yang ditandatangani pada 21 Jan 2012 Polres secara keseluruhan memiliki 20 penasehat ahli didalamnya terdapat lima orang yang berasal dari purnawirawan Selain itu ada lima belas orang dari unsur non Polri para anggota penasihat Kapolri non purnawirawan ini merupakan pakar dari berbagai disiplin ilmu
diantaranya bidang informasi teknologi lingkungan hukum politik ekonomi sosial budaya pertahanan dan keamanan ia mengutip keterangan nya di detik.com Fahmi mengaku tidak ingin membebani Kapolri dan para penasehat ahli karena dirinya diisukan terlibat skenario baku tembak di rumah dinas agen Ferdy sambo dia mengatakan ditingkat penasehat ahli Polri digelar rapat membahas keberadaannya Akhirnya dia pun memutuskan mundur karena tak ingin
membebani bagaimanapun rilis atau keterangan pers yang dibuat Fahmi Alamsyah dijadikan rujukan Kapolres Jakarta Selatan dan Mabes Polri keterangan yang kemudian menjadikan mereka dianggap memberikan keterangan palsu dan menjadikan korps kepolisian makin menjadi bulan-bulanan publik Selain itu ini parahnya lagi keterangan pers ihwal tembak-menembak itu telah dijadikan pegangan bagi pengacara keluarga ke dewan pers yang
kemudian dijadikan rujukan dewan pers Hai menggiring wartawan agar menulis sesuai keinginan keluarga Ferdy sambo dengan tersangka mencapai empat korang sejauh ini kelompok pembunuh ini merekayasa cerita yang kemudian disusun oleh Fahmi Alamsyah yang disebarkan kepada media cerita rekayasa Ini dibawa ke dewan pers oleh pengacara keluarga untuk dijadikan pegangan oleh ketua komisi pengaduan dan penegakkan etika pers Yadi hendriyana agar pers menulis
sesuai rilis resmi kepolisian komplotan jahat itu kena batunya karena keluarga Joshua Hutabarat yang orang Batak tak bisa menerima jenazah Putra mereka tertutup dalam peti Sesuai adat istiadat Tapanuli peti mati harus dibuka harus diperlihatkan dan karena itu terbongkarlah skandal yang mengguncang tanah air dan sekaligus merusak korps Kepolisian beberapa pekan terakhir ini Hai jika merujuk pada alur cerita yang
dibuat Fahmi Alamsyah sejak awalnya maka untuk semua kekacauan kejanggalan dan kesemrawutan informasi yang menyesatkan dia harus dimintai pertanggungjawaban dan harus ada tindakan lebih dari sekedar pengunduran diri atau pemecatan dan itu tidak lain adalah pidana kepada pihak-pihak yang mengarang cerita menyusun dan menyebarkannya untuk dihukum sesuai ketentuan yang berlaku sementara sanksi yang paling pantas
untuk ketua komisi pengaduan dan Penegakan etika pers jadi hendriyana di dewan pers sebagai benteng terakhir penjaga Marwah pers nasional yang harus dijaga kemerdekaannya hanya ada satu kata pencak Hai jadi hendriana telah memberikan keterangan dan imbauan yang menyesalkan pernyataan Yadi hendriana yang disampaikan bersama pengacara keluarga Ferdy sambo kepada wartawan di gedung
pers pada 15 Juli 2012 mendapat publisitas luas dari media meistream khususnya detik.com kompas.com Paran Republika dan tempo diketahui kemudian keterangan yang diberikan polisi merupakan rekayasa yang berbeda dengan Kejadian yang sesungguhnya namun sebelum itu permintaan dan imbauan Yadi kepada wartawan agar hanya mengutip keterangan resmi dari sumber kepolisian merupakan kesalahan fatal bagi anggota dewan pers padahal Tia seharusnya
melindungi kebebasan mereka dalam Meliput berita dari berbagai sumber dari segala Sisi dan pandangan sesuai dengan azas operasi dan Kemerdekaan pers ini menunjukkan sikap tidak independen dan tidak berimbang Selain itu hanya memuat berita polisi menunjukkan sikap tidak profesional sebab merendahkan profesi dengan menjadi juru berita kepolisian sehingga pernyataan dan juga permintaan yang terekam media yang disampaikan jadi hendriana itu patut
diduga melanggar kode etik jurnalistik ayat 1 What awan Indonesia bersikap independen menghasilkan berita yang akurat berimbang dan tidak beritikad buruk ayat2 keluar tahun Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik terkait dengan undang-undang pers nomor 40 saudara ketua Penegakan etika pers itu juga patut diduga melanggar Kemerdekaan pers yang dijamin sebagai hak asasi warga negara
Hai menegakkan Kemerdekaan pers adalah tugas bagi semua jurnalis dan terutama bagi lembaga dewan pers yang menjadi benteng terakhir pertahanan kemerdekaan tersebut masalah yang lebih serius dari kegiatan jumpa pers bersama itu adalah ada informasi dugaan pembagian amplop hal itu sungguh sangat disayangkan karena pembagian amplop berisi uang itu terjadi di gedung dewan pers yang selama ini Seharusnya berjuang agar jurnalis dan lembaga pers bebas amplop pada kode
etik jurnalistik jelas tercantum di ayat 6 Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap dengan kesalahan berganda dan pelanggaran kode etik dan undang-undang pers jelas ya di hendriana tidak layak berada di dewan pers khususnya menjadi ketua komisi pengaduan dan penegakkan etika Peas untuk itu sudah Semestinya coba dewan pers Profesor Doktor H az-zumar di Azra agar segera
memberhentikan saudara jadi hendriana dari jabatannya dan menggantinya sesuai mekanisme yang berlaku sekalipun Mas untungnya mengucapkan crown Maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa yang terjadi yang kemarin Yang kemarin malam kebetulan menimpa dua [Musik] Hai pa lagi saya menyesalkan kejadian tersebut dan hasil diskusi kami pada pagi hari ini kami komitmen menyesuaikan oranova
Kapolri pimpinan Polri bahwa Polri merupakan organisasi yang terbuka organisasi yang terus membangun komunikasi publik yang baik anggota yang melakukan intimidasi kepada teman-teman jurnalis yang melaksanakan tugas jurnalistik sudah diketemukan dan akan ditingkatkan gas oleh kropos dan [Musik]

कमेंट
कमेंट अभी लोड नहीं हुए हैं।