
DISKUSI CERDAS: “PERKELAHIAN PARA OLIGARKI MENGUNTUNGKAN DEMOKRASI KETIMBANG MEREKA BERSEKONGKOL”
yangitupartaiinikitapolitikdenganadasayatidakdanjadi
أرقام عدم الإعجاب تقديرية من مشروع Return YouTube Dislike، لأن يوتيوب لم يعد ينشرها. returnyoutubedislike.com
Hai problemnya adalah hanya Pak Prabowo yang memiliki piket hari ini setidaknya Hotel Bagaimana antar menjelaskan situasi ini memang Pak Prabowo punya tiket tapi kayaknya tidak cukup hai hai [Musik] [Tepuk tangan] ini saya selalu merasa berkepentingan untuk berbicara dengan Hai sahabat saya ini setidaknya untuk memahami dan mengukur seberapa panas
atau dingin sih Suhu perpolitikan di mana dunia saya Hai karena saya mempercayai ilmu pengetahuan dan sahabat saya ini menerjemahkan itu dalam sebuah tata cara memahami perpolitikan modern kita Burhanuddin Muhtadi bro makasih sudah hadir ya terima kasih mananya Bang hehehe itu yang pembukaan saya tadi kena hari ini satu-satunya cara menurut saya untuk memahami apa yang terjadi adalah melalui apa yang kau kembangkan di
lembaga menghitung indikator keberadaan mutadi itu hari ini selain seorang peneliti juga seorang pemikir politik sungguh-sungguh saya mengapresiasi perjalanan eh habermas tadi selama ini kita ya bro apa yang terjadi dengan politik yang kita hari ini pertanyaannya agak-agak Nur magaalada dulu juga Hehehe iya kalau kita lihat perpolitikan di Indonesia terutama pasca reformasi ini memang satu hal yang sangat membedakan dibanding
sebelumnya adalah pada masa orde baru itu politik terkontrol atau dipegang oleh satu orang itu pak Soeharto jadi yang terjadi adalah sentralisasi kekuasaan bukan hanya ditingkat pusat tapi pada satu orang nah pada masa reformasi demokrasi atau politik itu tersebar ke banyak pihak power bukan hanya dipegang oleh satu institusi terjadi poliarki Hai nah akibatnya publik jadi penting bukan semata-mata
eksekutif yang penting legislatif yang penting politik atau partai politik yang penting tetapi warga di penting suaranya nah itu yang membedakan politik hari ini dengan politik sebelumnya tidak ada satupun elit tidak ada satupun partai yang mengingkari pentingnya suara-publik jadi suara publik suara Tuhan itu betul-betul terjemahkan dalam politik demokrasi jadi misalnya zaman Pak Jokowi produk kedua 80% kekuatan
kualisi itu sudah dipegang oleh Pak Jokowi Tetapi kalau profile majo Kowi turun di bawah 60% apalagi sampai di bawah ambang batas ekologis 50% itu politik tidak stabil Mengapa tidak stabil karena warga penting suaranya kalau misalnya suara Hai mereka yang puas hanya dibawa dibawa 50% itu akibatnya panjang apa-apa kalau misalnya kebijakan suatu lembaga dikeluarkan oleh institusi yang trust publiknya rendah jangankan kebijakan
yang yang salah kebijakan yang baik pun akan dipersoalkan jadi ini menunjukkan sekali lagi betapa pentingnya suara publik dan suara publik itu tidak hanya penting pada masa Pemilu tetapi juga setelah Pemilu dan suara-publik tadi diterjemahkan dalam berbanyak dalam berbagai macam suara bisa dalam bentuk survei bisa dalam bentuk media sosial bisa dalam hidup podcast lebih Bang Akbar Faisal ini Nah inilah power yang terdispersi
dalam banyak institusi yang kemudian membuat siapapun mereka yang berkuasa tidak bisa mengabaikan opini publik bicara publik berarti kan kita bicara pada sesuatu yang hari Ayo kita terima dan laksanakan dengan secara sungguh-sungguh setidaknya itu penambahan yang sering kita pakai pernah demokrasi ya Tetapi saya melihat Hai saya tidak tahu apakah kita setuju sulit ini terjadi kelelahan pada
demokrasi kita Hai yang kemudian memungkinkan Hai segalanya terjadi termasuk Hai kemarahan beberapa pihak yang bisa saja mengambil langkah-langkah yang bertentangan dengan demokratis diri ditempat saya paha Salim Said mengatakan bahwa kelelahan demokrasi itu bisa menjadi pintu setidaknya bagi sebuah lembaga negara bernama TNI untuk melakukan sesuatu Hai agak mengkhawatirkan ah apa namanya
itu pernyataan ini agak mengkhawatirkan apa yang disebutkan oleh Pak Salim Said tetapi kita tidak boleh menghentikannya sebab pernah terjadi di kita ya ketika demokrasi itu yang kita sebut tadi dengan kelelahan ya aba tapi saya punya paper baru terkait dengan Mengapa trust terhadap TNI terutama dalam beberapa tahun terakhir itu paling tinggi dibanding situs yang lain Jadi argumen Salim Said tadi ada dasarnya kalau kita lihat trust atau tingkat
kepercayaan terhadap TNI pada masa awal reformasi bukan jatuh ya tetapi dalam waktu singkat TNI muncul sebagai the most trusted institution di Indonesia Hai dan sayangnya institusi-institusi demokrasi seperti DPR Partai politik MPR DPD itu justru tingkat rasnya rendah tetapi punya data dari indikatornya coba tampilkan jadi deh ini jadi Coba lihat pong Akbar empat institusi paling bawah itu institusi representasi rakyat tetapi tingkat trust
mereka yang sangat percaya atau cukup percaya terhadap lembaga demokrasi ini paling rendah sementara TNI dalam paper saya yang akan diterbitkan oleh Syaikh kapur itu selama tujuh tahun terakhir selalu berada dipaling atas nah pertanyaannya adalah Mengapa masyarakat cepat kembali pulih tingkat kepercayaan terhadap TNI sementara partai politik yang tahun 99 itu tingkat kepekaannya tinggi partai di tinggi sekarang drop paling bawah nah pertama tentu ada harus
ada atau kritik ke Partai politik termasuk mereka ekspektasinya kan tinggi dimata publik untuk menjaga Mar dan mengeluarkan aspirasi layak dan dipandang gagal like tetapi kita tidak punya pilihan lain dalam demokrasi tanpa melalui partai politik jadi partai politik yakni seri volt Jadi kita gak bisa menolak tetapi saat yang sama TNI setelah masa reformasi Tia menjaga jarak dengan publik zaman Orde Baru dia akan terlibat melalui rezim dwifungsi Hei
tapi setelah reformasi mereka kembali ke barak dan karena mining bersentuhan atau interaksinya dengan rakyat otomatis sentimen negatif nya juga minim atau berkurang nah tapi betul yang tadi saya menemukan dalam paper saya itu seiring dengan peningkatan trust terhadap TNI itu bersamaan dengan penurunan indeks demokrasi kita Oh jadi indeks demokrasi kita menurut film veritop demokrasi menurut Freedom house menurut the economist intelligence unit itu saat
yang sama turun bisa TNI phrasenya meningkat yang kedua ini juga menarik ketika trust TNI paling tinggi itu ada indikator otoritarianisme yang meningkat juga Apa itu dukungan terhadap strongman strongman itu pemimpin umat dukungan buat pemimpin kuat membubarkan DPR menikah juga meskipun masih minoritas ya masih dibawah 50% data saya tetapi perannya itu meningkat seiring dengan TNI yang phrasenya makin tinggi jadi memang ada korelasi antara trust
terhadap TNI yang tinggi dengan indikator-indikator otoritarianisme maupun menurunnya demokrasi tadi apa kira-kira menurut anda yang membuat lembaga-lembaga politik ini Hai Seperti apa ya bukan kehilangan kepercayaan tetapi rendah kepercayaan masyarakat itu pada saat mereka mendapatkan ruang yang begitu besar untuk melakukan berbagai cara atas mandat dari reformasi itu tadi ya Apa
yang membuat yang seperti ini memang banyak hal ya Dan satu ini bukan hal yang baru bukan hanya di Indonesia iriarte politik praktis yang paling rendahkan banyak di negara demokrasi pada umumnya ada gap antara ekspektasi dengan realitas tetapi saya ingin mulai harapan terhadap partai politik yang membuncah tinggi pada masa awal reformasi jadi saya ingat sekali kita melakukan survei tahun 99 tingkat kedekatan pemilih terhadap partai saat
itu 83 persen sekarang tinggal sebelas persen tidaknya merasa dekat dengan partai trust terhadap partai juga tinggi jangan lupa saat itu oleh ratusan partai yang tumbuh seperti jamur di musim punya ya ya Hai kemudian saat itu juga kita tahu pertarungannya juga relatif ideologis antarpartai tapi ada perkembangan yang di luar kontrol kita kadang kita ingin melakukan Proses reformasi untuk memperbaiki kualitas demokrasi tetapi ada semacam Unintended
consequences contohnya perubahan sistem pemilu dari proporsional tertutup yang kita pakai sebelumnya ke Profesor terbuka itu punya korelasi dengan menurunnya tingkat partai di karena orang tidak lagi bertarung dengan membawa platform ideologis partainya masing-masing tetapi pertarungan antarpartai dalam satu antar caleg dalam satu Partai Kasih akibatnya adalah politik uang jadi studi saya di Venue misalnya politik uang kita nomor tiga
tertinggi sedunia bahkan dua kali lipat lebih tingkat politik uang di Indonesia dibanding rata-rata dunia dan itu berkaitan dengan perubahan sistem pemilu dari proporsional tertutup ke proposal juga dan itu punya implikasi lagi-lagi meningkatnya politik padat modal orang tidak lagi bicara politik pada taraf gagasan karena mereka membutuhkan modal besar untuk bisa memenangkan kontestasi elektoral yang mahal dan itu kemudian oleh sebagian elite partai kita dibarter
ketika mereka menang melalui jalur politik transaksional dalam rangka menggolkan kebijakan yang tentu ada titipan sangat sini jadi upaya untuk mengembalikan modal Dani bertemu dengan sistem yang kebetulan sangat personalistik tetapi berbiaya mahal jadi ini semua itu rangkaian yang kita sulit untuk mengurai benang kusutnya benang basahnya tetapi saya seorang institusionalis artinya saya tidak menyalahkan politisinya saya tidak
menyalahkan pemiliknya kita menyita harus mencari Benang Kusut dari sisi Hai politiknya apa sistem politik yang tepat buat kita makanya saya termasuk orang yang membuka kemungkinan kita melakukan revisi dari sistem proporsional terbuka Apakah kalau kembali ke pop sangat tertutup bisa mengurangi politik uang kalau misalnya bisa Kenapa Enggak kita coba tetapi kalaupun sangat tertutup itu membuka kemungkinan terjadinya oligarki tingkat partai politik kita cari aja
sistem campuran yaitu yang saya maksud saya masih politisi poor tetap meskipun saya mengelola pakai seperti tapi kan ini halus pembelajaran tentu saja kita tidak bisa membiarkan dan tidak boleh membiarkan kepercayaan publik terhadap partai politik itu atau lembaga-lembaga politik yang mendapat mandat dari pos itu si untuk mengelola negara itu terus-menerus tergerus kita harus melakukan berbagai cara kita harus mengupayakan berbagai
cara Nah tadi Anda mengatakan kita mencari format yang seperti apa Apakah harus Ki amandemen nah pertanyaannya adalah apa yang harus diamandemen terkait dengan penguatan partai politik kita menurut saya dalam undang-undang dasar hasil amandemen pasca reformasi partai politik memang mengalami peningkatan kewenangan jadi tidak ada kewenangan atau jabatan yang ada di Indonesia tanpa melalui proses politik Presiden melalui
partai politik kemudian hampir semua jabatan politik melalui partai politik Tetapi ada satu memang potensi yang kita bisa lakukan amandemen yaitu proses pemilihan presiden yang hanya menjadi Kavling eksklusif buat partai politik sesuai dengan undang-undang dasar kita akan tidak membuka kemungkinan buat calon perseorangan dan ini berbeda dengan sistem presidensial murni dimana calon perseorangan pun boleh karena sistem presidensial itu secara banner
itu beda dengan sistem parlementer jadi enggak perlu harus mendapatkan tiket ndak sesuai dengan hasil perolehan ditingkat pemilu legislatif untuk bisa mencapai scan tapi saya saat-saat saat yang sama banget Barca ingin melihat kritik besar kepada partai politik terutama dalam beberapa belakangan nya partai politik itu kan hai satu institusi demokrasi tetapi ironisnya partai politik adalah
institusi yang gagal mendemokrasikan dirinya sendiri dan itu contohnya banyak sekali jadi misalnya pascareformasi kita mengenal sistem pembatasan masa kekuasaan baik pada presiden kepala daerah tetapi ketua umum itu banyak yang tidak mengenal pembatasan masa kekuasaan Jadi mereka berubah berambisi untuk mendemokrasikan Indonesia 2005 cam jenjang level tetapi kepada dirinya sendiri tidak yang kedua partai politik pasca reformasi itu
sangat berambisi untuk mendemokrasikan proses pemilihan Hai jabatan-jabatan publik 2000 prize Gubernur kemudian anggota DPR anggota DPRD DPD tetapi coba lihat proses pemilihan ketua umum partai partai itu jauh dari nilai-nilai demokrasi yang terjadi adalah rezim aklamasi it-nya ya kemudian partai politik menuntut banyak institusi publik untuk transparan untuk akuntabel tapi coba lihat institusi paling tidak transparan
di Republik ini salah satunya partai politik jadi ada semacam inkonsistensi keluar mereka menuntut pihak atau institusi negara untuk transparan untuk demokratis tapi ke dalam mereka tidak melakukan itu nah ini yang kemudian menyebabkan Mengapa partai politik trust rendah karena dianggap tidak konsisten tidak Istiqamah Jadi mereka kepada pihak luar menuntut banyak hal tapi kepada diri sendiri banyak hal yang banyak ruang gelap helm partai
politik yang Hai partai politik yang gab3 konsisten dalam menuntut perubahan atau reformasi dari agak sulit saya membantu itu sebab kita melihatnya secara telanjang di ruang publik dan bercerai berkali-kali kita membicarakan soal ini salah satu problem utamanya itu adalah terlalu mahal untuk membiayai partai politik hitung maka kemudian kita maju selangkah ke dalamnya Bagaimana kemudian hanya orang-orang tertentu yang tampaknya
dibolehkan oleh zaman TPU untuk mengelola partai politik yang saya maksud adalah orang-orang yang punya cukup modal untuk oleh gandeng mengelola itu maka kita akan berbicara tentang oligarki oligarki modal dalam hal ini Hai maka kemudian saya dan NU saja kita semuanya menjadi tidak heran melihat datanya indikator tadi tapi itu sudah sering kita bahas ada satu hal yang harus dibicarakan dengan anda karena ini
adalah fenomena terbaru karena sudah langsung menyentuh pada pusat kekuasaannya Hai ada indikasi dan ada hanali saya mengatakan bahwa agak-agak Hai ane perjalanan pemerintahan kita hari-hari terakhir ini disatu sisi kita bicara tentang Pak Jokowi bisa subsisi Pak Jokowi berhasil mengkonsolidasikan kekuatan partai politik itu kita bisa jadi DPR yaitu sampai
8082 persen berkontribusi kan tetapi pada saat yang bersamaan di ruang public pada banyak kebijakan-kebijakan negara tampaknya presiden lebih memberikan kewenangan yang lebih banyak kepada yang dipercaya oleh orang adalah orang-orang yang lebih dekat atau mewakili wajah oligarki modal itu tadi Anda paham ya betul Apakah ini bisa dikatakan bahwa oh presiden meninggalkan partai politik atau
memanfaatkan partai politik dan lebih memilih untuk bekerjasama dengan oligarki modal Hai kalau kita lihat kenyataan pasca-reformasi oligarki dan partai politik sudah kawin mawin ya udah bersatu Kalau dulu oligarki main di belakang layar Hai partai politik Hai berada di depan dan seringkali tidak langsung menjadi bagian dari oligarki itu sendiri bahwa kemudian ada Tudingan
partai politik disetir oleh oligarki tapi oligarki bukan bagian dari partai politik hehehe tetapi perkembangan belakangan terutama sja ra pemilu dengan sistem proporsional terbuka dan sejak partai politik mengalami inflasi kewenangan dan rumus korupsi itu sederhana menurut klitgaard adalah jika ada eh Monopoly of power minus plus description of official minus accountability lahirlah korupsi nah
partai politik Tuan Project surplus kekuasaannya makin tinggi pascareformasi ya kemudian ada banyak diskresi Hai minus akuntabilitas korupsi di situ menarik minat buat oligarki yang sebelumnya di belakang layar mereka masuk ke dalam partai politik karena partai politik juga butuh modal nabi tetapi yang harus dipahami oleh kita semua oligarki ini tidak tunggal Saya menulis di sebuah jurnal terkait dengan satu tahun Pak
Jokowi pertarungan antara kelompok Ligar Ki di masa periode pertama Pak Jokowi yang menunjukkan lagi-lagi ada kontes Tingo Liga di produk pertama terutama ditahun 2014-2015 nah kontes Tingo Liga ini penting karena oligarki itu pasti punya interest yang beda ya gan dah Karena beda Hai akhirnya terjadi proses Ricek dan mereka menjadi penting karena mereka melihat bagaimana publik melihat preferensi terhadap
Pertarungan para oligarki tadi tapi di produk kedua yang terjadi bukan kontes Ting tetapi oligarki itunya tuh mereka ditemukan dalam berbagai macam kepentingan revisi undang-undang KPK revisi undang-undang Minerba kemudian juga review undang-undang Ken kemudian Cipta kerja dulu aduk banyak kepentingan yang menyatukan sedemikian banyak oligarki dan oligarki itu masuk ke dalam partai dan itu yang membuat posisi Pak Jokowi menjadi Super Kuat super kuat
dalam pengertian diperiode Pak SBY menjadi presiden meskipun polanya sama Hai oligarki masuk dalam partai politik partai politik ditumpuk dalam kabinet curah kabinet over size yang dibentuk oleh Pak esbeye tetapi Bedanya zaman itu partai politik yang mengontrol presiden dalam banyak kasus kan presiden tidak mampu mengontrol kabinnya sendiri tapi dalam masa Jokowi itu kebalikannya jadi alih-alih partai politik mengontrol presiden Presiden Jokowi yang mengontrol
partai politik dan ini yang membuat akhirnya agenda kebijakan yang tidak populer sekalipun lolos itu tadi karena ada penyatuan kepentingan para oliga sesuatu yang sebenarnya akan sangat berguna buat demokrasi jika mereka berkelahi jadi demokrasi itu diuntungkan kalau mereka berkelahi bukan bersekongkol berkelahi dalam pengertian idenya bertentangan interest yang bertentangan Nah ada secercah harapan dalam kasus gak ia penundaan Pemilu
dimana kepentingan oligarki hilang tidak sama ini menjelaskan mengapa kemudian ide tentang penundaan atau tiga produk gagal karena tidak ada kesamaan terkait dengan apakah masa pemerintahan Pak Jokowi harus diperpanjang atau tidak jadi saya membacanya memang ada kepentingan ekonomi-politik plus tentu norma atau nilai demokrasi yang berbeda ada kelompok disekitar Pak Jokowi yang sangat agresif untuk mengusung ini tapi lupa bahwa bahwa pemerintahan ini bukan
hanya dia yang punya ada banyak kepentingan lain yang mungkin berseberangan dan karena mereka berkelahi dalam soal isu ini publik bisa mendesakkan agenda supaya stop Age terkait dengan wacana penundaan atau tiga produk ada satu hal saya mau tanyakan Ganda ini menarik Hai PDIP sebagai partai pengusung utama ya itu Hai dengan total menolak rencana penundaan Pemilu atau 30 perpanjangan
masa jabatan presiden of sementara para pembantu utamanya Pak Jokowi kita tahu itu mengusungnya dengan sangat keras dan kita lihat Sudah sampai sudah sangat jauh buruk pada wilayah hal partai politiknya ada tiga partai politik yang mengusungnya meskipun ada dua yang tampaknya sudah menyatakan agak mundur di sedikit stth Golkar dengan pantat kek tetapi pada akar rumput mulai dari kepala desa
kelompok Pemuda saya sudah undang ke tempat saya ini itu masih sekali melakukan pertemuan ke berbagai tempat kita harus membaca Seperti apa ini hubungan antara PDIP dengan istana atau Teuku Umar dengan istana ya begini the pertama saya harus akui ampuh Yangti orkestrasi kan oleh kelompok pendukung Hai penundaan pemilu yang punya implikasi perpanjangan masa jabatan presiden maupun ide tentang 3brothers masa jabatan presiden sebagai tantangan
paling besar terhadap demokrasi pasca reformasi Mengapa saya sebut sebagai tantangan paling besar terhadap demokrasi karena di desain dengan sangat serius tadi ada mobilisasi kepala desa ada gerakan the south relawan yang melibatkan nomor dipercayai saya belum tahu dak lantai ada dukungan dari elite-elite partai pendukung tiga partai Sebelumnya kan
Golkar PT PKB dan Pan ya kemudian ada pernyataan serius dari para menteri farming utama loh membantu utama ada Pak Luhut ada bahlil Ada Pak Erlangga sendiri yang notabene juga Menko Perekonomian Hatta Hai jadi ini tantangan paling serius tetapi lagi-lagi dalam konteks demokrasi yang tak bisa jelaskan di awal yaitu pertarungan antar interest antar kepentingan poliarki istilahnya Robert Dale itu demokrasi itu tidak bisa
ditikung api kangkang nih oleh satu pihak ketika demokrasi bertentangan dengan Inpres masyarakat banyak jadi kita tuh punya berkepentingan sekali Hai memprovokasi pertarungan antara Liga antara Elite ya Karena terus terang beberapa tahun terakhir sebelum kejadian yang belakangan terkait dengan gagalnya penundaan itu yang terjadi adalah apa namanya kepentingan para Alligator menyatu dan itu yang membuat semua
agenda yang tidak populer itu lolos mulus mulai dari revisi undang-undang KPK sampai terakhir adalah revisi undang-undang Minerba cita kerja dan seterusnya nah yang terakhir ini itu saya baca Mengapa ada pertentangan antara orang sekitar Pak Jokowi dengan PDIP Perjuangan karena memang perbedaan kepentingan terkait dengan faktor ekonomi politik sih faktor ekonomi politik karena kita tahu mungkin ada pihak yang merasa
sekelompok orang di sekitar istana ini yang paling punya kepentingan untuk perpanjangan masa jabatan presiden untuk kepentingan bisnis dan itu bertentangan dengan kelompok yang lain yang berada diluar istana tetapi bagian besar dari kuali Jokowi yang kita tahu namanya perjuangan dan menurut saya perbedaan kepentingan itu sah justru kita berharap perbedaan itu diekspos ke publik belum lagi misalnya saya harus apresiasi komitmen demokrasi Bu Mega jadi dalam
sebuah acara di televisi Beberapa hari lalu saya ditanya kenapa Ibu Mega menjadi ketua PDI Perjuangan lebih dari dua dekade dalam kasus PDI Perjuangan menolak gagasan penundaan saya apresiasi saya bilang bukan soal lamanya Apakah seseorang menjadi ketua umum PDIP Perjuangan atau partai lain itu punya manfaat besar buah demokrasi atau tidak kalau kalau tidak punya manfaat meskipun sebentar juga nggak ada gunanya hehehe dan terus-terang kemarin
gagalnya orkestrasi besar terkait dengan ide penundaan atau tiga produk itu keep lahirnya adalah Ibu Mega andainya Kili tuh sudah gagal saya memang harus pennypop benefit of the daunnya kita harus kasih semacam peluang untuk berhasil tetapi peluang keberhasilannya udah last dance to persen sudah Makin kecil Kenapa simple ituan saya begini sebelum jawab sana Ibu Mega Kalau ikut rombongan pendukung penundaan itu kekuatan pendukung penundaan atau tidak
produktif 50% + C Hai dan posisi ibu Mega itu mempengaruhi sikap Gerindra dan Nasdem Nasdem bersuara keras karena melihat ibu Mega yang menolak modusnya Ibu Mega itu kemarin posisinya sangat krusial sehingga aqidah ini paling tidak sampai sekarang gagal nah pertanyaannya seberapa gagal apa seberapa mungkin akhirnya ini bisa diputar ulang pertama kalau kita lihat data-data saya bersama Cornell
university in baru saja selesai eh tanggal 7-12 April ya kita melakukan survei nasional mereka yang menolak penundaan dan tiga produk itu meningkat tajam di tingkat publik sebelumnya 60% sekarang kisarannya dari berbagai macam simulasi itu 82-89 buset ini survei tatap muka ini banget artinya kalau kita analisis di tingkat pengguna media sosial itu tingkat penuh biasanya cowok lebih
tinggi bukan seperti klem Palu Hut ada 100000000 data kami justru super mayoritas menolak kalau ditingkat media sosial maupun ditingkat umum dan itu ternyata itu survei itu dilakukan memang setelah demo demo mahasiswa jadi alih-alih orkestrasi itu meningkatkan sentimen positif terkait dengan dukungan disuruh nabi juga produk malah meningkatkan antipati publik jadi ditingkat Nasa Betapapun ada belasan ribu kepala desa Saya khawatir karena
mereka bicara untuk kepentingan kepala desain sendiri tapi rakyatnya banyak yang menolak Kemudian yang kedua di tingkat elit itu juga sudah mulai nih mulai menurun tensi untuk memperjuangkan agenda itu bahwa Pak Jokowi tidak mengatakan 2024 masa jabatan selesai ya tetapi kalau kita lihat sekarang udah ada dua partai yang sebelumnya mengusung udah balik pada Golkar dan Pan ya Hai yang yang kedua Awalnya mau testing the water tapi ternyata bisa berimplikasi
berada playing with fire Awalnya mau cek ombak ternyata punya implikasi mendatangkan tsunami bukan of hamil-hamil penolakan nah ini yang kemudian membuat Presiden Jokowi membuat apa mengadakan rapat kabinet di hari Minggu sehari sebelum demo mahasiswa yang kira-kira memberi sinyal kepada publik Hai Pemilu tetap 2024 jadi saya merasa peluang untuk berhasilnya agenda ini itu sangat kecil mungkin hanya mukjizat yang
bisa membuat agenda penundaan atau tiga produk tadi bisa dilihat di di dijalankan Saya ingin tahu dari kacamata seorang political Scientist seperti anda menyangkut dengan ide ini jujur saya tertarik apa sebenarnya menurut anda alasan dari para pengusung ini yang begitu ke ke hai apa namanya tuh meminta dan melakukan banyak cara untuk mengobrolkan legenda ini ada dua catatan yang bisa kita ambil dari berbagai diskusi drum
public pertama adalah mungkin karena faktor yg KN iya iya kedua soal utang negara di tempat saya ini profesor dirabi ini mengatakan kemungkinan pak Jokowi itu akan meninggalkan utang sekitar 10.000 triliun saya tanya apakah masalah dibilang tidak masalah selamat angka pertumbuhan ekonomi kita di atas tujuh persen tapi kalau dibawa dari itu maka akan jadi problem Apakah seperti itu
saya bukan ekonom jadi saya tidak tahu persis soal hitung-hitungan matematis hutang terkait dengan implikasi sebagian dari kalangan di sekeliling presiden untuk menggolkan agenda penundaan pemilu yang punya implikasi aja Batan presiden diperpanjang mungkin benar Tetapi saya melihat Hai pada dasarnya siapapun presiden siapapun penguasa itu Netter nya ingin memperpanjang masa kekuasaan jadi
dimana-mana hai seseorang penguasa itu pingin memperpanjang jadi diktum lama Love Action power tends to corrupt and Absolute power corrupts absolutely tuts pada dasarnya udah semacam hukum besi ya kekuasaan tetapi tetapi begini kalau misalnya setiap penguasa punya intensi untuk memperpanjang masa kekuasaan tugas kita yang ada di luar kekuasaan untuk mengingatkan boring salah dengan sekeras-kerasnya dengan
sehormat-hormatnya dengan selantang lantangnya nah pertanyaannya adalah apa yang membuat kelompok itu begitu antusias menggolkan itu Apakah faktor hutan Wow jadilah tahu saya bukan Seorang ekonom Tetapi banyak orang juga yang melihat faktor IX Nah kalau kita lihat pengalaman negara yang memindahkan ibukotanya misalnya kayak kasus Kanada dengan ibukota barunya utawa Hai atau kasus Australia dengan ibukotanya ibukotanya game brand itu
rata-rata dua ibukota baru ini baru kelihatan ramai ada tanda kutip peradabannya itu setelah 50 tahun pindahnya jadi setelah 50 tahun pindah kem berapa sama utawa baru tuh ada peradaban ada jejaknya sebelumnya cuma Gedung Parlemen paling cepat itu adalah kota brushware sebagai pengganti Rio de Janeiro di Brazil 3030 tahun apalagi jadi ndak Nah kasus di Indonesia ini ada upaya untuk mempercepat ya iklan setelah di undang-undang Gan nah pertanyaannya
seberapa cepat kalau kita mengacu pada pengalaman negara lain saat yang sama Presiden Jokowi punya masa pembatasan sesuai dengan konstitusi 2024 selesai Hai undang-undang selesai tetapi perangkat perundangan di bawahnya kan masih banyak yang belum selesai kemudian Bagaimana dengan infrastrukturnya like jadi memang tidak mungkin bisa selesai di masa pemerintahan Pak Jokowi tetapi ada kekhawatiran dugaan saya kalau
misalnya Presiden Jokowi tidak diperpanjang ini mengkhawatirkan buat sebagian orang disekelilingnya itu lebih si Pak Jokowi trek terkait dengan ikan ini tidak berlanjut itu mungkin ya satu spekulasi terkait Mengapa eh apa namanya ada keinginan untuk memperpanjang masa jabatan presiden Jokowi tapi yang jelas pendekatan ekonomi politik ada kelompok yang mungkin mendapatkan semacam manfaat Ya selama Presiden Jokowi menjadi presiden sesuatu hal yang lumrah
dibanyak tempat tetapi manfaat itu kan ada batasnya ya menurut konstitusi per lima tahun sekali hanya bisa diulang dua kali Hai Jadi kalau kemudian diperpanjang itu artinya melanggar warisan reformasi reformasi itu kalau diperas cuma satu pembatasan masa kekuasaan Nah kalau itupun dilanggar apalagi yang tersisa dari formasi pada akhirnya kita akan bicara tentang 2024 tadi kita sudah bicara tentang penundaan bor mengatakan
Hai pasti gagal setidaknya probably punya sebaliknya kegagalan kegagalannya maka kemudian kita akan bicara tentang berempat mau Tidak mau itu berpengaruh pada posisi Pak Jokowi ya dan juga orang-orang yang berniat untuk maju coba tampilkan data capres kita menurut dengan Resort edikator pada dua bulan yang lalu ini Oke pada survei bulan Februari Februari ini ini Prabowo Subianto masih dindingnya
the 21,9 Persib pun sejenisnya dalam margin of error ya betul itu serinya segel sekali Ganjar pranowo 1958 Anies Baswedan 16,4 365 tertinggi sampai tapi kabarnya hari ini akan dirilis tot survei terbaru ada sekitar ngambil gambar ini itu sudah berubah Betul apa yang terjadi jadi kita punya tiga survei terakhir survei nasional bersama Cornell University kemudian bersama satu lembaga multinasional dan
terakhir adalah yang kita rilis UTS sem itu yang kita apa namanya adakan sendiri itu ada perubahan 3 survei terakhir kami itu ganjarsari Absolute sudah menyalip Prabowo Subianto nyate meskipun dalam margin of error jadi dalam berbagai macam simulasi Ganjar udah di peringkat pertama tapi selisihnya dengan Pak Prabowo yang diperingati kedua itu statistik Line signifikan Anis naik juga cukup signifikan di
survei terakhir yang akan kita rilis yang ini jadi ada tiga nama yang selisihnya itu tipis-tipis terus balik kayak rusak lihat dinamika elektoral terjadi di tiga top three sementara di lapis kedua itu relatif tidak ada pergerakan kecuali sandi ia dan Ridwan Kamil dan akhirnya agak turun Erick Thohir agak naik tetapi nama-nama yang di papan kedua ini terlalu jauh dengan tiga nama teratas Itu Hihihi jadi data Kami memang
akan sangat kompetitif pemilu 2004 dan sepertinya Pak Prabowo yang relatif agak kurang diuntungkan Mengapa karena tingkat kenalan Pak Prabowo itu sudah maksimal jadi tingkat gede kenalan Pak Prabowo udah hampir 100% Anies Baswedan baru dikenal 85 persen kemudian Ganjar pranowo 72 malah baru 70017 posisi udah diperingatkan lalu bertanya cuma nah ini cuma ketika karena tiga nama ini tidak ada satupun yang unggul ya gan
tidak otomatis tidak ada yang bisa menang satu putaran karena tidak ada mencapai 50% maka kemungkinan putaran kedua tinggi Hai karena tidak ada yang bisa mencapai 50% kemungkinan kalau tiga-tiganya dapet tiket maka harus ada ranof saat nah pertanyaannya Siapa yang lolos putaran kedua mungkin gajar lolos putaran kedua Tetapi kalau misalnya yang lolos putaran kedua itu Ganjar versus Pak Prabowo pendukung Anis itu sedikit lebih banyak yang lari ke Pak Prabowo
ketimbang ganja di putaran kedua atau sebaliknya Ganjar versus Anis Pak Prabowo gak lolos putaran kedua Anis yang lolos versus Ganjar pendukung Pak Prabowo tiket lebih banyak yang lari ke Anis ketimbang ngeganja Jadi sebenarnya masih belum serpents siapa yang unggul karena memang situasinya sangat kompetitif ini beda dengan waktu banget banget tahun 2014 ya menyukseskan Pak Jokowi itu beda atau waktu Pak SBY menang 2004 itu PSP atau Pak Jokowi
menang dengan nyaman Hai tetapi yang sekarang Hai gejalanya sepertinya uncertainty nya sangat tinggi problemnya adalah hanya Pak Prabowo yang memiliki tiket hari ini setidaknya Hotel Bagaimana antar menjelaskan situasi ini memang Pak Prabowo punya tiket tapi kayaknya tidak cukup karena Gerindra tidak mencapai 20% Torch Denzel threshold jadi Pak Prabowo atau kiri Indra jika ingin memajukan Pak Prabowo
harus berkualiti dengan partai lain kalau Pak Prabowo atau Rider berkualiti MP3 saja nggak cukup seorang P3 tidak cukup untuk menutupi kekurangan Gerindra tapi kalau dengan pangan dengan PKS dengan Nasdem cukup nah masalahnya dua kompetitor yang lain lebih buruk lagi nggak Punya nggak Punya kontrol di partai the penis apalagi bukan orang partai Pak Banjar misalnya orang partai tapi bukan pemegang remote control partai tetapi pengalaman kami melakukan
survei atau 99 sampai sekarang karena lagi-lagi kembali ke penjelasan awal saya karena reformasi itu meniscayakan betapa pentingnya publik dan tidak ada partai yang berani nekat mencapreskan calon tanpa potensi menang sama sekali maka saya punya semacam hipotesis yang didasarkan pada pengalaman sebelumnya Kalau ada seorang calon presiden meskipun bukan orang partai sekalipun tetapi punya potensi elektabilitas yang menang yang tinggi itu kemungkinan besar
partai-partai akan ngantri jadi misalnya kalau ada seseorang Ganjar misalnya tidak dicalonkan oleh PDIP Perjuangan saya masih yakin partai non pdi-perjuangan akan menunggu dengan gegap gembita Ganjar jika maju tanpa melalui tiket pilih perjuangan Anis Bahkan bukan orang partai tapi dengan tingkat elektabilitas sekarang yang mulut saya kompetitif buat seorang Anies Baswedan ini akan banyak partai yang coba melamar Anies Baswedan jadi ini
lagi-lagi menyulitkan buat ketua umum partai Meskipun mereka punya tiket partai atau punya posisi strategis di partai politik tetapi partai umumnya pengen jadi bagian dari rombongan pemenang dan umumnya Mereka melihat dari hasil survei-survei menjadi konsideran Untuk menentukan siapa nah misalnya kita bisa merujuk pada pengalaman senior kita pak Aburizal Bakrie ya tahun 2013 beliau adalah Ketua Umum Partai Golkar
elektabilitas sebagai capres itu tipe lumayan lupa Ical tuh sekitar 7-9 persen sebagai capres jangankan sebagai capres sebagai cawapres pun beliau tidak mendapatkan tiket bahkan Golkar juga tidak mendukungnya jadi ini betapa ironis Memang sesuatu yang membuat partai politik sekalipun harus berhitung panjang kalau misalnya preka pingin menang tapi kalau kadernya sendiri tidak cukup kompetitif untuk memenangkan mereka mungkin bisa
turunkan dari capres menjadi cukup call-nya cawapres Tetapi kalau ternyata tidak cukup juga menyumbang potensi menang kalau maju sebagai cawapres dan harus negosiasi dengan partai lain dalam rangka menominasikan pasangan capres mungkin hanya sekedar sebagai musuh tetapi tidak mampu menggolkan kadernya sebagai capres atau cawapres jadi saya tidak tidak melihat itu sebagai ini ini yang menjelaskan
mengapa banyak politisi kemudian mencoba melakukan pencitraan deh untuk meningkatkan elektabilitas karena mereka tahu partai politik itu satu institusi yang paling rasional mereka pengen ikut bagian dari kalau istilah teh namanya pen Regen effect klien mengikuti baik bagian Juli rombongan kereta pemenang dan karenanya mereka melihat nah setidaknya ada tiga calon yang potensi menanya tinggi dan mungkin buat elit ketua umum partai
yang lain mereka masih bisa berharap kalau elektabilitasnya rendah minimal di posisi nomor 2 hahaha hehehe bekas Iya sama-sama bab luar biasa selalu menyenangkan berbicara dengan seorang political Scientist seperti Burhanuddin Muhtadi Om tampaknya memang kita harus mendengarkannya karena ternyata kolaborasinya bahkan telah sampai pada corner saya membaca beberapa bukunya itu bahkan diterbitkan di
berbagai jurnal dan diterbitkan dalam bentuk buku bersama dengan para Professor of pada political Scientist dari berbagai belahan dunia Terima kasih telah menyaksikan acara ini Hai YouTubers luar biasa setiap [Musik] [Tepuk tangan] hai hai
التعليقات
لم تُحمَّل التعليقات بعد.