
Yusuf Muhammad: GANJAR BIKIN MASA TUA AMIEN RAIS JADI GAK TENANG ‼️ (Oke Dum #280)
yangdaniniganjarjugaolehjokowiamienraisapapranowoadalah
Dislikes sind eine Schätzung des Projekts Return YouTube Dislike, da YouTube sie nicht mehr veröffentlicht. returnyoutubedislike.com
Ya jumpa lagi di konten saya. Dari cuplikan video pembuka tadi, saya ingin menyampaikan pendapat terkait apa yang disampaikan oleh pendiri partai Ummat, yaitu Amien Rais mengenai sosok Ganjar Pranowo. Yah, jadi dalam video tersebut, Amien Rais menyampaikan, bahwa akan berbahaya apabila Presidennya pada tahun 2024 nanti adalah Ganjar Pranowo. Kasihan sekali Amien Rais ini. Belum apa-apa kok udah paranoid seperti ini. Sekrang pertanyaanya adalah, bahaya bagi siapa dulu? Bahaya bagi rakyat Indonesia atau bahaya bagi dia dan gerombolannya? Kan itu pertanyaannya, benar gak? Atau Jangan-jangan kalau Ganjar Presiden akan bahaya bagi dia, karena takut gak kebagian apa-apa? Makaya tidak heran jika dia sampai mengatakan, berbahaya apabila Ganjar yang menjadi Presidennya. Yah, hal itu dikarenakan Ganjar adalah sosok yang dianggap paling kuat untuk menjadi pelanjut dan penerus pemerintahan Presiden Jokowi saat ini. Dan kita tahu sendiri, selama ini Amien Rais
adalah sosok yang bisa dibilang, oposisi garis keras di era pemerintahan Presiden Jokowi. Jadi apapun kebijakan dan pembangunan yang dilakukan di era pemerintahan Jokowi, maka semua itu akan dianggap salah oleh Amien Rais. Bahkan dia juga mengklaim, bahwasannya umat Islam ini selalu dipinggirkan oleh Rezim Jokowi. Lha sekarang dipinggirkan bagaimana, coba ? Mulai dari Presiden, wakil Presiden, menteri-menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, dan bahkan anggota legeslatif juga mayoritas mereka adalah muslim. Bahkan kalau mau mengadakan pengajian, sholawatan, tahlilan, dan acara keagamaan untuk umat muslim, juga masih sangat dimudahkan. Jadi umat islam mana yang dipinggirkan ? Belum lagi soal pendirian rumah ibadah, seperti masjid, mushollah, kemudian pondok pensantren, dan rumah-rumah tahfidz alquran juga sangat dimudahkan. Jadi sekali lagi pertanyaan saya, umat islam mana yang dipinggirkan ? Coba tolong pakai data yang jelas, jadi bukan hanya berdasarkan opini dan halusinasi.
Yah, sekarang kalau pemerintahan Jokowi dianggap meminggirkan umat islam oleh Amien Rais, lantas apa yang menjadi tolak ukurnya ? Coba, ada yang tahu gak ? Apa karena Jokowi telah membubarkan FPI dan HTI ? Kalau itu, jelas tidak bisa dijadikan tolak ukurnya, karena apa ? Karena ormas HTI dan FPI bukanlah representasi dari Islam. Justru HTI dan FPI adalah penunggang gelap bagi agama Islam. Bahkan HTI sendiri telah banyak dilarang di beberapa negara, termasuk negara yang berbasis Islam. Misalnya; Arab Saudi, Mesir, Libya, Turki, dan bahkan juga Malaysia. Nah, mengapa hizbut Thahir ini dilarang di banyak negara ? Ya karena mereka ini punya tujuan untuk mendirikan negara khilafah versi mereka. Dan itu jelas sangat membahayakan bagi suatu negara. Makanya mereka dilarang. Yah, mungkin bagi seorang Amien Rais, Anies Baswedan adalah sosok calon pemimpin yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi untuk mendirikan negara khilafah ? Apakah benar seperti itu ? Kalau benar, wajar apabila menjelang tahun 2024 nanti,
Amien Rais dan partai Ummatnya akan mendukung Anies Baswedan. Dan dukungan itu telah diberikan oleh Partai Ummat saat acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) beberapa minggu yang lalu. Nah dari sini juga semakin jelas, bahwa sepertinya ada rasa ketakutan, kegelisahan, paranoid dan sekaligus kepanikan yang sedang dialami oleh seorang Amien Rais. Yah, sekarang bagaiman tidak panik coba ? Dari hasil berbagai lembaga survei yang kridibel, elektabilitas Ganjar Pranowo selalu menempati posisi paling atas dari beberapa kandidat capres lainnya. Misalnya; Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Bahkan dari hasil survei terakhir yang dilakukan oleh Litbang Kompas, Ganjar masih menduduki posisi paling puncak dengan elektabilitas sebesar 25,3 persen. Nah di posisi kedua, ada nama Prabowo Subianto dengan elektabilitas sebesar 18,1 persen, dan di posisi ketiga adalah Anies Baswedan dengan elektabilitas hanya 13,1 persen.
Kasihan sekali Anies Baswedan ini. Coba bayangkan saja, padahal selama ini dia sudah keliling ke mana-mana, tapi elektabilitasnya bukannya naik, eh malah terjun bebas, coba. Nah, tapi lucunya adalah, kalau dilihat dari hasil lembaga survei yang tidak terkenal, atau bisa dibilang lembaga survei yang masih dipertanyakan kridibelitasnya, maka nama Anies Baswedan adalah juaranya. Yah, misalnya lembaga survei yang dilakukan oleh Trust Indonesia ini. Jadi dari berbagai simulasi yang dilakukan oleh Trust Indonesia, nama Anies Baswedan ini selalu berada di atas mengalahkan kandidat lainnya. Misalnya; Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Nah, tapi yang menjadi masalah adalah, apakah lembaga survei ini dapat dipercaya ? Trus bagaimana rekam jejak lembaga survei ini saat pilpres 2014 dan 2019 ? Nah setahu saya, lembaga survei ini tidak pernah ada dan juga tidak pernah terdaftar di Komisi Pemilihan Umun atau KPU. Khususnya pada saat pilpres 2014 dan juga pilpres 2019. Jadi menjelang pilpres 2024 nanti, kita harus bisa lebih bijak
dan waspada terhadap lembaga survei yang masih diragukan kridibilitasnya. Intinya, sampai detiki ini, mayoritas lembaga survei yang kridibel masih menunjukkan, bahwa Ganjar Pranowo adalah bakal calon Presiden yang elektabilitasnya masih tertinggi diantara kandidat lainnya. Dan inilah yg membuat Amien Rais beserta gerombolan kadrun semakin kejang-kejang. Yah, Ganjar Pranowo memang dianggap paling bisa meneruskan program-program dari pemerintahan Presiden Jokowi saat ini. Bahkan bukan hanya melanjutkan, namun Ganjar juga dianggap dapat membuat kebijakan yang revolusioner. Dan kita juga bisa melihat, bagaimana kedekatan Presiden Jokowi selama ini dengan Ganjar Pranowo. Misalnya, Ganjar berkali-kali diajak naik satu mobil dengan Presiden Jokowi. Kemudian bagaimana juga Presiden Jokowi memberikan kode-kode dukungannya, misalnya saat menyebut rambut putih dan wajah berkerut. Nah, sekarang coba perhatikan, siapa kira-kira calon Presiden yang rambutnya putih ? Ya siapa lagi kalau bukan Ganjar Pranowo?
Ya meskipun harus diakui juga, bahwa dukungan tersebut beberapa kali juga sempat ditujukan kepada Prabowo Subianto. Tapi yang jelas, Presiden Jokowi tidak pernah sekalipun menyatakan atau memberikan kode dukungannya kepada Anies Baswedan. Dan melihat apa yang disampaikan oleh Amien Rais dalam perbincangannya bersama Akbar Faisal, menurut saya hal tersebut justru semakin menguntungkan Ganjar Pranowo. Nah, mengapa Ganjar diuntungkan ? Karena secara tidak langsung, Amien Rais telah mengakui, bahwa hanya Ganjar-lah yang paling bisa melanjutkan kepemimpinan Jokowi. Dan hal ini tentu akan menjadi sinyal, khususnya bagi relawan Jokowi untuk lebih memantapkan dukungan terhadap Ganjar Pranowo di 2024 nanti. Yah, karena bicara soal pemerintahan, maka harus ada yang namanya keberlanjutan. Sekarang, apa kita mau semua yang telah dibangun di era Jokowi ini tidak dilanjutkan ? Apa kita mau, setiap ganti pemimpin maka harus ganti kebijakan ? Tentu tidak, kan ?
Ya kalau itu yang terjadi, maka cukup lihat saja bagaimana DKI Jakarta ketika dipimpin oleh Anies Baswedan. Semuanya menjadi amburadul dan berantakan. Ya sekarang coba lihat saja bagaimana kondisi jalan-jalan di Jakarta. Semuanya menjadi rusak akibat sumur resapan yang dikerjakan oleh Anies Baswedan. Belum lagi kita bicara soal angka kemiskinan yang justru naik selama Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta. Dan hal ini tentu sangat berbeda jika dibandingkan dengan Ganjar Pranowo. Kita bisa melihat, bagaiman angka kemiskinan di Jawa Tengah terus mengalami penuruan. Kemudian kasus stunting juga menurun hingga 51 persen dalam kurun waktu hanya 4 tahun. Nah, selain itu jateng juga memiliki mal pelayanan publik terbanyak di Indoensia. Total saat ini ada 28 mal pelayanan publik di Jawa Tengah. Hal ini sangat jauh jika dibandingkan dengan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan juga provinsi lainnya. Selain itu ada juga program yang dicanangkan oleh Ganjar Pranowo untuk mengentaskan kemsikinan di
Jawa Tengah. Nah Salah satu program tersebut yaitu tuku lemah oleh omah, atau beli tanah dapat rumah. Nah untuk program ini sendiri telah direalisasikan sejak tahun 2020. Jadi apa yang dilakukan oleh Ganjar ini bukan hanya skedar kata-kata, namun semua itu dibuktikan dengan kerja nyata. Nah, jadi gimana, apakah sampai di sini sudah paham semua ? Ya silahkan berikan komentarnya di bawah. Ya saya kira deikian dulu lah opini singkat Oke Dum kali ini. Pesan saya buat Amien Rais. Sudahlah, sebaiknya berhentilah menjadi gelandangan politik. Yah saya pikir itu. Tidak lupa saya ingatkan jaga terus NKRI. Terima kasih buat yg sudah like dan menonton video ini dari awal hingga akhir dan sampai jumpa di episode Oke Dum selanjutnya.
Kommentare
Die Kommentare wurden noch nicht geladen.