JOKOWI MAU PERBAIKI CITRA DI TENGAH BENCANA, TAPI GAGAL ⁉️ - Didi Lionrich (Post A Proof #9)

JOKOWI MAU PERBAIKI CITRA DI TENGAH BENCANA, TAPI GAGAL ⁉️ - Didi Lionrich (Post A Proof #9)

2045 TV

yangitudiaenggakdanguakalaujokowiiniadakarenatapi

347,3 k
مشاهدة
6,1 k
الإعجابات
164
عدم الإعجاب (تقديري)
1.8 %
👍 / 👁
10:35
المدة
18 déc. 2025
تاريخ النشر
1,3 k
كلمة
id · تلقائية
الترجمات

أرقام عدم الإعجاب تقديرية من مشروع Return YouTube Dislike، لأن يوتيوب لم يعد ينشرها. returnyoutubedislike.com

التفريغ النصي الكامل

Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat pasti bakalan jatuh juga. Begitu pula manusia. Sepintar-pintarnya manusia bersiasat atau memanipulasi apapun, suatu saat pasti akan ada waktunya dia bakalan kepleset juga. Dahulu kala ada cerita tentang seorang penguasa yang lupa diri dan selalu ngerasa dirinya itu paling hebat. Saking belagunya, dia sampai bilang, "Kalian hebat kalau bisa ngalahin saya." itu yang ngomong adalah penguasa yang katanya pengin ngancurin

orang yang ngebesarin dia. Nah, penguasa itu kabarnya saat ini lagi sekarat. Sekarat dalam artian bukan soal fisik, tapi soal reputasi politiknya yang udah sekarat. Kekuasaan yang dulu ada di tangannya dan bisa seenaknya dia pakai untuk membungkam lawan politiknya sekarang mulai hilang. Gua rasa si mantan penguasa ini udah tahu kalau reputasi politika lagi sekarat. Dan mungkin karena itulah dia nongol ke publik di tengah bencana. Bukan

ngomongin cara menangani bencana dengan baik dan benar atau merasakan dukacita tapi malah ngomongin ijazahnya. Mari kita mulai pos approve-nya. Ini dia warna-warna. Logonya mana? Kamera udah fokus belum? Pnya mana? Woi. Iya. Ini kan sebuah isu yang sudah 4 tahunan ya di bicarakan dan sebetulnya sudah matanu diam tidak tidak banyak menanggapi karena

ijazahnya saya pegang gitu loh. Bapak pegang ijazah kenapa? Kenal, tetapi saya tidak menyampaikan kepada publik ijazah itu. Karena yang pertama ada aduan ke Virus Greg. Yang kedua saya dituduh ijazahnya palsu. Artinya yang menuduh itu yang harus membuktikan. Si Jokowi ini kayaknya lagi kebingungan

gimana caranya ngembaliin citranya dia yang udah hancur-hancuran. sampai akhirnya dia milih diwawancara aja untuk menaikkan citranya yang udah hancur. Tapi sayangnya itu dilakuin di saat Indonesia lagi berduka karena musibah bencana di Sumatera. Kelihatan enggak etis gitu, kan? Di acara itu si Jokowi nongol dengan penampilan yang kalau menurut gua itu sangat-sangat menyedihkan banget. Gua enggak ngelihat lagi Jokowi yang dulu segar dan powerful

malah lebih kelihatan kayak tua renta dan lemah. Kayak orang linglung gitu. Suaranya gemeteran. mukanya pucat dan belakangan juga ramai video yang isinya cara dia berjalan udah mulai goyang dengan rambut yang mulai botak karena rontok. Nah, pertanyaannya apakah dia masih sakit? Kalau emang beneran masih sakit ya gua doain biar cepat sembuh. Walaupun banyak yang bilang kalau penyakitnya itu susah banget buat disembuhin, tapi ya sebagai sesama

manusia kita tetap harus mendoakan [musik] dia. Gimana? Baik hati kan gua? Iyalah. yang enggak baik dan selalu bikin masalah untuk negeri ini, Yas Muliono dan para ternaknya. Gua enggak punya masalah pribadi sama Jokowi, tapi gua punya banyak masalah sama si Jokowi yang posisinya sebagai bekas presiden gua. Dan sebagai bekas presiden menurut gua banyak banget yang harus dipertanggungjawabkan sama dia. Enggak bisa seenaknya dia lepas tangan

begitu aja. Oke, balik lagi ke acara wawancaranya si Jokowi. Habis acara itu, apakah citranya naik? Ya kagak lah, malah makin rusak gitu. [tertawa] Dari yang gua lihat di komentar-komentarnya netizen itu mayoritas udah pada enek dan malas ngedengerin dia. Apalagi kalau enggak salah itu antara dua atau 3 minggu sebelumnya anaknya si Jokowi ini yang jadi Wapres itu juga nongol di publik

untuk wawancara yang kagak ada isinya sama sekali. Kalau kata teman gua yang ngerti tentang media, biasanya kalau kayak gini tuh namanya blocking. Artinya itu acara ada karena ada bayaran untuk ngeblok jam tayang ke medianya. Dan teman gua itu bilang biaya blockingnya itu kagak murah, itu bisa miliaran untuk acara sekali doang. Kalaupun apa yang diomongin sama teman gua itu benar, menurut gua di sisi

medianya itu enggak ada masalah. Dari pihak medianya juga enggak salah, namanya aja perusahaan ya pasti cari cuan. Benar kan? Di acara itu ada beberapa statement Jokowi yang menurut gua sangat-sangat menyedihkan dan cukup bikin gua narik napas sambil nanya ke diri sendiri gitu. gitu. Kok gua dulu bisa sih mati-matian ngebelain orang kayak gini gitu. Si Jokowi bicara tentang AI, [musik] tapi beberapa waktu lalu Lisa AI UGM

yang bilang kalau dia bukan lulusan UGM dalam tanda kutip langsung dibungk. Bahkan AI aja harus disesuaikan algoritmanya supaya sesuai dengan kepentingan Jokowi itu menyedihkan [musik] sekaligus menjijikan. Terus dia ngomong soal kasus ijazah palsunya dan dia masih keras kepala juga. Dia merasa dituduh ijazahnya palsu. Katanya kalau nuduh harus dengan bukti. Tapi di saat yang sama dia juga nuduh tanpa bukti. Dia tuh bilang ada

orang besar di belakang isu ini. Tapi dia sendiri juga enggak mau sebutin siapa orang besarnya. Sombong kan ini orang nuduhnya mau tapi dituduh kagak mau. Si Jokowi juga bilang bakalan nunjukin ijazahnya di pengadilan. Tapi masalahnya dulu udah ada yang diadili soal kasus ijazah palsunya Jokowi. Tapi katanya dia enggak pernah tuh nunjukin ijazahnya. Bahkan ada yang bilang dia datang ke pengadilan itu enggak pernah. Jadi enggak usah kita berharap banyak

kalau Jokowi bakalan nunjukin ijazahnya di pengadilan. Lu harus ingat rumusnya. Apapun yang dikatakan Jokowi itu artikan sebaliknya. [tertawa] Isu ijazah ini menurut gua akan menjadi antiimaks. Walaupun argumentasi Roy Suryo dan kawan-kawan tuh kuat dan masuk akal, mereka kemungkinan akan diputuskan bersalah. Karena gua rasa Jokowi cuma jadiin kasus ini sebagai ajang show off kalau dia masih bisa mengendalikan situasi. Karena aparat penegak hukum

kita ini keren kalau untuk urusan lain. Contohnya kalau nangkap maling, nangkap perampok, mereka mantap banget itu. Tapi kalau udah nyenggol-nyenggol Jokowi dan lingkarannya, nah itu enggak tahu kenapa kehebatannya mereka hilang. Kayak Superman dikasih batu Krypton. Tahu enggak? Contohnya apa? Tuh lihat si Silvester udah terpidana kagak pernah ditangkap malah jadi komisaris. Mantap enggak itu? dalam hukum acara siapa yang menuduh itu

yang harus membuktikan yaitu yang saya tunggu itu coba dibuktikannya seperti apa [musik] dan itu akan lebih baik kalau pembuktiannya itu di pengadilan sehingga betul-betul akan kelihatan ee proses hukumnya akan kelihatan adilnya karena yang ee mutuskan adalah di pengadilan. Karena yang membuat ijazah saya sudah menyampaikan asli masih tidak dipercaya

gimana. Dan yang saya ee lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik yang sehingga bisa sampai bertahun-tahun enggak rampung-rampung karena keinginan mereka untuk men-download. Di acara itu juga si Jokowi bilang yang ngeluarin ijazahnya aja udah bilang kalau ijazahnya itu asli tapi enggak dipercaya. Ya masalahnya mereka itu terindikasi udah terafiliasi sama El, Jok. Makanya kagak dipercaya. Masa gitu

aja enggak paham. Terus dia bilang lagi, "Yang menuduh harus membuktikan. Menurut gua itu berlaku untuk orang yang enggak hidup dari uang rakyat alias bukan pejabat. Kalau buat gua, pejabat itu enggak boleh nutupin identitasnya dari rakyat, apalagi sekelas presiden atau pejabat tingkat ee nasional. Kok lu enak bener hidup dari duit rakyat, fasilitas dikasih sama rakyat, tapi rakyat mau tahu ijazah lu aja lu ribetin. Paham enggak itu?

Isu ijazah palsu ini kelihatan banget bikin reputasi politik Jokowi sekarat. Dia mau cuek juga enggak bisa karena reputasi politiknya yang nanti bakalan menyelamatkan anak-anaknya. Kalau gua pikir-pikir lagi, kalau bukan karena reputasi politik Jokowi, Gibran itu enggak bakalan jadi wapres. Kaisar enggak bakalan jadi ketum partai, Bobi enggak akan jadi gubernur. Sedangkan untuk para penjilatnya tidak akan ada yang jadi menteri atau komisaris BUMN.

Itulah kenapa Jokowi kelihatan mati-matian meng-counter isu ijazah palsu ini. Bahkan kabarnya sampai nyewa tenaga influencer dan buzer yang fantastis jumlahnya. Karena saat ini kelihatan banget orang-orang yang disebut kaki tangannya di kekuasaan itu lagi [musik] diobok-obok semua. Kayak si Bahlil, Raja Juli sampai anaknya si Gibran itu juga udah disenggol. Walaupun mereka disenggol karena kinerjanya mereka sendiri, cuman kalau reputasi

politik Jokowinya lemah atau melemah, ya umur jabatan mereka bisa-bisa enggak bakalan lama lagi. Sedangkan Jokowi masih butuh mereka untuk melindungi dia dari masalah-masalah yang bisa menyerang dia. Inilah contoh orang yang pas lagi berkuasa itu yang dipikirin cuman ego, kekuasaan, dan duit. Sisa hidupnya kagak bakalan tenang sama sekali. A luonya mana? Kamera udah fokus belum? Pnya mana? Woi.

[musik]

الفصول

  1. 00:00مقدمة
  2. 02:07Yang, Enggak, Jokowi
  3. 04:16Yang, Jokowi, Enggak
  4. 06:22Yang, Enggak, Kalau
  5. 08:29Enggak, Yang, Rakyat

الوسوم

لا توجد وسوم لهذا الفيديو.

التعليقات

لم تُحمَّل التعليقات بعد.

← العودة إلى الأدوات